
Pangeran Mahkota ke Istana untuk merebut kembali haknya kembali , namun Ratu Bianca menentangnya .
" Kamu sudah di hapus dari silsilah istana ini mulai saat ini kamu bukanlah seorang Pangeran melainkan rakyat biasa ." Kecam Ratu Bianca .
" Seorang rakyat biasa sepertimu yang tidak memiliki aliran darah biru masih bersifat langit . Ratu Bianca , perhatikan derajatmu sebelumnya ". Ujar Pangeran Mahkota .
" Hahahaha buktinya yang menjadi penguasa Istana ini adalah aku , jadi semua atas kehendak ku itupun termasuk juga dengan kamu rakyat biasa wkkwkw ". Oloknya .
" Jonathan !! ." Teriakan Pangeran Mahkota memanggil Jonathan sangat menggema .
Ratu Bianca mengernyitkan dahi seakan akan yang berkuasa di Istana adalah Pangeran Mahkota .
" Hei rakyat biasa , jangan memanggil pelayanku dengan teriakan seolah kamu menggaris bawahi jika dia adalah pelayanmu ". Kata Ratu Bianca .
Sesaat kemudian , Jonathan datang bersama Gubernur Albiru.
Ratu Bianca sontak semakin terkejut bahkan tidak menyangka .
" Kenapa kalian berdua bisa datang secara bersamaan ." Gumam Ratu Bianca .
" Untuk memukul mundur kuasamu , sadarlah Ratu Bianca . Singgahsana ini tidak akan pernah bisa di wariskan pada siapapun kecuali dari garis keturunan langsung leluhur istana kencana ." jelas Jonathan .
" Lancang ! Atas dasar apa kamu berkata demikian ". Kata Ratu Bianca yang tidak terima.
" Yang Mulia Raja Erlangga sudah memberikan plat emas yang berarti berhak atas kekuasaan ini , masih beruntung kamu di berikan kesempatan untuk berkuasa ".
Perkataan dari Jonathan membuat hati Ratu Bianca panas bahkan sedikit terguncang .
__ADS_1
" Prajurit , kemarilah !!". Teriak Ratu Bianca .
Prajurit menghampiri Ratu Bianca atas panggilannya .
" Tangkap mereka dan bawa ke Penjara bawa tanah bahkan siksa sampai mati ". Titah Ratu Bianca .
Pada saat akan menangkap atas titah dari Ratu Bianca , Pangeran Mahkota mengeluarkan plat emasnya yang berbentuk singa .
Melihat Plat yang berada di tangan Pangeran Mahkota , prajurit yang hendak menangkap segera tunduk dan meminta maaf .
Ratu Bianca tidak percaya akan hal ini bahkan memarahi prajurit dan mengancam mereka jika tidak mematuhi perintahnya maka akan di hukum penggal .
" Sembarangan mempermainkan hukum , kamu kira siapa ? Hanyalah Ratu pengganti saja sudah bertingkah seolah Ratu Besar , lihatlah kekuasaanmu saat ini bukankah hanya sebentar . Itu sangat lucu ." Ejek Pangeran Mahkota .
" Dasar anak sialan ". Geram serta emosi Ratu Bianca bercampur jadi satu.
Ratu Bianca menatap tajam ke arah Gubernur Albiru , bahkan ingin sekali rasanya mencekik leher pria yang membuat putri Indira melawannya .
" Katakan dimana Indira ? ". Tanya Ratu Bianca.
" Tidak semudah itu , aku mendengar jika kematian Ratu Eliza tidak wajar . Ketika ada orang yang mengetahui maka dia segera membunuhnya dengan kejam ". Ucap Gubernur Albiru dengan penuh penekanan .
Ratu Bianca mulai khawatir dan panik bahkan ingin sekali menampar wajah Gubernur Albiru.
" Kurang ajar kamu !! Hiyakkk !!! ". Menyerang Gubernur Albiru .
Seseorang menangkis tangan Ratu Bianca sehingga aksinya gagal untuk menampar Gubernur Albiru .
__ADS_1
Begitu memandang ke arah orang yang melakukan hal seberani itu , Ratu Bianca terkejut .
" Ka - kamu !!! Bukankah ."
" Biang kerok , biang kerok ? tamatlah riwayat kamu hari ini . Kamu pikir aku sudah mati ya ". Ucap Putri Andara .
Pangeran Mahkota senang melihat sang adik yang tiba - tiba muncul bahkan dengan beraninya membuat Ratu Bianca terpental .
" Ini tidak seberapa !! Apa yang kamu lakukan pada ibuku , pada ayahku bahkan kamu ratu ahh tidak pantas di panggil ratu , langsung saja biang kerok !! Kamu akan membayar semua dan kematian bibi Sarina pun harus kamu bayar tunai !!". Jelas Putri Andara dengan nada tegas dan lugas .
" Jangan mengatakan hal yang tidak ada buktinya ". Cela Ratu Bianca .
" Oh iya ? lalu untuk apa putramu itu menahan ku dan menculikku jika bukan karena kamu , sayang sekali saat ini dia sedang terluka parah sekali bahkan jika dia hidup maka akan sangat beruntung ". Ujar Putri Andara dengan nada sedikit menakut - nakuti Ratu Bianca.
Mata Ratu Bianca melotot dan menggeleng - gelengkan kepalanya karena tidak percaya akan perkataan dari Putri Andara.
" Jika saja gubernur Albiru tidak satu benih kecebong dengan putramu maka sudah di pastikan sudah matot ". Kata Putri Andara.
" Andara ? Kamu ini pakai bahasa apa sih , benih kecebong itu apa dan matot juga ". Tanya Pangeran Mahkota .
" Gubernur Albiru dan Erik adalah saudara satu ayah namun beda ibu , yang satu anaknya bidadari dan yang satu anaknya penyihir ini " . Olok Putri Andara .
" Apa yang kamu katakan itu ? Mana mungkin , itu tidak mungkin ". Kata Ratu Bianca .
" Kamu pikir , ayah itu mencintaimu ? Bahkan dia sampai saat ini masih mencintai Ratu Eliza dan bersiaplah untuk pembalasan darinya . Karena kamu telah membunuh orang terkasihnya ". Ungkap Gubernur Albiru .
Ratu Bianca semakin terpuruk begitu mendengar fakta yang keluar dari mulut Gubernur Albiru , namun dia tidak mempercayai begitu saja sampai menemui kebenaran langsung dari Bramana .
__ADS_1