
Hari minggu adalah hari yang cocok untuk bersantai, hari ini rasanya Aruni hanya ingin menghabiskan waktunya dirumah sambil menonton konten-konten horor kesukaannya itu.
"Kamu itu kenapa sih, lengket banget sama hal-hal yang berbau mistis seperti itu?" Cibir Anin.
"If we never try, how we will know. Makanya coba dulu pasti nanti ketagihan." Kataku.
"Nggak, nggak akan mau aku bersentuhan sama hal-hal seperti itu." Jawab Anin sambil menyilangkan kedua tangannya didada.
"Sumpel aja itu mulutnya sama risol, berisik banget daritadi." Celetuk Sander.
Akupun mengambil sebuah risol lalu aku masukan ke dalam mulut Anin.
"Berisik, aku lagi nonton. Jangan ganggu aku deh." Kataku.
"Ihhh Arunii!!" Kesal Anin, ia pun langsung pergi keluar kamar.
"Halah gitu aja kok ngambek Nin." Kataku.
"Tumben sekali Run, biasanya hari minggu seperti ini Genta berkunjung kesini. Tapi ini tidak." Celetuk Uwo-uwo.
Aku menoleh ke arah Uwo-uwo "Entahlah, dari semalam dia pun tidak menghubungiku. Mungkin dia sedang sibuk, sawahnya pakde Wijaya kan sudah hampir panen, jadi mungkin karena itu." Sahutku.
Tapi sebenarnya aku pun merasa ada sesuatu yang aneh dari mas Genta. Sebenarnya bukan dari semalam dia tidak menghubungiku, sudah 3 hari aku dan mas Genta tidak berhubungan melalui handphone.
Aku sendiri sebagai wanita enggan menghubunginya terlebih dahulu, rasanya sangat tidak elok wanita menghubungi laki-laki terlebih dahulu. Rasa gengsi dan egoisku masih terlalu tinggi, walaupun sebenarnya aku juga sedikit merindukan mas Genta.
Tapi biarlah, aku tidak akan menghubunginya sebelum dia menghubungiku terlebih dahulu, prinsipku dari dulu memang seperti itu. Aku takut dinilai terlalu berharap pada seorang lelaki, meskipun kadang mungkin laki-laki tersebut berharap agar wanitanya bisa menghubunginya terlebih dahulu. Tapi itulah wanita, rasa gengsi dan ego memang sangat besar, hehe.
"Aruni, aku merasa sangat bosan disini. Apa kau tidak berniat mengajak kami pergi ke suatu tempat?" Tanya Cong-cong.
"Mengajak kalian pergi, kemana? lagipula aku masih belum selesai menonton konten horor ini. Aku sudah tertinggal beberapa episode tau."
"Ya kemana saja, asalkan tidak berdiam diri saja dikamarmu. Kami ini hantu Aruni, masa iya kami harus menonton konten horor kesukaanmu itu." Kesal Sander.
"Ih kalian itu cerewet sekali, kalian kan bisa pergi sendiri sana. Aku malas pergi keluar." Kataku.
"Ya sudah kami berempat mau pergi healing saja kalau begitu." Celetuk Sander.
"Heh darimana kau mendapatkan kata 'healing' itu?" Sahutku.
"Entahlah, aku pernah mendengar Anin berbicara seperti itu. Sudahlah kami mau pergi healing saja daripada disini denganmu."
__ADS_1
"Ya sudah sana, tapi ingat jangan lama-lama keluyuran diluar sana."
"Ya, baiklah."
Keempat teman gaibku pun melesat keluar jendela, entah mereka mau pergi kemana, aku pun tak tau. Aku izinkan saja mereka pergi, daripada Sander mengoceh terus-menerus. Sangat mengganggu diriku yang sedang nonton, hehe.
Tapi tiba-tiba saja Anin masuk ke kamar dan berkata kalau mas Alif ada di teras depan rumah. Katanya sih ingin bertemu denganku, hm semakin aneh gelagatnya.
"Run, ada mas Alif didepan. Katanya ingin bertemu denganmu." Kata Anin.
