Mr Cool Falling In Love.

Mr Cool Falling In Love.
Bab 65


__ADS_3

Tawa riang kebahagiaan itu pecah dalam nuansa cinta keromantisan, Saat Niko berhasil menangkap Vania lalu mengangkatnya kemudian Niko berputar dalam irama dansa. Gerakan putaran terhenti saat keduanya saling menatap manja penuh cinta, diiringi deru nafas berat keduanya berlaga dalam satu nafas, serta senyuman yang terpancar saling menggoda serasa dunia milik berdua.


Indahnya cinta itu begitu terang benderang ibarat sinar mentari yang menyinari cerahnya rumah Niko pagi itu.


Niko menjatuhkan tubuh Vania di atas sofa dan mulai mengecup halus leher sang istri, bercumbu mesra.


"Ayo sarapan, aku lemas!" rengek Vania.


"Ok...Ok Bos!" ucap Niko tersenyum-senyum.


**


Keduanya sarapan bersama. Niko terlihat menikmati sarapan yang dimasak oleh istrinya sendiri, kemudian menyuapi Vania, wanita itu pun membalasnya.


Sarapan penuh kemesraan, juga penuh senyuman.


Sehabis sarapan, Niko dan Vania duduk bersama di pekarangan taman dan area kolam renang sambil menikmati keindahan pagi yang cerah, berbincang canda pasangan yang baru saja menikah.


"Sayang, habis ini kamu mau kemana?" tanya Niko.


"Di rumah aja lah Mas! kamu bilang banyak paparazi di luar!"


"Iyah sih, kalau di rumah, kamu enggak bosan kan!"


"Enggak! Udah biasa di rumah aja!"


"Syukurlah!"


"Mas Niko gimana?"


"Aku jarang banget berada di rumah, bisa full di rumah begini tu rasanya bahagia sekali, apalagi di temani orang terkasih!" jawab Niko mengelus halus pipi Vania.


"Hehehehe, Iyah sih!" senyum Vania menatap Niko.


"Makasih yah sayang, aku janji begitu hubungan kita bisa diterima di depan semua orang, aku akan bawa kamu kemana saja kamu mau, ke bulan jumpa alien juga boleh!"


Vania reflek tersenyum.


"Kamu ada-ada aja deh Mas, gimana kalau Alien nya naksir aku!"


"Aku tembak kepalanya! Door!" ucap Niko memperagakan tembakan penembak jitu.


"Alah, paling juga kamu lari Mas!" Vania mencubit kecil pipi Niko.


"Hahahaha, jadi kamu enggak percaya kalau aku ini pemberani!" kata Niko merangkul erat leher Vania dengan gemes.


"Ah, sakit!" kata Vania memukul kecil paha Niko.


"Alien itu cuma dongeng, Vania enggak percaya ada Alien!" kata Vania.


"Baguslah kalau kamu enggak percaya!" jawab Niko.


"Ouh Iyah Mas, beneran sindrom kamu kemarin sudah sembuh?" tanya Vania penasaran.


Sejenak Niko terdiam.


"Maaf, aku salah yah!" Kata Vania.


"Sudah sembuh kok! Sindrom itu terjadi karena aku sangat shock, kejiwaan ku terkejut bercampur dengan rasa bersalah ku kepada Isabella yang tidak punya waktu untuk menemani ia periksa kehamilan! Aku seperti menghukum diriku sendiri, setiap hari dihantui oleh rasa bersalah, saat aku melihat fotonya, aku merasa ia benar-benar hidup dan berbicara kepadaku?"


"Bagaimana sekarang?" tanya Vania.

__ADS_1


"Semua sudah seperti ter takdir, saat aku bertemu dengan kamu, sindrom itu menghilang dan aku juga ikut terapi!"


"Kok bisa?"


"Entahlah, mungkin kau menggunakan kekuatan gaib untuk memikat ku!"


Vania mencubit keras hidung Niko.


"Aw!"


"Hahahaha, tentu karena aku mencintaimu, ketika aku jatuh cinta otomatis sindrom itu menghilang!"


"Ouh begitu!"


"Iyah!"


"Jika Mas kehilangan satu aku kehilangan tiga!" kata Vania.


"Iyah benar, maka dari itu aku tersadar oleh kamu, wanita kuat, sabar dan hebat," puji Niko.


Keduanya saling menatap sampai laga dahi berdua dan kemudian berciuman mesra.


"Sekarang kamu enggak akan kesepian lagi, aku janji akan selalu ada untuk kamu!" kata Niko.


