Mr Cool Falling In Love.

Mr Cool Falling In Love.
Bab 40


__ADS_3

Masih tetap dalam kondisi terikat, Romi terbaring memandangi Vania.


"Apakah kau menyesal telah memilih bersama ku?"


Vania tidak menjawab namun tersenyum kecil


"Tidak!" ucapnya sambil menggeleng.


Romi balas tersenyum.


"Aku menyesal menikahi mu Vania, menyesal telah membuat kamu menderita!


Andai kita tidak bertemu, pasti kau akan lebih bahagia dengan lelaki lain.


Terima kasih, terima kasih atas segalanya, hanya istri sholehah lah tempat para suami bejat kembali!


Aku meridhoi semua yang membuat kau bahagia, pengorbanan mu masih tetap bertahan denganku demi anak kita, ini adalah kebahagiaan yang tidak bisa aku ungkapkan, juga tidak bisa aku tukar dengan apapun, semua hartaku yang tersisa berhak kau miliki. kau istri terbaik ku, sabar dan sangat cantik, beruntung lah pria yang mendapatkan cintamu.


Aku mencintaimu Vania, meski aku tau kau tidak akan pernah mencintai aku.


Cinta ini telah membinasakan ku lebih cepat, tapi cinta ini pula yang sudah memberikan aku kebahagiaan, mengajarkan banyak hal.


Saat anak kita besar nanti, ceritakan kepadanya jika ia memiliki seorang ayah yang sangat mencintainya, meski semua orang akan berkata Ayahnya buruk. Karena ucapan yang paling di dengar oleh seorang anak adalah ibu, ibu juga sosok yang paling dipercaya oleh seorang anak."


Vania hanya mengangguk.


*


Usia Romi hanya mampu bertahan dalam satu bulan setelah ia memilih lepas dari jeratan Iblis, tidak banyak yang hadir dalam pemakaman Romi. Semua dilakukan dalam kondisi tertutup penuh rahasia.


*


Frans menepati janjinya sebagai orang kepercayaan Romi, ia menyerahkan semua berkas harta yang tersisa milik Romi kepada Vania.


"Terima kasih yah Frans, Kau sangat banyak membantu kami, dan saya tidak bisa menggunakan jasa kamu lagi saat ini," ucap Vania.


"Tidak masalah Nona! Terima kasih, Terima kasih telah berkenan menemani Tuan sampai akhir hayatnya, Nona memang wanita hebat, Tuan memang sangat buruk, tapi ia tetap lelaki sejati yang mengorbankan diri demi anak dan istrinya. Tuan tidak pernah jatuh cinta dengan wanita mana pun. Ia tetap membiarkan perasan cintanya kepada Nona berkembang, walaupun semua yang ia miliki telah hancur!" ucap Frans begitu kagum dengan majikannya.


***

__ADS_1


Seperti apapun kondisi hidup tetaplah berlangsung, ku jalani semua ini dengan ketabahan, keikhlasan, kisah ku bersama dua pria yang mencintaiku sungguh begitu ironis dan akhir yang tidak bahagia.


Di balik kisah yang cukup rumit ini, lagi-lagi Tuhanku selalu membukakan jalan yang tidak pernah aku duga, pintu masalah itu mulai terbuka satu per satu.


Romi hanya meninggalkan Satu Milyar uang tunai dan beberapa sebidang Tanah, semua aset Perusahaan benar-benar bangkrut untuk melunasi hutang, aku sendiri tidak mengerti, hutang apa saja yang akan dibayarkan. Aku hanya mengikhlaskan segalanya.


Hal yang membuat aku sangat bahagia dan tidak terduga, ini seperti kejutan, tiba-tiba Pamanku Fredy Syah dan Tante Erly juga Kiano anak tunggal mereka yang masih duduk di kelas 1 SMA, datang memelukku sambil histeris menangis, meminta maaf karena telah membuat aku menderita selama ini, aku tidak tau mengapa semua itu bisa terjadi.


Semua saham Romi disita termasuk yang ada pada Paman Fredy Dan Tante Erly, mereka terancam masuk penjara jika terus mempertahankan saham milik Romi.


"Vania maafkanlah kami, selama ini telah membuat kamu menderita!" ucap mereka memeluk perempuan itu.


"Kakak, Kiano merindukan kamu!"


Rupanya Kiano selam ini pun marah dan mengamuk besar hingga sering sakit-sakitan saat mengetahui aku begitu menderita selama menikah. Sepupu yang sudah aku anggap seperi adik kandung ku sendiri. Ia selalu manja kepadaku, membela aku saat Paman dan Tanteku marah.


