
Malam semakin larut, keduanya masih terlihat asyik berbincang.
"Hem...jadi ingat perang Troya, kisahnya hampir sama dengan mu, dimana pangeran Paris terpesona dengan kecantikan Helen, Istri dari seorang Raja menelaus, lalu nekat menculik wanita itu dari suaminya, karena keegoisan cinta mereka, perang pun jatuh menelan banyak korban!"
Niko masih terlihat menyimak.
"Yang pasti tidak sampai segitunya!"
"Kita ini pria, bukan seperti wanita yang mampu menahan dan menghapus perasaannya!" ujar Benny menegaskan Niko si keras kepala. Malam itu Benny berusaha benar-benar membuka pikiran Niko tentang cinta.
"Atau jangan-jangan, Vania itu mengendalikan aku dengan masakannya, karena selama ia tinggal di rumahku, dia membuatkan sarapan yaitu telor dadar, bahkan sampai saat ini aku juga merindukan telor dadar masakannya!"
Benny balik tertegunπ³π³ sampai melompong.
"Telor dadar?? Maksud lu, Vania mengeluarkan jurus ilmu pelet untuk memikat hatimu, begitu?" tebak Benny.
"Bisa jadi kan?" jawab Niko dengan santainya sambil membuang asap rokoknya yang terakhir.
"Bukannya, kamu emang pecinta telur dadar?"
"Iyah sih!"
"Nik, aku lama-lama capek juga ngobrolin soal cinta sama kamu, otakku rasanya mau meledakπ€― kamu begitu ahli tentang bisnis, mengapa begitu lemot tentang cinta. Soal pelet-memelet itu seputar ilmu perdukunan, kalau kamu berpikir seperti itu, kamu tanyak saja dengan para dukun, jangan tanya aku.
Pasienku masih banyak, aku belum mau gila, karena kebanyakan ngobrol aneh soal cinta denganmu, Aku pulang!" kata Benny bangkit dari duduknya ia terlihat putus asa menghadapi sikap temannya itu, cool tapi suka membuat marah orang lain.
"Ben...tunggu...kita pulang bareng!" panggil Niko mengejar langkah cepat Benny.
"Tadi itu hanya tebakan saja, siapa tau benar kan, begitu saja kamu langsung emosi!"
"Kalau soal itu, kamu cari tau sendiri saja, Nik!"
"Iya...iya...iya...!" Angguk Niko.
"Lagian jika perempuan itu ingin memikat mu dalam jalur mistis, ia pasti sudah ada setiap hari bersama mu."
"Benar juga yah!" gumam Niko menggaruk kecil kepalanya.
Sesampai di parkiran, keduanya hampir mendapati mobil masing-masing, Niko menyelipkan sejumlah uang.
"Apaan sih kamu!" hentak Benny.
"Yaa...Tips buat kamu dong!" jawab Niko
"Enggak perlu!" ucapan Benny menolak uang pemberian Niko lalu masuk ke dalam mobil.
Sebelum melaju pulang, Benny membuka kaca mobilnya.
"Kau tidak perlu membayar waktuku malam ini, aku harap kehadiran Vania bisa menghentikan hukuman yang kau berikan untuk dirimu tentang Isabella lalu kembali ke jalan yang benar.
Mulailah dengan cerita yang baru dan berbuatlah atas dasar kata hati mu, jika Vania memang jodohmu, kau harus berjuang keras untuknya, selamat mencoba bay!" Benny melambaikan tangannya lalu melaju lebih dulu dengan mobilnya.
Pimpinan PT Oscar 99 itu hanya tersenyum tipis mendengar nasehat sahabatnya itu.
"Kasian juga Niko jika memang benar sudah terjabak cinta dengan wanita yang masih memiliki suami, pasti ini akan sangat merepotkan dirinya tapi ada baiknya juga, artinya Niko bakal move on dari masa lalunya bersama Isabella yang sebenarnya jauh lebih merugikan dirinya" gumam Benny masih terpikir tentang Niko di dalam mobil.
***
__ADS_1
Pukul 23.12 WIB malam hari, Niko sengaja memutar perjalanan sedikit lebih jauh, agar melewati lokasi kosannya Vania, tidak diduga ia melihat seorang badut beruang berjalan centil. Niko pun berhenti sejenak.
"Vania?"
"Vania?" panggil Niko namun sang badut mengabaikannya.
Niko pun berlari mendahului badut itu lalu menjegatnya.
"Tunggu!" ucap Niko.
"Aku ingin memberikan kamu pekerjaan yang lebih baik daripada bekerja seperti ini!"
