
Uwo-uwo kembali kerumah Aruni, saat ia masuk ke kamar Aruni ternyata dia belum tidur. Dia sedang ngobrol bersama dengan Sander dan juga cong-cong. Uwo-uwo menghampiri mereka yang sedang asyik bercerita.
"Kau sudah kembali wo." Sapa Aruni saat melihat uwo-uwo menghampirinya
Uwo-uwo menganggukkan kepalanya "Kenapa kau belum tidur Aruni, ini kan sudah malam."
"Dia sengaja menunggumu Wo, sudah tidak sabar dengan informasi yang akan kau berikan." Jawab Cong-cong.
"Heh sudah ku duga." Uwo-uwo mengatur posisi duduknya agar lebih nyaman ketika bercerita dengan Aruni.
"Cepat katakan!" Desak Aruni tidak sabar.
Uwo-uwo pun menceritakan semua yang ia lihat selama ia mengintai rumah Alif. Dari mulai Raka yang tidak makan bersama dengan Alif, diberi makan sisa oleh Alif, dan juga membereskan rumah yang notabennya itu semua adalah tugas Alif sebagai seorang paman.
"Wah dasar breng*sek mas Alif itu, aku benar-benar tidak akan memaafkan perbuatannya." Aruni mengepalkan kedua tangannya.
"Jangan memukul ku." Ucap Sander ketakutan yang ada disamping Aruni.
"Kalaupun aku memukulmu, pasti juga akan tembus bodoh."
Sander terkekeh.
"Tetapi Aruni, sepertinya tadi Alif sudah sedikit curiga dengan kehadiranku dirumahnya."
"Apa! bagaimana bisa Wo?"
"Ya aku tadi sempat tersulut emosi saat melihat sikapnya memperlakukan Raka."
"Aku tahu itu, tapi seharusnya kau harus lebih berhati-hati Wo. kau tau kan Alif itu bermain ilmu hitam."
"Iya Aruni, aku minta maaf." Uwo-uwo tertunduk merasa bersalah.
Aruni menarik nafas panjang "Sudahlah, lain kali kau harus hati-hati lagi ya. Jangan ceroboh lagi seperti ini, aku memaafkanmu."
"Terimakasih Aruni, aku janji akan lebih berhati-hati lagi kedepannya."
"Ya sudah aku mau tidur dulu, besok aku sekolah."
"Baiklah selamat malam dan selamat tidur." Ucap ketiga teman gaibku.
*
*
*
Sedangkan didesa A seorang pria sedang bersantai didalam kamarnya sambil memikirkan milik siapa mahkluk halus yang tadi ada diatas genteng rumahnya.
"Ada maksud apa makhluk halus itu datang ke rumahku?" Tanyanya dalam hati.
Tiba-tiba Alif pergi meninggalkan kamarnya dan berjalan menuju kamar disebelahnya.Ternyata kamar itu sengaja ia kosongkan khusus untuk tempat memanggil makhluk halus yang ia puja tersebut, Ki Braha namanya.
__ADS_1
Ki Braha adalah raja jin yang sangat jahat. Ia memiliki banyak pemuja manusia, salah satunya adalah Alif. Alif menyiapkan sesajen dan dupa untuk ritual pemanggilan sang raja jin tersebut, ia duduk bersila didepan tampah yang sudah berisi sesajen dan dupa.
Wush 🌬️
Angin bertiup kencang,sm suhu disana terasa sangat panas. Tetapi anehnya hanya diarea kamar itu saja. Gorden jendela pun bergoyang-goyang tak beraturan mengikuti arah angin, bau tidak sedap air selokan pun mulai tercium diseluruh penjuru ruangan tersebut. Menandakan sang raja jin telah berada di kamar tersebut.
"Ada apa kau memanggilku Alif."
Sesosok genderuwo besar tengah berdiri didepan Alif.dengan gigi bertaring, kuku tangan dan kuku kaki yang panjang. Sekali tepis dengan tangannya,pasti orang itu akan terluka parah.
"Maaf mengganggu waktumu Ki. Aku hanya ingin menanyakan sesuatu kepadamu, siapa tahu kau mengetahuinya." Alif berbicara sambil tertunduk sebagai rasa hormat pada sang raja jin.
"Hahaha kau meragukan ku ternyata, kau ingin menanyakan siapa sosok genderuwo yang ada diatas genteng mu tadi kan?"
"Ki Braha sudah tau tentang itu?"
"Kau lupa siapa diriku hah, aku ini raja jin." Ucapnya dengan penuh kesombongan.
"Maaf ki, jadi siapa genderuwo itu? apakah dia salah satu dari kalian?" Tanya Alif.
