
Mas Alif menghela nafas panjang "Jadi begini yang, sebenarnya dulu.."
Belum selesai mas Alif berbicara, aku dan mas Genta sampai dirumah eyang Gitarja.
"Assalamualaikum." Ucapku dan mas Genta bersama-sama.
Sontak membuat eyang dan mas Alif menoleh ke arah pintu depan.
"Loh ada mas Alif juga disini?" Ucapku sambil mencium punggung tangan eyang.
"Iya Run." Jawabnya.
"Tadi Alif mau menceritakan sesuatu, tetapi waktu dia akan mulai bercerita kamu datang bersama dengan Genta." Jelas eyang.
"Cerita tentang apa yang?" Tanya mas Genta.
"Entahlah, eyang saja belum mendengarnya. Silahkan Lif dilanjut." Perintah eyang.
Mas Alif mengangguk "Kebetulan juga disini ada Aruni dan Genta, jadi aku akan menceritakan semuanya."
Aku semakin penasaran dengan cerita mas Alif ini, ada apa gerangan? Wajah mas Alif pun terlihat begitu cemas dan takut.
"Aruni, beberapa bulan lalu kau pernah mendapat serangan kan?" Tanya mas Alif.
Aku mengangguk "Kok mas bisa tau sih, dari eyang ya?"
Mas Alif menggeleng "Apa kau tau siapa yang mengirim serangan itu padamu?"
"Entahlah, akupun hingga saat ini tidak mencari tau. Karena kata eyang tidak penting, nanti malah membuat rasa benci dan dendam saja." Ucapku.
"Kalau suatu saat nanti kau tau siapa yang mengirim serangan itu, apa yang akan kau lakukan pada orang tersebut Run?" Celetuk mas Alif.
Aku mengerutkan kening "Mas ini kenapa sih, nanyanya kok aneh." Sahutku.
"Sudah nduk dijawab saja." Ucap eyang Gitarja.
Aku menghela nafas panjang, sebenarnya sedikit malas jika harus membahas serangan itu lagi.
"Aku akan bertanya pada orang itu, salahku apa? kenapa dia tega mengirim serangan itu padaku. Dan jika aku mengenal orang itu, pasti aku akan kecewa." Ucapku.
Mas Alif meneteskan air matanya sambil menunduk "Maafkan aku." Ucapnya.
__ADS_1
"Maksud kamu apa Lif?" Tanya mas Genta penasaran.
"Sebenarnya dalang dibalik serangan itu adalah... Aku sendiri." Jawab mas Alif lirih.
Duar..
Bagai tersambar petir disiang bolong, aku sungguh tidak menyangka bahwa mas Alif yang melakukannya. Meskipun aku tau dulu mas Alif memang sangat membenciku, tapi aku tidak berfikir bahwa kau orangnya mas.
Sungguh, aku sangat kecewa. Disaat hubungan kami sedang baik-baik seperti ini, kenapa harus ada kenyataan pahit yang harus aku terima.
Salahku apa mas? kenapa kau tega melakukan ini kepadaku.
"A-apa? kamu mas? Kamu? tapi kenapa kamu tega sama aku mas?!" Tanyaku sambil menangis.
"nduk sabar, jangan seperti itu. Biarkan Alif menjelaskan semuanya terlebih dulu." Ucap eyang Gitarja.
"Tapi yang, Aruni kecewa banget sama mas Alif. Aruni..." Aku tidak bisa melanjutkan kata-kataku.
Mas Genta pun menenangkan dan memelukku sambil mengusap lembut rambutku.
"Sudah jangan terlalu emosi dulu, biarkan Alif menceritakan semuanya ya." Timpal mas Genta.
"Maafkan aku Aruni, dulu sikapku kepada Raka memang sangat buruk dan aku berguru pada iblis untuk membantuku menguasai harta peninggalan mas Karman. Dan tiba-tiba saja kau datang dengan tujuan ingin membebaskan Raka, jujur saat itu aku sangat marah dan membencimu. Dalam pikiran kalut seperti itu, guru iblis ku waktu itu memintaku untuk mengirimkan sebuah santet kepadamu." Jelas mas Alif.
"Lanjutkan Lif." Perintah eyang.
"Ya akhirnya saya mengirimkan santet itu dan temyata gagal karena benteng pertahanan Aruni yang sangat kuat. Hal itu membuat saya marah, dan saya memikirkan cara yang lebih halus. Awalnya sikap saya baik terhadap Aruni itu hanya sebuah strategi, tetapi lama-lama saya terhanyut dalam perasaan itu. Ditambah lagi dengan kedatangan mas Karman dimimpi saya." Lanjut mas Alif.
"Karman datang ke mimpimu? bagaimana itu? apa yang dia katakan?" Tanya eyang penasaran.