"Aku butuh seorang koki di pagi hari, jika kau berminat, aku akan membayar mahal jasamu, tidak hanya itu, aku juga akan membelikan semua keperluan kamu bahkan tinggal di rumahku juga tidak masalah!" kata Niko dengan wajah lembutnya.
Badut itu hanya diam saja tidak bergerak.
"Baiklah! Aku akan bayar kamu 5 juta perbulan atau terserah, kamu mau buat penawaran berapa?" ucap Niko yang begitu yakin jika badut itu adalah Vania.
Tiba-tiba sang badut membuka kepala beruangnya lalu memperlihat wajah aslinya.
"Benarkah ganteng, mau doong!" jawab nyaring wanita jadi-jadian itu kepada Niko.
Sontak jantung Niko terasa berhenti saat melihat sosok menyeramkan dibalik badut beruang.
"Anjay.....!" makian apes Niko dalam hati.
"Kuntilanaaaaak!" πππππ
Niko berlari histeris menuju mobilnya, sang wanita yang sebenarnya pria itu mengejar Niko penuh kebahagiaan ππ₯° sampai menepuk-tepuk kaca mobil Niko.
"Huuuuuuuuft!" tarik Nafas Niko yang masih tersisa.
"Astaga, gila...gila...kirain Vania ternyata manusia jelmaan! Sial banget!" ujar kesal Niko.
"Padahal kostumnya mirip banget?"
Setelah sampai di rumah. Rasa penasaran Niko ternyata tidak berhenti sampai disana, sehabis membersihkan diri, malam itu di atas kasurnya, Niko mencoba menghubungi Vania, namun ia hanya mendengar suara operator dari provider.
"Nomor yang ada tuju, tidak dapat dihubungi?"
"Dimana dia?" gumam Niko merasa cemas.
"Apa dia tidak bekerja lagi menjadi seorang badut, ini baru saja beberapa minggu, minimal ia pasti bekerja satu bulan saja kan?" gumam Niko.
"Apa aku harus menelpon Luna?"
"Aaaaaarrg!" Niko membuang ponselnya begitu saja lalu terbaring lelah di atas kasur.
***
Pagi kembali lagi. Merasa penasaran dan hasrat ingin bertemu dengan Vania semakin besar, Niko kembali nekat mendatangi kediaman kost-kostan Vania yang pernah ia singgahi.
"Assalamualaikum, selamat pagi Bu!" ucap sopan Niko mendatangi rumah pemilik kosan.
"Wa'alakumsalam, iyah, ada apa yah Mas? Mas ini yang kemarin kan? Kalau tidak salah temannya Vania yah."
__ADS_1
"Hehehehe....bener sekali ibu!"
"Iyah saya masih ingat!"
"Boleh bertemu dengan Vania ibu?"
"Ouh jadi si Mas tidak tau yah, jika Vania dua hari lalu sudah di jemput oleh saudaranya, dia sudah tidak tinggal disini lagi!"
"Maaf, kalau boleh tau, siapa yang menjemputnya yah Bu?"
"Kalau tidak salah, Tantenya sih!"
"Ouh begitu yah! Terima kasih atas informasinya?"
"Sama-sama!"
Niko pun kembali masuk ke dalam mobilnya, rasa penasaran itu semakin membuat ia resah.
"Tantenya? Apa ia akan dikembalikan lagi kepada Romi!" gumam Niko.
"Gimana yah? Kenapa aku semakin khawatir dengan perempuan itu, semoga dia baik-baik saja?"
"Apa aku perlu membayar seorang Intel untuk mencarinya???
***
Terlihat Vania sedang meringkuk dalam linangan airmata kehancuran, kedua tangannya terikat kuat.
Cerita dua hari yang lalu.
"Vania!" panggil sang manajer Kings Flower.
"Saya Pak!"
"Ini upah kamu selama dua Minggu bekerja?"
"Terima kasih banyak Pak, tapi bukannya, ini baru dua Minggu!"
"Begini Van, saya tidak dapat lagi melanjutkan kamu untuk berkerja disini!"
"Loh! Memangnya saya salah apa pak?"
"Saya juga tidak tau dan tidak paham, intinya owner memerintahkan saya agar kamu berhenti bekerja dari Kings Flower."
Vania diam terpaku.
"Ini pasti ulah Romi, atau jangan-jangan owner nya sahabat atau kekasihnya, dasar si psikopat,
sialan, si maniak yang menjijikkan!" gumam kesal Vania.
"Baiklah terima kasih banyak!" ucap perempuan itu pergi terburu-buru.
**
Wow, semakin seru nih!
Jangan lupa Like, vote gift yang banyak, serta komentar yah beb. love you.
__ADS_1
Follow juha IG Author sarahmai_07.
πππ Terima kasih.