Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Pintu Doraemon


__ADS_3

Gubernur Albiru mengernyitkan dahinya sambil menantikan jawaban dari Putri Andara.


" Pintu Doraemon itu pintu yang biasa di gunakan oleh maling dan kamu juga termasuk ". Jelas Putri Andara .


" Aku bukan maling dan aku ----- ". mendekati Putri Andara dengan langkah demi langkah.


Hingga Putri Andara tak bisa menghindar lagi, dia berpikir jika Gubernur Albiru akan melakukan hal yang sama seperti kejadian sebelumnya.


Untuk itu Putri Andara bersiap dengan menutup mulutnya dengan menggunakan kedua tangannya agar tidak di cium paksa.


Namun nyatanya memasangkan anting ke telinganya dengan sangat hati - hati.


" Sudah selesai , aku akan pergi ". Kata Gubernur Albiru.


Putri Andara tidak bisa berkata - kata lagi karena apa yang baru saja yang di lakukan oleh Gubernur Albiru sangatlah romantis .


Setelah sadar dari lamunannya barulah mengejar langkah Gubernur Albiru yang melewati balkon .


" Dia memanjat kemari hanya untuk memasangkan anting ini , hufftt untung saja ini tidak di sadari oleh Erik itu . Jika tidak bagaimana aku akan menjelaskannya. Tapi kenapa jodoh orang sangat perhatian ya ahh dasar Albiru suka mencuri perhatian saja ". Kata Putri Andara.


Entah mengapa belakangan ini perasaan Putri Andara mulai berubah seakan - akan selalu ingin bertemu dengan Gubernur Albiru.


Minda memberitahu jika Dokter Reinhard akan segera ke Istana .

__ADS_1


" Minda , menurut kamu ? Apakah nanti Ratu Bianca akan melakukan hal yang buruk pada Ayah ". Ucap Putri Andara .


" Aku tidak tahu Putri , namun belakangan ini sepertinya kesehatan Raja agak menurun bahkan yang memimpin pertemuan adalah Pangeran Mahkota ". Jelas Minda.


" Kamu ini memang selalu tahu tentang keadaan Istana ". Kata Putri Andara.


" Karena aku setiap hari mendengarkan keluh - kesah para pelayan di dapur Putri namun mereka tidak ada yang berani membicarakanmu , ada apa ya ?". Ungkap Minda.


" Karena aku jarang membaur tapi sekali membaur maka aku menggertak mereka , bagus kan ." Kata Putri Andara.


" Kamu menggertak para pelayan ". Minda terkejut.


" Mengapa kamu terkejut minda , apa kamu juga mau di gertak hah , ". Ucap Putri Andara.


Putri Andara ingin menemui Raja Erlangga yang terkapar di dalam kamarnya .


" Ayah ". Lirih Putri Andara.


" Andara , putriku ."


" Apa yang terjadi dengan ayah ? maaf baru menyadarinya ". Gumam Putri Andara.


" Hanya kelelahan saja tidak apa - apa ".

__ADS_1


" Tapi aku khawatir ayah , sebaiknya ayah tidak perlu memikirkan hal - hal yang tidak penting . Ingat ayah , tentang surat ancaman yang meresahkanmu itu termasuk ancaman cemen ". Kata Putri Andara.


" Ancaman Cemen , maksutnya ". tanya Raja Erlangga.


" Ya , kan hanya surat yang ayah terima. Lagian nih ya seorang Raja tidak perlu takut pada sekedar Ancaman jika takut maka musuh akan senang apalagi melihat ayah yang terbaring seperti ini , ck sangat tidak berkompeten ". Kata Putri Andara yang sengaja membangkitkan kembali semangat Raja Erlangga.


" Jadi , ayah harus bagaimana ?". Kata Raja Erlangga.


" Menjadi seorang Raja memang berat namun itu sudah takdir ayah , tapi ayah aku kasih saran untukmu agar tidak memperlihatkan kelemahanmu ini dan berusahalah untuk tetap kuat meski sebenarnya rapuh ". Kata Putri Andara.


" Namun Surat Ancaman itu benar - benar meracuni pikiran ayah , Andara ". Keluh Raja Erlangga.


" Jika musuh melihat ayah sehat dan bugar lagi pasti akan mengirim surat ancaman lagi begitu lagi seterusnya. Sebaiknya ayah berpura - pura tenang atau kalau bisa ancam balik saja , gimana ." Gumam Putri Andara yang memberi saran pada Raja Erlangga.


" Ancam balik , caranya ?".


" Gampang , cukup membuat saja pengumuman jika ayah sama sekali tidak takut pada ancaman itu dan katakan jika ayah akan segera menemukan dalang dari si pengirim surat karena saat ini sudah ada beberapa target yang mencurigakan apalagi orang itu adalah orang dalam ". Ungkap Putri Andara .


" Hanya seperti itu ".


" Tapi kata - kataku sangat panjang untuk menjelaskannya ayah . Seharusnya ayah mempercayaiku ". Gumam Putri Andara.


" Ayah sangat mempercayaimu Andara ".

__ADS_1


Raja Erlangga barulah menyadari jika perkataan dari Putrinya ada benarnya juga , orang dalam pasti ada sangkut pautnya juga karena selama ini Istana sangat ketat.


__ADS_2