
Sore harinya simbah,budhe,dan ibu sudah kembali ke rumah. aku yang baru saja selesai mandi dan berganti pakaian pun menghampiri simbah yang tengah bersantai di kursi goyang kesayangannya tersebut.
"Simbahhh"panggil Aruni sambil bergelendot manja kepada simbah putrinya tersebut
"Ono opo cah ayu"(ada apa anak cantik) jawab simbah sambil mengelus rambut Aruni
"Em simbah tadi darimana?tadi mas Genta nyariin simbah loh"ucapku pada simbah
"Oh ya?cah bagus itu nyari simbah?simbah tadi pergi jalan-jalan nduk sama budhe dan ibumu,ya sekalian ngecek perkebunan dan sawah"jelas simbah kepadaku
Ya,simbah memang memiliki perkebunan teh yang luas dan juga sawah berhektar-hektar.
Perkebunan dan sawah itupun menjadi lapangan pekerjaan bagi warga sekitar
"Ah begitu,mas Genta titip salam buat Simbah tadi"ucapku sambil tersenyum
Simbah tersenyum "Waalaikumsalam,duh dapet salam dari calon cucu menantu"goda simbah padaku
"Ihh simbah kok jadi ikut-ikutan Anin sih"aku memonyongkan bibirku
Simbah terkekeh "Ora usah muncu-muncu ngono kui nduk,mengko malah Genta ora seneng maneh ning de'e"(ngga usah monyong-monyong gitu nduk,nanti Genta jadi ndak suka sama kamu)
"SIMBAHHHH"pipiku merah merona
Simbah hanya tertawa
"Em sebenarnya ada yang ingin Aruni tanyakan pada simbah"
"Apa itu nduk?"tanya simbah penasaran sambil menyeruput teh manis miliknya
"Apa simbah kenal pak Karman?"
Simbah mengerutkan keningnya sambil berfikir
"Pak Karman juragan beras itu nduk?yang beberapa bulan lalu meninggal karena seragan jantung to"ucap simbah
Aku menggaruk kepalaku yang tak gatal "Em Aruni tidak tau persis pak Karman yang mana mbah,tapi didesa ini pak Karman itu ada berapa?"tanyaku lagi pada simbah
"Ya kalau didesa ini pak Karman ya cuma itu juragan beras yang beberapa bulan lalu meninggal karena serangan jantung nduk,memangnya ada apa kamu tanya tentang pak Karman?"tanya Simbah penasaran
Tiba-tiba ibu,budhe,dan Anin ikut bergabung bersama aku dan simbah.
"Ada apa ini kok kayaknya serius banget"tanya ibu sambil membawa satu piring berisi gorengan hangat
Aku menarik nafas panjang dan menceritakan semua tentang pak Karman kepada keluargaku,dari awal mas Genta yang didatangi sosok arwah pak Karman hingga anak pak Karman yang diperlakukan semena-mena dan semua hak waris anak pak Karman diambil alih oleh pamannya yang notabennya adalah adik kandung dari pak Karman.
Simbah menggelengkan kepalanya mendengar ceritaku itu "Sungguh keji sekali si Alif itu,mengambil hak anak yatim-piatu dan juga berbuat semena-mena kepadanya"
"Oh jadi orang itu bernama Alif"gumamku dalam hati
"Aku ndak nyangka lho mas Alif tega berbuat seperti itu, padahal kalo didepan banyak orang mas Alif memperlakukan Raka seperti seorang paman yang sangat menyayangi keponakannya"ucap budhe yang sudah tersulut emosi
"Biasa dek,sikapnya didepan banyak orang itu hanya pencitraan.padahal aslinya dia ya begitu seperti yang dikatakan Aruni tadi"ucap ibu
"Jadi tadi mas Genta kesini membahas masalahnya pak Karman ini Run?"tanya Anin kepadaku
Aku menganggukkan kepala "Kamu tau pak Karman?"
"Lah wong dia juragan beras siapa yang ndak kenal lagian dia juga orangnya tuh baik banget Run,iyakan mbah?"ucap Anin
__ADS_1
Simbah tersenyum "Iya nduk kamu bener,pak Karman itu orangnya baik banget"
Aku memanggut-manggut "Kalau tentang mas Alif,adiknya pak Karman gimana mbah?"tanyaku pada simbah
"Kalau Alif kan tinggalnya pisah sama kangmasnya dia tinggal didesa sebelah dirumah peninggalan orangtua mereka, jadi simbah tidak terlalu tahu tentang dia.Setau simbah dia itu orangnya pendiem,ndak banyak bicara nduk bisa dibilang dia orangnya tertutup"jelas simbah kepadaku
"Berarti sekarang Raka tinggal sama mas Alif dirumah yang mana?"tanyaku lagi
"Setelah 7 hari pak Karman meninggal, Alif langsung menjual rumah Karman katanya sih itu wasiat dari Karman sebelum dia meninggal.Terus Raka diboyong sama Alif ke rumah yang didesa sebelah"
"Apa Raka itu anak semata wayang pak Karman?terus dimana istrinya?"