"Bukan, sia bukan dari bangsa kami. Dia itu salah satu bangsa keturunan Bahrat." Ucap Ki Braha dengan wajah serius.
"Bahrat? sepertinya aku pernah mendengar nama itu, Ki Bahrat kalau tidak salah." Alif mencoba mengingat-ingat siapa itu Ki Bahrat.
"Kau benar, Ki Bahrat dan seluruh bangsanya adalah salah satu musuh terbesarku. Dan aku akui kekuatannya lebih besar dariku. Walaupun sekarang aku sudah tidak ada urusan dengan bangsa Bahrat, aku masih menyimpan dendam karena kematian ayahanda ku."
"Aku baru tahu kalau kalian sesama makhluk halus satu jenis pun saling bermusuhan." Ucap Alif polos.
"Jadi genderuwo tadi itu salah satu keturunan bangsa Ki Bahrat?" Tanya Alif.
Ki Braha menganggukkan kepala "Rupanya dia sudah menjadi jin muslim sekarang, dan aku yakin kekuatannya sudah bertambah."
"Lalu kenapa dia ada diatas rumahku Ki?"
"Dia itu berteman dengan seorang gadis indigo keturunan Keraton Jawa, dia menjadi jin muslim pun berkat bantuan dari gadis itu."
"Gadis keturunan Keraton Jawa? siapa dia Ki?" Alif bingung siapa gadis itu.
"Heh, rupanya kau tak sepandai yang aku kira." Cibir Ki Braha memandang remeh Alif.
"Aku memang tidak mengetahuinya Ki." Bela Alif.
"Tadi siang ada gadis yang berkunjung ke rumahmu kan."
Alif menganggukkan kepalanya "Anin?" Gumamnya pelan tetapi bisa didengar oleh Ki Braha.
"Bukan, melainkan saudaranya yang baru beberapa bulan terakhir pindah dari kota."
"Aruni? ya keluarga mereka memang keturunan Keraton Jawa, karena Simbah Gentari itu cucu dari raja di Keraton Jawa."
"Gadis itu bernama Aruni, Aruni Sekar Cakrawati Resyakila. Keberadaanya sebenarnya juga mengancam akan keberadaan ku."
__ADS_1
"Kenapa aki jadi takut kepada seorang gadis indigo?" Cibir Alif.
Ki Braha yang sedang memunggung membelakangi Alif pun langsung menatap tajam Alif karena perkataannya tersebut.
"Berani-beraninya kau berbicara kurang ajar seperti itu padaku Alif, aku sama sekali tidak takut kepadanya." Ucap Ki Braha dengan nada tinggi dan sinis.
Alif tertunduk "Ampun Ki, maafkan saya."
Tetapi Ki Braha tidak menghiraukan permintaan maaf dari Alif.
"Tapi Ki, kenapa teman Aruni mengintai rumahku?" Tanya Alif lagi.
"Keluarganya memiliki hubungan yang baik dengan kangmasmu. Dan mereka tahu kau memperlakukan anak dari kangmasmu itu dengan perlakuan yang tidak pantas. Jadi dia ingin merebut keponakanmu dari tanganmu."
"Sialan, berani-beraninya dia mencampuri urusanku.Dia tidak tau sedang berhadapan dengan siapa hah." Umpat Alif.
"Dia mengirim keturunan Bahrat untuk mengawasi Raka,keponakanmu."
"Awas saja kau Aruni, aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi."
"Kau pikirkan bagaimana cara membuat gadis itu jera berurusan denganmu." Ucap Ki Braha.
"Tapi bagaimana Ki?"
Saat Alif menanyakan hal itu, tiba-tiba saja Ki Braha sudah pergi dari hadapannya. Alif pun mengumpat kesal, kenapa ia tak menyadari dari awal kalau kedatangan Anin tadi siang ke rumahnya juga bagian dari pengintaian mereka.
"Aku akan membalasnya, dan akan aku pastikan Raka akan tetap bersamaku sampai aku puas menikmati semua harta warisan peninggalan kangmas Karman, hahaha."Alif berbicara sendiri.
"Tunggu pembalasan dariku, Aruni Sekar Cakrawati Resyakila." Ucap Alif sambil menyeringai sinis.
Konflik besar dimulai.
Jeng jeng jeng 🐵 🐵
🍂
🍂
🍂
🍂
Alhamdulillah bisa up lagi,stay tune ya readerskuuuuu 💗💗💗
Follow Ig author yaa @putriirzkaa kalau mau difollback DM aja xixi
Jangan lupa like, komen, dan bunganya jugaa 🍅🍓
Vote juga jangan lupa
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan ya 🙏🏻❤️
__ADS_1
SALAM SERAM MANJA DARI AUTHOR >3