Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Jatuh


__ADS_3

Pangeran Mahkota ke Istana untuk merebut kembali haknya kembali , namun Ratu Bianca menentangnya .


" Kamu sudah di hapus dari silsilah istana ini mulai saat ini kamu bukanlah seorang Pangeran melainkan rakyat biasa ." Kecam Ratu Bianca .


" Seorang rakyat biasa sepertimu yang tidak memiliki aliran darah biru masih bersifat langit . Ratu Bianca , perhatikan derajatmu sebelumnya ". Ujar Pangeran Mahkota .


" Hahahaha buktinya yang menjadi penguasa Istana ini adalah aku , jadi semua atas kehendak ku itupun termasuk juga dengan kamu rakyat biasa wkkwkw ". Oloknya .


" Jonathan !! ." Teriakan Pangeran Mahkota memanggil Jonathan sangat menggema .


Ratu Bianca mengernyitkan dahi seakan akan yang berkuasa di Istana adalah Pangeran Mahkota .


" Hei rakyat biasa , jangan memanggil pelayanku dengan teriakan seolah kamu menggaris bawahi jika dia adalah pelayanmu ". Kata Ratu Bianca .


Sesaat kemudian , Jonathan datang bersama Gubernur Albiru.


Ratu Bianca sontak semakin terkejut bahkan tidak menyangka .


" Kenapa kalian berdua bisa datang secara bersamaan ." Gumam Ratu Bianca .


" Untuk memukul mundur kuasamu , sadarlah Ratu Bianca . Singgahsana ini tidak akan pernah bisa di wariskan pada siapapun kecuali dari garis keturunan langsung leluhur istana kencana ." jelas Jonathan .


" Lancang ! Atas dasar apa kamu berkata demikian ". Kata Ratu Bianca yang tidak terima.


" Yang Mulia Raja Erlangga sudah memberikan plat emas yang berarti berhak atas kekuasaan ini , masih beruntung kamu di berikan kesempatan untuk berkuasa ".


Perkataan dari Jonathan membuat hati Ratu Bianca panas bahkan sedikit terguncang .

__ADS_1


" Prajurit , kemarilah !!". Teriak Ratu Bianca .


Prajurit menghampiri Ratu Bianca atas panggilannya .


" Tangkap mereka dan bawa ke Penjara bawa tanah bahkan siksa sampai mati ". Titah Ratu Bianca .


Pada saat akan menangkap atas titah dari Ratu Bianca , Pangeran Mahkota mengeluarkan plat emasnya yang berbentuk singa .


Melihat Plat yang berada di tangan Pangeran Mahkota , prajurit yang hendak menangkap segera tunduk dan meminta maaf .


Ratu Bianca tidak percaya akan hal ini bahkan memarahi prajurit dan mengancam mereka jika tidak mematuhi perintahnya maka akan di hukum penggal .


" Sembarangan mempermainkan hukum , kamu kira siapa ? Hanyalah Ratu pengganti saja sudah bertingkah seolah Ratu Besar , lihatlah kekuasaanmu saat ini bukankah hanya sebentar . Itu sangat lucu ." Ejek Pangeran Mahkota .


" Dasar anak sialan ". Geram serta emosi Ratu Bianca bercampur jadi satu.


Ratu Bianca menatap tajam ke arah Gubernur Albiru , bahkan ingin sekali rasanya mencekik leher pria yang membuat putri Indira melawannya .


" Katakan dimana Indira ? ". Tanya Ratu Bianca.


" Tidak semudah itu , aku mendengar jika kematian Ratu Eliza tidak wajar . Ketika ada orang yang mengetahui maka dia segera membunuhnya dengan kejam ". Ucap Gubernur Albiru dengan penuh penekanan .


Ratu Bianca mulai khawatir dan panik bahkan ingin sekali menampar wajah Gubernur Albiru.


" Kurang ajar kamu !! Hiyakkk !!! ". Menyerang Gubernur Albiru .


Seseorang menangkis tangan Ratu Bianca sehingga aksinya gagal untuk menampar Gubernur Albiru .

__ADS_1


Begitu memandang ke arah orang yang melakukan hal seberani itu , Ratu Bianca terkejut .


" Ka - kamu !!! Bukankah ."


" Biang kerok , biang kerok ? tamatlah riwayat kamu hari ini . Kamu pikir aku sudah mati ya ". Ucap Putri Andara .


Pangeran Mahkota senang melihat sang adik yang tiba - tiba muncul bahkan dengan beraninya membuat Ratu Bianca terpental .


" Ini tidak seberapa !! Apa yang kamu lakukan pada ibuku , pada ayahku bahkan kamu ratu ahh tidak pantas di panggil ratu , langsung saja biang kerok !! Kamu akan membayar semua dan kematian bibi Sarina pun harus kamu bayar tunai !!". Jelas Putri Andara dengan nada tegas dan lugas .


" Jangan mengatakan hal yang tidak ada buktinya ". Cela Ratu Bianca .


" Oh iya ? lalu untuk apa putramu itu menahan ku dan menculikku jika bukan karena kamu , sayang sekali saat ini dia sedang terluka parah sekali bahkan jika dia hidup maka akan sangat beruntung ". Ujar Putri Andara dengan nada sedikit menakut - nakuti Ratu Bianca.


Mata Ratu Bianca melotot dan menggeleng - gelengkan kepalanya karena tidak percaya akan perkataan dari Putri Andara.


" Jika saja gubernur Albiru tidak satu benih kecebong dengan putramu maka sudah di pastikan sudah matot ". Kata Putri Andara.


" Andara ? Kamu ini pakai bahasa apa sih , benih kecebong itu apa dan matot juga ". Tanya Pangeran Mahkota .


" Gubernur Albiru dan Erik adalah saudara satu ayah namun beda ibu , yang satu anaknya bidadari dan yang satu anaknya penyihir ini " . Olok Putri Andara .


" Apa yang kamu katakan itu ? Mana mungkin , itu tidak mungkin ". Kata Ratu Bianca .


" Kamu pikir , ayah itu mencintaimu ? Bahkan dia sampai saat ini masih mencintai Ratu Eliza dan bersiaplah untuk pembalasan darinya . Karena kamu telah membunuh orang terkasihnya ". Ungkap Gubernur Albiru .


Ratu Bianca semakin terpuruk begitu mendengar fakta yang keluar dari mulut Gubernur Albiru , namun dia tidak mempercayai begitu saja sampai menemui kebenaran langsung dari Bramana .

__ADS_1


__ADS_2