Mr Cool Falling In Love.

Mr Cool Falling In Love.
Bab 29


__ADS_3

Terlihat Vania yang sedang berusaha membuang muntahnya di lubang kloset duduk.


"Ueeee....ueeee!"


"Mengapa aku mual sekali, rasanya ingin mengeluarkan semua isi perut ini, apa tadi karena makan jajanan yang terlalu banyak yah?" gumam Vania.


Setelah Vania berpenampilan cantik dan sederhana, ia membawa air hangat ke dalam kamar.


"Mungkin aku masuk angin, karena beberapa hari ini makan terlambat!" praduga Vania, meneguk air hangat, lalu terbaring sejenak.


"Aaaaah!" enaknya ucap perempuan itu saat menikmati pelukan hangat bantal serta kasur yang nyaman.


Sementara, terlihat Niko yang lagi kasmaran berat, sedang bermusik ria sambil mem-perlicin dagunya. Membersihkan diri dengan bergaya setampan mungkin. Pria yang sedang di rundung masa berbunga-bunga itu pun, tidak henti-hentinya bercermin menatap penampilannya, yang berencana akan makan malam bersama Vania. Niko yang sedang jatuh cinta tidak perduli sebesar apapun tantangan kedepannya, ia hanya ingin menikmati perasaannya.


15 menit kemudian.


"Tok...tok...!" suara ketukan pintu membuat Vania bangkit dari kasurnya.


"Mungkin itu Mas Niko!" gumam Vania, sejenak merapikan rambutnya dan siap bertemu lelaki pujaan.


Setelah pintu terbuka. Niko tersenyum manis, Vania juga membalasnya.


"Makan malam Yuk!"


"Boleh!"


Keduanya berjalan santai mesra bergandengan menuju resto, Apartemen bawah. Saat pesanan terhidang di meja, Vania terasa mual mencium aroma makanan.


"kenapa?"


"Enggak apa-apa Mas, mungkin kurang istirahat saja!"


"Yah sudah, setelah makan, kita langsung balik, aku juga lagi banyak kerjaan!"


"Iyah Mas!"


Vania tetap memaksakan diri sedikit makan. Setelah itu, keduanya masih tetap terlihat mesra duduk bersama, lanjut bermesraan lagi. Merayakan masa jadian yang indah, Niko tetap mengelus manja rambut Vania dalam tatapan dingin membekukan dan tangan keduanya saling berpegangan erat, canda, senyuman, tawa, semuanya terasa begitu indah, terasa dunia milik berdua.


"Jika aku bisa bersamamu, aku ingin sekali menghentikan waktu, perasaan ini terasa nyaman sekali!" gumam Vania.


"Kamu lagi tidak enak badan, bagaimana jika kita ke rumah sakit!" Niko menawarkan.


"Tidak usah Mas! Setelah tiduran, pasti sudah enakan!"


"Yah sudah!"


"Besok kita akan mendatangi pengacara kamu yang lama dan aku akan mengerahkan 10 pengacara lokal dan beberapa dari luar?"


"Wuaaaah😱!" banyak banget mas, seperti sudah mau merebut negara saja, sayang kan uangnya?" ucap Vania.


"Kamu tenang saja, biar aku yang mengurus segalanya, menghadapi Romi tentu tidak bisa main-main, yang penting kamu tetap konsisten ingin bercerai dari Romi kan?"


Vania mengangguk manis.


"Ouh Iyah, Aku punya sesuatu buat kamu?"


"Apa!"

__ADS_1


"Eng ing eng!" ucap centil Niko menggemaskan (sebuah ponsel canggih terbaru yang ia beli khusus buat Vania)


"Ini ponsel mu, semau sudah aku set dengan nomor kamu yang pertama kali aku save di ponsel ku.


"Tapi Mas!"


"Sudah ambil saja!"


"Terima kasih Mas Niko!" Vania terlihat kegirangan.


"Buat kamu apa sih yang enggak!" mengelus manja rambut Vania.


Vania pun reflek memeluk Niko!


"Terima kasih sudah membalas cintaku!" gumam Niko mengecup lembut dahi Vania. Mereka pun kembali beristirahat.


***


Di lain tempat terlihat seorang pria bernama Romi Salman menggeliat kesakitan seperti tercekik sosok makhluk yang tidak terlihat oleh kasat mata, berwujud monster iblis yang mengerikan.


"Arrrgh!"


"Arrrgh!"


Raungan keras Romi dalam rasa kesakitan yang luar biasa.


Kemarahan sosok iblis, percakapan mereka yang bisa diartikan;


"Berani-beraninya kau jatuh cinta dengan sesembahan ku sehingga membuat dia hamil?"


"Apah? Vania hamil?" Romi tidak percaya.


"Tidak!" hentak keras Romi.


Sang Iblis kembali menghukum Romi yang tidak sesuai dengan perjanjian.


