
Bunyi ponsel membuatku terbangun dari tidurku,aku menggeliat kecil diatas ranjang kasur rasanya ingin sekali memarahi orang yang menelfonku,huh sangat mengganggu! Kuambil ponsel ku diatas meja disebelah ranjang,saat kulihat nama siapa ynag menelfon mataku langsung terbuka sempurna.
Ternyata mas Genta yang menelfonku hehe
📞: Waalaikumsalam iya mas kenapa?
📞:Hehe iya mas maaf tadi aku sedang tertidur jadi sedikit lama mengangkat telfon darimu
📞:Em itu tentang almarhum pak Karman,aku sudah mencari tahu tentangnya dan juga mas Alif...
📞:Mas Alif itu adiknya pak Karman mas..
📞:Baiklah besok aku pulang sekolah jam 12 siang,mas kerumah saja
📞:Iya mas waalaikumsalam
Setelah menutup telefon dari mas Genta sku terkejut karena disampingku sudah ada ibu,entah dari kapan ibu berada dikamarku
"Sudah telfonan sama Genta nya? pantesan daritadi dipanggil-panggil ndak nyaut,ternyata lagi asik ngobrol sama calon mantu ibu"goda ibu kepadaku
"Ihh ibuuu kenapa ikut-ikutan Anin sih suka banget godain Aruni sama mas Genta"jawabku dengan pipi yang merah merona
"Halah sok-sokan malu-malu begitu"ucap ibu
Aku memonyongkan bibirku "Em ibu ada apa tadi memanggil Aruni?maaf tadi Aruni ndak dengar hehe"tanyaku pada ibu
"Ndakpapa nduk,tadi ayahmu telfon ke ibu terus nanyain kamu,kangen katanya"ucap ibu sambil mengelus rambutku
"Hem iya bu, Runi juga kangen banget sama ayah.. ayah kapan pulangnya sih bu?"tanyaku pada ibu
Ibu duduk disampingku "Belum tau pastinya kapan nduk,kalau tadi kata ayah sih sekitar dua minggu lagi ayahmu disana"
"Pasti ibu kangen banget ya sama ayah?"ucapku sekaligus menggoda ibu
"Ya begitulah nduk mau gimana lagi semua itu sudah tuntutan kerjaan ayah kamu"
"Hehe sabar ya buu,oh iya bu besok sepulang sekolah Aruni izin pergi ke desa eyang ya sama Anin dan juga mas Genta"ucapku pada ibu
"Ke desa eyang,mau ngapain nduk?mau ketemu eyang sama eyang putri ya?"tanya ibuku
"Iya bu tapi selain itu Aruni, Anin,dan mas Genta mau menyelidiki tentang mas Alif dan Raka itu bu.kasihan arwah pak Karman tidak bisa beristirahat dengan tenang karena anaknya diperlakukan seperti itu oleh mas Alif"jawabku pada ibu
Ibu menarik nafas dalam-dalam "Nduk ibu senang kamu itu bisa membantu orang-orang,tapi ibu pesen sama kamu nduk kamu itu harus hati-hati tidak semua orang itu baik nduk,kamu tau itu kan? Apalagi Alif itu katanya berguru dengan ilmu hitam,ibu khawatir sama kamu nduk,Anin,dan juga Genta"ucap ibu dengan lirih
Terlihat jelas kekhawatiran dirait wajah ibu,tapi aku selalu meyakinkan ibuku bahwa semuanya akan baik-baik saja
"Bu terimakasih sudah menghawatirkan Aruni,aruni akan selalu berhati-hati bu karna ini sudah menjadi tugas Aruni untuk membantu mereka.Kalau soal mas Alif ibu tidak perlu khawatir,meskipun ia menggunakan ilmu hitam Aruni yakin bisa mengatasinya bu.Karena belum ada sejarah orang jahat itu menang,betul kan bu"ucapku pada ibu sambil tersenyum
__ADS_1
Ibu memeluk tubuhku dan mengelus rambutku "Kamu ini anak ibu dan ayah satu-satunya nduk,kamu harus berjanji sama ibu dan ayah kalau kamu akan berhati-hati dan terus ada disamping ibu dan ayah sampai nanti kami bisa menggendong anak-anakmu"ucap ibu sambil meneteskan air mata
Akupun tidak dapat membendung air mataku "Ahhh ibu kenapa ibu bicara seperti ini,kan aku jadi melow, Aruni kan hanya ingin menyelidiki tentang mas Alif bu tapi perkataan ibu ini sudah seperti Aruni akan pergi jauh sdan tidak kembali saja"akupun memeluk ibu dengan erat
"Entahlah nduk perasaan ibu ndak enak,semoga saja ini hanya perasaan ibu saja kamu tetap harus berhati-hati ya"ibu kembali meneteskan air matanya
"Iya bu Aruni berjanji Aruni akan selalu berhati-hati"ucapku sambil tersenyum
Ibupun tersenyum dan memeluk erat kembali tubuhku
-
Keeseokan harinya aku sudah kembali dari sekolah tepat pukul 12 siang,aku pulang mengendarai motor matic berwarna pink itu bersama saudaraku,siapa lagi kalau bukan Anin.Kami berdua mengendarai motor dengan panas yang sangat menyengat karena matahari saat itu sedang berada tepat diatas kepala.