"Bu Siti meninggal satu tahun lalu karena penyakit stroke nduk,dan Raka itu anak semata wayangnya pak Karman dan Bu Siti"jawab budhe Ratih
"Oh begitu to,kenapa Raka tidak diasuh sama keluarga dari almarhumah Bu Siti saja?"tanyaku
"Mereka semua diluar provinsi nduk,lagipula mereka semua orang sibuk jadinya Alif yang disuruh menjaga dan merawat Raka"ucap simbah
"Sebentar, mas Alif dan Raka tinggal dirumah peninggalan orangtuanya didesa sebelah kan,berarti didesa eyang dong"ucapku meminta kebenaran dari semua
Simbah menganggukkan kepala "Iya nduk benar,jarak rumah Alif sama eyangmu juga hanya selisih 5 rumah saja"
"Wih clue nya udah jelas banget,berarti eyang tahu semua tentang mas Alif itu,okedeh nanti aku akan memberitahu mas Genta perihal ini"gumamku dalam hati
"Kamu mau menolong hantu pak Karman Run?"tanya Anin
Aku menganggukkan kepala "Insyaallah,selagi aku bisa aku akan membantu"jawabku sambil tersenyum
"Aku ikut lagi ya"ucap Anin antusias
Aku memicingkan mataku "Emang udah ndak takut hantu?"cibirku pada Anin
Anin menggaruk kepalanya yang tak gatal "Hehehe dibilang takut ya takut lah tapi kalo diinget-inget misi yang kemaren aku jadi pengen ikutan lagi"jawabnya
Aninpun hanya memonyongkan bibirnya
"Simbah pesen sama kamu,kamu juga harus tetap hati-hati nduk.simbah dengar Alif itu juga bermain ilmu hitam tapi entahlah itu benar atau tidak"ucap simbah
"Ilmu hitam?"gumamku dalam hati
"Em nggih mbah, Aruni pasti akan hati-hati"jawabku sambil tersenyum agar tidak membuat keluargaku khawatir
Akupun berpamitan kembali ke kamar karena ingin beristirahat dan sekalian menghubungi mas Genta hehe.Ternyata ponsel mas Genta sedang tidak aktif saat aku menelfonnya
"Hem tidak aktif,ya sudah lah nanti lagi saja aku menghubungi mas Genta lagi"ucapku
"Bagaimana,kau sudah mendapatkan informasi mengenai keluarga pak Karman itu Aruni?"tanya uwo-uwo yang tiba-tiba sudah ada didepanku
"Astaghfirullah kalian ini kenapa suka sekali membuatku kaget sih"ucapku sambil mengelus-elus dadaku karena kaget
"Hehe maaf"ucap uwo-uwo sambil tersenyum
"Dibahas nanti saja ya,aku lagi ndak mood nih"ucapku lesu
"Halah cuma gara-gara telfonmu ndak diangkat Genta kok sampai begitu sih"goda Sander
"Jadi hantu ndak usah sok tahu bisa ndak sih"ucapku sambil memicingkan mataku
"Tapi benar kan apa yang aku katakan"tanya Sander
__ADS_1
Aku menggaruk kepalaku yang tak gatal "Hehe iya sih,eh dimana cong-cong?"tanyaku pada uwo-uwo dan Sander karena cong-cong tidak terlihat dari tadi
Uwo-uwo mengangkat bahunya "Entahlah,semenjak tadi kami duduk-duduk diatas genteng dia tidak terlihat"
"Semoga saja dia tidak berbuat onar lagi"ucapku
"Aku rasa tidak mungkin dia melakukan itu"ucap uwo-uwo penuh keyakinan
Beberapa saat kemudian kulihat cong-cong melesat menghampiri kami melalui jendela, akupun segera menginterogasinya
"Darimana saja kamu pergi tidak bilang-bilang"ucapku pada cong-cong,sudah seperti seorang kakak yang menginterogasi adiknya ketika pulang larut malam hehe 😅😅
"Hehe maaf tidak izin denganmu tadi pergi jalan-jalan sebentar ke rumah lamaku,entah kenapa tiba-tiba saja aku merindukan rumah lamaku jadi aku pergi kesana"jawab cong-cong dengan tersenyum
Aku menghela nafas "Lain kali kalau mau pergi bilang dulu kepadaku,ini juga berlaku untuk kalian berdua sander dan uwo-uwo.jangan malah main pergi-pergi saja!"
"Iya Aruni aku minta maaf ya"ucap cong-cong sambil tertunduk
Aku tersenyum "Iya aku memaafkanmu tetapi lain kali tidak boleh diulangi lagi ya,sudahlah kau tak perlu sedih seperti itu"jawabku
Cong-cong pun tersenyum kembali
"Kenapa namaku dibawa-bawa?"ucap uwo-uwo
"Gara-gara elu nih cong,gua jadi kena marah dah"ucap Sander
Aku mengerutkan keningku "Belajar sama siapa kamu bicara seperti itu hah"tanyaku pada Sander yang berbicara dengan gaya anak Jaksel 🤣
"Hehe kemarin aku bertemu kakak hantu ganteng,dan gaya bicaranya dia seperti itu"ucapnya malu-malu
Aku terkekeh mendengar penjelasan Sander "Kalian semua ini ada-ada aja sih kelakuannya"ucapku sambil menggelengkan kepala
"Nanti aku coba bicara seperti itu ah kepada Genta"ucap Sander antusias
"Ngomong-ngomong tentang Genta,tadi aku bertemu dengannya dijalan,Aruni"ucap cong-cong
"Kau melihatnya dimana?"tanyaku pada cong-cong
"Di pertigaan jalan depan sana sebelum gapura desa sebelah"ucap cong-cong
"Ah begitu pantas saja tadi aku telfon dia tidak angkat, ternyata dia sedang dijalan"ucapku sambil tersenyum
"Makanya jangan selalu berburuk sangka dulu kepada orang"ucap uwo-uwo
"Hehe iya-iya deh iyaaa"jawabku pada uwo-uwo
🍂
🍂
🍂
🍂
Alhamdulillah bisa up satu episode lagi,stay tune ya readerskuuuuu 💗💗💗
Follow Ig author yaa @putriirzkaa kalau mau difollback DM aja xixi
Jangan lupa like, komen, dan bunganya jugaa 🍅🍓
__ADS_1
Vote juga jangan lupa
SALAM SERAM MANJA DARI AUTHOR >3