Mr Cool Falling In Love.

Mr Cool Falling In Love.
Bab 71


__ADS_3

Setelah makan siang bersama keluarga. Niko dan Vania akhirnya pamit membawa Jex kembali pulang. Jex duduk di belakang dengan banyak permainannya. Vania memutar lehernya ke samping melirik ke arah putranya dan tak jemu-jemu memandang Jex yang asyik bermain.


"Anakku tidak pernah menuntut histeris dalam tangisannya, tidak pernah membuat aku lelah selama mengurusnya, ia memang anak yang tau diri, seolah-olah ia mengerti tentang kerumitan hidup ibunya, Ya Allah, semoga selalu ada rezeki buat Jex agar ia tetap sehat selalu ceria dengan banyak permainannya dan nantinya bisa menempuh pendidikan tinggi, hanya itu keinginanku, cukup simpel tapi tetap saja harus diiringi dengan perjuangan!" gumam Vania dengan senyum tipisnya.


"Oh Iyah sayang, kamu perlu mobil kan, besok kita beli yah?" kata manis Niko, sebelah kiri tangannya mengelus manja tangan kanan Vania.


"Enggak usahlah Mas, kalau nti terdesak, Vania bisa naik taxi saja?"


"Jangan dong (bantah Niko) aku sanggup memenuhi kebutuhan kamu!"


"Enggak apa-apa!" ucap Vania balas mengelus-elus manja bahu Niko.


"Kamu kenapa, mau gituan lagi, aku bisa jadi salah tingkah nih!" ucap Niko dengan senyum manisnya.


"kamu yang semangat yah Mas, terima masih sudah membelikan banyak mainan buat Jex. Terima kasih juga sudah menyayanginya!" ungkap Vania bahagia meski hubungan mereka tidak semulus jalan tol.


"Kamu kenapa sih sayang, aku sudah menganggap Jex seperti anakku sendiri, kalau kamu ada masalah jangan di pendam, cerita saja!" pinta Niko.


"Enggak ada masalah kok, Mas! Aku ingin terus belajar bersyukur, karena hidup yang paling sulit adalah bersyukur!" ucap manis Vania membuat Niko semakin kagum dengan sikap Vania, Wanita itu cukup bisa menyembunyikan kegundahannya setelah mendengar keinginan besar ibu mertuanya dan juga perkataan Benny.


***


"Tlililit... Tlililit!" ponsel Niko berdering keras.


Niko melihat ponselnya datang dari Bagas.


"Sebentar yah sayang" ucapnya pada Vania.


"Iyah!" Vania mengangguk.


Niko mulai mengaktifkan bluetooth alat bantu sambung pendengaran via ponsel.


"Ada apa?"


"Gawat Bos!"


"Apanya yang gawat?"


"Telah tersebar di media berita tentang kabar kemesraan Bos dengan Vania di salah satu pusat perbelanjaan! Berita itu menyudutkan Bos yang telah tertuduh sengaja merebut paksa istri alm Romi, sepertinya seseorang sengaja menyebar luas foto-foto itu, sekarang teman-teman dari media sedang berburu berita ini, Netizen berpikir ini seperti serial drama yang bersambung kemarin!" ucap Bagas.


"Kamu ada-ada saja!" tegur Niko tersenyum tipis.


"Benar Bos!"


"Ok, terima kasih informasinya!" kata Niko menutup ponselnya dengan raut wajah santai namun terlihat khawatir.


"Ada apa Mas?" tanya Vania memperhatikan Niko.

__ADS_1


"Enggak apa-apa!" ucap Niko terlihat tenang.


"Tapi kamu terlihat gelisah!" kata Vania.


"Seseorang mencuri foto kita saat di Mall lalu menyebarluaskannya. Sekarang kebersamaan kita menjadi sorotan.


"Begitu yah?" ucap Vania ikut berpikir.


"Kurang ajar?? siapa dalang semua ini?"


Dia hanya berani bermain di belakang ku.


gumam geram Niko.


"Tapi kamu jangan khawatir, aku akan tetap ada bersama kamu!" kata Niko menguatkan Vania.


Vania tersenyum dalam kepasrahan.


***


Sesampai di rumah, dari kejauhan Niko memperhatikan jika di depan gerbang rumahnya telah berdiri beberapa tim dari awak media wartawan yang meminta keterangan tentang seperti apa hubungannya bersama istri dari alm Romi pimpinan perusahaan One & One yang sudah runtuh namun telah bergabung bersama group Oscar99.


Dengan cepat Niko memutar arah mobilnya mengamankan Vania dan Jex ke sebuah Apartemen.


"kita mau kemana Mas?"


"Mas, kenapa kamu enggak buat konferens aja kepada mereka, katakan yang sebenarnya apa yang terjadi sejak awal!"


