MEREKA SEMUA TEMANKU

MEREKA SEMUA TEMANKU
Mengintai


__ADS_3

Kami bertiga ditambah dengan tiga teman gaibku pun segera pergi menuju desa eyang, kira-kira perjalanan dari desa simbah ke desa eyang membutuhkan waktu 15 menit dengan menggunakan mobil.


Ibu menitipkan kue bolu coklat kepadaku untuk eyang dan eyang putri


"Apakah nanti kita akan langsung ke rumah Alif?"tanya Sander


"Aku fikir kita harus mendiskusikannya terlebih dahulu dengan eyang Gitarja,karena menurutnya kita jangan sampai salah langkah"jawab mas Genta


"Jadi kemarin mas sudah berbicara dengan eyang mengenai mas Alif dan Raka?"tanyaku pada mas Genta


Mas Genta mengangguk "Menurut eyang Alif itu orangnya pendiam,jarang bersosialisasi dengan orang sekitar dan juga orangnya tertutup,sangat berbeda dengan pak Karman"jelas mas Genta kepada kami semua


"Iya benar,oak Karman itu orangnya ramah,baik,sangat senang membantu orang yang sedang kesusahan bahkan saat dulu suami mbah inem sakit dan tidak punya biaya untuk berobat,pak Karman lah yang menanggung semua biaya pengobatan tersebut dan dia tidak mau diganti uangnya oleh mbah inem dan suami"celetuk Anin


"Ah begitu ya?sangat dermawan sekali pak Karman itu"ucapku sambil tersenyum


"Aku sangat menghawatirkan keadaan Raka"ucap Anin penuh kecemasan


"Apa kau dekat dengan Raka nin?"tanyaku pada saudaraku itu


"Dibilang dekat sih ndak,tapi beberapa kali Raka selalu main ke rumah bersama simbah dan ibu.Aku ndak bisa banyangin anak seceria itu harus berada ditangan orang keji seperti mas Alif"ucap Anin


Aku menarik nafas panjang "Kau sabar saja nin,berdoa sama gusti Allah semoga semuanya berjalan lancar,karena niat kita baik ingin membebaskan Raka dari mas Alif"ucapku sambil tersenyum kepada Anin


Beberapa saat kemudian kami telah sampai didesa A desa eyang Gitarja,tetapi kami tidak langsung untuk mengintai kediaman mas Alif melainkan ke rumah eyang terlebih dahulu.Selain mendiskusikan bagaimana rencana nantinya untuk menghadapi Alif,aku dan Anin sangat merindukan eyang putri,maklum jarang bertemu hehe


"Ini rumah siapa Aruni?"tanya Sander sambil memandang sekeliling bangunan rumah joglo yang amat nyaman dan asri tersebut


"Rumah eyang.. kita ke rumah eyang dulu,selain membahas rencana mengenai Raka dan mas Alif aku sangat merindukan eyang putri"ucapku pada Sander


Sander hanya ber oh ria saja,ia langsung menghampiri uwo-uwo dan cong-cong yang sedang duduk-duduk di atas pohon mangga didepan rumah eyang


"Assalamualaikum"


"Assalamualaikum"ucapku


"Waalaikumsalam"jawab seorang wanita dibalik pintu itu (ceklek) seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di usia senja nya dengan ciri khas rambut yang selalu dikonde rapi,ya itulah eyang putri


"Masyaallah putu-putuku,nduk cah ayuuu" (Masyaallah cucu-cucuku,anak cantik) ucap eyang putri sambil memelukku dan juga Anin


"Eyang putriiii,Runi sama Anin kangen bangetttt"


Eyang melepaskan pelukannya "Eyang putri juga kangen sama kalian berdua" eyang menatap seorang pria disampingku "Ealah cah bagus melu to?sehat Nang?" (ya ampun anak ganteng ikut juga? sehat nak?) sapa eyang putri kepada mas Genta


Mas Genta menyalami tangan eyang putri "Alhamdulillah,sehat eyang"jawabnya sambil tersenyum


Kamipun segera masuk kedalam rumah


"Eyang,ini tadi ibu nitip kue bolu coklat buat eyang sama eyang putri,mereka juga kirim salam katanya kapan-kapan mau main ke sini"ucapku sambil menyerahkan paper bag berisi kue bolu itu


"Alhamdulillah suwun yo nduk,lah iya to kudu kue dolan mrene"(Alhamdulillah terimakasih ya nduk,lah iya dong harus itu main kesini) jawab eyang


"Eyang Gitarja mana yang?"tanya mas Genta

__ADS_1


"Sedang dikamar mandi, sebentar ya eyang panggilkan dulu.kalian mau minum apa?"tanya eyang putri


"Halah eyang ini kayak tamu aja,kita kan cucu eyang nanti kalo haus ambil sendiri wes"ucap Anin yang sedang memakan keripik


"Halah yo wes iyo-iyo eyang manut"(Halah ya sudah iya-iya eyang nurut) jawab eyang sambil tersenyum dan menggeleng kepalanya


"Kamu ini lho ndak dimana-mana makan terus kerjaanmu"cetusku pada Anin yang sedang sibuk mengunyah


