
Acara Pertunangan Putri Indira di laksanakan pada pagi hari menjelang siang , semua pelayan yang berada di Istana mulai di sibukkan dengan berlangsungnya acara.
Raja Erlangga memastikan jika Gubernur Albiru akan datang bersama keluarga besarnya.
Putri Andara mulai memake over wajahnya sendiri dengan style simple tapi tetap anggun dan mempesona.
" Jam kuno seperti ini mana ngerti istilah ombre wkwk , alis serat yang menambahkan kesan rapi sudah lumayan saatnya memakai pemerah pipi ".
Putri Andara membuat Minda terpesona dengan apa yang dilihatnya saat ini .
" Putri , apakah kamu reingkarnasi dari seorang Bidadari ?". Lirih Minda yang mendekati ke arah Putri Andara.
" Bantu aku memasang baju ini karena agak sedikit riwehh ". Kata Putri Andara.
" Sedikit riweh ? aku baru tahu kata - kata itu ". Kata Minda.
" Oh maksutnya agak susah ".
Baju yang di desain Putri Andara mengambil model sabrina .
Baju Sabrina yang di desain langsung oleh Putri Andara merupakan salah satu model pakaian yang digandrungi wanita jaman Modern , dengan ciri khas bagian bahu yang terbuka bahkan mampu memberikan siluet leher yang jenjang.
__ADS_1
Kelebihan dari baju itu memberikan penampilan yang menawan dan seksi tanpa kesan yang berlebihan.
" Sempurna ". Gumam Putri Andara dengan berputar - putar di depan cermin.
Minda pun bertepuk tangan menyaksikan Putri Andara yang tampak sangat bahagia .
Pangeran Mahkota menyusul ke kamarnya untuk memastikan apakah sudah siap untuk mengiringi Putri Indira menemui calon tunangannya.
Kesan pertama yang dilihat oleh Pangeran Mahkota yaitu pancaran aura kecantikan yang dimiliki oleh adiknya.
" Andara ? Kakak tidak menyangka jika kamu akan secantik ini ". Puji Pangeran Mahkota.
" Kakak mengejutkanku saja ."
" Sudah kak ".
Putri Indira berada di barisan terdepan di apit oleh Raja Erlangga dan Ratu Biangka .
Pangeran Mahkota dan Putri Indira berdampingan.
Saat satu keluarga kerajaan itu muncul dari lantai atas semua tamu undangan memperhatikan bahkan menyambut dengan senyuman.
__ADS_1
" Tuan Muda , lihatlah Nona itu ? bukankah dia yang sempat bertemu dengan anda sebelumnya ". Bisik Tom pada Gubernur Albiru.
Gubernur Albiru menatap tajam pada Putri Andara yang saat ini berdampingan dengan Pangeran Mahkota.
" Albiru , katakan yang mana calon tunanganmu . Apakah yang bersama Yang Mulia Raja Erlangga atau mungkin yang bersama Pangeran Mahkota ". Tanya Ibu Albiru.
" Aku berharap jika dia yang bersama Pangeran Mahkota , auranya luar biasa ". Kata Nenek Albiru.
Semua mata tertuju pada sosok wanita muda nan Cantik jelita bahkan bajunya terlihat berbeda dari yang lainnya.
Acara akan segera di mulai , Putri Andara mencari - cari keberadaan Dokter Reinhard namun tak kunjung ditemukan malah menangkap tatapan tajam Gubernur Albiru.
" Mengapa dia menatapku seperti itu ? cihh, nyesel ya pasti nyesel tuh udah nolak aku . Sekarang terima aja kenyataan . Eh tapi kenapa dia sangat tampan ya , pria di jaman kuno ini benar - benar tidak ada yang gagal tampan jadi bingung mau pilih yang mana wkwkwk " .Gumam Putri Andara di dalam hatinya.
Penasehat Istana segera meminta Gubernur Albiru dan Putri Indira maju untuk melakukan penukaran cincin.
Sebenarnya Gubernur Albiru merasakan keganjalan di dalam hatinya , dia mengira yang saat ini akan bertunangan dengannya adalah wanita yang selalu bertemu dengannya .
Namun yang maju adalah wanita lain dan tentunya sedikit kecewa bahkan keluarganya pun demikian.
" Ku kira yang akan menjadi pendamping Putri yang bersama Pangeran Mahkota ternyata malah Putri yang lain ". Lirih Nenek Albiru.
__ADS_1
Kakek Albiru memperingatkan Nenek Albiru untuk tidak berkata sembarangan karena mengingat wanita yang akan menjadi jodoh Albiru merupakan pilihannya sendiri.
Gubernur Albiru dengan terpaksa harus bertunangan dengan Putri Indira meski sebenarnya dia banyak berharap jika Putri Indira adalah wanita yang selama ini menghantui pikirannya.