
Pangeran Mahkota pun tak kalah , memandang ke arah pria yang menghentikan pernikahan .
" Bagaimana bisa ada pernikahan jika mempelai wanita masih memiliki suami bahkan belum mati terkubur tanah ". Ucap Gubernur Albiru dengan menekan kata - katanya .
" Apa maksud kamu gubernur albiru ?". tanya Dokter Reinhard .
" Bolehkah aku bertanya padanya ". Kata gubernur albiru mengarahkan pandangan tepat pada wajah Putri Andara .
" Gubernur Albiru selama ini kemana , jangan menyalahkan Andara atas hal ini karena semuanya telah di atur olehku ". Sahut Pangeran Mahkota.
" Apa kamu tega memisahkannya ? Hmm aku tidak tahu seperti apa perasaan kamu begitu mendengar orang yang di cintai telah menikah dengan orang lain ". Gubenur Albiru sengaja membuat semua orang tidak mengerti maksutnya .
Putri Andara menghampiri tubuh Raja Erlangga dan mengatakan jika dia sebenarnya telah menikah .
" Ayah ? Aku tahu selama ini keinginanmu hanyalah ingin melihatku menikah dan hidup bahagia , ayah aku sebenarnya ---- ". Terpotong oleh perkataan Pangeran Mahkota .
" Andara , tidak perlu lagi ". Ucap Pangeran Mahkota .
Dokter Reinhard seperti menerima sebuah kejanggalan namun tidak akan membiarkan Putri Andara terlepas begitu saja karena saat ini tinggal selangkah lagi untuk memiliki seutuhnya.
" Putri , mati kita selesaikan upacaranya ". Ujar Dokter Reinhard .
Jonathan ingin sekali mengatakan pesan yang selama ini di inginkan oleh Raja Erlangga namun Pangeran Mahkota mengatakan hal yang membuat Gubernur Albiru kesal .
" Upacara pernikahan ini tidak bisa di lanjutkan karena Putri Andara adalah istriku ". Beo Gubernur Albiru .
Saat perkataan itu melayang , semua orang tercengang bahkan terkejut mendengar faktanya .
" Hahahhaaha meskipun kamu adalah suaminya , namun upacara ini tidak bisa di hentikan lagi. Upacara pernikahan kami sah di mata semua orang bahkan di saksikan oleh Raja Erlangga dan Menteri penting istana ". Pengucapan Dokter Rienhard seakan telah memancing emosi Gubernur Albiru .
__ADS_1
Kini Putri Andara telah bingung , bahkan menangis tersedu di depan Raja Erlangga seraya memeluk tubuh Raja Erlangga
" Ayah aku memang sudah menikah dengan Gubernur Albiru dan aku mencintainya bahkan sudah mengandung benihnya di dalam rahimku hiks ..hiks.. Ayah maafkan aku selama ini menyembunyikannya darimu ". Lirih Putri Andara .
Raja Erlangga seakan sudah terbebas rasa tanggung jawab mendengar perkataan langsung dari Putri Andara .
" Yang mulia ". Gumam Jonathan .
Raja Erlangga sudah menghembuskan nafas terakhirnya di dalam pelukan Putri Andara .
" Sekalian mohon untuk mendoakan yang mulia agar bisa hidup tenang dan bahagia bersama mendiang Ratu Eliza beserta para leluhur Istana ". Kata Jonathan .
" Ayah , Jo maksut kamu ?". Pangeran Mahkota mendekati tubuh Raja Erlangga.
" Ayah , ayah , ayah hiks.. Hiks..hiks.. ayah ". Tangisan Putri Andara terdengar pilu .
Gubernur Albiru pun mendekati ke arah Putri Andara untuk menenangkannya .
" Meskipun kamu adalah suaminya dan pemilik benih di rahimnya , kamu tidak berhak untuk mereka lagi . Mulai hari ini Putri Andara adalah milikku !!." Ucap Dokter Reinhard yang tak ingin melepas Putri Andara begitu saja .
Jonathan segera mengungkapkan keinginan terkahir Raja Erlangga .
" Sekalian semua , tidak perlu memperdebatkan status pernikahan Putri Andara lagi . Karena yang sebenarnya, keinginan terbesar yang mulia yaitu melihat Putri Andara menikah dengan Gubernur Albiru . Untuk itu yang mulia pergi dengan tenang dan merasa lega atas fakta ini ". Kata Jonathan.
" Gubernur Albiru , kamu harus mempertahankannya . Putri Andara adalah istrimu maka kamulah yang berhak ". Kata salah satu menteri .
" Dia adalah tunangan Putri Indira bagaimana bisa menikah dengan Putri Andara , apakah ingin memiliki keduanya ". Sindir Dokter Reinhard.
" Saat ini istana sedang berkabung jangan membuat masalah lagi , kalian semua bantu aku untuk menyiapkan proses penghormatan terakhir yang mulia raja Erlangga ". Kata Pangeran Mahkota dengan tegas .
__ADS_1
Proses pemakaman Raja Erlangga sedang berlangsung , sebenarnya Jonathan telah mempersiapkannya .
Karena sebelum kejadian buruk yang menimpa Raja Erlangga , dia berpesan pada Jonathan untuk mempersiapkan lubang tempat istirahat terakhirnya di samping makam Ratu Eliza .
Putri Andara tidak sanggup melihat Raja Erlangga di kuburkan , tiba - tiba tubuhnya ambruk dan tak sadarkan diri .
Dokter Reinhard mengambil tindakan namun Gubernur Albiru langsung menyingkirkannya tanpa berbicara sepatah apapun .
Istana Kencana telah berkabung dan kehilangan sosok Raja , Perdana menteri menyaksikan langsung proses pemakaman kakaknya meski dengan tubuh lemahnya .
" Aku sudah kehilangan istriku dan kini saudaraku , aku tidak tahu lagi apakah putriku arina masih hidup ataukah sudah mati saat ini ". Lirih Perdana menteri dengan merintikkan air matanya .
Pangeran Mahkota segera berlutut di hadapan perdana menteri yang notabene adalah paman kandungnya langsung .
" Paman , jangan merasa kesepian . Ada aku yang akan menemanimu . Semuanya ku serahkan segala keputusan padamu karena saat ini hanya kamu yang tersisa dari Istana kencana ". Gumam Pangeran Mahkota .
" Nak , jangan seperti ini . Kamu sudah ku anggap seperti putraku sendiri. Bangunlah ". Kata Perdana menteri .
Sementara , Dokter Reinhard masih belum menerima melepaskan Putri Andara , dia tetap mengejar Gubenur Albiru yang saat ini membawa tubuh Putri Andara ke dalam kamar .
" Biarkan aku memeriksanya ". Kata Dokter Reinhard .
" Tidak perlu , dia saat ini hanya memerlukan istirahat yang cukup dan jangan berani menyentuhnya ". Kata Gubernur Albiru .
" Aku adalah Dokter pribadinya ". Masih tidak ingin mengalah .
Minda segera mengambil tindakan agar kedua pria yang saat ini berdebat segera menyelesaikan masalahnya di luar saja agar tidak menggangu ketenangan Putri Andara.
Berita kematian raja Erlangga terlah terdengar oleh Ratu Bianca dan Pangeran Erik .
__ADS_1
Namun , Pangeran Erik masih belum mau berbicara pada Ratu Bianca terkait apa yang terjadi pada Albina .