Mr Cool Falling In Love.

Mr Cool Falling In Love.
Bab 73


__ADS_3

Frans berjalan sambil merangkul bahu Kiano dengan santai hingga menuju ruang administrasi rumah sakit. Kiano yang masih menggunakan seragam sekolah lengkap tampak semangatnya terombang-ambing penuh dalam kebingungan menjalani tujuan hidup. Usianya masih terlalu dini untuk memikirkan beban yang seharusnya tidak ia pikirkan, dimana teman-teman seusianya lebih memilih hang out santai seperti di pantai, serta nongkrong bareng. Selama ini Vania lah yang menjadi tumpuan ekonomi mereka.


"Sampai kapan aku harus menopang hidup bersama Tante Sarinah, tidak ada yang setulus kakak! ini lah yang dirasakan kak Vania selama ini, memikirkan banyak hal, terutama masalah uang," gumam Kiano.


"Coba kamu tanyak kan? Berapa semua biayanya?" pinta Frans.


"Aku tidak berani kak, aku yakin biayanya akan meledak selama satu minggu lewat lamanya, karena ruang inap Ayah adalah VIP utama disini! Sementara saldo ku tinggal 500 ribu rupiah, mata uang rupiah yang tidak berlaku disini😭😭😭😭?" Kiano mewek menunjukkan isi saldonya kepada Frans.


"Hiks...Hiks...Hiks...! Aku pikir jika ginjal ini dijual, juga tidak akan sanggup membayar biaya rumah sakit ayah juga ibuku sekarang!" tangis Kiano menjadi-jadi meledak dalam pelukan Frans. "Hiks...Hiks...Hiks...!"


"Hei...Hei...tenanglah! Aku menyuruhmu menayangkan berapa semua biaya administrasinya, bukan menyuruh kamu untuk membayarnya!!" kata Frans menguatkan Kiano memandang remaja tanggung itu yang sedang rapuh dalam mata memerah dan hidung meler.


"Hiks...Hiks...Hiks...! Baiklah Kak!"


"Hem...Ayo cepat!" dorong Frans.


Kiano kembali berbalik menuju Frans.


"Apa lagi???" tanya Frans.


"Kakak serius ingin membayarnya? Apa kakak benar-benar punya uang, ini salah satu rumah sakit termewah di kota ini, terkenal dengan keahlian Dokternya dan perawatan yang canggih, banyak orang luar negeri sekarang berobat kesini, sebab itulah kalau tidak salah mereka menggunakan hitungan dolar untuk setiap ruang VIP!" ucap Kiano yang sudah mencari tau tentang rumah sakit sejak Ayah dan kakak sepupunya di rawat disana.


"Salahkan saja si Niko goblok itu, mengapa ia membawa kesini!" ucap acuh Frans.


Kiano semakin tidak percaya diri.


"Coba tanya dulu!" pinta Frans kembali.


"Demi menikahi kak Vania, kakak akan membayarnya!" tanya Kiano masih tidak percaya.


"Sudah kamu jangan bawel, ayo tanyakan saja!" perintah Frans mendorong tubuh Kiano.


"Ok baiklah!"


Akhirnya Kiano memberanikan diri bertanya kepada staf resepsionis seorang wanita yang berdiri sempurna dengan penampilan terbaik mereka.


Sementara Frans duduk dengan santai menunggu di ruangan Lobi itu.


"Cek...cek...Masya Allah, cantiknya!" gumam Kiano bocah remaja itu.


Kiano terpaku melihat senyum staf wanita yang tertuju kepadanya.


" Can I help you?" tanya staf cantik itu dengan ramah.

__ADS_1


"From Indonesia!" sambut cepat Kiano memberitahu asal dirinya.


"Ada yang bisa saya bantu dek, kamu sudah pulang sekolah atau izin keluar?"


"Sudah pulang sekolah Mba, saya tidak pulang ke rumah saya, karena Ayah saya sedang di rawat disini!" jawab senyum Kiano malu-malu.


"Ouh baiklah, apa kamu punya keperluan yang harus saya bantu!"


"Mba, saya mau tau, berapa biaya administrasi Ayah dan Kakak sepupu saya selama satu minggu lebih dirawat disini?"


"Kalau boleh tau, bisakah kau sebutkan nama mereka!"


"Ferdy Syah dan Vania Keisya!" jawab Tegas Kiano.


Setelah mencari data dan Kiano terlihat sabar menunggu, Staf itu mulai bicara lembut kepada Kiano.


"Untuk pasien yang bernama Vania Keisya, sudah meninggalkan rumah sakit ini terhitung sejak tiga hari yang lalu, Biaya administrasinya di gabung menjadi satu dengan pasien bernama Ferdy Syah!"


"Iyah benar Mba!" angguk cepat Kiano.


"Untuk total secara keseluruhan sampai detik ini sudah berada di angka 60 ribu dolar!" jawab sang staf dengan tetap tersenyum manis.