"Hah, mas Alif? sendirian apa sama Raka?"
"Sendiri."
"Mau ngapain dia kesini?" Tanyaku.
"Ya mana aku tau, udah sana temui saja. Tapi ingat Run, hati-hati ya sama dia. Walaupun eyang berkata kita harus berprasangka baik terhadap orang, kalau sama dia harus tetap waspada."
"Ish, iya-iya. Aku loh daritadi mau nonton ada aja gangguannya." Kataku sambil berdiri dari ranjang.
Aku menyisir rambutku yang sedikit berantakan, lalu pergi ke teras depan untuk menemui mas Alif. Kulihat dia sedang duduk sambil memainkan ponselnya di kursi teras depan.
"Eh, hai Run. Aku ganggu kamu ya?" Balasnya.
"Ah enggak kok mas santai saja, oh iya mau minum apa?"
"Halah nggak usah repot-repot, nanti saja kalau aku pengen aku minta ke kamu."
Aku mengangguk dan tersenyum "Baiklah, ngomong-ngomong sendiran aja mas. Rakanya nggak diajak?"
"Tadi sebelum kesini aku nganterin Raka dulu ke SSB. Inikan hari minggu, jadwalnya dia main bola." Jelasnya padaku.
"Oalah begitu, oh iya ada yang mau dibicarakan atau gimana mas? Tadi kata Anin mas mau ketemu aku."
"Em enggak Run, cuma rencananya mau ngajakin kamu jalan-jalan. Mau nggak?" Ajak mas Alif.
"Jalan-jalan? em kemana?"
"Ya kemana aja, atau kamu sudah ada janji ya sama Genta?" Tanya mas Alif.
"Eh enggak kok mas, yaudah ayo Aruni mau. Tapi tunggu sebentar ya, mau ganti baju dulu."
__ADS_1
Mas Alif mengangguk sambil tersenyum "Jangan lama-lama."
" Sial, kenapa senyum mas Alif itu manis si. Dilihat-lihat dari dekat dia memang tampan, hehe." Kataku dalam hati.
"Oke, sebentar kok."
Aku bergegas mengganti bajuku, aku memilih celana jeans berwarna baby blue dan baju rajut berwarna putih. Di padupadankan dengan sepatu kats putih dan tas slempang. Rambut kubiarkan tergerai.
"Widih cantik banget, mau kemana?" Tanya Anin.
"Jalan sama mas Alif." Jawabku sambil mengoleskan lipcream ke bibirku.
"Hah jalan sama mas Alif? Run kamu serius? terus nanti kalau ada mas Genta kesini nyariin kamu aku harus gimana?"
"Ish cerewet banget sih, ya tinggal bilang aja aku lagi jalan sama mas Alif." Kataku santai.
"Apa kamu nggak takut nanti dia cemburu?"
"Biarin aja lah Nin, lagian hubunganku sama dia saja sampai sekarang nggak ada kejelasan. Walaupun sudah sama-sama tau saling suka, tapi aku digantung kaya jemuran."
"Hm curhat bu, yaudah lah terserah kamu aja. Ingat loh Run, hati-hati sama mas Alif." Kata Anin dengan muka serius.
"Iya Anin, gapapa ya aku tinggal sendiri dirumah. Dadah." Kataku sambil keluar menuju teras.
Mas Alif tak berkedip ketika melihatku datang dari dalam, dia melihatku dari atas sampai kebawah.
"Mas.." Kataku sambil melambaikan tangan didepan wajahnya.
"Eh iya Run, sudah siap?" Tanya mas Alif sedikit gerogi.
"Sudah, yuk."
Aku dan mas Alif pun pergi jalan-jalan dengan mengendarai sepeda motor sport milik mas Alif. Aku pun tak tau kita akan pergi kemana.
Padahal tadi aku sangat merasa malas untuk pergi keluar, tapi sewaktu mas Alif mengajakku pergi rasanya tidak ingin menolak. Ya hitung-hitung bikin mas Genta sedikit cemburu kalau tau aku sama mas Alif pergi berdua, hehe.
🍂
🍂
🍂
__ADS_1