"Kamu apa-apa in sih, itu sama saja membuat diriku di tertawakan oleh semua orang, mempermalukan diriku sendiri, aku akan terlihat pria bodoh yang tidak bisa mencari pasangan hidup, memaksakan keadaan dengan merebut istri rekan bisnisnya sendiri sampai meruntuhkan perusahaan Romi."


Vania terdiam.


"Memang aku bukan wanita yang istimewa, jadi ini yang membuat kamu malu mengakuinya di depan umum tentang hubungan kita!" gumam Vania terdiam.


"Sudahlah, untuk saat ini coba kamu menurut saja dengan ku, aku akan cari tau siapa dalang yang sudah berani mencuri foto kita secara diam-diam di pusat perbelanjaan kemarin dan akan aku tuntut dia habis-habisan" ucap geram Niko terus melajukan mobilnya menuju Apartemen.


***


Susana di rumah sakit.


"Dokter ini adalah Kiano, Putra dari pasien yang bernama Ferdy, tolong izinkan kami untuk menjenguknya, anak ini sudah merindukan kehadiran Ayahnya," ucap Frans.


"Baiklah!" Akhirnya pihak Dokter mengizinkan Frans dan Kiano masuk menjenguk Ferdy.


Ketika Kiano dan Frans memasuki ruang inap Ferdy.


"Ayaaaaah!" jerit histeris Kiano berlari memeluk pria lemah itu.

__ADS_1


"Ayaaaah! Aku sangat merindukanmu!" tangis sesunggukan Kiano di bed Ferdy.


"Kiano, anakku!" ucap lemas Ferdy mengelus rambut Kiano.


"Cepat sembuh Ayah, aku tidak bisa hidup tanpa mu!"


"Bagaimana Kakakmu Vania?"


"Dia baik-baik saja bersama pria kaya itu Ayah?"


"Niko maksud kamu!"


"Benar Ayah?" jawab Kiano memperhatikan sang Ayah dalam pandangan kosongnya.


"Apa Ayah, tidak khawatir dengan Mamaku? Mama sedang dalam rehabilitasi kejiwaan Ayah!" ucap sedih Kiano.


"Mungkin ini karma bagi kita yang telah menguasai Vania...Kiano anakku, jangan salahkan kakak mu soal kejadian ini, dia sudah cukup lelah, aku tau saat ini dia mengikuti Niko karena masih ingin mempertahankan Restoran Doyan Mangan," ucap Ferdy meneteskan air mata kesedihan.


"Ayah, Kiano tidak pernah menyalahkan kak Vania, aku merasa hanya dia yang bisa membuat jiwaku lebih tenang!"


"Ayah menyesal, sangat menyesal Kiano!


Ibumu terlalu kejam kepadanya tapi Ayah diam saja! hiks...hiks...Aku ingin bertemu dengan kakakmu! Sungguh aku tidak berguna menjadi ayah pengganti untuknya?" Ferdy menangis sedih tampak matanya memerah.


Seorang pria melangkah dari arah sofa mendekati Ferdy.


"Apa kabarmu Paman, apa kau baik-baik saja?"


"Frans?"


Ferdy terbengong melihat kehadiran Orang kepercayaan Romi itu. Entah mengapa hatinya bergetar hebat.


Frans menatap tajam ke arah Ferdy.


"Apa kau yang membawa Kiano kesini?" tanya Ferdy.


"Yes, Andai saja kalian tidak menolak lamaran ku untuk menikahi Vania saat itu, mungkin kehidupan kalian tidak akan porak-poranda seperti ini dibuat oleh Niko!"


"Tapi aku tidak menyesal Frans, karena kau juga tidak ada bedanya seperti Romi, kau hanya ingin bernafsu untuk mendapatkan Vania lalu menguasai kembali apa yang menjadi haknya Jex?" kata Ferdy dengan mulut bergetar menantang Frans.


"Hahahaha, apa kamu masih tidak percaya pria tua, aku Frans, benar-benar mencintai keponakanmu itu, jika pun aku ingin mengambil hak Jex dari Romi, itu wajar-wajar saja, karena aku adalah satu-satunya orang yang bekerja keras untuk one & one saat itu dan aku tidak bisa terima jika Perusahaan itu begitu mudahnya lengser ke tangan Niko!"


"Kalian para pria yang akan membuat Vania tidak pernah bahagia!" hentak Ferdy lalu meringis di bagian ulu hatinya.


"Ayah!" ucap Kiano mengkhawatirkan kondisi Ferdy.


"Aku akan memanggil Dokter!" kata Kiano berlari keluar memanggil Dokter.

__ADS_1


"Apa kau masih bertahan dengan tidak berada dipihak ku, padahal kau sudah sekarat!" kata Frans mengeluarkan dan memainkan pistolnya di hadapan Ferdy yang sedang meringis kesakitan penuh dengan keringat di sekujur tubuhnya.


__ADS_2