MEREKA SEMUA TEMANKU

MEREKA SEMUA TEMANKU
Teman Baru


__ADS_3

"Terimakasih Aruni, kau sudah mau menerima Kukun sebagai teman gaibmu." Ucap Uwo-uwo.


"Sama-sama Wo, ya sudah ayo kita pulang. Kasihan Anin sudah menunggu lama diparkiran depan sekolah."


Aku bersama keempat teman gaibku pun segera menuju ke tempat parkir depan sekolah. Disana terdapat motor matic Anin, tetapi tidak ada siapapun disana.


"Loh motornya ada kok orangnya nggak ada, Anin kemana sih?" Tanyaku bingung.


"Huh bikin susah aja." Celetuk Sander.


"Heh yang bikin susah itu kalian semua, dicari kesana-kemari nggak ketemu malah lagi asik-asikan godain hantu perempuan." Sahutku.


"Hehe maaf." Ujar Sander sambil menggaruk kepalanya.


"Sudahlah, bantu aku mencari Anin. Jangan sampai dia yang ikut menghilang seperti kalian tadi." Perintahku pada keempat teman gaibku.


"Baik Aruni." Jawab mereka kompak.


Semua berpencar mencari keberadaan Anin yang entah dimana, aku dan Kukun mencari ke arah depan sekolah, Sander ke dalam area sekolah, Uwo-uwo ke area belakang sekolah, sedangkan Cong-cong ke arah samping sekolah.


Saat aku dan Kukun berjalan melewati pedagang mie ayam yang ada didepan sekolah, kami menemukan Anin yang sedang asyik makan mie ayam.


"ASTAGA ANIN!!! kamu itu aku cariin kemana-mana nggak taunya ada disini." Gerutuku pada Anin.


"Salah siapa lama banget, aku itu sudah menahan lapar daritadi Run. Lihat ada mie ayam lewat ya aku beli lah." Ucapnya sambil terus mengunyah makanan.


"Nyebelin banget sih." Ujarku kesal.


"Dia siapa sih?" Tanya Kukun.


"Sepupuku, namanya Anin." Jawabku dalam hati.


"Ohh, aku mau panggil teman-teman dulu ya. Kita mau pulang kan?" Ucap Kukun.


"Iya kita pulang, kau panggil saja mereka kesini." Perintahku pada Kukun.


Kukun menganggukan kepalanya dan pergi melesat menghampiri ketiga teman gaibku.


"Yuk ah pulang, aku juga udah laper." Ajakku pada Anin.


"Hem, pak uangnya sudah ya tadi." Ucap Anin pada bapak pedagang mie ayam tersebut.


***


Sesampainya di rumah, aku dan Anin langsung dicecar banyak pertanyaan oleh ibu dan budhe.


"Kalian ini dari mana saja sih?"

__ADS_1


"Kami disini khawatir, takut terjadi sesuatu pada kalian."


"Kenapa tidak menghubungi ibu kalau pulang telat."


Begitulah kira-kira pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan ibu dan budhe kepads kami, akupun akhirnya menjelaskan alasan kenapa aku dan Anin bisa pulang terlambat seperti ini.


"Ya sudah sana ganti baju dulu terus makan ya. Ibu, budhe, sama simbah mau pergi ke sawah dulu." Ucap Ibu padaku dan Anin.


"Loh mau ngapain ke sawah?" Tanya Anin.


"Biasa nduk, ngecek sawah. Dua hari lepas kan baru saja panen, ya sudah ya kami pergi dulu Assalamualaikum." Jawab Ibu.


"Waalaikumsalam, hati-hati yaa." Ucapku sambil melambaikan tangan pada mereka.


Setelah selesai bersih-bersih dan makan siang, aku dan Anin bersantai di teras depan rumah. Suasana sing ini cukup panas, bersantai ditemani dengan segelas es jeruk menambah kesan nikmat.


"Ngomong-ngomong tadi kamu ketemu teman-teman gaibmu dimana?" Tanya Anin.


"Pohon mangga didekat kantin, ternyata mereka sedang genit kepada sesosok hantu perempuan." Jawabku.


"Genit, genit gimana maksudnya?"


"Yaa genit, mereka godain hantu perempuan itu." Jelasku.


