
Keluarga Ningrat menemui Raja Erlangga saat ini untuk menguatkan dirinya agar tidak terbawa dalam kesedihan.
Tuan Ningrat menanyakan tentang keberadaan Putri Indira yang tidak terlihat saat ini .
" Dimana Putri Indira saat ini Yang Mulia ? mengapa tidak melihatnya disini ". Kata Tuan Ningrat.
Lalu Ratu Bianca maju untuk memberi penjelasan kepada keluarga Ningrat.
" Indira sedang menjalani pembelajaran tentang bagaimana menjadi seorang istri yang baik untuk suaminya kelak , tuan ". Ucap Ratu Bianca.
" Itu sangat bagus sekali ". Kata Tuan Ningrat.
Raja Erlangga mengajak keluarga Ningrat untuk pergi menjenguk Putri Andara yang saat ini tengah berbaring di dalam kamar.
" Putri , sepertinya ada banyak orang yang akan menuju ke kamar ini ". Pekik Minda.
" Mau apa mereka !! uhh , menyebalkan sekali ." Geram Putri Andara.
Putri Andara harus berpura - pura kembali berbaring di atas ranjang dan diam seolah tak berdaya.
Keluarga ningrat sangat prihatin atas keadaan yang saat ini menimpa Putri Andara.
" Sungguh malang sekali gadis cantik seperti Putri Andara harus mengalami hal yang seperti ini , apakah sudah di lakukan pengobatan ". Kata Madam Fi.
__ADS_1
" Bahkan setiap hari sudah di usahakan namun masih tetap dengan kondisi seperti ini.". Ungkap Ratu Bianca.
Putri Andara sudah tidak tahan dengan kata - kata yang di lontarkan oleh Ratu Bianca yang selama ini membuatnya sakit .
" Akhhh Ratu Biang Kerok , kata - katamu sungguh membuatku muak !! andai saja aku bisa mencekik lehermu saat ini itu pasti lucu". Gumam Putri Andara di dalam hatinya.
Nyonya Ningrat melihat tubuh Putri Andara yang sepertinya sedang bergerak sedikit.
Dia mendekati tubuh itu dan memegang tangannya.
" Meski dalam keadaan sakit , dia masih terlihat sangat cantik . Lekas sembuh ya sayang ? meski sebenarnya aku berharap kamu yang menjadi cucu menantuku namun takdir berkata lain ". Ucap Nyonya Ningrat yang seakan membuat Raja dan Ratu terkejut.
Ratu Bianca tidak menyangka jika Nyonya Ningrat berkata demikian hingga membuatnya tersentil.
" Aku merasa bukan sebuah alasan itu , Albiru sebelumnya ingin membatalkan pertunangannya entah karena apa !!". Sahut madam Fi.
Tuan Ningrat dan Raja Erlangga merasa jika para wanita ini sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.
" Jika begitu , sebaiknya kita keluar saja jangan mengganggu ketenangan Putri Andara ". Ungkap Tuan Ningrat.
Semua telah keluar dari kamar Putri Andara namun hanya Albina yang diam - diam masuk ke dalam kamar Putri Andara.
" Kamu pelayan Putri Andara kan ?". Kata Albina.
__ADS_1
" Benar Nona ."
" Hm , bolehkah aku meminta tolong untuk memanggilkan Pangeran Mahkota untuk kemari karena ada sesuatu yang harus di bicarakan ". Kata Albina.
Minda mengernyitkan dahinya karena masih tidak paham dengan maksut wanita yang saat ini berada di dalam kamar Putri Andara.
" Mengapa harus memanggil Pangeran Mahkota ke kamar Putrinya ?". Kata Minda dalam hati yang bertanya - tanya.
Albina memperhatikan Putri Andara yang tengah berbaring , namun saat dia melihat ke arah samping bantal yang saat ini tengah di gunakan oleh Putri Andara barulah mendapati sebuah sapu tangan yang tak asing.
" Sapu tangan itu bukankah milik kakak ?". Kata Albina.
Dia mengambilnya untuk dilihat kembali apakah benar memang kepunyaan kakaknya .
" Benar - benar milik kakak ? tapi mengapa bisa ada di kamar Putri Andara ya . Apa iya sapu tangan ini bisa terbang ". Gumam Albina.
Albina berkata seperti itu karena Gubernur Albiru pernah mengatakan padanya jika Sapu tangan miliknya sangat sakti bahkan bisa terbang.
Putri Andara tidak bisa menahan rasa tertawanya hingga tak disengaja telah di sadari oleh Albina.
" Putri Andara terkekeh , apakah perkataanku ini lucu ? jika seperti itu aku harus mengatakan hal ini pada Yang Mulia Raja Erlangga ". Ucapnya .
Saat Albina akan beranjak pergi , Putri Andara langsung menghentikannya . Tentu saja Albina seketika terkejut dan merasa shock.
__ADS_1