Mr Cool Falling In Love.

Mr Cool Falling In Love.
Bab 74


__ADS_3

"Aaaaaaah😨!"


Jerit terengah-engah Kiano bangkit dari tidurnya, keringat membasahi sekujur tubuh pemuda itu, ternyata Kiano sudah terbaring di atas bed penjaga tepatnya di sebelah bed inap Ferdy.


"Kenapa... kenapa tiba-tiba aku sudah ada di atas kasur ini?"


Kiano melihat jam dinding pukul 11 Malam, ia berusaha mengingat-ingat apa yang sebelumnya sudah terjadi, pakaian bocah tanggung itu juga sudah berganti, kemudian dua bola matanya serius memperhatikan dengan seksama suasana sepi di kamar inap Ayahnya, Kiano juga memperhatikan Ferdy yang sudah tertidur lelap.


Pemuda itu terus memegang kepalanya yang sedikit terasa pusing.


"Apa yang sedang terjadi denganku, mengapa aku bisa lupa begini, aku lupa kejadian sebelumnya? Aaargh...mengapa aku bisa lupa!" ucapnya panik.


"Frans? Siapa dia yang sebenarnya?" Kiano berusaha mengingat kejadian sebelumnya namun ia sama sekali benar-benar lupa, Kiano hanya mengingat saat terakhir ia bertemu dengan staf resepsionis. kekuatan Iblis menghapus jejak rekam otak Kiano saat berada di toilet.


"Sialaaaan!" jerit geram pemuda itu.


(Kiano termasuk siswa yang berprestasi di sekolahnya, ia suka membaca buku, sejarah, kemudian sangat menyukai dunia fantasi, game, hal yang gaib tidak terlihat, memiliki daya imajinasi tinggi, Kiano juga sosok anak yang memiliki jiwa penasaran serta nalar yang hebat, ia selalu mencari tau, meneliti sesuatu yang membuat ia kagum dan selalu mencari informasi tentang hal yang membuat ia penasaran sampai ia menemukan jawabannya. Kiano dijuluki detektif oleh sejumlah temannya, karena mampu memecahkan masalah rahasia di dunia game komunitas mereka. Kiano sangat percaya adanya negeri Iblis dan Jin)


Putra tunggal Ferdy itu, buru-buru turun dari bed lalu berlari kencang mengunci pintu kamar inap dan memastikan tidak ada siapa-siapa disana kecuali ia dan Ayahnya. Aura ketakutan terasa dalam jiwa Kiano.


"Kenapa ibu bisa gila?" Kiano mulai penasaran dalam rasa cemas yang berat.


"Jiwa ayahku juga dalam ketakutan hebat!" Kiano memperhatikan raut wajah Ferdy.


"Kak Vania? Ia benar-benar dalam bahanya bersama Jex!"


"Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Tapi entah mengapa hatiku lebih tenang jika mereka bersama Niko?"


"Siapa Niko sebenarnya??"


Kiano buru-buru mengambil ponselnya lalu googling mencari tau tentang sosok Niko Oscar, ia mulai mendapatkan informasi.

__ADS_1


"Niko Oscar adalah Pimpinan tertinggi di Perusahaan Oscar99, Perusahaan sparepart otomotif terbaik yang sangat berkembang, ia juga memiliki banyak kerjasama saham lainnya, usianya sudah 35 tahun pernah menikah dengan wanita bernama Isabella putri pengusaha kaya.


Niko sangat ganteng dan kokoh meski sudah berusia 35 tahun, dia bisa jatuh cinta dengan Kak Vania, benarkah kakak juga bukan wanita biasa, ini seperti serial game yang pernah aku mainkan, lalu siapa Frans apakah ia hanya seorang korban? Ini sungguh sangat misteri, Apakah konflik ini benar berawal dari sebuah cinta segitiga? Harusnya kemarin aku berbicara banyak tentang ini kepada Kak Vania.


Jasad Romi kemarin juga tidak boleh dilihat, benarkah jasadnya setengah Iblis dan hanya Frans yang tau seperti apa kondisinya dan mengapa sekarang terjadi kepada Frans orang kepercayaanya yang berkeinginan kuat ingin menikahi kakak sama seperti Romi dahulu, apakah dua pria ini hanya korban yang dikendalikan oleh sosok yang tidak terlihat? Tapi kakak memiliki keturunan dari Romi bernama Jex? Jex???"


