
Setelah itu Anin pun bersiap untuk menuju ke rumah mas Alif dengan membawa kue sebagai tentengan menjenguk Raka.
"Sudah siap semuanya kan?"tanya mas Genta memastikan
Anin mengacungkan jempolnya "siap mas"
"Awas lho kamu jangan mancing-mancing pertanyaan yang buat Alif curiga nantinya,dan ingat di dalam tas mu itu sudah aku pasang penyadap suara jadi kami disini bisa dengar apa saja yang Alif katakan ya sekalian jaga-jaga saja sih"ucap mas Genta panjang lebar
"Oalah jadi ini tas nya sudah dipasang penyadap suara ya?"tanya Anin sambil membolak-balik tas slempang nya
Mas Genta menganggukkan kepala "Sudah dipasang tadi sama Aruni,nih pasang dibagian tubuhmu tapi jangan sampai Alif curiga.nanti aku atau Aruni akan mengarahkanmu. kamu juga jangan menjawab cukup menjalankan saja nanti Alif curiga lagi"jelas mas Genta
Anin menganggukkan kepalanya
"Kami mengintai kamu dari mobil ya nin,kamu ndak usah takut ada Sander yang menjaga kamu"ucapku pada saudaraku itu
"Em jadi bener nih si demit yang menemin aku?ndak ada penawaran lain? Lee min ho apa Pratama Arhan gitu"celotek Anin
Aku menggelengkan kepala "Kau tau Sander itu sama tampannya dengan Lee min ho,dan pandai bermain bola seperti Pratama Arhan juga bedanya dia itu versi Belandanya saja"
"Bagaimana bisa dia meragukan ketampanan seorang Dendrik Sander Aldert anak seorang menir Belanda ini huh dasar menyebalkan"ucap Sander sambil meletakkan kedua tangannya di pinggang
Aku dan mas Genta hanya terkekeh melihat perdebatan dua dunia antara Anin dan Sander.
Anin pun segera menuju ke rumah mas Alif jarak rumah eyang ke rumah mas Alif hanya selisih lima rumah saja.
"Eyang, Anin pamit dulu ya doakan Anin semoga semuanya berjalan lancar"pamit Anin sambil mencium punggung tangan eyang dan eyang putri
"Iyo nduk,de'e sing ati-ati yo ojo lali njaluk pandungo lan kaselametan maring Gusti Allah"(iya nak,kamu hati-hati ya jangan lupa minta doa dan keselamatan dari Gusti Allah) ucap eyang putri
"Nduk nanti kalo kamu dikasih minum atau makanan dari Alif,ingat lho ya sebelum makan kamu harus membaca doa dulu takutnya ada sesuatu.bukannya suudzon tetapi hanya berjaga-jaga"nasehat eyang
"Inggih eyang,eyang putri terimakasih nasehatnya, Anin pamit assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Kami bertiga pun segera menjalankan misi masing-masing.aku,mas Genta mengintai dimobil bersama cong-cong sedangkan uwo-uwo mengamati sekitar rumah mas Alif.Anin yang ditemani oleh Sander menjadi pemancing utama.
Anin pun segera berjalan menuju ke sebuah rumah minimalis berwarna putih abu-abu tersebut
Tok tok tok "Assalamualaikum"
Tok tok tok "Assalamualaikum"
Tok tok tok "Assalamualaikum" tak ada jawaban dari sang empunya rumah
"Assalamualaikum"ucap Anin sekali lagi
"Waalaikumsalam"akhirnya ada jawaban dari dalam rumah
(ceklek) seorang pria dengan tinggi ideal dan badan yang cukup bagus membukakan pintu depan
Alif mengerutkan keningnya seperti mengingat sesuatu "Cucunya simbah Gentari ya?"tanya Alif
"Iya mas saya Anin cucunya Simbah Gentari"jawab Anin
"Ada perlu apa kesini?"tanya mas Alif dengan nada sinis
"Tidak ada,tadi sedang berkunjung ke rumah eyang terus tiba-tiba teringat dengan Raka kebetulan dulu Raka sering main dirumah.Apa Raka nya ada mas?"ucap Anin gugup tetapi ia berhasil menyembunyikan rasa gugupnya itu agar Alif tidak curiga
"Oh,dia sedang tidur siang"jawabnya singkat
Padahal Raka tidak sedang tidur,dia tadi sebenarnya sedang mengepel lantai saat tiba-tiba Anin datang ia langsung disuruh bersembunyi oleh Alif ke kamarnya.