Vania mengangguk, mulai terbuai dengan cinta Niko dalam perasaan yang tidak stabil.


"Jex ada di rumah bersama Luna, ia sudah menelpon tapi aku tidak berani mengangkatnya."


"Jadi Jex bersama Luna?" Vania terkejut namun ia sedikit lega, karena anaknya ada bersama orang yang tepat.


Niko mengangguk.


"Mereka tidak marah kepadamu, justru marah kepadaku!" kata Niko.


"Tapi Vania merasa tidak punya muka untuk bertemu dengan keluargamu Mas!"


"Tidak apa-apa!"


"Yah sudahlah aku akan mengatakan yang sebenarnya kepada mereka, tapi aku butuh dukungan kamu!" ucap Niko menyentuh tangan Vania.


"Iyah Mas!"


"Jam berapa kita kesana, apa kau sudah tidak sabar ingin bertemu Jex!" kata Niko.


"Setelah Vania pikir, besok saja!"


"Kenapa?" Niko tampak terkejut.


"Vania mau fokus dulu dengan malam pertama sama Mas! Takutnya Mas enggak nyaman ada Jex!"


Mendengar ucapan Vania, Niko serasa jungkir balik kegirangan.


Niko bangkit dan menarik Vania berdiri, pria itu mencium dahi Vania dan puncak kepala istrinya.


"kamu pengertian banget, aku makin saiyang dan makin cinta!" ucap Niko memeluk bahagia istrinya.


"Berenang yuk, olahraga ringan persiapan untuk nti malam!" goda Niko.


"Boleh, siapa takut !" angguk Vania


Keduanya berganti pakaian renang bersama tanpa rasa malu lagi menunjukkan keintiman tanpa busana.

__ADS_1


*


Kehidupan Niko yang sempat suram kini tampak bersemangat dan lebih bergairah dengan kehadiran Vania bersamanya.


Berenang bersama, menyelam berdua, berc*mbu di air, kemesraan yang membuat setiap mata memandang menjadi iri.


Lanjut keduanya nge gym bareng dengan tawa riang. Niko banyak mengajari Vania dalam olahraga kebugaran, agar kondisi kesehatan wanita itu semakin stabil.


"Biasanya aku panggil personel trainer, tapi karena ada kamu, aku hanya ingin berdua!" ucap Niko menjalani hari-hari yang indah.


"Oh Iyah Mas, sebelum nti malam, Vania mau bertemu Bidan!"


"Untuk apa?"


"Mau pasang KB! Vania belum siap hamil🙏" rengek wanita itu dalam raut memelas.


"Yah udah nanti aku temenin yah!" Niko mengusap-usap puncak kepala Vania.


"Mas enggak marah kan?"


"Yah enggak lah, lagian kondisi pernikahan kita seperti ini, belum bisa menuntut untuk memiliki anak!"


"Makasih yah Mas!" Vania memeluk bahagia Niko.


***


Di sebuah ruangan kosong


Terlihat Erly yang sedang menekuk kedua kakinya sedang melamun dalam sebuah kamar pengasingan, terkadang dia bernyanyi, menangis hingga tertawa sendiri.


"Apa ibu saya tidak bisa lagi disembuhkan Dok?" tanya Kiano bersama Sarinah Tantenya.


"Sepertinya agak sedikit sulit untuk saat ini, butuh waktu dan kalian harus bersabar."


"Dimana kak Vania, mengapa kita jadi bercerai begini!" gumam Kiano sedih.


"Sabar yah kiano!" ucap Sarinah.


"Iyah Tante!"


"Kamu tinggal dirumah Tante saja dulu, masalah pendidikan mu, kamu enggak usah khawatir, Tante masih sanggup!"


"Makasih Tante!"


"Ini semua gara-gara ulah Vania Keponakan Ferdy itu, aku enggak terima kakak ku menjadi gila seperti ini, awas kamu Vania." gumam Sarinah.


***


Sementara kondisi Ferdy masih terus dalam pantauan tim Dokter.


"Sepertinya ada tanda-tanda pasien akan siuman Dok!" ucap sang suster.


"Benar, kondisinya semakin membaik, tapi ini bisa menjadi titik balik membuat kondisinya memburuk!"


"Terus perhatikan kondisi detak jantungnya dan staminanya!"


"Baik Dokter!"


**


Saat Niko dan Vania pergi menemui bidan, tampak Niko sudah menugaskan tim khusus dari perusahaan untuk membersihkan seluruh rumah demi persiapan malam pertama yang spektakuler.

__ADS_1


__ADS_2