
Saat sampai dirumah eyang, ternyata eyang dan eyang putri sedang pergi ke kondangan. Jadi kami memutuskan untuk langsung pergi kerumah Alif.
"Gimana ini mas, eyang tidak ada dirumah." Ucapku pada mas Genta.
"Em ya sudah, mita langsung ke rumah Alif saja kalau begitu. Agar tidak mengulur waktu juga."
Kamipun segera menuju ke rumah Alif. Sesuai dengan rencana kami tempo hari, bahwa Anin lah yang akan meminta izin Alif untuk membawa Raka jalan-jalan.
"Aku sama mas Genta tunggu dimobil ya, seperti kemarin." Ucapku pada Anin saat dia akan keluar dari mobil.
"Iya-iya, eh tapi teman gaibmu ikut denganku lagi kan seperti kemarin?"
"Masa cuma minta izin teman gaibku harus ikut sih."
"Ya nggak papa lah, biar dia juga ada kerjaan."
"Enak aja bilang aku nggak ada kerjaan, bilang aja kalau dia itu takut sendirian kerumah si Alif." Cetus Sander
Aku terkekeh mendengar ucapan Sander "Udah sana lah sendirian aja."
"Tapi Aruni, yang dikatakan Anin ada benarnya juga.sebaiknya Sander ikut dengan Anin kerumah Alif, ya untuk jaga-jaga." Usul mas Genta
Aku memanggut-manggut "Baiklah, Sander kau ikut bersama dengan Anin ya."
"Iya-iya, kenapa lagi-lagi harus aku sih yang berurusan dengan gadis menyebalkan itu." Gerutu Sander.
Anin dan Sander pun segera menuju ke kediaman Alif. Sesampainya dirumah Alif, rumah itu terlihat sepi sekali.
"Kok sepi ya, apa Alif dan Raka sedang tidak dirumah?aku coba ketuk aja deh."
"Assalamualaikum." Anin mengetuk pintu rumah Alif dan belum ada jawaban dari sang empunya rumah.
"Assalamualaikum." Kali ini Anin memberi salam dengan sedikit keras.
Beberapa saat kemudian, handel pintu rumah Alif terbuka dari dalam.
"Waalaikumsalam, Anin?" Alif mengerutkan keningnya.
Anin tersenyum menampilkan deretan gigi-giginya "Hai mas, apa kabar?"
"Baik." Jwab Alif dengan dingin.
"Kebetulan sekali Anin datang kemari, aku harus menjadikan ini sebagai kesempatan agar bisa mendapatkan sehelai rambut milik Aruni." Ucap Alif didalam hatinya.
"Em Raka ada mas?" Anin mencoba menengok-nengok kedalam rumah Alif.
"Ada, kenapa?"
"Kalo ngobrolnya sambil duduk lebih enak deh kayaknya mas."
Tanpa basa-basi Alif pun segera duduk dikursi teras depan rumah.
"Silahkan duduk." Ucap Alif.
Anin pun segera duduk setelah dipersilahkan oleh Alif.
"Jadi kedatanganku kesini ingin meminta izin pada mas Alif untuk membawa Raka jalan-jalan ditaman desa mas."
"Jalan-jalan?"
"Iya, jalan-jalan boleh kan mas?"
"Siapa saja?"
"Em hanya aku, mas Genta, dan juga Aruni."
__ADS_1
Saat mendengar nama Aruni, otak Alif pun seperti ada lampu didalamnya.
"Aruni?" Ucap Alif.
"I i iya mas Aruni."
"Dimana dia?"
"Em Aruni menunggu dirumah eyang mas." Jawab Anin bohong pada Alif.
"Aku bisa aja mengizinkan Raka pergi bersama kalian, asalkan Aruni yang meminta izin langsung kepadaku."
Anin mengerutkan keningnya "Kenapa harus Aruni?" Tanya Anin penasaran.
Alif berdiri, dan berjalan menuju depan "Bukankah dia yang punya rencana ini." Alif membalikkan badannya ke arah Anin.
Anin gelagapan mendengar ucapan Alif "Ah itu,em i i iya mas."
"Kau panggil Aruni kemari, aku akan bantu Raka untuk bersiap." Alif langsung pergi menuju kedalam rumahnya.
Anin melongo mendengar ucapan Alif.
"Huh dasar menyebalkan, belum sempat aku menjawabnya dia sudah pergi kedalam saja." Gerutu Anin dalam hati.
Anin pun segera menuju ke mobil mas Genta untuk memberitahu Aruni perihal permintaan Alif tadi.
