
Saat aku sedang asyik bercanda dengan ketiga teman gaibku, tiba-tiba saja Anin datang kekamar dan ia berkata bahwa ada mas Genta didepan.Sontak aku kaget tidak percaya dengan apa yang Anin katakan,pasalnya baru 10 menit yang lalu kami berbalas pesan dan dia juga bilang kepadaku kalau dia sedang berada dirumah.Mana mungkin kan mas Genta kemari dalam waktu sekejap,sedangkan jarak rumahku dengan rumahnya saja cukup jauh.
"Run,tuh didepan ada calon nyariin kamu"kata Anin sambil menyerobot Boba yang aku pegang
"Ih ini bobaku Aninnnnnn"teriakku kesal pada Anin
"Halah tinggal sedikit ini,sudah sana kedepan kasian tuh calonmu nunggu lama"ucap Anin sambil mengibaskan tangannya didepanku seolah mengusirku untuk segera pergi menemui mas Genta
Aku mengerutkan kening βCalon?apasih siapa?"tanyaku bingung pada Anin
"Halah sok pura-pura ndak tau,ituloh mas Genta didepan"
"Ha mas Genta?kok bisa?"ucapku kaget
"Ya bisa lah,buktinya dia ada tuh didepan"
Aku mengerutkan kening "Bagaimana bisa dia sampai disini dengan waktu yang singkat,katanya tadi sedang dirumah"ucapku dalam hati
"Woiii malah ngalamun,sudah sana samperin kasian lho itu nungguin kamu"ucap Anin sedikit berteriak
"Berisik tau ndak sih,ndak usah teriak-teriak kaya gitu aku juga udah denger kok.Kamu temuin mas Genta dulu sana aku mau ke kamar mandi sebentar"ucapku sambil pergi berjalan ke arah kamar mandi
Anin hanya mengangguk dan berjalan menemui mas Genta didepan
"Sebentar ya mas,Aruni nya sedang dikamar mandi dulu"ucap Anin sambil duduk disofa
Mas Genta yang sedang bermain ponsel sontak mengangkat wajahnya "Ah iya tidak masalah"ucapnya sambil tersenyum
"Jadi mas Genta sudah selesai kuliah ya?"tanya Anin membuka obrolan sembari menunggu Aruni selesai dari kamar mandi
Mas Genta mengangguk kepalanya "Iya,kan aku selesai sekolah itu umur 17 jadinya umur 20 sudah selesai kuliah hehe"
Ya mas Genta memang siswa yang pandai disekolahnya,dia lulus bangku sekolah menengah atas lebih cepat dari siswa lain,sudah pasti karena kecerdasan yang ia miliki
"Heuu hebat,aku pengen deh jadi kaya mas Genta"ucap Anin
Mas Genta tersenyum "setiap orang sudah punya porsinya masing-masing tapi kita juga harus tetap berusaha untuk menjadi yang terbaik.Yang penting kamu itu harus semangat dan giat belajarnya,jangan nonton drama terus"ucap mas Genta sambil tertawa diujung perkataannya itu
Aku meringis malu "Hehe soalnya drama kaya gitu itu candu banget mas,apalagi aktornya aduhhhh ya Allah meleleh mas aku lihatnya"ucap Anin sambil tersenyum-senyum sendiri
Mas Genta menggelengkan kepalanya "Nah itu tugas kamu,gimana caranya biar kamu itu bisa menjadikan belajar menjadi seperti drama yang katamu itu candu sekali"
"Hehe berat sih kayanya tapi nanti Anin coba deh"
Mas Genta hanya menggelengkan kepalanya
Sementara didapur,Aruni sudah selesai dari kamar mandi,saat akan menuju ke ruang tamu depan tiba-tiba ketiga teman gaibnya itu datang,kedatangan mereka sudah bisa ditebak oleh Aruni,apalagi kalau tidak untuk menggodanya dengan Genta
"Ciee yang diapelin ayang"ucap Sander sambil menaik turunkan kedua alisnya
__ADS_1
"Hari ini udah semangat karena disamperin ayang"goda uwo-uwo
Aku hanya diam sambil melipatkan kedua tanganku didada
"Sudah selesai menggoda aku dan mas Genta?lalu kau Cong kenapa tidak ikut-ikutan seperti mereka?"ucapku pada ketiga teman gaibku
"Hehe sebenarnya aku daritadi diam itu karena sedang berfikir,aku mau berkata apa"ucap cong-cong dengan polosnya sambil tersenyum
"Huh dasar,aku rasa sebelum kita mulai menggoda Aruni dan Genta kita harus membreifingnya dulu wo,aku bagian mana,kau bagian mana,dan cong-cong bagian mana"ucap Sander
