
Jonathan merasa aneh dengan Raja Erlangga yang memintanya untuk selalu mengawasi tingkah Albina apalagi jika ketahuan dekat dengan Pangeran Mahkota maka segera laporkan .
Albina juga merasa jika Jonathan sedang mengawasinya .
" Apa yang sedang terjadi ? Mengapa dia seperti mengawasiku ". Gumam Albina .
Meskipun Albina wanita yang cerdas namun masih memiliki kecerobohan .
Pagi hari datang ke Istana dengan berani langsung ke kamar Pangeran Mahkota .
" Mengapa Nona Albina masuk ke kamar Pangeran Mahkota bukankah ini akan gawat jika dia marah ". Kata Jonathan yang masih mamantau Albina diam - diam.
Albina menghampiri Pangeran Mahkota yang sedang sibuk mengatur strategi .
" Pangeran ? Apakah kamu sibuk hari ini ". Ucap Albina.
" Sedikit , sepertinya kamu semakin lama semakin berani saja mengekspos diri dengan pergi ke kamar ini sendiri tanpa Andara ". Gumam Pangeran Mahkota .
" Bukankah lebih baik seperti itu ".
" Baiklah , aku juga berencana akan melamarmu sebelum Erik mengambil kesempatan itu ". Ujar Pangeran Mahkota .
Jonathan masih menunggu Albina keluar dari kamar Pangeran Mahkota , begitu keluar yang dia lihat bahkan sangat mengejutkan .
" Pa - pangeran Mahkota merangkul pinggangnya dengan sedekat itu , berarti mereka ?".
Jonathan tidak habis pikir jika Pangeran Mahkota yang sangat cuek dan tidak peduli dengan wanita seolah - olah telah berubah 360° .
" Aku benar - benar bingung ? Tujuan yang mulia memintaku untuk mengawasi mereka untuk apa ya ". Jonathan mulai kebingungan.
Di sisi lain menteri pertahanan beserta putrinya Zalima datang menghadap Raja Erlangga .
Dan kemudian , berkata jika Zalima masih memiliki keinginan untuk menjadi calon istri dari Pangeran Mahkota karena sangat mencintainya .
Jonathan yang berniat ingin menemui Raja Erlangga malah mendengar fakta mengejutkan lagi .
" Nona Zalima mencintai Pangeran Mahkota ? Lalu Nona Albina bagaimana ? Benar - benar tugas yang sangat berat , lebih baik aku mengatasi strategi pemerintahan daripada mengatasi hal percintaan hahh benar - benar bingung ". Lirih Jonathan .
Putri Andara mengejutkan Jonathan dari arah belakang .
" Jo ? ". Kata Putri Andara.
" Putri ".
__ADS_1
" Kenapa kamu begitu terkejut ? Ada apa ".
Jonathan mengambil nafas dan mengeluarkannya dengan berat karena bebannya benar - benar tidak seperti biasanya.
" Jo katakan padaku apa yang sedang terjadi ?". Tanya Putri Andara yang sangat penasaran .
" Itu di dalam ada menteri pertahanan dan nona Zalima ".
Putri Andara melihat Zalima bersimpuh di depan Raja Erlangga .
" Kenapa dia bersimpuh seperti itu ? jangan - jangan ?". Putri Andara mulai menebak - nebak yang sedang terjadi.
" Baiklah Putri , aku akan masuk ke aula utama ". kata Jonathan.
Putri Andara mengiyakan apa yang di katakan oleh Jonathan .
Setelah Jonathan masuk , Ratu Bianca dan Putri Indira melihat Putri Andara yang sedang menguping .
" Sepertinya anak sialan itu harus di beri pelajaran !! Indira , bagaimana menurutmu ". Ucap Ratu Bianca .
" Untuk apa bertanya padaku ibu , aku hanya meminta pada ibu agar tidak terkena sialnya dia dan rencana ibu selalu gagal dan gagal ". Olok Putri Indira .
Mata Ratu Bianca seketika melotot bahkan tidak suka di remehkan .
Dokter Reinhard ternyata mendengar ucapan dari Ratu Bianca .
" Ternyata Ratu Bianca selama ini ? Bahkan apa mungkin yang terjadi pada Putri Andara adalah ulah dia , ini tidak bisa di biarkan ". Gumam Dokter Reinhard.
Dokter Reinhard bertekad akan selalu melindungi Putri Andara dari kejatahan Ratu Bianca .