"Jika kau melanggar perjanjian tunggulah apa yang terjadi dengan kamu!"


***


Niko yang sudah mempersiapkan pengacara hebatnya berusaha mencari data tentang kasus perceraian Vania dan Romi yang akan berlangsung beberapa hari lagi.


Selain Benny akhirnya Niko jujur kepada Bagas sekretaris satu sekaligus asistennya.


Setelah mendengar keinginan Niko yang ingin berniat menikahi Vania sebagai istri sah Romi Salman, yang tak lain adalah salah satu Aliansi bisnis Oscar 99, kedua bola mata Bagas tampak membesar terkejut hebat.


"Gila, si Mr cool sekali jatuh cinta targetnya parah banget! Istri orang coy!" Gumam Bagas merasa tidak percaya.


"Kamu bisa jaga rahasia kan, jangan sampai berita ini beredar luas di media dan di ketahui oleh para staf lainnya!"


"Baik Pak!"


"Tapi Pak! Menurut saya ini terlalu berbahaya? Bagaimana jika Romi ribut di media, hal ini akan dimanfaatkan besar oleh kompetitor kita!"


"Aku sudah terlanjur jatuh cinta dengan Vania, tidak ada pilihan lagi. Sekali maju pantang untuk mundur, lagian posisiku tidak merusak rumah tangga orang, hanya membantu Vania yang ingin bercerai dari suaminya. Saat ini aku sedang menunggu kedatangan Romi, tapi tidak ada respon darinya, jadi tidak masalah kan."


"Bukan kah ia tidak ingin mencari pengganti Isabella lagi?" gumam Bagas yang masih tidak habis pikir dengan rencana gila atasannya itu.

__ADS_1


"Bagaimana dengan semua kerjasama kita dengan One & One Pak!"


"Kerjasama tetap berlangsung, tidak ada yang berubah, semua harus terlaksana!"


"Menurut kabar penjualan omset One & One terus menurun!"


"Oh Iyah?"


"Ada apa?"


"Saya belum menyelidikinya Pak, mungkin kualitas produk mereka sangat jelek, selama ini banyak konsumen pasar yang kecewa, di tambah lagi harga spare part yang terlalu mahal tidak sesuai dengan kualitas produk!"


"Begitu yah! Sungguh memalukan!"


"Selama ini perusahaan One & One di gandeng oleh perusahaan besar sehingga berdiri dengan cepat!"


"Terima kasih infonya."


"Baik Pak!"


***


Belakang, Niko terus berjuang menyusun strategi yang bagus untuk mengalahkan Romi di persidangan nanti. Bahkan Niko sudah membayar orang untuk mengamankan berita kepribadian dia di seluruh berbagai media agar kasus perceraian Vania dan Romi tidak menyeret nama baiknya.


"Sampai detik ini Romi tidak menunjukkan perlawanan ataupun ingin bertemu dengan ku!"


"Awalnya aku pikir Romi adalah lawan yang cukup menakutkan, ternyata tidak ada apa-apanya bagiku!"


"Aku juga penasaran strategi apa yang akan dia keluarkan nanti.


Gumam santai Niko di kursi ruangannya.


***


Niko semakin menunjukkan sikap serius ingin menikahi Vania. Suatu malam Niko memberanikan diri untuk membawa Vania, bertemu keluarganya.


Vania yang merasa baik-baik saja tidak terpikir untuk memeriksakan kondisinya, rasa lelah dan mual hanyalah hal biasa baginya.


"Mas! Vania takut juga malu!" ucap Vania menunduk.


"Mama, Mala juga Luna tidak akan keberatan dengan niat tulus ku ini."


"Tapi aku masih dalam status belum resmi bercerai!"


"Sayang perceraian kamu dan Romi sudah di depan mata, kita hanya tinggal menghitung hari saja. Lihat saja, Romi sudah tidak berani lagi kan, awalnya ia begitu menyakinkan untuk menantang, tapi setelah aku menurunkan banyak pengacara, ia malah terdiam dan sama sekali tidak memberikan perlawanan. Bahkan keluarga kamu juga tidak ada yang ikut campur.


Perceraian kamu meskipun tanpa pengacara yang lama semua akan berjalan sukses. Percaya padaku!"


Vania mengangguk manis.


"Memperkenalkan kamu dan membicarakan langkah kita selanjutnya adalah bentuk betapa aku serius dengan kamu!" ucap bahagia Niko.


"Baiklah Mas!"


"Benar kata Luna, Pamannya bisa menyelesaikan perceraian aku dan Romi! Aku bahagia sekali?" gumam Vania.


"Ayo!" Akhirnya keduanya melangkah menuju rumah orang tuanya bersama adik perempuannya.

__ADS_1


***


Mohon like, komentar, gift, vote yah guys🙏


__ADS_2