__ADS_1
"Mbak anin?"ucap Raka dengan mata berbinar didalam kamarnya saat mendengar suara Anin dan Alif yang sedang berbincang
"Mbak tolongin Raka mbak hiks hiks Raka pengen pulang Raka ndak mau sama om Alif mbak,om Alif jahat sama Raka hiks hiks"ucap Raka bermonolog sambil mengangis dengan tangan yang memeluk kedua kakinya,ya dia duduk dipojokan kamarnya
~Kembali lagi ke Anin dan Alif~
"Ealah Raka tidur to"ucap Anin
Alif hanya mengangguk kepala
"Jangan gampang percaya sama Alif,aku ndak yakin kalau Raka itu tidur cari perbincangan lain"ucap mas Genta lewat monitor
"Em berarti disini mas Alif hanya tinggal berdua dengan Raka?"tanya Anin
"Ya, kebetulan saya belum menikah jadi hanya tinggal berdua dengan Raka"jawab mas Alif ucapannya mulai bersahabat
"Bagus dia sudah mulai hangat bicaranya,lanjutin nin semangat"teriak Aruni lewat monitor
"Astaghfirullah kalau kamu bukan saudaraku udah tak jitak kepala kamu,enak aja main teriak-teriak dikuping orang mana pakai monitor lagi"gerutu Anin didalam hati
"Ah begitu,em apa Raka sudah tidur daritadi mas?"celetuk Anin
"Em su sudah daritadi sih"jawab mas Alif ragu-ragu
"Coba panggilkan saja sekarang,aku sangat ingin bertemu dengan dia"pinta Anin
Alif mendengus kesal dan mau tak mau ia harus membawa Raka bertemu Anin
"Aku panggilkan"ucapnya sambil pergi meninggalkan Anin untuk masuk kedalam memanggil Raka
Alif menuju kamar belakang yang ditempati Raka untuk tidur,kamarnya pun hanya ada beberapa barang saja.Satu kasur lantai yang sudah tipis,sebuah lemari plastik kecil dan satu set meja beserta kursi.Ia menemukan Raka yang sedang menangis disudut pojok kamar memeluk kedua kakinya dan menenggelamkan kepalanya diantara kedua kakinya
"Heh ganti baju cepat,usap air mata kamu dan ingat jangan bicara yang aneh-aneh didepan Anin"ucap Alif sambil memegang tangan Raka dengan sedikit kasar yang membuat Raka kesakitan
"Yaudah cepetan sana,cuci muka dulu lambat banget sih jadi laki-laki"
Raka pun berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh mukanya yang sembab karena menangis
Sedangkan Alif membuka lemari plastik yang berisi baju Raka dan memilihkan baju yang pantas Raka kenakan saat ada tamu yang datang kerumah.Hal itu ia lakukan juga agar tamu yang datang tidak curiga dengan apa yang sudah ia lakukan selama ini kepada Raka
Raka sudah kembali ke kamar, tiba-tiba Alif melemparkan setelan baju yang bergambar kartun kesukaan Raka,ya manusia laba-laba itu adalah kartun favorit Raka
"Pakai baju itu cepetan"ucapnya sambil menarik bahu Raka agar mendekat padanya karena Alif akan menyisir rambut sang keponakan
"Iya om"
Beberapa saat kemudian Raka dan Alif sudah keluar dari kamar dan pergi kedepan menemui Anin yang sedari tadi sudah menunggu kedatangan Raka
"Rakaaaa"teriak Anin saat melihat seorang laki-laki berusia 7 tahun itu menuju ke arahnya
"Mbak Anin....."ucapnya sambil berlari memeluk Anin dengan erat
"Mbak kangen banget lho sama Raka,kok Raka ndak pernah main kerumah mbak Anin lagi sih"ucapnya sambil melepaskan pelukan Raka
Raka hanya terdiam ia bingung harus menjawab apa,ia takut kepada sang paman kalau ia salah berbicara kepada Anin
"Raka akhir-akhir ini sibuk sekolah dan kalau hari libur dia ada pelatihan sepak bola di dekat desa X"jawab Alif bohong kepada Anin
Anin hanya ber oh ria mendengar jawaban dari Alif,ia sama sekali tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh pria yang berwajah cukup tampan ini
"Mbak Anin punya sesuatu lho buat Raka"ucap Anin sambil meraih paperbag berisi kue coklat itu
"Apa itu mbak"jawab Raka yang sangat antusias
__ADS_1
"Taraaaa kue coklat kesukaan Raka"ucap Anin sambil memamerkan kue coklat itu
"Wahhh kue coklat buatan budhe Ratih kesukaannya Raka itu ya mbak"
Anin menganggukkan kepala "Ini budhe Ratih buat khusus buat Raka lho,sini dimakan dulu"ucap Anin sambil menarik bahu Raka untuk mendekat ke arahnya
"Duduk sini,mbak Anin suapin kamu"
Raka memakan lahap kue coklat buatan budhe Ratih,karena daridulu ia sangat menyukai kue buatan budhe tersebut.Ada perasaan haru dan sedih saat Anin melihat Raka makan dengan lahapnya,ia tidak tahu apakah Alif selalu memberi makan Raka dengan teratur dan juga dengan gizi yang lengkap untuk anak seusia Raka yang sedang bertumbuh kembang.