Di aula utama , Raja Erlangga menerima pengajuan dari Zalima dan memastikan jika Pangeran Mahkota akan langsung menikahinya .
Zalima tersenyum penuh kemenangan karena sebentar lagi dia akan menjadi calon Ratu di Istana kencana yang termasuk orang penting bahkan bisa melakukan apa saja.
Jonathan terlihat gusar bahkan kebingungan dengan apa yang akan di katakan olehnya .
" Jo , bagaimana hasilnya ?". Tanya Raja Erlangga .
" Mereka terlihat biasa saja yang mulia , namun sedikit perhatian yang di berikan oleh Pangeran Mahkota ". Jelasnya .
" Aku sudah memutuskan semuanya , Andreas akan menikah dengan Zalima bulan depan bersama Indira dan Gubernur Albiru ." Ungkapnya yang mengejutkan.
" Secepat itu yang mulia ". Heran .
__ADS_1
" Benar , aku yakin keputusan ini sudah mutlak dan tidak bisa di gugat lagi ". pernyataan dari Raja Erlangga .
Jonathan merasa bersalah jika apa yang di putuskan oleh Raja Erlangga akan benar - benar terjadi .
" Apa yang ada di jalan pikiran yang mulia akhir - akhir ini , sepertinya ada yang mencoba untuk memperdayainya hingga langsung mengambil keputusan dan bahkan tidak berpikir lebih dahulu ." Gumam Jonathan di dalam hati .
Pengumuman tentang adanya pernikahan yang akan di lakukan secara bersamaan telah beredar .
Putri Andara yang sangat terkejut dengan berita itu mulai merasakan sakit tidak berdarah sedangkan Albina yang saat ini sedang bersama Putri Andara pun terlihat sama .
" Putri ? Mengapa tiba - tiba ada keputusan seperti ini bukankah Zalima sudah --- ".
" Ada yang mencoba untuk membujuk ayah bahkan hingga bersimpuh , Zalima memang tidak tahu malu . Kita patah hati ". Gumam Putri Andara.
" Tapi kita tidak boleh ceroboh dan berputus asa , aku tadi melihat Jonathan yang berlagak sedang memataiku ". Ucap Albina .
" Aku merasa ini ? ". Putri Andara berhasil menyimpulkan semuanya menjadi satu.
Albina pasrah dengan keputusan dari Raja Erlangga jika memang demi kebaikan Pangeran Mahkota tapi tidak menyerah dengan perasaannya bahkan tidak perduli dengan jabatannya di Istana yang tidak di anggap asalkan tidak di tinggalkan oleh Pangeran Mahkota.
" Zalima !! mengapa wanita ini sangat tidak memiliki harga diri ." Ucap Gubernur Albiru .
" Tuan , bagaimana perasaan Putri Andara begitu mendengar tentang pernikahanmu telah di putuskan ". Gumam Tom yang memperdulikan perasaan Putri Andara .
" Itu masih bisa di atasi , aku masih mengawatirkan nasib Albina . Tidak akan kubiarkan pria brengsek itu mendapatkan adikku !!!." Ucap Gubernur Albiru dengan penuh emosi .
" Tuan , Pangeran ini adalah saudara laki - laki anda . Jika kalian bermusuhan seperti ini maka tuan besar tidak akan tinggal diam ." Kata Tom.
" Aku tidak perduli ".
Gubernur Albiru diam - diam mencari Putri Andara namun tidak menemukannya bahkan di dalam kamarnya pun tidak ada.
Pangeran Mahkota memanggilnya untuk membicarakan perihal pernikahan mereka berdua yang akan di laksanakan secara bebarengan .
" Gubernur Albiru ? Bagaimana strateginya ". Tanya Pangeran Mahkota .
" Sudah aku persiapkan segalanya tinggal menunggu waktu ". Jawab Gubernur Albiru.
" Dalam hatiku saat ini memikirkan peraseaan Andara dan Albina ".
" Aku tahu itu , ngomong - ngomong Dimana Putri Andara mengapa aku tidak menemukannya ". Tanya Gubernur Albiru.
" Sejak tadi aku tidak keluar dari kamar , aku takut emosi bahkan tidak bisa menahan diri terhadap keputusan ayah , sepertinya Ratu Bianca berhasil menguasai jalan pikirnya ". Ungkap Pangeran Mahkota .
__ADS_1