
Rumah Niko kembali bersih sempurna.
"Wah, seger banget!" celoteh Vania sesaat memasuki rumah Niko yang baru di bersihkan.
"Beneran sudah di bersihin yah Mas?" tanya polos Vania.
"Hem!" jawab simpel Niko duduk santai.
"Mas Niko ternyata bisa tanpa seorang pelayan di rumah ini?"
"Yah, aku kan sudah bilang, aku jarang sekali ada di rumah, jadi buat apa seorang pelayan, tapi nanti bakal aku cari buat kamu!" jawab Niko.
"Ah, enggak usahlah, aku bisa sendiri kok Mas! membersihkannya!"
Niko senyum-senyum menarik tangan Vania memaksanya duduk bersama.
"Iyah aku percaya, tapi nanti kamu terlalu cepat lelahnya lalu semakin jelek!" senyum Niko.
Vania tertawa kecil.
"Lagian seorang pimpinan perusahaan tidak bisa mencarikan pelayan untuk istrinya, itu sungguh kejam!"
"Baiklah!" jawab santai Vania.
"Kau cukup merawat diri dan melayani aku!" pinta Niko tersenyum.
"Hem! okey!"
"Ouh Iyah, aku punya sesuatu buat kamu!" kata Niko.
"Apa?"
Niko mengambil tas belanjaan berukuran tidak terlalu besar.
"Apa ini Mas!"
"Bukalah!"
"Merasa penasaran, Vania langsung membukanya!"
"Wuuaaaa😱😱" Vania terkejut.
Kemudian perempuan itu tertawa cekikikan melihat isinya yaitu dua jenis lingerie sexy bermotif jaring-jaring dan tali-tali.
"Mas kamu itu pria dingin tapi mesum banget sih!" jewer manja Vania pada telinga Niko.
"Hahahaha!" tawa Niko diiringi senyum kebucinannya.
"Awal bertemu aja, Mas itu sudah ngasih pakaian dalam sama aku!"
"Hahahaha! Soalnya aku gemes sama kamu!" jawab NIko.
"kamu gak malu Mas beli yang beginian, lagian kok Vania enggak tau, emang kapan belinya!"
"Aku beli online dong! gimana sih kamu!"
"Ouh pantesan!"
"Kita mandi yuk, ini sudah sore menjelang malam!"
"Iyah, aku bersih-bersih dulu!" jawab Vania si meong milik Niko yang manis.
*
__ADS_1
Sehabis makan malam, tampak Niko begitu sibuk kembali membersihkan kamarnya.
Sementara Vania hanya di suruh menunggu di ruang tamu sejenak.
Niko yang begitu sibuk di kamarnya demi persiapan malam yang romantis di rumahnya. Sprei yang bersih serta aroma harum parfum menggoda di semprotkan mulai dari atas kasur sampai dengan kamar mandi.
**
"Ngapain sih dia, lama banget, aku malah justru mengantuk!" kata Vania yang sudah terlihat ingin tidur setelah menonton dan melihat foto dan video bermain Jex di ponsel untuk mengusir rasa kangennya.
"Huuaaah!" Vania mulai menguap, tidak lama kemudian ponsel Niko berdering.
Awalnya Vania mengabaikannya, namun ponsel itu berbunyi sampai tiga kali, hingga menggelitik wanita itu untuk memperhatikan ponsel Niko.
Panggilan datang dari Liana, cewek cantik menawan.
"Siapa dia, masuk di ponsel pribadi Niko?" gumam Vania.
Panggilan itu berakhir. Namun si penelpon mengirim pesan yang bisa di intip oleh Vania melalui jendela desktop ponsel dan langsung membuat dahi Vania berkerut.
"Mas Niko sayang temenin Liana malam ini seperti biasa dong!"
Tidak lama kemudian datang lagi Panggilan dari wanita kedua, sampai Vania membalikkan ponsel Niko, tidak ingin membacanya.
"Enggak tau kenapa, aku kok menyesal menawarkan pernikahan siri ini kepada Niko!
Dia itu pria sempurna idaman semua wanita, tentu tidak bisa setia kepada satu wanita saja, jika kemarin ia bisa setia degan Isabella itu karena mungkin ia sedang terserang sindrom. Saat sindrom sembuh apa iya bisa berpusat pada satu wanita. Apalagi aku bukan wanita yang bisa dibawa ke depan umum. Aku tidak punya kepercayaan diri, Entahlah, aku semakin pesimis dengan hubungan ini, rasanya ingin sekali cepat-cepat menyelesaikan tugasku dan pergi dari Niko. Hidup sendiri saja tanpa ada yang menganggu. Sumpah aku sudah lelah sekali dengan percintaan dan hubungan rumah tangga, hanya ingin mencintai dan hidup bersama pria biasa saja jika pun harus membina kembali rumah tangga."kata hati Vania melamun di atas sofa.
