
Gubernur Albiru sudah menyelesaikan pertemuannya dengan Raja Erlangga selanjutnya dia akan kembali berdinas di kantornya.
Dalam perjalanan kembali lagi - lagi hampir bertabrakan dengan Putri Andara yang saat ini akan ke Aula utama untuk bertemu Raja Erlangga .
Putri Andara terkejut dan bunganya terlempar ke Gubernur Albiru.
" Ahh , Bu-bouqetku ". Kata Putri Andara.
Bouqet bunga itu di tangkap oleh Gubernur Albiru dan saat itulah keduanya bertemu secara langsung bahkan saling menatap satu sama lain.
" Kamu , kamu pria yang tadi menabrakku ya ". Ucap Putri Andara.
Gubernur Albiru tidak menjawab malah menatap tajam pada Putri Andara seolah sedang menyelidiki.
" Kembalikan bouqet bungaku !!". pinta Putri Andara pada Gubernur Albiru.
Sejak pertama kali bertatapan , tidak ada suara yang keluar dari mulut Gubernur Albiru hal ini membuat Putri Andara bertanya pada Minda.
" Minda , siapa pria ini ? apakah dia bisu ". ucap Putri Andara.
" Pu--putri ." Lirih Minda yang sedang menunduk dan menggelengkan kepalanya seolah memberi tahu Putri Andara untuk tidak berkata hal - hal yang negatif .
Putri Andara pun menatap tajam ke arah Gubernur Albiru dan berusaha mengambil bouqet bunganya yang berada di tangan pria yang saat ini di depannya.
__ADS_1
" Kamu !! kembalikan bouqetku , hei kamu jangan kurang ajar ya ". Bentak Putri Andara.
Tanpa berpikir panjang , Gubernur Albiru segera pergi karena masih ada urusan yang harus di selesaikan hari ini.
" Ehhh bouqetku mau di bawa kemana !! iihh mana nyebelin banget sihh pria itu . Mindaa siapa sebenarnya pria bisu itu ". tanya Putri Andara.
" Dia -- dia adalah Gu-- ".
Perkataan minda terpotong karena Putri Indira tiba - tiba datang dan menyapa Putri Andara.
" Wah wah , Kakak sudah sehat ya rupanya ". Ucap Putri Indira.
Putri Andara memperhatikan penampilan wanita yang saat ini berada di depannya dan mulai untuk menilai .
Putri Andara mendekati Putri Indira dan memeluknya.
" Adik ." Lirih Putri Andara.
Putri Indira merasa kaget atas perlakuan Putri Andara terhadapnya yang biasa tidak saling menyukai namun tiba - tiba berubah menjadi hangat.
Minda pun terkejut sampai menutup mulut dengan tangannya.
Raja Erlangga mendapati kedua putrinya saling berpelukan , hal ini membuatnya sangat bahagia.
__ADS_1
" Putriku ." Kata Raja Erlangga.
" Ayah ". Ucap Putri Indira yang melepas pelukan dari Putri Andara dengan sedikit kasar bahkan terkesan mendorong .
Hal ini dapat di rasakan oleh Putri Andara atas perlakuan Putri Indira yang ternyata kasar.
Minda segera menghampiri Putri Andara seraya membisikan sesuatu.
" Indira , minggu depan Gubernur Albiru akan datang bersama keluarganya untuk melamarmu dan langsung melakukan acara pertunangannya ". Jelas Raja Erlangga.
" Wahh benarkah ayah , Aku sudah tidak sabar menunggu ". Kata Putri Indira yang sangat senang.
Putri Andara langsung membuat kesimpulan tentang pertunangannya dengan Gubernur Albiru.
" Ayah , mengapa Indira akan bertunangan lebih dulu dariku bukankah seharusnya itu aku yang lebih tua yang bertunangan " . tanya Putri Andara.
" Karena Gubernur Albiru telah menolakmu dan tidak mau menikahi wanita berpenyakitan sepertimu untuk itu lebih memilihku ". Ungkap Putri Indira.
" Indira !! kamu tidak boleh berkata seperti itu." Ucap Raja Erlangga.
" Itu Fakta ayah , jika ayah selalu menutupinya maka kakak akan selalu merasa penasaran ". Kata Putri Indira.
Putri Andara seketika menggenggamkan kedua tangannya karena tidak terima dirinya di hina .
__ADS_1
Dia pergi begitu saja karena merasa kecewa terhadap Raja Erlangga , Putri Indira dan Gubernur Albiru.