
Gubernur Albiru menghadap Pangeran Mahkota namun tidak menjelaskan apa yang terjadi padanya .
" Jika kamu ingin menumpahkan kemarahanmu silahkan , tapi jangan mencoba untuk memaksanya lagi. Aku memang bersalah dan menerima segala hukuman darimu ". Gumam Gubernur Albiru yang langsung pergi dari hadapan Pangeran Mahkota .
" Mau kemana lagi kamu !!." Ucap Pangeran Mahkota yang menghentikan langkah Gubernur Albiru .
" Ingin melihat keadaan adikku , aku tidak tahu apakah nanti akan menghentikan pernikahannya atau memintanya untuk meneruskan ". Ucap Gubernur Albiru dengan sengaja menyindir Pangeran Mahkota .
Tentu saja Pangeran Mahkota merasakan betapa sakitnya mendengar wanita yang di cintainya akan menikah dengan orang lain.
" Aku akan ikut denganmu !!". Kata Pangeran Mahkota .
" Tidak perlu lagi Pangeran , karena takutnya dia sudah resmi menikah dan sudah menjadi milik orang lain ".
" Tidak mungkin ". Kejut Pangeran Mahkota .
Gubenur Albiru tidak ingin berlama - lama dan langsung pergi meninggalkan istana .
Ketika Pangeran Mahkota juga akan pergi namun Jonathan menghentikannya.
" Pangeran , berdasarkan peraturan istana jika istana sedang berkabung maka keluarga tidak di perbolehkan keluar dari Istana selama 7 hari ". Kata Joanthan .
Pangeran Mahkota meletakan lututnya ke lantai seakan telah menerima sebuah karma langsung karena telah mencoba untuk memisahkan pasangan suami istri .
__ADS_1
" Aku menyesal , aku benar - benar menyesalinya. Kini aku sadar betapa sakitnya menjadi Gubenur Albiru ". Lirih Pangeran Mahkota yang menangisi tersedu - sedu .
" Pangeran harus kuat , ini adalah takdir dan harus berbesar hati menerima segala takdir yang sudah di gariskan ". Nasehat Jonathan.
Setelah Putri Andara sadar , dia menanyakan keberadaan Gubernur Albiru .
Minda mengatakan jika Gubernur Albiru pergi menyelamatkan Albina .
Pangeran Mahkota tidak bisa menerima jika harus kehilangan wanita yang di cintainya dalam pikirannya terbesit ingin pergi mengikuti Gubernur Albiru.
" Aku akan pergi . Bagaimanapun juga harus menyelamatkan Albina ." Gumam Pangeran Mahkota di dalam hati .
Dia memerintahkan beberapa pengawal istana untuk mengikuti Gubernur Albiru secara diam - diam .
Putri Andara memberi penjelasan pada Dokter Reinhard jika dia memang sudah menikah dan sangat mencintai Gubernur Albiru .
" Kamu tenang saja , maaf karena telah membuatmu kecewa ." Kata Putri Andara.
" Jangan meminta maaf karena ini bukan salahmu ". Gumam Dokter Reinhard .
" Tetaplah menjadi dokterku ". Ujar Putri Andara .
Dokter Rienhard sebenarnya merasa patah hati namun demi kebahagiaan Putri Andara dia rela asalkan orang yang di cintainya bahagia .
__ADS_1
" jika ada kehidupan berikutnya maka aku akan memperjuangkan kamu , tidak apa sekarang kalah namun kehidupan berikutnya tidak akan pernah kalah ". Kata Dokter Reinhard dalam hatinya.
Minda merasakan bagaimana perasaan Dokter Reinhard , bahkan sangat menyayangkan jika seorang pria yang baik hati dan selalu ada untuk Putri Andara menanggung beban patah hati .
" Andai saja di kehidupan berikutnya aku tidak menjadi pelayan minimal berada di kasta yang sama maka aku akan menjadi tambatan untuknya ". Gumam Minda di dalam hatinya.
Putri Andara merasa khawatir pada Gubernur Albiru entah mengapa dia tidak bisa tenang memikirkannya .
" Minda , perasaanku tidak enak ". Kata Putri Andara.
Tidak ingin berdiam saja di dalam kamar , dia meminta untuk bertemu dengan Pangeran Mahkota namun sepertinya Putri Andara melihatnya sedang terburu - buru keluar bahkan melewati pintu yang tidak seharusnya .
" Mengapa kakak melewati pintu itu ? Apa dia ingin keluar secara diam - diam ". Gumam Putri Andara .
Tak ingin kalah , Putri Andara meminta Minda untuk membantunya keluar dari Istana .
" Putri ? Itu tidak mungkin , istana sedang berkabung maka tidak di perbolehkan keluar ." Kata minda.
" Situasinya berbeda minda , aku tidak ingin selalu khawatir seperti ini ". Kata Putri Andara yang kekeh ingin keluar dari Istana .
Setelah Pangeran Mahkota keluar dari Istana barulah Putri Andara mengikuti nya dari belakang secara diam - diam .
" Ternyata mereka berada di rumah lamanya , Albina aku akan menyelamatkan kamu ". Ucap Pangeran Mahkota .
__ADS_1
Sedangkan Putri Andara , meminta sopir untuk tetap berhati - hati agar tidak ketahuan Pangeran Mahkota .
" Mengapa ini mengarah pada rumah paman ya ? Jangan - jangan wanita biang kerok itu ada di sana . Sepertinya hari ini adalah perseteruan akhir , aku tidak akan membiarkan wanita tua itu menang ". Kata Putri Andara.