MEREKA SEMUA TEMANKU

MEREKA SEMUA TEMANKU
The ghost genk genit


__ADS_3

"Kira-kira kenapa ya dia seperti itu, bisa-bisanya dia mendadak bersikap ramah seperti tadi."


"Entahlah, sudah jangan terlalu dipikirkan. Mungkin dia sudah insyaf, positif thinking saja. Nggak baik suudzon sama orang." Ujar Anin.


"Widih tumben otak kamu bisa bijak kaya gitu." Cibirku sambil bertepuk tangan kecil.


Anin memicingkan matanya "Gini-gini juga aku bisa puitis kali." Jawabnya dengan bibir manyun.


Aku tertawa terbahak-bahak "Iya deh iya, si paling puitis hahaha."


***


Bel sekolah telah berbunyi, menandakan waktu pulang telah tiba. Semua siswa berjalan keluar dari kelasnya masing-masing menuju rumah mereka. Begitu juga denganku dan Anin, tetapi saat aku keluar dari dalam kelas aku tidak melihat teman-teman gaibku.


"Mereka kemana sih, nggak tahu udah waktunya pulang apa!" Ujarku kesal karena tidak menemukan keberadaan mereka.


"Kamu marah-marah sama siapa si? perasaan dari tadi aku disini deh." Tanya Anin.


"Siapa juga yang marah-marah sama kamu, teman-teman gaibku sejak tadi tidak terlihat. Ini kan sudah waktunya pulang sekolah." Jawabku sedikit jengkel.


"Ya kamu panggil aja mereka, pasti langsung datang kan." Celetuk Anin.


"Kalau bisa, daritadi aku nggak perlu marah-marah seperti ini." Sahutku.


"Huh marahnya sama teman gaib kok aku juga yang ikut dijengkelin sih, udah ah sana kamu cari dulu. Aku tunggu di parkiran ya." Ucap Anin sambil berjalan ke arah parkiran depan sekolah.


"Awas aja kalau sampai ninggalin aku." Ancamku pada Anin.


"Iyaa."


Aku berjalan kesana-kemari memikirkan dimana teman-teman gaibku berada, tidak biasanya mereka seperti ini.


"Ah iya, pertama kali aku bertemu Sander kan dikamar mandi. Aku coba cek kesana deh."


Aku berjalan ke arah kamar mandi, tempat dimana aku dan Sander pertama kali bertemu. Masih ada beberapa siswa yang berada disana.


"Kamar mandinya penuh Run, anak-anak sakit perut gara-gara makan mie setan yang dijual ibu kantin." Ujar salah satu temanku yang melihatku masuk ke kamar mandi.


"Ah begitu, aku cuma pengen cuci muka aja kok nggak ke kamar mandi." Jawabku bohong.


Aku berjalan mendekati wastafel dan mulia membasuh mukaku.


"His mereka kemana sih, dicari disini juga nggak ada. Bikin tambah kesel aja kalau kaya gini, aku harus cari mereka kemana lagi coba." Gerutuku dalam hati.


"Ah iya, waktu itu Uwo-uwo pernah bilang beberapa hari ini mereka suka duduk-duduk di pohon mangga dekat kantin. Apa jangan-jangan mereka ada disana ya? coba aku cek aja deh." Ucapku dalam hati.


"Udah Run?" Tanya Sinta, teman sekelas ku.


"Udah Sin, aku duluan ya. Makanya kalau makan itu jangan yang pedes-pedes, jadi kaya gini kan." Jawabku sambil tersenyum.


"Hehe iya, abisnya penasaran sama rasanya. Hati-hati dijalan ya." Ujar Sinta.

__ADS_1


Aku menganggukkan kepala sambil melambaikan tangan pada Sinta. Aku berjalan sedikit terburu-buru menuju area kantin.


"Awas aja kalau sampai bener ada disana, aku kurangin jatah ayam goreng kalian." Umpatku kesal.


Sesampainya di kantin, pandanganku langsung tertuju pada ketiga makhluk gaib yang sedang tersenyum dan memandang genit pada sosok perempuan diatas pohon mangga.


"ASTAGA KALIANN!! aku dari tadi mencari kalian kemana-mana nggak taunya malah lagi genit-genitan disini. Dasar hantu gatel." Teriakku pada ketiga teman gaibku.


"Eh kau Aruni, memangnya sudah waktunya pulang ya? kenapa aku tidak mendengar suara bel berbunyi." Ujar Uwo-uwo sambil menggaruk kepalanya yang berbulu sambil tersenyum.


"Itu karena kamu terlalu genit, aku daritadi khawatir pada kalian. Aku takut terjadi sesuatu, eh ternyata seperti ini." Ucapku sambil melipat kedua tanganku didada.


"Maafkan aku Aruni, Uwo-uwo yang mengajak kami kemari. Iyakan Nder?" Celetuk Cong-cong meminta pembelaan dari Sander.


"Iya benar, kami sebenarnya tidak mau tapi Uwo-uwo memaksa kami. Mau tidak mau ya kami ikut hehe." Sahut Sander.


"Pandai sekali kalian bersilat lidah, huh dasar." Timpal Uwo-uwo.