"Mbak Anin tahu kamu pasti disini makannya tidak selalu diberi ya sama om Alif,entah makanan itu layak atau tidak untuk anak kecil seperti kamu.mbak Anin janji sama kamu Raka.mbak,mbak Aruni,mas Genta beserta eyang Gitarja akan membebaskan kamu dari pamanmu ini,mbak Anin janji Raka"ucap Anin dalam hati
"Nih minum susunya, Raka pasti seret kan makan kue terus"ucap Anin sambil memberikan susu kotak yang sudah ditancapkan sedotan itu
"Makasi mbak Anin"ucap Raka sambil tersenyum
"Aku lihat-lihat kok Raka semakin kurus ya mas?"ucap Anin pada Alif
Alif gelagapan mendengar pertanyaan Anin "Ah itu aku tadi bilang kan Raka itu setiap libur ada pelatihan sepakbola jadi pola makan dia itu diatur,itu sih bukan kurus tapi sixpack"ucapnya menyakinkan Anin
"Aku juga tau kali mana yang sixpack dan mana yang kurus,kau pikir aku bodoh hah"gerutu Anin dalam hatinya
"Aku fikir hari ini cukup,kau pamitan pada Alif dan Raka nin"ucap mas Genta melalui monitor
"Oh begitu ya maklum lah aku kan perempuan tidak tau mana yang kurus dan mana yang sixpack"ucapnya pada Alif dengan nada sedikit sinis
"Baiklah kalau begitu Raka,mbak Anin pamit pulang dulu ya nanti kapan-kapan mbak Anin kesini lagi.Oh iya kamu juga kapan-kapan main kerumah simbah ya,mbak Aruni sudah pindah dari kota lho"ucap Anin lembut pada Raka
"Yah kok pulang sih mbak, Raka kan belum puas main sama mbak Anin"protes Raka sambil meneteskan air matanya
Anin langsung menagkup pipi Raka dengan kedua tangannya "Hei masa anak cowok nangis sih,ndak boleh gitu dong nantikan mbak Anin kesini lagi"ucap Anin menenangkan Raka sambil menghapus air mata Raka
"Janji ya hiks hiks"
Anin tersenyum "janji"
"Aku pamit ya mas,jaga Raka baik-baik dia itu sudah aku anggap sebagai adikku sendiri"ucap Anin pada Alif
Alif menganggukkan kepalanya "Tanpa kamu mintapun aku pasti akan menjaganya,dia itu keponakanku"jawab Alif sambil tersenyum sinis
Anin hanya mengepalkan kedua tangannya "dasar laki-laki breng**k,baji**an,bedebah kau Alif"umpatnya dalam hati
"Mbak pamit ya Raka, assalamualaikum"ucap Anin sambil melambaikan tangan kepada Raka dan dibalas lambaian tangan juga oleh Raka
"Waalaikumsalam"jawab kedua laki-laki beda generasi itu secara bersamaan
🍂
🍂
🍂
🍂
Alhamdulillah bisa up lagi,stay tune ya readerskuuuuu 💗💗💗
Follow Ig author yaa @putriirzkaa kalau mau difollback DM aja xixi
Jangan lupa like, komen, dan bunganya jugaa 🍅🍓
Vote juga jangan lupa
Oh iya author ucapin selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan ya 🙏🏻❤️
__ADS_1
SALAM SERAM MANJA DARI AUTHOR >3