
Putri Andara kali ini merasa bersalah karena telah melibatkan Gubernur Albiru , namun yang bersangkutan sama sekali tidak mempermasalahkannya.
Ketika memandang dari jarak dekat ketampanan Gubernur Albiru sangat kuat bahkan meski dia berhati dingin namun masih memiliki jiwa yang hangat.
" Sudah puas memandangiku ." Ucap Gubernur Albiru dengan mengejutkan Putri Andara.
" Ahh aku , aku hanya melihat pemandangan di samping itu bukan memandangmu. Jangan terlalu percaya diri ya ". Elak Putri Andara.
" Putri sudah tertangkap basah , bagaimana jika mengaku saja . Hehe ". Sahut Tom sambil fokus menyetir .
" Tom , sebaiknya kamu fokus saja menyetir ". Kata Gubernur Albiru.
" Jadi nama pengawalmu Tom ya jika seperti itu berarti kamu adalah Jerry , wkwkwk ". Olok Putri Andara.
" Namaku bukan Jerry , siapa itu jerry ? apakah itu calon suamimu ". tanya Gubernur Albiru.
" Oh itu , Jerry adalah nama tikus dan Tom adalah kucing ". Jawab Putri Andara dengan santai.
" Apa kamu bilang !!! ". Tekanan emosi Gubernur Albiru yang menakutkan membuat Tom kaget .
*Ciiitttttt*
Tom mengerem mobil mendadak akibat Gubernur Albiru emosi.
" Maksutku , nama kamu bukan jerry jadi untuk apa terkejut ". Ucap Putri Andara yang mencari aman.
" Tapi mengapa namaku harus kucing , Putri ".Ucap Tom yang meminta penjelasan.
" Ahh , tidak perlu di bahas lagi . Oh iya kita mau kemana ". Kata Putri Andara yang mengalihkan topik.
" Nanti kamu juga akan tahu ."
__ADS_1
" Sebenarnya ini orang menjengkelkan tapi entah mengapa aku begitu nyaman saat bersamanya . Tapi , ini tidak benar . Aku tidak akan menyukai dia ." Gumam Putri Andara dengan mengekspresikan gelagat aneh.
Gubernur Albiru meliriknya namun tidak mengomentari dengan apa yang terjadi pada Putri Andara.
Tom sudah mulai memasuki halaman sebuah rumah yang juga mewah , kemungkinan Putri Andara telah di bawa ke rumah Gubernur Albiru.
" Loh , apakah ini rumah kamu ?". tanya Putri Andara .
" Iya , sekarang turun !!". titah Gubernur Albiru.
" Tidak , bagaimana jika keluargamu tahu nanti . Aku bukan Indira ". Kata Putri Andara .
" Ini adalah Kediamanku , tidak ada keluargaku disini . Cepat turun ". Kata Gubernur Albiru.
Begitu Putri Andara turun betapa terkejutnya saat melihat pemandangan air terjun buatan namun seperti alami , bunga - bunga tertata indah dan rapi sehingga membuat Putri Andara sangat Takjub.
" Pria berhati dingin ini ternyata sangat menyukai alam , benar - benar luar biasa ". Ucap Putri Andara di dalam hatinya.
" Aku harus berhati - hati bagaimana jika dia melakukan pelecehan padaku ". Gumam Putri Andara.
Dalam rumah Gubernur Albiru pun tak kalah indah dari pemandangan halamannya.
" Duduklah ". Titah Gubernur Albiru.
" Kamu tinggal sendirian disini ". Kata Putri Andara.
" Banyak pelayan ". Jawabnya singkat .
" Oh ".
Keduanya tidak banyak bicara namun Putri Andara benar - benar tidak bisa membohongi dirinya sendiri jika kediaman Gubernur Albiru merupakan tempat ternyaman yang pernah di kunjungi.
__ADS_1
" Pelayan !! ". Teriak Gubernur albiru memanggil Pelayannya.
" Iya Tuan Muda ".
" Kamu temani dia karena aku masih ada urusan yang harus di selesaikan ". Gumam Gubernur Albiru.
" Kamu mau kemana ?". Sahut Putri Andara.
" Ada sedikit urusan ". Katanya sambil berlalu pergi meninggalkan Putri Andara.
Pelayan tadi mengajak Putri Andara berkeliling sekitar kediaman milik Gubernur Albiru.
" Pelayan , kamu sudah berapa lama bekerja disini ." tanya Putri Andara.
" Sejak Tuan Muda kecil ".
" Tapi dimana keluarganya , mengapa aku tidak melihatnya ". tanya nya sekali lagi.
" Ceritanya panjang Putri , namun aku akan mengatakan hanya intinya saja . Tuan Muda adalah korban perceraian dari kedua orang tuanya untuk itu sejak kecil dia hidup bersama kami para pelayan tanpa ada didikan kedua orang tuanya ". Ungkap Pelayan.
" Jadi seperti itu ceritanya , pantas saja dia berkepribadian dingin sekaligus menjengkelkan bikin kesel terus ". Kata Putri Andara.
" Namun dia telah berhasil membuktikan jika hidupnya tidak bergantung pada keluarga Ningratnya yang terhormat . Nyonya merupakan keluarga bangsawan yang terhormat bahkan kakeknya di segani oleh semua orang termasuk Raja Erlangga ". Jelas Pelayan.
" Selama ini dia bekerja keras dari hasil jerih payahnya sendiri ". Kata Putri Andara.
" Benar , dia pernah terpuruk bahkan hampir menyerah namun kegigihannya mengubah takdir hidupnya ". Gumam Pelayan.
Putri Andara tidak menyangka jika Gubernur Albiru memiliki masa lalu yang menyedihkan bahkan berjuang dengan keras tanpa bantuan keluarga Ningratnya yang terhormat.
Entah mengapa perasaan Putri Andara yang tadinya sangat membenci Gubernur Albiru sampai ke akar - akarnya kini berubah menjadi Iba .
__ADS_1