MEREKA SEMUA TEMANKU

MEREKA SEMUA TEMANKU
Mimpi simbah


__ADS_3

Malam harinya, Alif yang sedang berada dikamar khususnya itu tengah menyiapkan peralatan untuk mengirimkan sesuatu kepada Aruni.


"Malam ini aku akan membuatmu tahu bahwa kau sedang berurusan dengan siapa, Aruni Sekar Cakrawati Resyakila hahaha."


"Hei bodoh!" Suara berat yang sangat familiar terdengar diperdengaran Alif, ia yang sedang menyiapkan alat-alat pun sontak membalikkan badannya menghadap kepada si punya suara tersebut.


"Ki Braha? ada apa aki kesini?" Alif mengerutkan keningnya, ia sama sekali tak memanggilnya tetapi kenapa Ki Braha ada dikamar khususnya.


"Apa yang mau kau lakukan pada gadis itu?" Tanya Ki Braha.


"Aku ingin memberinya pelajaran Ki, aku akan mengirim santet untuknya malam ini." Tatapan Alif penuh dengan kebencian.


"Dasar bodoh, kau mau mengirimnya santet tapi kau tidak punya apa-apa dari gadis itu." Bentak Ki Braha


"Astaga, kenapa bisa aku melupakan hal sepenting itu." Alif mengacak-acak rambutnya.


"Dasar bodoh, kau ambil saja sehelai rambut milik gadis itu." Usul Ki Braha.


"Baiklah Ki, besok aku akan mencari cara agar aku bisa mendapatkan rambut milik Aruni." Ia tersenyum sinis.


"Bagaimana bisa aku mempunyai pemuja bodoh seperti dirinya, cih sangat memalukan!" Cibir Ki Braha


Sedangkan Alif hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil cengengesan.


*


*


*


Malam harinya dirumah Aruni, ia tengah berbincang bersama ketiga teman gaibnya didalam kamar. Mereka sedang membicarakan perihal rencana mengajak Raka jalan-jalan.


"Jadi bagaimana dengan rencana mu besok?" Tanya cong-cong pada Aruni.


"Aku akan tetap melanjutkan rencana kemarin Cong, apapun hasilnya kami akan tetap mencobanya."


"Apa yang bisa kami bantu untuk melancarkan rencana mu besok Aruni?" Tanya uwo-uwo


"Em aku belum tahu Wo, tapi nanti kalau aku membutuhkan bantuan kalian aku akan memanggil kalian."


"Baiklah, kami akan selalu ada untukmu, Aruni."


"Ahhh manisnyaaa, terimakasih ya teman-teman kalian memang yang terbaik." Aruni mengacungkan kedua jempolnya pada ketiga teman gaibnya tersebut.


*


*


Hari ini adalah hari libur, dan hari ini juga aku bersama mas Genta dan Anin akan melaksanakan rencana yang sudah kami buat tempo hari. Dengan dibantu oleh ketiga teman gaibku juga pastinya.

__ADS_1


Semua anggota keluarga sedang bersantai diruang keluarga, hanya ibu yang sedang dikamar karena sedang menyiapkan pakaian ayah yang akan dibawa bekerja nanti sore.


"Nduk nanti jadi kerumah eyang lagi?" Tanya Budhe pada aku dan Anin.


"Iya bu, mungkin sebentar lagi mas Genta akan kesini menjemput kami." Ucap Anin sambil mengganti channel TV.


"Oh begitu, ya sudah nanti ibu titip kue lagi ya buat eyang dan juga Raka."


"Memangnya budhe bikin kue lagi? kok Runi nggak tahu sih?" Tanyaku penuh selidik pada Budhe.


"Sengaja nggak ngasih ke kamu, takutnya nanti habis." Celetuk Anin yang sontak membuatku memukul bahunya.


"Sembarangan, yang suka makan aja kamu kok." Ucapku sewot.


"Hustt sudah-sudah kalian ini seperti anak kecil saja. Run budhe nggak bikin kue, tapi kemarin beli di toko kue dekat pasar yang baru saja buka. rasanya enak." Kata budhe.


Aku hanya ber oh ria mendengar jawaban dari budhe.


"Nduk, perasaan simbah kok nggak enak gini ya?"terlihat dari raut muka simbah penuh dengan kecemasan.


Akupun lantas berdiri dari tempat dudukku dan menghampiri simbah.