Uwo-uwo memanggut-manggutkan kepalanya "Aku setuju denganmu"
Aku hanya menggelengkan kepala melihat tingakah konyol ketiga teman gaibku
Sander si paling tengil, uwo-uwo si paling dewasa tapi bisa juga kebawa ketengilan Sander,dan cong-cong si paling polos hehe
"Sudahlah aku mau menemui mas Genta dulu,kasihan dia sudah menunggu lama"ucapku pada ketiga teman gaibku
"Ya sudah sana,lagian siapa yang melarangmu menemuinya"ucap Sander dengan wajah tengil
Ingin sekali rasanya aku memukul wajah bule itu tapi percuma saja,kalau aku pukul dia pun sudah pasti akan tembus hehe
"Huh menyebalkan"ucapku sambil pergi meninggalkan mereka
Mereka semua terkekeh melihat tingkahku
"Ayo kita ikut kedepan,kau ingin melihat Genta kan Cong?"tanya uwo-uwo pada cong-cong
"Dia bisa melihat kita"ucap Sander
"Benarkah?"ucap cong-cong dengan antusias
Sander menganggukan kepala
-
Di ruang tamu depan kulihat Anin dan mas Genta sedang mengobrol dengan asyik
"Hai mas,maaf membuatmu menunggu lama"ucapku sambil duduk disebelah Anin
Mas Genta tersenyum "tidak masalah,apapun akan kulakukan untukmu"
Blusss pipiku langsung merah merona saat mendengar mas Genta mengatakan hal itu,dan Anin yang sedang asyik menyeruput Boba pun tiba-tiba tersedak
Uhuk uhuk "Allahuakbar"ucap Anin
Sontak aku dan mas Genta kaget karena Anin tiba-tiba tersedak
"Kau tidak apa-apa nin?"tanyaku pada Anin
__ADS_1
Anin tersenyum malu "Hehe tidak,hanya sedikit kaget saja tadi.jangan-jangan kalian sudah jadian ya?"ucap Anin sambil menaik turunkan kedua alisnya
Aku memukul pundak Anin "Ih apasi kamu ngaco aja ngomongnya,maafin Anin mas dia emang gitu anaknya"
Mas Genta hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya
"Ada apa mas kesini?"tanyaku pada mas Genta
"Tidak ada,memangnya kalau aku main kesini ndak boleh ya"ucapnya sambil tersenyum
"Ya bukannya begitu,boleh kok boleh"
"Yah jadi obat nyamuk deh aku,aku ke dalam aja lah nonton drama lebih enak daripada harus menjadi obat nyamuknya kalian"ucapnya sambil pergi meninggalkan aku dan mas Genta
"Yeee sirik aja jadi orang"ucapku pada Anin
Mas Genta menggelengkan kepala sambil tersenyum "Makanya cari pacar"
"Udah ada,cuma wujudnya saja yang virtual"teriak Anin dari dalam
Aku menggelengkan kepala mendengar jawaban Anin
"Katanya tadi mas sedang dirumah,kok tiba-tiba sudah ada disini saja?jarak rumah mas kesini kan lumayan jauh"ucapku pada mas Genta yang sedang menyeruput kopi
"Hehe sebenarnya tadi waktu kita sedang WhatsApp-an aku sedang berada di sawah depan itu,maaf membohongimu"ucap mas Genta sambil tersenyum
"Ah begitu pantas saja,mas Genta sedang apa di sawah depan sana?"tanyaku pada mas Genta
"Tidak ada apa-apa hanya mengecek sawah saja,dan tadi tidak sengaja bertemu satu sosok"
Ah iya aku baru ingat kalau sawah depan itu kan milik pakde Wijaya,ayahnya mas Genta
"Satu sosok?siapa mas?"tanyaku penasaran
"Seorang laki-laki mungkin umurnya itu 30 tahunan,namanya Karman dia mengatakan sesuatu tadi"jawab mas Genta
"Mengatakan apa mas?"aku jadi semakin penasaran saja
"Dia meminta bantuan agar anaknya yang masih kecil itu mendapat keadilan,semenjak ia meninggal anaknya yang berusia 8 tahun itu tinggal bersama adik dari bapak ini,em bisa dibilang anak itu sekarang tinggal bersama pamannya.Dia diperlakukan semena-mena Run,semua harta peninggalan bapak ini kepada anaknya pun ia rampas semua"jelas mas Genta panjang lebar
π
π
π
π
Stay tune readerskuuuu πππ
__ADS_1
Follow Ig author yaa @putriirzkaa kalau mau difollback DM aja xixi
Jangan lupa like, komen, dan bunganya jugaa π π