
Melihat wajah Albina yang tegang seketika itu juga Putri Andara tidak bisa lagi menahan rasa tertawanya .
" Hahahhaha ya ampun wajahmu kayak kanebo kering kaku banget tau ." Ledek nya pada Albina.
" Benarkah aku akan menjadi selir bukan Ratu emm tapi tidak apalah yang penting bisa menikah dengan Pangeran Mahkota dan selalu bersama dengannya ? Tidak peduli status tinggi yang terpenting bisa menyandang status Istrinya ". Jelas Albina . -?
Hari ini Gubernur Albiru akan menyelesaikan masalah dengan Pangeran Erik perihal Putri Andara .
Beberapa orang suruhan dari Pangeran Erik mencari keberadaan 4 orang yang bertugas melenyapkan Putri Andara yang bahkan sampai saat ini belum kembali membawa kabar .
" Mengapa kamu terlihat kebingungan pangeran Erik yang terhormat ?". Kata Gubernur Albiru .
Pangeran Erik menatap tajam ke arah Gubernur Albiru .
" Bukan urusan kamu ." Jawab dengan nada datar .
" Kamu menyuruh orang - orangmu untuk mencari siapa ? Daerah sini sangat curam takutnya mereka tidak bisa kembali hidup - hidup ". Gumam Gubernur Albiru .
" Tak kusangka seorang Gubernur Albiru ternyata banyak bicara juga , namun aku masih memberimu muka karena kamu adalah tunangan adikku ". Kata Pangeran Erik .
" Tidak perlu memberi muka lagi ? Perhatikan perbuatanmu takutnya bisa jadi bumerang untukmu sendiri ". Peringatkan Gubernur Albiru pada Pangeran Erik lalu pergi .
Pangeran Erik masih belum memahami perkataan dari Gubernur Albiru karena saat ini masih fokus pada orang pesuruhnya .
Wajahnya mulai panik bahkan tidak bisa tenang karena sudah berapa banyak pesuruh yang tak kunjung datang untuk memberi kabar pada Pangeran Erik .
" Ck , dimana mereka !!!". Kesal Pangeran Erik .
Dia mencari informasi di beberapa titik mata - matanya yang di sebarkan namun merasa ada yang aneh .
__ADS_1
Pangeran Erik mulai resah bahkan gelisah , pada akhirnya memilih mencari para pesuruhnya di dalam hutan sendirian. Saat ingin melintasi pertengahan hutan sungguh terkejut mendapati kepala bergelantungan di atas pohon .
" Kurang ajar !!! Siapa yang telah melakukan ini semua ". Ucap Pangeran Erik dengan darah mendidih bahkan berapi - api.
Karena emosinya memuncak barulah memanggil seluruh orang yang bekerja bersamanya dengan melepaskan benda ke atas langit sebagai pemberitahuan sistem .
" Aku tidak akan meloloskan kalian semua maka hari ini juga aku akan melenyapkan semua orang tanpa tersisa ." Ucapnya dengan penekanan .
Gubernur Albiru menghampiri tenda Putri Andara dan Albina untuk memintanya pergi hari ini juga.
" Ada apa sebenarnya ? Mengapa kamu memintaku untuk pergi ". Tanya Putri Andara .
" Tidak ada , menurutlah . Albina bawa kakak iparmu ". titah Gubernur Albiru.
" Aku tidak mau pergi !!". Pekiknya .
Gubernur Albiru menyuruh Albina sejenak untuk meninggalkan kedua pasangan suami istri itu .
Putri Andara menggelengkan kepalanya dan mendekat ke arah Gubernur Albiru.
" Aku tidak tahu siapa yang melakukan itu tapi untuk hari ini kamu menyembunyikan sesuatu padaku , aku tidak akan pergi sebelum menjelaskan " .
" Kumohon untuk saat ini saja karena tidak ada banyak waktu ." Ucap Gubernur Albiru dengan serius .
Putri Andara menatap ke arah Gubernur Albiru dan segera memeluknya dengan erat .
" Mengapa aku tidak boleh tahu tentang apa yang akan terjadi hari ini ?". Gumam Putri Andara .
Gubernur Albiru mengambil nafas panjang lalu di keluarkan dengan baik untuk meredam emosi .
__ADS_1
" Aku akan menjelaskannya nanti , aku berjanji padamu . Ayo akan ku antar saat ini juga ". Kata Gubernur Albiru seraya menuntun Putri Andara .
Dalam hati Putri Andara saat ini adalah merasa sesuatu akan terjadi dan itu membuatnya sangat gelisah .
" Albina , bawa Putri Andara ke kediamanku ". Titah Gubernur Albiru.
Putri Andara masih menatap sendu ke arah suaminya yang saat ini berekspresi dingin .
Suasana puncak seketika langsung mencekam bahkan sesuai dengan prediksi dari Gubernur Albiru jika hari ini akan terjadinya pembalasan habis - habisan .
Pangeran Mahkota sudah mengamankan Raja Erlangga bahkan sengaja membuatnya tidak sadar agar tidak mengetahui yang akan terjadi , atas bantuan Jonathan maka rencananya berhasil.
" Jo , bawa pergi ayah dari tempat ini sejauh mungkin karena disini berbahaya ". Ucap Pangeran Mahkota .
" Baik Pangeran , semoga urusannya bisa di selesaikan secepatnya ". Ujar Jonathan.
Dalam beberapa menit kemudian , tempat acara tahunan yang di adakan oleh Istana terkepung oleh orang yang berwajah menyeramkan .
" Ada apa ini ?". Kata salah satu menteri .
" Nampaknya sesuatu akan terjadi hari ini , kita akan bersiap ". Seru Menteri pertahanan .
" Setelah 10 tahun lamanya pasukan ini tidak pernah menampakkan diri namun saat ini tidak di sangka akan muncul lagi , sepertinya ada yang sengaja memanggil pasukan Elang Hitam ". Ungkap Perdana menteri .
Pangeran Mahkota dan Gubernur Albiru tiba - tiba berada di garda terdepan untuk menyambut pasukan Elang Hitam .
" Ahhh Pangeran Mahkota , Gubernur Albiru ? Mereka !!". Perdana Menteri terkejut .
" Ayo persiapkan prajurit tersembunyi untuk membantu Pangeran Mahkota untuk menghadapi Pasukan Elang hitam ". Teriak Komandan Istana.
__ADS_1
Putri Indira dan para wanita lainnya pun ketakutan melihat wajah pasukan Elang hitam yang menyeramkan bahkan juga bergidik ngeri .
" Dimana kak Erik ?". gumam Putri Indira.