Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Membawa Albina


__ADS_3

Pangeran Mahkota berusaha untuk menyembuhkan Raja Erlangga , namun sepertinya sudah terlambat karena selama ini Raja Erlangga menyimpan penyakitnya .


Dokter Istana mengatakan jika Raja Erlangga menderita penyakit aneh bahkan setiap malam tidak bisa tidur . Selama ini Raja Erlangga meminum pil sebelum tidur agar bisa mengendalikan kesehatannya .


" Maaf hamba ? Pangeran Mahkota hamba selama ini menutupinya karena atas dasar permintaan yang mulia , beliau tidak ingin membuat putra dan putrinya khawatir ". Ujar Dokter .


" Lalu , bagaimana untuk menyembuhkan penyakit itu dokter ?". gumam Pangeran Mahkota .


Dokter Istana tidak bisa berkata - kata lagi karena tidak ada jalan keluar untuk mengatasi nya .


" Dokter ? mengapa kamu hanya Dima saja ". Ucap Pangeran Mahkota .


" Maaf beribu maaf Pangeran Mahkota , pil yang selama ini di konsumsi yang mulia merupakan dosis yang amat besar jika yang mulia di obati dengan pil lainnya maka berbahaya untuk organ dalamnya terutama untuk jantung ". Jelas Dokter .


Seketika mata Pangeran Mahkota berkaca - kaca dan sesaat memejamkannya .


" Ayah !! mengapa kamu menyembunyikannya selama ini , apakah kamu tidak mempercayaiku sebagai putramu lagi ". Ujar Pangeran Mahkota di depan Raja Erlangga yang terkapar tak berdaya.


Kondisi tubuh Raja Erlangga sangat lemah bahkan kemungkinan hanya menunggu waktu untuk pergi .


Putri Andara menghampirinya untuk melihat kondisi Raja Erlangga terkini .


" Kakak !! Bagaimana keadaan ayah ". Kata Putri Andara ".


Pangeran Mahkota terdiam dan tidak bisa berkata - kata lagi .


Putri Andara mendesak Pangeran Mahkota untuk menjawab pertanyaannya .


" Kak , katakan padaku !! bagaimana keadaan ayah . Pasti ada jalan untuk menyembuhkan ayah bukan ". Gumam Putri Andara.


Pangeran Mahkota hanya menggeleng - gelengkan kepalanya .


Spontan , Putri Andara mendekati Pangeran Mahkota dan menatapnya penuh tajam bahkan mempertanyakan maksutnya .

__ADS_1


" Kakak hanya diam saja !! Katakan kak !! katakan padaku ". Teriak Putri Andara .


" Ayah selama ini mengidap penyakit namun tidak memberitahu kita semua Andara ". Kata Pangeran Mahkota .


" Apa ? ".


Putri Andara melihat ke arah Raja Erlangga dan segera memeluknya di sertai derai tangisan yang pilu.


" Ayah ? ayah berbohong padaku , ayah jahat !! Jika ayah tidak bangun maka aku akan membenci ayah . Ayah bukankah kamu berjanji padaku akan melihatku memakai baju pengantin ". Ucap Putri Andara.


Seketika pikiran Pangeran Mahkota tertuju pada ucapan Putri Andara .


" Apakah ayah menunggu Andara untuk memakai baju pengantin ." Gumam Pangeran Mahkota di dalam hati .


*


*


*


" Tom , bagaimana Andara melewati hari - harinya ." tanya Gubernur Albiru .


" Dia selalu mencari anda tuan muda , untuk saat ini sepertinya dokter muda itu selalu di sampingnya ." Kata Tom .


" Jika dokter Reinhard menjamin keamanannya maka aku akan tenang ". Lirih Gubernur Albiru .


" Tapi akan sampai kapan anda terus bersembunyi seperti ini tuan muda ".


" Aku akan berusaha Tom , aku pasti akan sembuh ". Ucap Gubernur Albiru yang sok kuat padahal mulai putus asa .


Dalam pikiran Gubenur Albiru , bagaimana jika dia tidak bisa melihat selamanya dan tidak bisa melihat bagaimana Putri Andara melahirkan anaknya .


Pangeran Erik merindukan sosok Albina dan ingin sekali menemuinya namun Ratu Bianca selalu melarangnya .

__ADS_1


Saat ini Ratu Bianca bersedih karena Putri Indira tidak bersama mereka bahkan mengawatirkannya .


Putri Indira di tahan dalam sebuah kamar khusus , setiap hari dia merindukan ibunya dan menyesal karena telah di mempercayai Gubernur Albiru .


" Ibu ? Ibu maafkan aku ". Kata Putri Indira .


Gubernur Albiru sesekali melihatnya , meski tidak bisa melihat seperti biasanya namun cukup menampakkan saja .


" Albiru !! Kamu jahat , ternyata kamu memperdayaiku . Lepaskan aku dari sini !!". Teriak Putri Indira .


" Indira , jangan menyalahkan ku tapi salahkan ibu dan kakakmu atas apa yang di lakukannya pada Putri Andara . Bahkan kamu juga mengkambing hitamkan Andara atas kematian Nyonya Sarina dan menciptkan dendam pada Arina ". Ucap Gubernur Albiru.


" Ahahhahaha , ohh ternyata kamu tahu ya bagus . Aku tidak akan membuatnya bahagia dia terlahir menyedihkan sungguh sangat kasihan ". Kata Putri Indira .


" Jaga kata - katamu , sebentar lagi kamu harus menanggung akibat perbuatanmu itu ." Ucap Gubernur Albiru .


" Albiru , Albiru kamu jangan macam - macam ya . Lepaskan aku Albiru !!!". Teriak Putri Indira .


Pangeran Erik mencari keberadaan Putri Indira namun tidak menemukannya , dia sudah berusaha namun tidak ada hasil .


Secara kebetulan bertemu dengan Albina di sebuah tempat , Albina terkejut ketika mendapati Pangeran Erik yang menghampirinya .


" Apa kabar Albina ? ". Ucap Pangeran Erik .


" Pangeran Erik , katakan dimana kamu menyembunyikan kakakku !!". Kata Albina .


" Maka ikutlah denganku ". Kata Pangeran Erik dengan senyuman smirk.


Albina menatap penuh menyelidik , sebelumnya dia curiga namun karena ingin melihat Gubernur Albiru maka terpaksa ikut dengan Pangeran Erik .


Di sepanjang perjalanan , Pangeran Erik memandangnya bahkan ingin sekali memeluk Albina .


" Aku tidak akan membiarkanmu menjadi milik Andreas , kamu akan menjadi milikku selamanya Albina bahkan kamu harus menjadi ibu dari anak - anakku nanti ". Gumam Pangeran Erik di dalam hati sambil memandang wajah cantik Albina yang tak pernah bosan di pandang.

__ADS_1


__ADS_2