Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Pandangan mata


__ADS_3

Gubernur Albiru sudah menyelesaikan pertemuannya dengan Raja Erlangga selanjutnya dia akan kembali berdinas di kantornya.


Dalam perjalanan kembali lagi - lagi hampir bertabrakan dengan Putri Andara yang saat ini akan ke Aula utama untuk bertemu Raja Erlangga .


Putri Andara terkejut dan bunganya terlempar ke Gubernur Albiru.


" Ahh , Bu-bouqetku ". Kata Putri Andara.


Bouqet bunga itu di tangkap oleh Gubernur Albiru dan saat itulah keduanya bertemu secara langsung bahkan saling menatap satu sama lain.


" Kamu , kamu pria yang tadi menabrakku ya ". Ucap Putri Andara.


Gubernur Albiru tidak menjawab malah menatap tajam pada Putri Andara seolah sedang menyelidiki.


" Kembalikan bouqet bungaku !!". pinta Putri Andara pada Gubernur Albiru.


Sejak pertama kali bertatapan , tidak ada suara yang keluar dari mulut Gubernur Albiru hal ini membuat Putri Andara bertanya pada Minda.


" Minda , siapa pria ini ? apakah dia bisu ". ucap Putri Andara.


" Pu--putri ." Lirih Minda yang sedang menunduk dan menggelengkan kepalanya seolah memberi tahu Putri Andara untuk tidak berkata hal - hal yang negatif .


Putri Andara pun menatap tajam ke arah Gubernur Albiru dan berusaha mengambil bouqet bunganya yang berada di tangan pria yang saat ini di depannya.

__ADS_1


" Kamu !! kembalikan bouqetku , hei kamu jangan kurang ajar ya ". Bentak Putri Andara.


Tanpa berpikir panjang , Gubernur Albiru segera pergi karena masih ada urusan yang harus di selesaikan hari ini.


" Ehhh bouqetku mau di bawa kemana !! iihh mana nyebelin banget sihh pria itu . Mindaa siapa sebenarnya pria bisu itu ". tanya Putri Andara.


" Dia -- dia adalah Gu-- ".


Perkataan minda terpotong karena Putri Indira tiba - tiba datang dan menyapa Putri Andara.


" Wah wah , Kakak sudah sehat ya rupanya ". Ucap Putri Indira.


Putri Andara memperhatikan penampilan wanita yang saat ini berada di depannya dan mulai untuk menilai .


Putri Andara mendekati Putri Indira dan memeluknya.


" Adik ." Lirih Putri Andara.


Putri Indira merasa kaget atas perlakuan Putri Andara terhadapnya yang biasa tidak saling menyukai namun tiba - tiba berubah menjadi hangat.


Minda pun terkejut sampai menutup mulut dengan tangannya.


Raja Erlangga mendapati kedua putrinya saling berpelukan , hal ini membuatnya sangat bahagia.

__ADS_1


" Putriku ." Kata Raja Erlangga.


" Ayah ". Ucap Putri Indira yang melepas pelukan dari Putri Andara dengan sedikit kasar bahkan terkesan mendorong .


Hal ini dapat di rasakan oleh Putri Andara atas perlakuan Putri Indira yang ternyata kasar.


Minda segera menghampiri Putri Andara seraya membisikan sesuatu.


" Indira , minggu depan Gubernur Albiru akan datang bersama keluarganya untuk melamarmu dan langsung melakukan acara pertunangannya ". Jelas Raja Erlangga.


" Wahh benarkah ayah , Aku sudah tidak sabar menunggu ". Kata Putri Indira yang sangat senang.


Putri Andara langsung membuat kesimpulan tentang pertunangannya dengan Gubernur Albiru.


" Ayah , mengapa Indira akan bertunangan lebih dulu dariku bukankah seharusnya itu aku yang lebih tua yang bertunangan " . tanya Putri Andara.


" Karena Gubernur Albiru telah menolakmu dan tidak mau menikahi wanita berpenyakitan sepertimu untuk itu lebih memilihku ". Ungkap Putri Indira.


" Indira !! kamu tidak boleh berkata seperti itu." Ucap Raja Erlangga.


" Itu Fakta ayah , jika ayah selalu menutupinya maka kakak akan selalu merasa penasaran ". Kata Putri Indira.


Putri Andara seketika menggenggamkan kedua tangannya karena tidak terima dirinya di hina .

__ADS_1


Dia pergi begitu saja karena merasa kecewa terhadap Raja Erlangga , Putri Indira dan Gubernur Albiru.


__ADS_2