"Bagaimana nin, apakah Alif mengizinkannya?" Anin langsung dicecar pertanyaan oleh Aruni.
"Aku sedikit aneh dengan permintaan Alif."u
Ucap Anin.
"Permintaan Alif?" Ucap mas Genta.
"Jadi begini, tadi aku meminta izin pada mas Alif untuk membawa Raka jalan-jalan ke taman desa kan. awalnya dia tidak begitu tertarik dengan ucapanku, tetapi waktu dia bertanya Raka akan pergi dengan siapa saja dan aku menjawab bersama kalian. Saat mendengar namamu Run, matanya langsung berubah." Ucap Anin.
"Ya berubah mas, yang tadinya dia tidak begitu tertarik dengan ucapanku setelah mendengar nama Aruni matanya langsung berbinar-binar. Dan yang bikin anehnya lagi, dia mau mengizinkan Raka pergi bersama kita asalkan Aruni langsung yang meminta izin kepadanya." Ucap Anin dengan wajah yang serius.
"Apa?!" Aku terkejut mendengar ucapan Anin.
"Aneh sekali, kenapa harus Aruni?" Ucap mas Genta.
"Kayaknya mas Genta bakalan ada saingan deh." g
Goda Anin.
"Ah kamu ini bisa aja."
"Jadi gimana Run, memangnya kamu mau minta izin langsung sama Alif?" Tanya Anin.
"Ya mau tidak mau, rencana ini kan sudah kita pikirkan matang-matang.masa iya gagal gara-gara aku tidak mau minta izin pada Alif, egois sekali aku." Jawabku sambil tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, tapi kamu kesana sendiri ya." Ucap Anin
"Iya-iya beres."
"Run, hati-hati ya." Mas Genta memegang tanganku.
Aku menoleh dan tersenyum pada mas Genta "Mas tenang saja, Aruni bakal baik-baik aja kok."
Mas Genta menganggukk dan tersenyum.
*
*
__ADS_1
*
Alif sedang berada dikamar Raka, ia membantu Raka bersiap.
"Inget, nanti jangan berani-berani ngomong yang macem-macem sama Aruni dan Anin. Awas aja kalau sampai ketahuan." Ujar Alif.
"Iya om Raka nggak bakal bilang apa-apa kok." Jawab Raka
Raka sangat senang hari ini, karena dia akan pergi jalan-jalan bersama dengan Anin, Aruni, dan juga Genta.
Ia ingin melepaskan sejenak beban yang ia tanggung selama ini, dia ingin tersenyum sepanjang hari ini.
Tok tok tok
"Assalamualaikum." Ucap Aruni
"Aruni, itukah dia?" Ucap Alif dalam hatinya.
"Sudah siap, ingat ya kamu harus bisa mengambil satu helai rambut milik Aruni bagaimana pun caranya." Ucap Alif pada ponakannya tersebut.
"Tapi om, rambut mbak Runi mau buat apa?"
"Udah deh, nggak usah banyak tanya!" Bentak Alif.
Raka tertunduk "Maaf om."
Raka dan Alif pun segera menghampiri Aruni diteras depan
"Waalaikumsalam, maaf lama." Ucap Alif saat membuka pintu.
"Tidak masalah mas, hai Raka." Aruni melambaikan tangannya pada Raka
"Mbak Runi, Raka kangen." Raka memeluk erat Aruni.
"Mbak juga, hari ini kita jalan-jalan ya."
Raka mengangguk penuh antusias.
"Jadi aku boleh membawa Raka pergi mas?" Tanya Alif.
"Lakukanlah sesuai rencanamu Aruni, dan akan aku pastikan kau tidak akan mendapatkan apa yang kau inginkan." Ucap Alif sambil tersenyum sinis.
"Apa maksudmu?" Aruni mengerutkan keningnya.
"Aku banyak urusan, jangan pulang terlalu sore kalau kau masih ingin bertemu dengan Raka." Alif langsung masuk kedalam rumah.
Aruni berdiri mematung menatap kepergian Alif "Benar-benar pria yang misterius." Ucapku dalam hati.
Aruni menarik tangan Raka dan mengajaknya pergi menuju ke mobil mas Genta.
Apakah Raka berhasil mengambil rambut Aruni?🤔
🍂
🍂
🍂
🍂
Alhamdulillah bisa up lagi,stay tune ya readerskuuuuu 💗💗💗
Follow Ig author yaa @putriirzkaa kalau mau difollback DM aja xixi
Jangan lupa like, komen, dan bunganya jugaa 🍅🍓
__ADS_1
Vote juga jangan lupa.
SALAM SERAM MANJA DARI AUTHOR >3