Saat mendengar langkah Niko turun dari tangga, Vania buru-buru kembali membalikkan ponsel Niko dan memejamkan matanya.
Niko mengambil ponselnya dan melihat panggilan beberapa wanita kencan buta nya saat berpisah dari Vania.
"Gawat, kira-kira Vania lihat tidaknya jika ponselku berdering!" gumam NIko sedikit panik menghapus kontak dan beberapa chat mesranya dengan wanita yang sudah pernah menemani kesepiannya. Ia lupa membersihkan chat-chat nakalnya dengan wanita lain yang mengisi masa kesepiannya saat beberapa kali melakukan kencan buta!"
"Ah, enggak...Dour!" ucap ceria Vania tiba-tiba bangkit.
"Ayo cepat Mas, aku sudah tidak sabar ingin melakukanya!" Vania berlari sambil menarik kuat tangan Niko membuat pria itu sedikit bengong namun cukup bahagia.
Setelah keduanya sampai di kamar.
"Wow!" reaksi awal Vania kagum melihat suasana kamar Niko yang menjadi tempat malam pertama mereka. Tatanan bantal dan ada lilin aroma terapi juga taburan kecil kelopak mawar serta aroma sensual yang cukup menggoda di ranjang kaum Adam.
"Wah, kamu sangat kreatif Mas!"
"Aku coba lihat di internet sih, gimana menciptakan suasana malam pertama yang indah di rumah agar serasa di hotel berbintang!" jawab Niko.
"good!" puji Vania.
"Kamu suka?"
"Iyah!" angguk Vania.
"Oke kalau gitu, kita mulai saja!" Niko membuka pakaiannya dan terus mendekati Vania yang langkahnya mulai mundur.
"Kenapa aku deg-degan banget!" gumam Vania.
"Tunggu Mas, Vania tarik nafas dulu?" Vania terduduk di bibir kasur dan berusaha menenangkan dirinya.
Sekilas ia terbayang saat Romi memukulnya di atas Ranjang.
Sontak Vania berdiri dalam wajah tegangnya.
"Tidak apa-apa sayang, aku Niko bukan Romi!" ucap Niko dengan lembut mengangkat tubuh Vania dan menidurkannya di atas ranjang mereka.
__ADS_1
"Mas aku takut!" rengek Vania.
"Jangan takut!" Niko berusaha menenangkan Vania dengan mengelus manja dahi dan kepala Vania lalu perlahan mengecup dahi itu dengan cinta dan nafsu, liar ke seluruh penjuru.
Ciuman panas serta cumbuan hebat mulai Niko berikan kepada Vania hingga perempuan itu mend*sah tidak karuan.
Pakaian keduanya mulai di lepas dan berserakan di atas lantai.
Saling serang dan saling mencari kepuasan tersendiri.
ketika Niko sudah tidak mampu lagi membendung nafsunya, tibalah saat batang kej*ntanannya akan di tenggelamkan ke dalam goa milik Vania.
"Aaargh!"
"Oouh!"
Vania menjerit kesakitan bahkan dia menangis kecil.
"Aduh sempit sekali, perasaan, aku menikahi janda bukan perawan, mengapa punya Vania lebih sempit dari milik Isabella masih perawan!" keluh Niko.
"Mas...kamu masukin punya mu atau masukin kayu sih, kenapa keras dan sakit!" rengek Vania.
"Aku masukin terong?" senyum spontan Niko membuat Vania bangkit.
"Apah!" dengan polosnya Vania langsung memeriksa ke TKP.
"Sakit, aku enggak sanggup!" rengek Vania yang terlihat mandi keringat meski udara kamar cukup sejuk.
"Kamu sudah tidak perawan kan? kenapa sempit sekali?" tanya Niko.
"Punya kamu yang kebesaran!" protes Vania.
Niko tersenyum.
"Pasti Mas besarin yah!"
"Sedikit!"
"Kenapa harus di besarin!"
"Enggak semua kan rahasia pria harus diberitahu kepada wanita?" senyum Niko.
"Aku perawan lagi?" kata Vania.
"Apah?" tanya Niko terkejut.
"Maksudnya setelah melahirkan secar, aku operasi keperawanan!"
"Ouh Iyah?"
"Hem!"
"Biar apa?" tanya Niko.
"Tante Erly yang menyuruhku!"
"Artinya kau akan di jual lagi dengan pria kaya, begitu kan!"
"Katanya biar bagus kembali!"
"Iyahlah!" senyum Niko mendengar jawaban polos istrinya.
("Baguslah aku yang menikmatinya!" gumam Niko kembali menjatuhkan tubuh Vania ke kasur dan memulai kembali permainan ranjang panas mereka)
__ADS_1