
Putri Andara merasakan jika Zalima saat ini kebingungan bahkan kesulitan merangkai bunga.
" Zalima , kakak akan membantumu untuk memilihkan bunga . Ayo kak bantu Zalima ". Ujar Putri Andara.
" Andara , lihat saja nanti aku akan menjewer telingamu karena sudah menyusahkanku ". Gerutu Pangeran Mahkota dalam hati.
Sementara Pangeran Erik ingin berlalu dari hadapan mereka namun Putri Andara menghalangi.
" Kak Erik mau kemana ". Seru Putri Andara.
" Masih ada urusan yang harus di selesaikan, Andara ." Jawab Pangeran Erik.
" Kenapa harus buru - buru sekali kak ? Zalima dan Kakak berpasangan maka aku akan sendirian ". Lirih Putri Andara yang berpura - pura sedih.
" Sejak kapan kamu seperti ini Andara ". Sahut Pangeran Mahkota.
" Kakak lebih baik bantu Zalima , ini urusanku dengan Kak Erik ". Kata Putri Andara.
Pangeran Erik merasa senang karena Putri Andara lebih peduli terhadapnya.
" Hmm kak erik !! apakah bunga ini cocok kalau di taruh di telingaku ." Kata Putri Andara.
Hal ini membuat Pangeran Erik terpesona dengan aura kecantikan Putri Andara.
" Kamu sangat cantik , aku suka ". Kata Pangeran Erik kepada Putri Andara.
Zalima mulai kepanasan dengan apa yang di lakukan oleh Putri Andara dan Pangeran Erik.
__ADS_1
Secara tidak langsung , Pangeran Mahkota merasa curiga terhadap Zalima yang bertingkah aneh.
" Sepertinya Andara sengaja mengaturnya sebaik mungkin , apakah Zalima ? oh ini adalah berita bagus . Andara kali ini aku akan memberimu hadiah dan tidak jadi menjewermu . Tak kusangka adikku sangat pintar ". Gumam Pangeran Mahkota kegirangan.
Putri Andara meminta Pangeran Erik untuk memasangkan bunga di telinganya, tentu saja menambah terbakar hati Zalima .
" Aku tidak bisa membuat rangkaian bunga ". Hentak Zalima yang mengejutkan semuanya.
Bahkan dia melempar bunga - bunganya di bawah dengan kasar.
" Zalima apa yang kamu lakukan ". Kata Putri Andara.
Pangeran Mahkota berpura - pura untuk terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Zalima.
" Apa yang kamu lakukan ? mengapa tiba - tiba merasa marah ". Ungkap Pangeran Mahkota.
" A--- aku ? aku ". Zalima mulai panik.
" Zalima sebenarnya ada apa denganmu ?". Gumam Putri Andara yang sengaja bertanya untuk membuatnya semakin panik.
" Mungkin dia lagi tidak enak badan ". Sahut Pangeran Erik.
" Benar begitu Zalima ". Kata Putri Andara.
" Putri Andara kamu sangat licik , tidak kusangka aku telah meremehkanmu selama ini ". Kata Zalima dalam hatinya.
Pangeran Mahkota ingin sekali hubungan diantara Pangeran Erik dan Zalima bisa terungkap agar pernikahannya tidak terjadi.
__ADS_1
Karena selama ini dia tidak menyukai Zalima sedikitpun , bahkan harus terpaksa bertunangan dengannya karena Menteri Pertahanan memiliki peran penting dalam Istana dan berpengaruh.
" Jika begitu , kakak harus mengantarnya pulang ". Usul Putri Andara .
Seketika mata Pangeran Mahkota memelotot ke arah Putri Andara karena merasa sangat konyol dengan perkataan adiknya.
" Jika masih bisa berjalan sendiri bukankah lebih baik jika pulang sendiri ". Kata Pangeran Mahkota.
" Kakak !! mengapa kamu berbicara seperti itu . Baiklah jika seperti itu maka kak erik yang akan mengantarkannya pulang karena kamu tidak perhatian ." Ucap Putri Andara yang sengaja memancing keduanya untuk bertindak.
" Kurasa ide Putri Andara sangat bagus , aku memang sedang tidak enak badan dan kepalaku sedikit pening ". Keluh Zalima.
" Mana mungkin boleh , Zalima . Kamu adalah Calon Istri Pangeran Mahkota . Aku sama sekali tidak berani ". Ucap Pangeran Erik.
".Kak Erik jika kamu tidak berkenan , baiklah. Zalima kamu pulang sendiri saja . Maaf aku tidak bisa mengantarmu juga ". Kata Putri Andara.
Zalima merasa terhina dengan perkataan Putri Andara , sekali lagi dia merasa di permalukan .
Dia pergi dengan wajah kesalnya hingga Arina melihat dengan mata dan kepalanya sendiri jika apa yang di lakukan Zalima saat ini benar - benar bodoh.
" Ck , bisa - bisanya dia berperilaku seperti itu. Jika terus begitu maka tidak akan lama lagi hubungannya dengan Pangeran Erik akan terbongkar dan ---- Andara nampaknya kamu sengaja mengatur semua ini dasar wanita licik ". Ucap Arina .
Ratu Bianca juga marah - marah karena Pangeran Erik tidak datang dan membuatnya menunggu lama seakan tidak mengerti keadaan sekarang.
Jonathan menangkap perilaku Ratu Bianca yang terlihat sangat aneh tidak seperti biasanya mencari - cari Pangeran Erik dengan panik.
Tentu saja Jonathan melaporkan hal ini kepada Raja Erlangga .
__ADS_1