"Simbah, simbah tenang saja ya. Aruni bisa menjaga diri kok, kan ada eyang dan juga ketiga teman gaib Aruni." Ucapku sambil tersenyum untuk menenangkan simbah.


Simbah menghela nafasnya "Tapi semalam simbah juga bermimpi buruk nduk."


Aku mengerutkan kening "Mimpi buruk? ketahuan kan simbah tidurnya nggak berdoa dulu." Godaku pada simbah.


"Memangnya simbah mimpi apa?" Tanya Anin penasaran.


"Simbah mimpi Aruni itu dikejar-kejar bola api nduk, dan bola api itu ingin membunuh Aruni. Bola api itu adalah kiriman dari seseorang yang tidak suka dengan Aruni." Ucap Simbah


"Astaghfirullah ya Allah, siapa yang tega berbuat seperti itu pada putriku bu?" Ayah sontak memeluk tubuhku.


"Ayah, Aruni nggak papa kok. Tadi kan simbah hanya menceritakan mimpi buruknya. Kata ayah kan mimpi itu bunganya tidur. Iya kan ayah?" Aku usap air mata yang mengalir diwajah ayah.


"Tapi Aruni, ayah takut mimpi itu akan menjadi nyata. Ayah nggak mau kamu kenapa-kenapa Run, kamu itu putri ayah sama ibu satu-satunya." Ayah memegang kedua pipiku dengan tangannya.


"Ayah, percaya sama Aruni ya Aruni akan baik-baik saja." Aku tidak bisa membendung air mataku.


"Sen, ibu berharap mimpi ibu ini tidak akan menjadi nyata. Kita jadikan mimpi ibu ini sebagai pengingat, agar Aruni bisa lebih berhati-hati lagi kedepannya." Simbah mengusap pundak ayah.


"Iya bu, Sena juga berharap seperti itu."


Beberapa saat kemudian, mas Genta sudah sampai dirumah. Terdengar dari suara mesin mobil yang berhenti dihalaman rumah simbah. Akupun segera membukakan pintu untuk mas Genta masuk.


"Wih dikunjungin calon mantu lagi nih pakde Sena.." Celetuk Anin saat melihatku dan mas Genta berjalan bersama ke ruang tengah.


"Anin, kamu itu jangan suka goda-godain Aruni sama Genta loh." Budhe mencubit pinggang Anin.

__ADS_1


"Hehe ampun buu."


*


*


*


Diperjalanan menuju rumah eyang aku terus saja kepikiran tentang mimpi simbah tersebut. Entah kenapa aku merasakan kegelisahan didalam hatiku ini.mas Genta yang melihatku seperti itu pun menanyakan keadaanku.


"Run, kamu kok kaya ada yang dipikirin gitu sih?ada apa?" Tanya mas Genta


"Em enggak apa-apa mas, Runi cuma lagi mikirin cara lain kalau nanti Alif tidak mengizinkan Raka pergi."


aku sengaja berbohong pada mas Genta, aku tidak mau ia kepikiran akan masalah mimpi simbah ini. Aku tidak mau ia khawatir.


"Oh begitu, tidak usah terlalu dipikirkan Run. Berdoa saja semoga Alif itu mau mengizinkan Raka pergi bersama kita."


Aku mengangguk dan tersenyum.


"Sebaiknya aku ceritakan saja masalah ini pada eyang. Semoga saja eyang tahu maksud dari mimpi simbah tersebut. Yah, akan aku tanyakan nanti." Ucapku dalam hati.


Saat sampai dirumah eyang, ternyata eyang dan eyang putri sedang pergi ke kondangan. Jadi kami memutuskan untuk langsung pergi kerumah Alif.


"Gimana ini mas, eyang tidak ada dirumah." aucapku pada mas Genta.


"Em ya sudah, kita langsung ke rumah Alif saja kalau begitu. Agar tidak mengulur waktu juga."


Kamipun segera menuju ke rumah Alif.


Apakah Alif akan mengizinkan Raka pergi bersama Aruni dkk?🤔


🍂


🍂


🍂


🍂


Alhamdulillah bisa up lagi,stay tune ya readerskuuuuu 💗💗💗


Follow Ig author yaa @putriirzkaa kalau mau difollback DM aja xixi


Jangan lupa like, komen, dan bunganya jugaa 🍅🍓


Vote juga jangan lupa


Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan ya 🙏🏻❤️

__ADS_1


SALAM SERAM MANJA DARI AUTHOR >3


__ADS_2