"Pada intinya mas Karman meminta saya untuk benar-benar menjaga dan menyayangi Raka seperti dulu kangmas menjaga dan merawat saya eyang, banyak perkataan almarhum dimimpi saya yang membuat hati saya terenyuh. Jadi perlahan saya mengubah semuanya. Dan perubahan ini yang membuat saya mendatangi eyang untuk meminta bantuan."
"Bantuan, bantuan apa?" Tanya mas Genta.
Mas Alif menghela napas panjang " Saya sebenarnya sudah muak dan lelah menjadi pengikut iblis Ki Braha. Sudah lama juga saya tidak pernah menjalankan perintahnya. Tetapi Ki Braha selalu mendesak saya untuk mengirimkan serangan lagi pada Aruni, kalau tidak dia sendiri yang akan melakukannya." Jawab mas Genta.
"Apa Ki Braha, siapa dia?" Tanyaku.
"Raja iblis nduk, tapi Lif yang eyang bingung. Kenapa disaat kamu ingin berhenti, kenapa iblis itu mendesakmu untuk melakukan serangan lagi pada Aruni?" Tanya eyang pada mas Alif.
"Semua ini gara-gara genderuwo yang menjadi teman gaib Aruni." Jawab mas Alif.
__ADS_1
Uwo-uwo dan teman gaibku lainnya yang sedari tadi mendengarkan perbincangan kami pun kaget, kenapa namanya dibawa-bawa dalam masalah ini?
Merasa butuh penjelasan, akhirnya Uwo-uwo pun muncul diantara kami semua.
"Aku? tetapi kenapa harus aku, aku tidak melakukan apapun." Ucap Uwo-uwo.
"Wo, tenanglah biarkan Alif menjelaskan dulu." Kata mas Genta.
"Kau keturunan Bahrat kan?" Tanya mas Alif.
Uwo-uwo mengangguk "Iya, lalu apa masalahnya?"
"Sekarang eyang tau masalahnya, dulu eyang pernah mendengar cerita yang bahwasanya bangsa Bahrat dan Braha saling bermusuhan. Terjadi peperangan antara kedua bangsa iblis itu, yang akhirnya dimenangkan oleh bangsa Bahrat. Hal itu membuat Braha masih menaruh dendam, bukan begitu cah bagus?" Ucap eyang meminta pembenaran dari mas Alif.
"Benar eyang, dan Ki Braha sendiri mengatakan bahwa kehadiran Aruni sendiripun memiliki pengaruh buruk terhadapnya. Ia takut keberadaanya terancam saat Aruni datang. Hal itu juga yang membuat Ki Braha semakin membenci Aruni."
Sambil terisak aku berkata "Kenapa harus selalu aku, apa salahku? aku aku tidak tau apa-apa. Kenapa harus Aruni, eyang."
"Nduk, jangan berbicara seperti itu. Semua ini sudah garis takdir dari yang diatas. Sudah jangan menangis lagi." Ucap eyang.
"Lalu apa hubungannya hal ini dengan kau ingin meminta bantuan dari eyang?" Tanya mas Genta pada mas Alif.
"Aku ingin meminta bantuan eyang untuk lepas sepenuhnya dari jerat iblis Ki Braha, karena aku sadar kalau aku sendiri pasti mustahil. Tolong Alif yang, kasihan juga Aruni. Saya tidak mau Ki Braha menyakiti Aruni sedikitpun." Jawab mas Alif.
"Kenapa begitu?" Celetuk Uwo-uwo.
"Ya karena kalau aku tidak mengirimkan santet lagi pada Aruni, Ki Braha sendiri yang akan menghabisi Aruni. Dan aku tidak ingin itu terjadi." Sahut mas Alif.
"Tetap saja mas, aku masih kecewa terhadapmu." Kataku dingin.
"Aku mengerti akan hal itu, silahkan kalau kau mau kecewa padaku. Karena aku pantas mendapatkan itu, Aruni." Jawab mas Alif.
"Pasti, eyang pasti akan membantumu Lif. Tapi satu pesan eyang padamu, selalu istiqomah dan jangan pernah lagi untuk mencoba dan mencari tau tentang hal semacam ini. Karena akibatnya akan sangat fatal. Kau tau akan itu kan?" Ucap eyang.
"Iya eyang, sekarang saya sangat menyesal. Saya merasa seperti orang yang paling bodoh didunia ini setelah menyadari semuanya. Alif sangat berterimakasih pada eyang, karena eyang mau membantu saya. Saya malu dengan sikap saya dulu pada kalian semua. Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya."
Eyang tersenyum "Sudah, menyesal pun sekarang tidak ada gunanya. Eyang sudah memaafkan mu dari dulu, tapi untuk masalah Aruni. Biarkan dulu saja ya, mungkin dia masih syok. Rasa kecewa Aruni terhadapmu itu wajar." Ucap eyang.
"Baik eyang."
🍂
__ADS_1
🍂
🍂