
Frans merangkul Kiano sehabis pulang dari sekolahnya.
"Bagaimana kabar kamu Kiano,"
"Baik om?"
"Panggil kakak saja!" kata Frans.
"Apa kau masih mengenali aku?" tanya Frans.
"Tentu? kakak itu pria yang ingin melamar Kak Vania kemarin kan tapi ditolak ibuku?"
Frans tersenyum.
Namun wajah Kiano berubah sedih.
"Ada apa?"
"Tolong bebaskan Kak Vania dan Jex, mereka sedang dalam tahanan pria sombong yang membuat ibuku menjadi gila dan semua menjadi berantakan, kami berpisah padahal sebelumnya kami cukup bahagia," ucap Kiano.
"Siapa yang kau maksud pria sombong?" tanya Frans pura-pura tidak mengenali.
"Aku tidak tau namanya, karena aku tidak menyukainya!" jawab Kiano dalam wajah dendam.
"Apakah namanya Niko Oscar, pria yang merebut kakak sepupu mu dari Paman Romi kemarin,"
"Iyah, Benar!"
"Baiklah, aku akan membantumu!"
"Terima kasih Kak!"
"Sama-sama!"
"Oh Iyah, kabarnya hari ini Ayahmu siuman dari komanya yang cukup lama?"
"Benarkah? Bisakah Kakak membawaku ke rumah sakit sekarang!"
"Baiklah! Ayo!" Frans membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan Kiano masuk ke dalam mobilnya.
Kemudian Frans melaju membawa Kiano menuju rumah sakit.
***
Niko masih dengan kemesraannya bersama Vania, keduanya berciuman panas penuh kemesraan di dalam kamar dan berc"mbu bahagia, suasana pengantin yang masih terasa.
Niko mengangkat Jex lalu meletakkannya di sofa empuk.
"Mas, kenapa Jex dipindah?" tanya polos Vania.
"Karena aku ingin berduaan dengan kamu di atas ranjang, di sofa tidak leluasa!"
Vania tersenyum lalu Niko mengangkat Vania dan kembali mencumbui istrinya di atas ranjang dengan lapang sambil berguling-guling cekikan.
"Tapi aku takut, bagaimana jika tiba-tiba Jex bangun nantinya?" rengek Vania.
"Dia tidak akan bangun, ayolah, mari kita lakukan tanpa ragu?" ajak Niko membuka pakaiannya satu per satu dan melemparnya ala koboi ke sembarang tempat membuat Vania tertawa.
Niko juga membantu membuka pakaian Vania, lagi-lagi keduanya menyempatkan diri melakukan hubungan suami istri, bercinta bersama. Namun sesekali Vania melihat ke arah tidur Jex takut sang anak terbangun melihat adegan dewasa mereka.
__ADS_1
"Uh!"
"Ehm"
"Ah!"
"Ouh!"
Terjadi gempa dahsyat lokal khusus di atas ranjang...
Permainan nikmat itu selesai.
***
"Tok...tok...!"
Terdengar ketukan seseorang dari luar pintu kamar membangunkan Vania.
Perempuan itu terhentak dalam kondisi tanpa busana. Ia mencari keberadaan Niko yang ternyata sudah tertidur di sebelah Jex dan sudah menggunakan pakaian lengkap.
Vania tersenyum lalu buru-buru memakai pakaiannya, kemudian berlari membuka pintu kamar.
Mala Anjani tersenyum kearah Vania, berdiri di depan pintu.
"Mari makan siang, hidangannya sudah siap?"
"Terima kasih kak, Vania jadi tidak enak, tidak ada membantu di rumah ini!"
"Semua sudah di kerjakan pelayan, tidak ada yang perlu kamu bantu lagi!" jawab Mala memperhatikan bekas gigitan merah di leher Vania.
"Dimana Mas Niko?" tanya Mala.
"Di...dia masih tertidur kak!" ucap Vania sedikit gugup merasa bagian lehernya menjadi pusat perhatian Mala.
"Hari ini dia cuti kak!"
"Yah sudah, pergilah mandi, lalu datanglah untuk makan siang!" ucap Mala lalu pergi meninggalkan Vania.
Vania masih terlihat bengong sambil berkata dalam hatinya;
"Kakak ipar menyuruh aku mandi, apa dia tau kami baru saja selesai...!" Vania buru-buru menutup pintu kamar lalu berlari ke cermin memperhatikan area lehernya.