Aku juga tidak bisa apa-apa tanpa keluarga dan hidup sendiri, akhirnya aku memanfaatkan semua kesalahan mereka, kami kembali kumpul dan menjadi satu keluarga lagi. Kami juga sepakat membangun usaha Ayahku yang sempat tertunda yaitu membuka restoran dan catering makanan.


Dalam kondisi hamil dan banyaknya masalah, aku terpaksa keluar dari Universitas, namun aku akan kembali melanjutkan pendidikan setelah masalah hidupku berlalu.


Meski dalam kondisi hamil tua sekalipun aku tetap berjuang dan berusaha membangun bisnis kuliner kecil-kecil an bersama keluarga ku. Tante Erly memang yang sangat cerewet tetapi ia tetaplah perhatian. Mba Ratih selaku pengacara ku dulu juga ikut membantu membersihkan nama Romi dan juga posisi ku sebagai istri yang penuh tantangan di berbagai media, kisah ku sepertinya menarik, sehingga namaku mulai viral, banyak yang simpatik dan memberikan dukungan, tidak disangka Resto kami menjadi lebih dikenal orang-orang. Hal itu membuat langkah kami semakin mudah menjelajahi dunia bisnis yang lebih berkembang lagi. Pesanan cetring juga semakin berkembang.


Paman dan Tante sangat bahagia sekali, mereka memang sangat menginginkan hidup kaya. Kami semakin semangat membesarkan Resto, namun membangun sebuah bisnis tidak lah mudah.


Ada beberapa pria yang ingin melamar ku untuk menggantikan posisi Romi, tetapi aku belum bisa membuka hati kepada siapapun, belum berniat untuk menikah lagi, masih ingin tetap fokus untuk anak ku!


*


"Vania, sebentar lagi kamu akan lahiran!" ucap Erly.


"Iyah Tante!"


"Semua perlengkapan sudah Tante siapkan!"


"Terima kasih Tante!"


"Yakin, kamu belum ada niat untuk mencari pengganti Romi, kamu ini kan masih mudah masih butuh pendamping!"


Vania tampak terdiam mendengarkan ucapan dari Tante Erly.

__ADS_1


"Vania belum siap Tante, masih ingin fokus dengan lahiran saja!"


"Apa kau masih mengingat Niko?"


"Tidak...Aku tidak mengingatnya lagi?" ucap cepat Vania.


"Iyah sudah, itu terserah kamu, tapi menjadi single parent itu sangat berat Vania, karena kamu masih muda."


"Iyah Tante!"


*


Luna Inara dipercaya oleh Niko Oscar untuk bergabung menjadi sekretaris di Perusahaan Oscar 99. Sambil mulai menyusun skripsinya, Luna juga bekerja paruh waktu di Perusahaan sang Paman.


Tanpa sengaja, Viral nya kisah hidup Vania bersama Romi, telah sampai kepada Priyana, Mala dan meski Luna sudah mengetahuinya, ia lebih memilih bungkam, tidak ingin menceritakan kepada siapapun.


Sementara Niko masih tengah berada di Amerika fokus dengan pengembangan karirnya yang semakin maju, Niko juga membawa Benny ke Amerika agar kembali memperdalam ilmu pendidikan kedokterannya disana, semua biaya pendidikan Benny di tanggung oleh Niko Oscar, karena ia butuh pendamping dokter pribadi untuk menangani kesehatannya.


Tampak Priyana melamun di sofa, satu keluarga itu baru saja kembali liburan dari Amerika sekaligus mendukung karir Niko. Keluarga yang cukup bahagia dan berkecukupan dengan suksesnya Niko Oscar membawa perusahaan Almarhum Ayahnya yang dulunya masih sebuah perusahaan kecil.


"Mah, minum dulu vitaminnya!" ucap Mala meletakkan vitamin dan satu gelas air putih.


Priyana tampak diam saja.


"Tadi Mas Niko nelpon, kenapa Mama tidak angkat!" tanya Mala.


"Apa Niko tau tentang viral nya kabar wanita yang bernama Vania itu!" tanya Priyana.


"Mala tidak berani lagi mengusik tentang masalah itu kepada Mas Niko Mah!"


"Aku ingin sekali melihat Niko menikah! Apa ia masih mengingat Isabella?"


"Menurut Benny, Mas Niko mulai bisa melupakan Isabella, Benny menuntutnya pelan-pelan ikut terapi kejiwaan di Amerika dan sudah mulai belajar membuka hatinya kepada wanita lain."


Priyana terdiam.


"Kenapa lama sekali, aku merasa jantungku sudah tidak sehat!" batin sang Bunda merasa cemas


"Mama sabar yah, Mas Niko lagi berusaha mencari pasangan hidup, itu tentu tidak mudah Mah, kabarnya, sudah ada beberapa wanita yang akan dijodohkan untuknya!"

__ADS_1


***


__ADS_2