Kiano terus berpikir tentang balita itu hingga kepalanya terasa sakit.


"Rahasia besar apa yang sedang terjadi? Ini benar-benar sulit dipecahkan?"


"Aku harus ada di pihak siapa? Aku ingin bertemu Niko?" ungkap Kiano me lap keringat di dahinya.


"Aku yakin 7 jam yang lalu aku bertemu dengan Frans tapi itu bukan Frans" gumam Kiano masih terus mencari tau tentang teka-teki rahasia yang sedang terjadi.


7 Jam yang lalu dalam lokasi yang berbeda.


Niko Oscar akhirnya membawa Vania dan Jex berjalan menuju Apartemen pribadi milik Niko.


"Tlek!" Niko membuka Apartemennya.


Tidak ada yang boleh masuk ke dalam Apartemen rahasia milik Niko kecuali orang-orang yang diizinkan oleh Pria itu. Ada banyak barang rahasia disana yang tidak diketahui sipapun.


"Mas, kamu punya Apartemen berapa sih!" celetuk Vania.


Pria itu hanya tersenyum manja.


"Aku sudah bilang, aku cukup kaya, kau tinggal minta apa saja kepadaku, tidak perlu repot-repot bekerja terlalu keras, hanya membuat wajahmu semakin tua dan jelek, asal kau minta dengan manis aku akan mengabulkannya!" bisik genit Niko mengelus manja rambut halus Vania penuh nafsu kebucinan yang tinggi.


Vania meletakkan Jex di sebuah kamar kecil lalu ia melepas kardigan yang menutupi gaun seksinya. Lekuk tubuh perempuan itu semakin jelas terlihat, sehingga menggoda Niko.


Tidak ingin lama menunggu, Niko menarik Vania keluar kamar, langsung nyosor mengecup manis bibir sexy wanita itu, lalu mendorongnya ke dinding, mengelus manja pipi halus Vania.


"Enggak tau kenapa aku ingin terus bercinta denganmu, aku sangat mencintaimu!" ucap Niko mencumbu panas Vania penuh nafsu dalam kondisi berdiri.

__ADS_1


Sejenak Vania menepis serangan cinta pria itu dan berkata;


"Aku ingin restoran ku kembali!" ucap manja Vania dalam raut meweknya.


"Baiklah, Aku akan mengembalikannya sayang, tapi tunggu, kau harus benar-benar jatuh cinta dulu kepadaku, aku tidak merubah nama kamu di surat kepemilikan itu, jadi jangan khawatir!" jawab manis Niko.


Vania terus menatap wajah tampan Niko yang terus tersenyum manis kepadanya, dua pasangan sejoli yang sedang dimabuk Asmara, Niko kembali menarik tangan Vania, lalu pria itu duduk lebih dulu di atas sofa.


Wajah kebucinan Niko yang merona menarik kuat bokong Vania dan mendudukkan wanita itu di tumpuan kedua kakinya. Ber-manja di dada besar Vania layaknya anak kecil sehabis menyusu.



Vania hanya tersenyum mengelus-elus lembut rambut Niko, masih dalam pipi yang merah merona dalam jantung berdetak lebih cepat.


Niko bangkit mengangkat kepalanya;


"Katakan padaku tentang perasaanmu, Jangan bohong?" tanya Niko dalam tatapan manis.


Vania tersenyum malu-malu.


"Aku tidak ingin mencintaimu lebih dalam, aku takut kau akan pergi setelah bosan kepadaku!" jawab Vania.


Niko hanya tersenyum;


"Meski tidak kau katakan sekalipun, aku sudah yakin jika kau menyukaiku, hanya saja trauma itu masih tersisa, tidak masalah, aku akan menunggu sampai kau siap mengatakannya kepadaku?"


Keduanya terus saling menatap manja.


Niko mengajak Vania berjalan ke balkon Apartemennya yang luas.


"Mas, aku yakin kau bukan orang biasa?" tebak Vania mulai merasakan setelah beberapa kali melakukan hubungan intim dengan Niko.


"Siapa pun aku dan kamu biarkan cinta ini berkembang!" jawab Niko memeluk Vania menikmati malam yang terasa panjang dan dingiiin.

__ADS_1


__ADS_2