
Kini Pangeran Erik mulai mempercayai Ratu Bianca bahkan saat ini akan berhati - hati dalam menghadapi Putri Andara .
" Jika kehilanganmu adalah yang terbaik maka memilih Albina adalah keputusan yang terbaik , Andara aku tidak akan membiarkanmu membalaskan dendam pada Ibu , maafkan aku jika berbuat kasar dan jahat padamu ". Ucap Pangeran Erik seraya menyeringai .
Acara tahunan yang di adakan Istana akan di mulai , saat ini bertempat di Puncak gunung yang pernah di kunjungi oleh Putri Andara bersama Dokter Reinhard.
Hanya Dokter Reinhard yang tidak ikut karena berpikir jika Putri Andara tidak akan ikut seperti sebelumnya .
Acara tahunan itu akan berjalan selama 5 hari di puncak ,semua tenda sudah di persiapkan untuk setiap masing - masing yang mengikuti acara .
" Silahkan kalian tempati masing - masing tenda yang sudah di dirikan ". Titah Raja Erlangga.
Albina tidak menyangka jika Putri Andara akan ikut serta dalam acara ini dan tentu saja dia sangat senang .
" Aku akan tidur bersama kamu di tenda ini karena aku takut jika sendirian ". Ungkap Putri Andara .
" Baiklah , sebaiknya kamu beristirahatlah ".
Malam ini udara sangat dingin sekali . Karena hari sudah mulai larut malam maka acara utama akan di selenggarakan besok pagi.
Gubernur Albiru ingat jika Ibunya menitipkan selimut khusus untuk Albina dan segera pergi ke tendanya.
" Dia sudah tertidur ". Lirih Gubernur Albiru seraya memasangkan selimutnya pada Albina.
Namun saat selimut itu akan di pasangkan seketika Putri Andara merasa kaget dan ingin berteriak namun seperti biasa , Gubernur Albiru membekapnya .
__ADS_1
" Emmbb lepaskan aku ". Kata Putri Andara .
" Jangan berteriak !! mengapa kamu bisa ada di tenda Albina , dimana dia ". Kata Gubernur Albiru .
" Dia masih bermain - main ".
Gubernur Albiru mulai memperhatikan wajah Putri Andara bahkan sejujurnya dia sangat merindukan sosok wanita yang sangat di cintainya .
" Jangan bilang kamu ingin menciumku lagi dan itu akan terjadi untuk yang ke - 3 kalinya ". Kata Putri Andara .
" Kamu minta cium pada kekasihmu saja ". Kata Gubernur Albiru.
Lalu Putri Andara terkekeh bahkan mulai menyadari jika selama ini Gubernur Albiru sengaja menjauh karena rasa cemburunya sangat besar .
Gubernur Albiru tidak ingin mendengar celotehan dari Putri Andara untuk itu dia segera pergi dari tenda Albina.
" Ehh tunggu ." Kata Putri Andara .
Namun tetap saja Gubernur Albiru pergi meninggalkan tenda milik Albina .
" Dia sudah membuangku begitu saja enak sekali , aku sudah 2x di cium olehnya maka yang ketiga kalinya aku yang akan melakukannya dulu . Lihat saja apakah dia masih akan bersikap dingin dan menjauhiku ". Gumam Putri Andara.
Diam - diam Putri Andara mengikuti langkah dari Gubernur Albiru namun di perjalanan malah menemukan hal yang tidak enak di lihat .
Putri Indira menghampiri Gubernur Albiru .
__ADS_1
" Gubernur Albiru masih belum tidur ya " . Kata Putri Indira.
" Akan segera tidur , Putri kembalilah karena udara disini sangat dingin sekali ." Kata Gubernur Albiru.
Putri Andara merasa dadanya begitu sesak ketika mendapati Gubernur Albiru terlihat perhatian pada Putri Indira .
Selepas kepergian Putri Indira , Putri Andara langsung masuk menyelonong begitu saja ke dalam tenda Gubernur Albiru .
Gubernur Albiru langsung berbalik dan Putri Andara langsung mengalungkan tangannya pada leher Gubernur Albiru .
" Kamu ". Kata Gubernur Albiru .
" Kenapa ? Kamu kaget kan ." Ucap Putri Andara sambil tersenyum menggoda .
Namun Gubernur Albiru membuang muka agar tidak tergoda oleh Putri Andara .
" Beraninya kamu membuatku marah ". Kesal Putri Andara lalu menarik tengkuk leher Gubernur Albiru dengan kasar dan mencium bibirnya .
Seketika mata gubernur Albiru melotot karena tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Putri Andara .
Tentu saja ini adalah kesempatan yang baik untuk Gubernur Albiru , dia tidak akan tahan jika Putri Andara memulainya lebih dulu .
Keduanya semakin jadi bahkan mendalam kan tautannya hingga waktu yang cukup lama.
Gubernur Albiru terpancing oleh apa yang dilakukan Putri Andara bahkan udara yang dingin sekalipun tidak terasa untuk mereka berdua yang sedang dalam mabuk asmara.
__ADS_1