"Kamu ini Run kaya ndak tau Anin saja"ucap mas Genta


"Ndak makan mati,lagian kita ini mau menjalankan sebuah misi yang besar jadinya ya perlu banyak tenaga dong"ucap Anin


"Iya tenaga banyak,tenaga untuk pingsan"celetuk Sander yang tiba-tiba ada diantara kami semua bersama uwo-uwo dan cong-cong


Aku dan mas Genta yang bisa mendengar Sander berbicara pun tertawa terbahak-bahak membuat Anin kebingungan


"Kenapa kalian tertawa?"tanya Anin kebingungan


"Ti tidak tidak apa-apa"ucapku sambil menahan tawa


Anin hanya memicingkan matanya kepadaku dan memasang muka masam, tiba-tiba eyang dan eyang putri datang dari arah dalam


"Bocah ayu kok lambene muncu-muncu ngono to nduk"(Anak cantik kok mulutnya mencucu kaya gitu sih) kata eyang yang sudah duduk di sofa depan


"Eh eyang,ini nih Aruni sama mas Genta ngeselin"ucap Anin dengan merenges


Eyang hanya menggelengkan kepalanya


"Jadi kalian kesini mau membahas penyelidikan tentang Alif dan Raka itu"ucap eyang to the poin


Eyang tersenyum kecil "Genta sudah menceritakan semuanya ke eyang nduk"


"Ah begitu"jawabku


"Jadi gimana yang?"tanya mas Genta


Eyang menarik nafasnya dalam-dalam "Eyang merasakan Alif itu bukan seperti Alif yang biasa orang-orang lihat,yang orang lihat Alif itu pendiam,sayang kepada anak kecil tetapi sebenarnya dia tidak seperti itu"ucap eyang


"Maksut eyang bagaimana?"tanya Anin


"Simbah kalian pasti sudah memberitahu kalian kan mengenai ilmu hitam yang Alif gunakan?"ucap eyang


"Jadi benar yang mas Alif bersekutu dengan ilmu hitam?"tanyaku serius


Eyang menganggukkan kepala "Iya nduk,jadi eyang berpesan pada kalian semua untuk selalu waspada dan berhati-hati dengan Alif"ucap eyang serius


Aku mencari kebenaran dimata eyang tentang mas Alif dan aku melihat kebenaran dan keseriusan disana


"Kapan kalian akan mulai mengintai?"tanya eyang


"Rencananya hari ini kami akan memulainya eyang,mohon doa nya semoga semua berjalan lancar"jawab mas Genta


"Pasti,pasti cah bagus eyang akan selalu mendoakan kalian"

__ADS_1


Ada kelegaan dihati kami saat mendiskusikan hal ini dengan eyang


"Aruni,cukup lama kamu tidak bertemu eyang ternyata teman gaibmu sudah bertambah banyak ya"ucap eyang sambil melirik ketiga teman gaibku


"Hehe iya yang,ini sander, uwo-uwo,dan cong-cong.tidak apa-apa kan Aruni berteman dengan mereka?"


Eyang tersenyum "Iya nduk,eyang lihat mereka bertiga ini sangat menyayangimu dan eyang yakin mereka bisa menjadi bodyguard yang baik untukmu, Genta,dan juga Anin"ucap eyang


Aruni tersenyum "Terimakasih eyang"


-


Kami mulai menyusun rencana,awalnya kami akan mengirimkan Anin ke rumah mas Alif untuk berpura-pura ingin menemui Raka karena mas Alif juga tau kalau dulu Raka sering main dirumah Simbah.


"Gimana nin kamu siap kan?"tanyaku pada Anin


"Aman... santai... serahkan semuanya ke Anin"jawabnya sambil membusungkan dadanya


"Halah sok banget kamu"ucapku sambil memutar bola mataku


"Awas saja nanti kalau tiba-tiba pingsan"celetuk Sander


Aku terkekeh "Kau menemani Anin ya tapi dari kejauhan saja,dan ingat jangan sampai mas Alif mencurigai keberadaan mu Sander"ucapku pada Sander


Sander terkejut "What?ga salah nih aku disuruh nemenin saudaramu yang super duper ngeselin itu?"protesnya


"Kau meminta siapa untuk menemaniku?"tanya Anin


"Sander,hantu bule kesayanganku"jawabku santai


"Kau gila ya?undang Lee min ho kek buat nemenin aku eh ini malah minta demit yang menenin aku"protes Anin


"Husttt udah diem ndak usah protes,Sander itu baik"ucapku pada Anin


Akhirnya Anin pun menurut


🍂


🍂


🍂


🍂


Alhamdulillah bisa up,maaf telat up episode barunya soalnya ada kesibukan di real life nya author 😁😁


Stay tune ya readerskuuuuu 💗💗💗


Follow Ig author yaa @putriirzkaa kalau mau difollback DM aja xixi


Jangan lupa like, komen, dan bunganya jugaa 🍅🍓


Vote juga jangan lupa

__ADS_1


SALAM SERAM MANJA DARI AUTHOR >3


__ADS_2