
Raja Erlangga sudah menutup kasus yang merugikan tamu kehormatan bahkan memberikan hukuman yang pantas pada kedua orang yang telah berani melempar namun sembunyi tangan.
" George , maafkanlah aku yang tidak bisa mengatur keluargaku . Sungguh telah membuatmu rugi dengan adanya permasalahan ini ". Gumam Raja Erlangga.
" Erlangga !! kamu tidak perlu sungkan padaku , bagaimanapun juga ini adalah suatu pembelajaran juga. Kita tidak boleh menyalahkan seseorang tanpa bukti yang jelas . Aku sangat bangga pada Putrimu yang bernama Andara ini , pantas saja Caroline menyukainya ". Kata Raja George.
" Aku sudah membuatnya menderita bahkan membentaknya , George . Sebelumnya belum pernah melakukan ini padanya ". Ungkap Raja Erlangga.
" Itu pertanda kamu Raja yang tegas dan tidak pilih kasih ". Puji Raja George.
Gubernur Albiru ingin menemui Raja Erlangga saat ini , namun rupanya tidak bisa melihat dia yang tengah asyik mengobrol dengan Raja George.
Dia berniat untuk pergi menemui Putri Andara secara diam - diam dan tidak di sangka malah mendengarkan percakapan dua orang wanita yang tengah membicarakannya.
" Caroline , sebaiknya kamu harus berjuang untuk mendapatkan Gubernur Albiru ini karena rasanya tidak mungkin pertunangan mereka di teruskan mengingat Indira yang membuatnya malu ". Kata Putri Andara.
" Kamu benar . Tapi masa iya seorang wanita yang mengejar seorang pria ". Heran Putri Caroline.
" Jika tidak seperti itu maka kamu tidak akan pernah mendapatkan cintanya karena dia itu tipe pria yang dingin , acuh tak acuh , menyebalkan ". Jelas Putri Andara.
" Dan satu lagi , dia sangat tampan dan menawan ." Kagum Putri Caroline.
" Tetap semangat mengejarnya dan pantang mundur !!". Ucap Putri Andara.
Sedangkan Gubernur Albiru merasa kesal dengan Putri Andara yang lebih mendukung Putri Caroline untuk mengejarnya.
" Jika aku melepaskan Indira maka datang Caroline yang lebih menyusahkan lagi , akhhh tidak ini tidak boleh terjadi . Andara , lihat saja nanti pembalasanku padamu !!". Ucap Gubernur Albiru di dalam hatinya .
Saat ini Gubernur Albiru berada di balkon kamar Putri Andara , jelas saja dia mendengar semua obrolan dari kedua wanita yang berstatus bangsawan itu.
__ADS_1
" Andara ini sudah malam , aku akan pergi bahkan besok aku akan kembali lagi . Oke !?". Pamit Putri Caroline .
" Oke ".
Pintu kamar Putri Andara sudah tertutup rapat karena dia telah menguncinya.
" Hari yang melelahkan , aku ingin mengganti baju saja . Kenapa hari begitu menggerahkan ya ". Ucap Putri Andara yang mulai membuka bajunya sembarangan dan hanya memakai pakaian mini .
*Glek*
Gubernur Albiru tidak bisa menahan hasratnya kala melihat keadaan Putri Andara yang hanya memakai baju pendek saja.
Tubuh mulusnya terpampang nyata di depan mata Gubernur Albiru.
" Sebaiknya aku mandi saja lah biar lebih Freshh dan bisa tidur dengan nyenyak ". Kata Putri Andara.
Kurang lebih 30 menit , Putri Andara menyelesaikan ritual mandinya namun dia begitu terhentak saat melihat Gubernur Albiru yang berada di dalamnya.
Putri Andara ingin berteriak namun dengan cepatnya tangan Gubernur albiru membekapnya.
" Jangan berisik atau jika tidak , aku akan ---". Goda Gubernur Albiru.
Putri Andara seperti biasanya melakukan perlawanan pada musuh dengan menggunakan seni bela dirinya yang cukup ampuh.
*Bugh*
" Andara kamu ". Lirih Gubernur Albiru karena kesakitan menahan juniornya yang di tendang oleh Putri Andara.
" Rasakan itu !! kenapa kamu selalu muncul bagaikan tuyul ". Ucap Putri Andara.
__ADS_1
" Tuyul !! Benda apa itu ?". kata Gubernur Albiru.
Seketika Putri Andara terkekeh kala mendengar perkataan dari Gubernur Albiru.
" Ahh , itu benda yang tidak memiliki rambut dan hanya memakai pakaian dalam saja ." Jawab Putri Andara.
" Andara , mengapa kamu sangat kasar ? ini benar - benar sakit dan kamu harus bertanggung jawab ". Tuntut Gubernur Albiru.
" Apa katamu ? tanggung jawab !! kamu pikir aku memperkosamu ya , sembarangan saja ". Ucap Putri Andara.
" Tapi ini sakit dan perlu obat !!". Gumam Gubernur Albiru.
Putri Andara segera mencari sesuatu yang sekiranya membuat Gubernur Albiru diam tidak mengeluh kesakitan.
" Nah , ini dia ". Kata Putri Andara setelah menemukan sapu di balkon.
" Andara mengapa kamu memegang sapu itu ?". Heran Gubernur Albiru.
" Untuk mengobatimu biar tidak mengeluh kesakitan lagi ." Ungkap Putri Andara.
Gubernur Albiru mulai panik ketika mendengar lontaran kata dari Putri Andara yang telah di pahami olehnya.
" Baik , aku akan pergi darisini . Tapi ada satu syarat . Buang dulu sapu itu ". Kata Gubernur Albiru.
Dengan langkah yang sangat cepat , sapu itu segera di lumpuhkan oleh Gubernur Albiru dan langsung mendekap tubuh Putri Andara.
" Emmbbbb ".
Penasaran kan apa yang terjadi dengan mereka , yuk dukung Author terus agar semakin banyak Update .
__ADS_1
Like , Komentar banyak dan Love 😉😉 terima kasih.