"Apa?! hahaha aku nggak nyangka loh, ternyata hantu seperti mereka juga bisa genit." Ucap Anin sambil tertawa terbahak-bahak.


"Huh dasar, berani-beraninya dia membicarakanku seperti itu." Ucapnya sambil menepuk pundak Anin.


Aku yang melihat hal itu hanya menahan tawa agar Anin tidak mencurigainya.


"Eh siapa sih yang nepuk pundak aku? mana sedikit keras lagi." Ucap Anin sambil mengusap-usap pundaknya.


"Ngaco kamu, kita aja daritadi cuma berdua kok." Kataku.


"Beneran Run, tadi kaya ada yang nepuk pundak aku. Serius deh." Ujar Anin.


"Halah udah-udah, eh kamu nggak aku punya teman gaib baru loh." Kataku yang sontak membuat Anin kaget.


"Lagi? ya Allah Run, kenapa suka banget sih temenan sama hantu." Ucap Anin.


"Ya nggak papa lah, toh mereka juga baik kok sama aku. Bahkan menjagaku dari segala macam bahaya." Jelasku pada Anin.


"Iya juga sih, eh laki-laki apa perempuan teman hantu baru kamu itu?" Tanya Anin penasan.


"Perempuan." Jawabku singkat.


"Ciri-cirinya gimana?"

__ADS_1


"Perempuan, bajunya putih lusuh, rambutnya panjang, giginya lancip, muka dan kepalanya sedikit hancur. Dan kalau dia..." Belum selesai aku menceritakan tentang Kukun, Anin langsung memotongnya.


"Stoppp, aku nggak bisa bayangin kalau aku bisa melihat mereka. Bisa mati ketakutan aku." Ucap Anin sambil mengusap dadanya.


"Hahaha udah tahu penakut, malah minta aku ceritain ciri-cirinya." Kataku sambil menggelengkan kepala.


"Hehe, nggak lagi-lagi deh. Eh namanya siapa? nama aja loh nama." Tanya Anin.


"Kukun." Jawabku.


"Dia sejenis tante Kun ya?" Tanyanya penuh selidik.


"Hust udah deh, nanya terus daritadi." Ucapku.


"Eh iya Run, tentang Raka bagaimana rencana selanjutnya?" Tanya Anin.


"Ah iya, coba nanti ku hubungi dulu mas Genta untuk membahas tentang ini. Aku tidak mau bertindak sendiri tanpa persetujuan dari mas Genta dan juga eyang Gitarja." Jawabku.


"Iya benar, tapi tadi Alif bilang sebelum dia kemari dia baru saja mengantar Raka sekolah kan. Tapi apa kamu percaya?" Ucap Anin.


Aku menghela nafas dalam


"Entahlah tapi yang membuat aku semakin bingung tentang dirinya, sikapnya tadi pagi yang tiba-tiba saja berubah ramah kepada kita kan. Padahal beberapa kali kita bertemu dengannya sikapnya sangat dingin seperti es yang ada di kutub utara." Ujarku.


"Iya, aku juga merasa aneh. Tapi kita harus tetap mewaspadai sikapnya tadi Aruni, aku curiga ini salah satu bagian dari rencananya." Ucap Anin serius.


"Bisa jadi Nin, aku sempat tidak berfikir sampai kesitu. Aku fikir dia sedang benar-benar insyaf dan bertaubat." Celetukku.


"Nanti kita tanyakan saja pada eyang, tentang sikap Alif pagi tadi." Sahut Anin.


"Kau benar, eh kita kerumah eyang yuk. Sekalian mampir ke rumah pakde Wijaya hehe." Ucapku malu-malu.


"Halah bilang saja ingin bertemu mas Genta, sok-sokan bilang mau kerumah eyang." Cibir Anin.


"Biarin we." Ucapku sambil menjulurkan lidahku pada Anin.


🍂


🍂


🍂


Jangan lupa LIKE, KOMEN, DAN FAVORITKAN novel ini ya readers 🍅🍓


SALAM SERAM MANJA DARI AUTHOR <3


Author mengucapkan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Mohon Maaf Lahir dan Batin ya 🙏🏻

__ADS_1


Semangat bikin ketupat dan opor nya juga 😁🤭


__ADS_2