"Astaga...dasar si singa liar, ia selalu saja membuat ulah dengan meninggalkan jejak pemainnya di leherku! Pasti kak Mala memperhatikan bekas ini sejak tadi...Haduuuuh, aku malu sekali!" ucap Vania Buru-buru menuju kamar mandi dan membersihkan diri.
***
Lima belas menit kemudian, Vania keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang sudah bersih dalam rambut yang masih basah, ia berusaha mengeringkan rambut halusnya namun tetap saja rambut Vania terlihat basah dan sangat lembab.
"Begini rasanya tinggal di rumah mertua dan ipar ada rasa malu dan tidak nyaman saat siang-siang bolong pun, sempat-sempatnya kami melakukan hubungan intim.
"Hadeeeh..." Vania berusaha mencari hair dryer untuk mengeringkan rambutnya.
"Jika mertuaku melihat rambutku ini basah, ia pasti akan berkata;
"Dasar si bocah mesum, dia bertamu ke rumah mertuanya tapi masih sempat mengambil jatah malam bersama anakku!" Omelan Vania bicara sendiri, merasa panik sambil mengeringkan rambutnya.
Tidak berapa lama terdengar ponsel Niko panggilan dari berbagai wanita yang mengaguminya. Banyak wanita yang mulai mendekati Niko saat mereka tau pria itu sudah mulai membuka diri.
Merasa geram, Vania mengangkat panggilan itu.
__ADS_1
"Halo!" jawab Vania.
"Ini siapa?" ucap lembut menggoda dari si pelakor wanita.
"Saya isterinya, apa kamu tidak punya kerjaaan terus menelpon lelaki yang sudah menjadi milik wanita lain, Mas Niko sudah menikah dan sudah memiliki istri, jadi tolong jangan suka mengganggu suami orang?"
"Trup?" Vania tidak ingin mendengar ucapan balasan dari perempuan yang menelpon Niko. ia langsung memutuskan percakapan itu dengan gemes.
"Dasar wanita gatel!" Maki Vania.
"kamu sudah bangun!" tanya Niko, membuat Vania terkejut.
"Su..sudah, Mama menyuruh kita makan siang! Apa Mas mau mandi dulu?"
"Iyah baiklah!" ucap Niko bangkit menuju kamar mandi.
"Mas, ini telpon mu, maaf tadi aku menerima panggilan dari berbagai pacarmu!" ucap cemberut Vania.
"Kamu cemburu?"
"Tidak!" jawab jutek Vania.
"Baguslah, artinya aku bisa mencari pacar lagi?"
"Reflek Vania menjewer telinga Niko!"
"Aduuuuuu! katanya tidak cemburu, lagian kalau sanggup tidak masalah kan!" kata Niko dengan tersenyum, ia suka menggoda istrinya.
"Boleh tapi ceraikan aku dulu?" jawab jutek Vania.
Niko hanya tersenyum, lalu masuk ke dalam kamar mandi. Langkahnya mundur kembali.
"Ouh Iyah sayang, aku pikir kita harus mencoba bercinta di dalam mobil, di balik pintu, di atas pohon atau rumah pohon!" ucap NIko kembali menggoda Vania.
"Tapi aku justru penasaran dan ingin mengajak kamu bercinta di lubang semut!" bisik manja Vania di telinga Niko sampai meninggikan kakinya.
"Hahahaha, spontan Niko tertawa lucu!"
"Sudah sana mandi!" Vania mendorong tubuh Niko agar segera masuk ke dalam kamar mandi. Pria itu hanya tersenyum-senyum sendiri.
**
"Mah!"rengek Jex.
Balita itu terbangun ingin meminta susu, Vania langsung membawanya keluar untuk membuatkan susu.
" Jex!" teriak bahagia Raja dan ratu putra dan putri Mala mengajak balita itu kembali bermain.
Vania membiarkan mereka bermain layaknya anak-anak yang lain.
Vania ingin melangkah ke dapur, tidak terduga ia mendengar obrolan rahasia Priyana dan Mala.
"Mama sebenarnya setuju tidak dengan Vania?" tanya Mala penasaran.
"Sebenarnya Mama lebih senang jika Niko itu menikah dengan wanita yang belum memiliki anak!"
"Kenapa begitu Mah?"
"Tidak masalah jika mereka bersama, tapi Mama ingin Niko tetap prioritaskan dirinya agar segeralah memiliki anak karena dia harus memiliki keturunan, usianya sudah tidak muda lagi!" ucap Priyana terdengar jelas di telinga Vania.
__ADS_1
Mendengar hal itu perasaan Vania semakin merasa bersalah telah menyuruh Niko agar menikahinya dan memandangi wajah polos Jex yang asyik bermain.
***