Sontak Kiano menelan ludah kepasrahan.


"Sekitar 700-800 juta rupiah?"


"Busyet, Mahal banget!" ucapan reflek Kiano.


"Ini perincian sementaranya?" sang staf memberikan print out kecil.


Jantung Kiano semakin berdebar dalam nafas sedikit tertahan memperhatikan perincian biayanya.


"Untuk pengobatan koma pasien Ferdy Syah itu cukup menelan biaya yang besar, ia membutuhkan transfusi darah setiap hari untuk menstabilkan cairan darah yang hilang, kondisi ulu hatinya juga robek jadi pihak Dokter memutuskan untuk melakukan perbaikan operasi kecil menggunakan teknologi kesehatan yang canggih?" si staf tetap tersenyum menatap wajah Kiano yang tertekuk.


"Tapi saya tidak tau bagaiman membayar tagihan ini mba, ini cukup besar sekali?" ungkap Kiano hampir meneteskan airmata kesedihan.


"Adek yang comel, jangan sedih yah, kamu tidak perlu khawatir, karena semua biaya Ayah dan Kakak sepupu kamu, sudah ditanggung oleh pria yang bernama Niko Oscar, pimpinan tertinggi Perusahaan Oscar99, jadi pihak rumah sakit akan tetap memberikan pelayanan terbaik buat Bapak Ferdy Syah sampai hari terakhirnya disini."


"Be...beneran sudah dibayarkan?" ungkap haru Kiano belum sepenuhnya percaya.


"Benar sekali!"


Seketika Kiano merasa bisa bernafas lega, aliran darahnya serasa kembali mengalir normal.

__ADS_1


Si staf juga menunjukkan bukti pembayaran yang sudah hampir penuh di bayarkan oleh staf perusahaan dari Oscar99.


"Ya Allah, sebenarnya pria yang bernama Niko itu jahat atau baik sih, tadinya aku ingin membunuhnya tapi sekarang tidak, bagaimana mungkin ada manusia yang rela buang uang sampai puluhan dolar hanya untuk menyelamatkan nyawa Ayahku dari tusukan ibuku sendiri!" gumam Kiano dalam mata berkaca-kaca.


"Adek, apa ada lagi yang kamu perlukan!"


"Sudah tidak ada lagi, terima kasih Mba, terima kasih...!" angguk Kiano berlari menghampiri Frans yang masih setia menunggu.


Frans reflek berdiri saat melihat Kiano berlari kegirangan dengan menggenggam sebuah kertas ditangannya.


"Kenapa kau cukup bahagia seperti itu!" tanya Frans penasaran.


"Huh"


"Hah!"


"Huh!"


Suara ngos-ngosan Kiano yang terlihat bahagia.


"Huh, Lihat ini kak!" Kiano menunjukkan bukti pembayaran dari Perusahaan Oscar99.


Frans memperhatikan biaya administrasi dan bukti pembayaran itu dengan fokus.


"Semua orang bilang kalau Niko adalah sombong dan jahat, tapi hari ini tidak berlaku bagiku, dia benar-benar menyelamatkanku hari ini!" ucap Kiano masih dalam deru nafas penuh kejutannya.


"Hahahaha....Kiano, kau jangan terkecoh olehnya, apa kau lupa, Restoran milik Vania sudah disita oleh Niko Oscar dan sekarang kakak mu juga ada bersamanya, hanya membayar 60 ribu atau seratus ribu dolar itu bukan hal yang sulit bagi seorang Niko.


Sisa Perusahaan one & one juga ada dalam genggaman Niko, Ayah dan ibumu begini juga karena Niko yang telah mengambil paksa Restoran itu, benar kan? Jadi tidak ada yang istimewa!" ungkap Frans dengan senyum sadisnya.


"Tapi, kak Vania tidak mau menikah denganmu, Jangan paksa dia!" hentak Kiano menantang Frans.


Dalam emosi, dengan cepat Frans menarik Kiano ke sebuah toilet umum yang terletak tidak jauh dari mereka, Pria itu mendorong paksa Kiano agar masuk ke dalam toilet lalu menghentakkan tubuh Kiano ke dinding, tenaga kuat Frans dengan menggunakan kekuatan supranatural yang pernah digunakan oleh Romi mampu


Mengangkat Kiano dengan satu tangannya lalu mencekik bocah remaja itu.


"Arrrgh! Arrrgh!" Kiano tercekik hebat sampai ia sulit bernafas.


"Jangan pernah sekali-kali kau mendukung pria itu (Niko) atau kau dan keluarga mu akan aku habisi dalam satu tangan saja!" ucap Frans dua bola matanya memerah darah dalam nada suara mirip seorang monster iblis bertanduk.


"Anj*y, ternyata dia menggunakan kekuatan iblis!" gumam makian Kiano yang hampir menyerah sambil menghentak-hentakkan kakinya menahan rasa sakit dari cekikan pria kerasukan itu.


**

__ADS_1


__ADS_2