
Untuk mendapatkan episode yang banyak dan lebih menarik silahkan Like , Komentar yang banyak dan jangan lupa dukung terus klik tanda jempol😍😘❤️
*
*
*
Pangeran Erik tidak berhenti membuat Putri Andara emosi hingga pada akhirnya wajah tampan miliknya basah oleh semburan air liur Putri Andara .
*Plak*
Suara tamparan yang sangat keras pun mengenai pipi mulus Putri Andara hingga memar dan berdarah pada bagian ujung mulut .
" Wanita kurang ajar beraninya kamu meludahiku , kamu pikir aku ini apa hahhh !!!". Murka Pangeran Erik .
" Kamu pantas mendapatkannya !!." Ucap Putri Andara dengan melotot .
Pangeran Erik tidak melepaskan Putri Andara karena terus saja membuatnya kesal .
" Pengawal , ambilkan tali cambuk sekarang juga lebih cepat lebih baik ". Titah Pangeran Erik .
Putri Andara sama sekali tidak takut dengan ancaman yang di buat oleh Pangeran Erik bahkan dengan sombongnya dia memasang wajah menyepelekan Pangeran Erik.
" Kamu pikir aku akan takut , sekalipun kamu akan mencabik - cabik tubuhku maka aku tidak akan pernah takut !! Ingat semua akan ada balasannya ". Pekik Putri Andara .
" Hei , kamu sedang menakut - nakutiku ya hahahaha sungguh kasihan sekali harus menderita seperti ini tanpa ada yang memperdulikan ". Kata Pangeran Erik .
" Cihh , julukan Pangeran sangat tidak pantas untukmu karena kamu bukan keturunan Istana . Kamu hanya anak haram bahkan tidak pantas untuk di panggil Pangeran , kamu bukan anak kandung pamanku ." Ungkap Putri Andara .
" Ya , kamu memang benar dan semuanya benar . Tapi apa untungnya untukku hahaha".
Pengawal yang mengambil tali cambuk sudah datang memberikannya pada Pangeran Erik .
__ADS_1
" Lihatlah tali cambuk ini bukankah sangat bagus jika itu menyentuh kulitmu !!!".
*Cetas*
*Cetas*
*Cetas*
Tiga kali mencambuk tubuh Putri Andara namun tidak ada kata ampun yang di dengar oleh Pangeran Erik.
" Sungguh hebat , wanita sepertimu tetap bersikap sombong walaupun tubuhmu sudah seperti ini . Sebenarnya siapa kamu ini ? Tidak mungkin kamu adalah Putri Andara yang sesungguhnya memiliki tubuh yang sangat lemah bahkan hidup saja menyusahkan !!". Ucap Pangeran Erik dengan menelisik wajah Putri Andara.
Sekali lagi wajah Pangeran Erik basah untuk yang kedua kalinya akibat semburan air liur dari Putri Andara .
Pangeran Erik berulang kali mencambuk tubuh Putri Andara hingga benar - benar sangat lemah dan tak berdaya.
Sedangkan Gubernur Albiru segera menghubungi Bramana , ayahnya untuk membantunya menemukan Istri tercintanya .
" Albiru , mengapa wajahmu begitu gundah gulana dan panik seperti itu . Apakah gerangan yang membuatmu seperti ini ". Kata Bramana .
" Apa kamu bilang , Istrimu ? Kapan kamu menikah dan siapa istrimu ".
" Seorang Putri Istana , aku kecolongan atas keselamatannya ." Ungkap Gubernur Albiru.
" Jadi ? Kamu datang untuk ."
" Meminta pertolongan padamu ". Gumam Gubernur Albiru dengan raut wajah yang melas .
Tentu saja hal ini membuat Bramana menjadi tidak tega kepada Putranya itu , bagaimanapun juga Gubernur Albiru adalah Putra kebanggaannya .
" Kembalilah , tenangkan pikiranmu itu . Aku akan menemukannya ". Ucap Bramana dengan lirih .
" Terima kasih ayah ".
__ADS_1
Ucapan yang keluar dari mulut Gubernur Albiru terdengar tulus hingga membuat Bramana tersentuh bahkan menduga jika wanita yang di carinya adalah termasuk jiwa raganya.
Setelah kepergian Gubernur Albiru , barulah Bramana teringat akan semua perjuangannya ketika bersama Eliza .
" Eliza ? aku melihat putraku sama persis ketika aku memperjuangkan mu dulu tapi sekarang kita sudah beda alam dan Erlangga tidak bisa menjagamu dengan baik ." Gumam Bramana seraya meneteskan air matanya.
Di dalam Istana Kencana , seluruh pengawal dan pelayan di haruskan tunduk pada Ratu Bianca .
Kini Raja Erlangga tidak bisa berbuat apa - apa hanya terbaring lemah karena Ratu Bianca membuatnya lumpuh .
Pangeran Mahkota memilih pergi dari Istana saat ini untuk mencari Putri Andara dan mengamankan diri sebagai strategi untuk merebut kembali Istana Kencana yang menjadi haknya sebagai keturunan asli .
Albina membantu Pangeran Mahkota untuk mencari keberadaan Putri Andara , dia tidak tega terhadap Pangeran Mahkota yang sedang menderita karena ulah Ratu Bianca.
" Bagaimanapun juga aku akan membantunya ? Pangeran Mahkota aku akan membantumu untuk merebut kembali tahta istana kencana untukmu walaupun harus mengorbankan nyawa sekalipun ". Gumam Albina di dalam hati yang terus saja memandang wajah Pangeran Mahkota yang sudah lelah .
Semua menteri sudah di kumpulkan oleh Ratu Bianca dan mereka tidak ada cara lain lagi selain tunduk .
Gubernur Albiru bersumpah membalaskan semua yang di lakukan oleh Ratu Bianca karena telah mengacaukan Istana .
" Kamu kira aku akan tinggal diam , Indira adalah yang paling tepat sebagai sasaran utama ". Kata Gubernur Albiru di dalam hati.
Ratu Bianca tidak berani menyentuh Gubernur Albiru karena mengetahui jika dia adalah Putra dari Bramana bahkan juga pria yang di cintai oleh Putri Indira .
" Jika sampai melukai putriku maka tahu sendiri kan bagaimana akhirnya ". Ucap Ratu Bianca .
Gubernur Albiru hanya diam saja tidak menanggapi semua perkataan dari Ratu Bianca .
" Jika saja kamu bukan anak Bramana maka sudah ku pastikan hanya tinggal nama saja yang akan menghiasi nisan indah ". Kata Ratu Bianca .
Putri Indira mendengarnya dan segera memberi ancaman pada Ibunya yang saat ini tengah memegang kuasa istana kencana .
" Ibu , jangan sampai mataku ini melihat semua perbuatan kejam ibu padanya . Jika sampai menyentuhnya sedikitpun aku tidak akan pernah menganggap ibu sebagai ibuku lagi ".
__ADS_1
" Indira , jaga ucapanmu itu ?". Teriak Ratu Bianca .