"Sudah-sudah diam, memangnya siapa sosok perempuan itu? sampai-sampai kalian semua lupa kepadaku." Ucapku sedikit sinis walaupun hanya bercanda.


"Dia hantu baru Run, aku tidak sengaja bertemu dengannya dipinggir jalan beberapa hari yang lalu. Karena dia diajak ngobrolnya asik, akhirnya aku menjadikan dia sebagai teman." Jelas Uwo-uwo.


"Dimana dia sekarang? kenapa waktu aku kemari dia langsung menghilang." Tanyaku penasaran.


"Dia takut kepadamu, karena tadi kau sempat marah-marah." Ujar Cong-cong.


"Bagaimana aku tidak marah, teman-teman gaibku tiba-tiba saja menghilang begitu saja." Ucapku dengan jengkel.


"Iya-iya aku maafkan, sekarang dimana dia? aku ingin bertemu." Ucapku penasaran.


"Gadis manis, kemarilah jangan takut pada Aruni. Dia itu teman manusia kami, tenang dia itu tidak jahat." Panggil Uwo-uwo.


"Cih dasar hantu gatel, bisa-bisanya dia seperti itu." Cibirku.


"Dia kan makhluk tua yang sedang membutuhkan kasih sayang." Celetuk Sander yang sedang memainkan ulat diatas pohon.


"Aku tidak mendengar apa yang kau katakan, bisa coba ulangi sekali lagi?" Pinta Uwo-uwo dengan nada dingin.


"Hehe ampun Wo, aku hanya bergurau saja."


Aku menggelengkan kepala "Cepat Wo, panggilkan dia." Desakku pada Uwo-uwo.


"Iya-iya, gadis manis kemarilah." Panggil Uwo-uwo.


Tiba-tiba saja sesosok perempuan berbaju putih yang dipenuhi tanah dengan rambut panjang andalannya dan juga wajah dan kepala yang sedikit hancur muncul diantara kami.


"Hai, tolong jangan marahi mereka. Mereka tadi hanya menemaniku disini. Kalau kau mau marah, marahi saja aku." Ucap sosok perempuan itu sambil menunduk.


Aku terkekeh " Kenapa kau berbicara seperti itu, aku tidak marah aku hanya khawatir pada mereka. Kau tak perlu merasa bersalah seperti itu." Ucapku sambil tersenyum.


"Sekali lagi aku minta maaf, Aruni." Ucapnya.

__ADS_1


"Kau tahu namaku?" Tanyaku.


Sosok itu mengangguk "Mereka menceritakan semua hal tentangmu." Jawabnya


"Ah begitu, ngomong-ngomong siapa namamu?" Tanyaku lagi.


Sosok itu menggeleng "Entahlah, aku lupa akan namaku karena luka yang ada di kepalaku ini." Ucapnya.


"Maaf, aku tidak tahu."


"Tidak apa-apa Aruni." Jawabnya sambil tersenyum, tetapi senyumnya itu sedikit mengerikan.


"Aruni, sebenarnya aku ingin mengajak dia bergabung bersama kita. Tapi aku takut kau akan menolaknya." Ucap Cong-cong.


"Bergabung? maksudnya menjadi teman gaibku?" Tanyaku.


"Iya seperti itu, dan tentunya menjadi bagian dari The Ghost Genk." Ucap Sander sambil memainkan jari-jarinya.


Aku diam untuk beberapa saat memikirkan permintaan dari teman-teman gaibku.


"Tapi kalau kau tidak bersedia tidak apa-apa, aku mengerti." Celetuk sosok itu.


"Ah bukan begitu, aku tidak pernah menolak siapapun yang ingin berteman denganku. Asal tidak berbuat buruk dan gaduh saja, aku mau menerimanya menjadi temanku." Sahutku.


"Benarkah itu? aku berjanji padamu aku tidak akan berbuat aneh dan juga gaduh nantinya." Ucap sosok itu penuh antusias.


"Baiklah, tetapi aku harus memberimu nama. Kira-kira siapa ya?" Ucapku.


"Bagaimana kalau gadis manis?" Usul Uwo-uwo.


"His tidak-tidak, kakak imut saja." Celetuk Sander sambil tersenyum.


"Kau tidak ikut mengusulkan nama Cong?" Tanyaku pada Cong-cong.


"Kalau aku sih ingin memberinya nama bidadari ku." Jawabnya.


"Ah kalian ini, memang hantu-hantu genit. Aku menamaimu Kukun saja ya." Ucapku.


"Kukun? menarik, aku suka nama itu." Ucap Kukun penuh antusias.


"Terimakasih Aruni, kau sudah mau menerima Kukun sebagai teman gaibmu." Ucap Uwo-uwo.


"Sama-sama Wo, ya sudah ayo kita pulang. Kasihan Anin sudah menunggu lama diparkiran depan sekolah."


🍂


🍂


🍂


Jangan lupa LIKE, KOMEN, DAN FAVORITKAN novel ini ya readers 🍅🍓

__ADS_1


SALAM SERAM MANJA DARI AUTHOR >3


__ADS_2