"Kamu jadi ikut ndak nanti ke desa eyang?"tanyaku pada Anin saat kami berdua masih berada dalam perjalanan pulang
"Hah ke desa eyang,ngapain?ketemu eyang sama eyang putri ya?"tanya Anin
"Iya itu salah satunya tapi tujuan utamanya ya buat menyelidiki tentang kehidupan mas Alif dan bagaimana sikap dia ke Raka sehari-harinya"jelasku pada Anin
"Ah begituu,jadi nanti siang nih kita ke desa eyang?"tanya Anin lagi
"Iya,kamu jadi ikut ndak? nanti mas Genta akan ke rumah untuk menjemput"ucapku pada Anin
"Okedeh aku ikut,pulang sekolah kan ya?"
Beberapa saat kemudian kami berdua telah sampai dirumah,aku dan Anin pun segera pergi ke kamar untuk membersihkan diri setelah selesai kamipun segera menuju ke ruang makan,karena disana simbah,ibu,dan budhe sudah menunggu kami untuk makan siang bersama.Saat sedang makan tiba-tiba saja simbah bertanya
"Nduk nanti jadi ke desa eyang?"tanya simbah kepadaku dan Anin
Kami berdua menganggukkan kepala "Enggih mbah jadi"jawab kami berdua kompak
"Simbah cuma mau pesen sama kalian,kalau nanti akan menyelidiki tentang Alif kalian hati-hati ya nduk jangan sampai salah langkah"ucap simbah kepada kami berdua
"Inggih mbah kami akan berhati-hati,doakan kami ya mbah semoga bisa membantu pak Karman dan Raka"ucapku pada simbah
"Pasti nduk,simbah pasti mendoakan kalian"ucap simbah sambil tersenyum
Saat kami sedang makan dan diselingi dengan obrolan kecil,terdengar suara mesin mobil dari luar sepertinya aku tahu siapa orang dibalik kemudi mobil itu
"Assalamualaikum"ucap seorang pria bersuara bariton itu
Nah kan benar,dia pasti mas Genta hehe
"Waalaikumsalam"jawab kami semua
"Nduk bukakan pintu untuk Genta sana"ucap ibu padaku
__ADS_1
Aku mengangguk sambil tersenyum "Enggih bu"
Akupun berjalan menuju arah depan,kutarik gagang pintu dan pintu pun terbuka lebar memperlihatkan seorang pria tampan dengan tubuh altetis yang tinggi itu,jangan lupakan senyumnya senyumnya itu selalu membuatku candu dan rindu setiap saat,haha
"Hai"ucap mas Genta sambil melambaikan tangan padaku dengan senyum manisnya
"Hai"jawabku sambil tersenyum "Silahkan masuk mas"
Mas Genta pun masuk dan duduk disofa depan
"Mau minum apa?"tanyaku pada mas Genta
"Em ndak usah deh kayaknya,kita langsungan aja yuk biar ndak ke sorean"ucap mas Genta
"Oh begitu ya?ya sudah sebentar ya aku mau memanggil Anin dan berpamitan dulu"ucapku pada mas Genta
Mas Genta menganggukkan kepala dan tersenyum
Aku segera menuju kedalam untuk mengambil tas dan memanggil Anin,beberapa saat kemudian aku, Anin,dan semua anggota keluargaku menemui mas Genta yang ada diruang tamu depan.Mas Genta lamgsung berdiri dari tempatnya duduk saat melihatku sudah siap
"Simbah,ibu,budhe Aruni, Anin dan mas Genta pamit dulu yaa,mohon doanya semoga semuanya lancar dan tidak ada gangguan apapun"ucapku kepada mereka
"Iya nduk,kami selalu mendoakan kamu, Anin, dan Genta"ucap simbah sambil tersenyum
"Ya sudah kami pamit ya"ucapku kembali
"Iya,ini titip buat eyang sama eyang putri mu sampaikan salam juga ya untuk mereka"ucap budhe Ratih
"Oke budhe,kami pamit yaa assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"jawab mereka
🍂
🍂
🍂
🍂
Alhamdulillah up satu episode lagi,stay tune ya readerskuuuuu 💗💗💗
Follow Ig author yaa @putriirzkaa kalau mau difollback DM aja xixi
Jangan lupa like, komen, dan bunganya jugaa 🍅🍓
Vote juga jangan lupa
__ADS_1
SALAM SERAM MANJA DARI AUTHOR >3