Mr Cool Falling In Love.

Mr Cool Falling In Love.
Bab 34


__ADS_3

Romi Salman pria muda dengan usia 24 tahun itu masih duduk diam dalam lamunannya, namun ia mendengar jelas apa yang dikatakan oleh Vania.


"Aku akan mewujudkan apa yang kau inginkan, hari ini aku tidak akan menurunkan pengacara pembela, kau berhak menggugat ku dipersidangan ini dan aku pastikan kemenangan ada di pihak kau dan Niko. Aku mengaku kalah,"


Vania terdiam, ia merasa bukan berbicara kepada Romi, sifat arogannya tidak terlihat lagi, hanya tampilan dingin dari seorang pria yang kehilangan rasa kepercayaan diri yang tinggi, wanita itu juga terus memperhatikan raut wajah suaminya dalam pandangan kosong ke depan, tidak seperti biasanya.


"Ada apa dengannya?" batin Vania masih terus bertanya.


"Perusahaan One & One sudah runtuh, beritanya juga sudah tersebar di media, sebagian aset terpaksa dipakai untuk membayar semua hutang perusahaan, selebihnya raib entah kemana, aku tidak ingin mengejarnya lagi, karena itu adalah hartanya para iblis dan sudah menjadi hukum alam, disaat seseorang terjatuh akan banyak pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini.


Aku hanya tinggal memiliki beberapa harta tersisa yang akan aku serahkan sepenuhnya kepadamu, semua sudah diikat dalam hukum yang berlaku dan aku pastikan tidak ada yang bisa menggugatnya lagi. Harta tersisa itu adalah hasil kerja keras ku sendiri (halal) tanpa bantuan Iblis sebagai dewa penolong ku, itulah harta yang memang layak untukmu."


Vania semakin tidak paham dengan apa yang dibicarakan Romi.


"Aku tidak mengerti!" ucap Vania.


"Iyah, sampai kapan pun kau tidak akan pernah mengerti, ini jalan ku yang sudah buntu, sesat dan salah, ragaku sudah hancur, hidupku akan segera berakhir, harapan tersisa ku hanyalah anak yang ada dikandungan kamu."


Vania terus memperhatikan Romi dengan gaya dinginnya memandang kedepan.


"Pria lemah yang kau saksikan ini adalah jati diri ku yang sesungguhnya, sampai kapanpun kau tidak akan pernah memanfaatkan aku, Yah! Aku menerimanya!"


Vania terdiam dalam kebingungan.


"Aku sudah mengakhiri perjanjian ku dengan makhluk terkutuk itu, melepas iblis yang bersemayam di tubuhku dan menjadikan diriku lah sebagai sesembahan terakhirnya!"


Vania terkejut hebat?

__ADS_1


"Ke...kenapa?"


Romi sempat terdiam sejenak.


"Karena...(diam yang cukup lama, malu menyatakan) aku...aku...aku mencintaimu, aku menyesal menikahi mu dan semua hancur karena cinta!"


Kata-kata itu semakin membuat Vania terkejut, ia ingin marah, namun Romi menepis ucapannya dengan cepat!"


"Jangan kan kamu, aku juga tertawa kepada diriku, ketika aku mengetahui aku bisa jatuh cinta dengan wanita. Seorang suami bisa berkata mencintai istrinya namun justru terus menyiksa batin juga fisiknya, hingga sang istri depresi, berkali-kali ingin mencoba bunuh diri.


Aku terpaksa dan bukan aku yang melakukannya!" ucap Romi dalam wajah meringis.


"Maksudnya? Jiwamu yang terkendalikan?" tanya Vania.


"Iyah!"


"Apa kau juga yang mengirimkan Ratih untuk menjelaskan semuanya?"


"Kenapa bukan kamu sendiri?" hentak Vania.


"Lidahku terikat!"


"Terikat? Aku memang tidak mengenalmu dan pernikahan ini juga terpaksa dilakukan! Ini hanya cerita omong kosong mu kan? Agar perceraian ini tidak terjadi lagi, kau mengeluarkan banyak cara yang licik?" tuduh Vania.


"Memang sulit dimengerti akal sehat, terserah kepadamu, aku hanya ingin menjelaskan segalanya, aku tidak akan memaksa kamu agar percaya dengan semua ucapan ku. Kisah kita hampir sama, sebatang kara yang menyedihkan! Hanya saja aku lemah dan kau kuat! Sangat kuat hingga bisa mengubah ku!"


"Aku tidak mencintai mu!" ucap tegas Vania.

__ADS_1


"Syukurlah, aku memang tidak layak dicintai, aku tau kau sudah jatuh cinta dengan lelaki yang bernama Niko Oscar, salah satu pendukung terkuat perusahaan one & one, tinggal bersama dia selama kurang dari satu Minggu?"


"Kau tau?" Vania terkejut


"Iyah, kemanapun kau bersembunyi aku bisa mengetahuinya, kau juga ingin bunuh diri karena merasa depresi, aku memaksa jiwaku agar menyampaikan kabar rencana mu itu kepada Luna dengan cara supranatural, tidak perlu kau tau seperti apa caranya. Karena hanya jiwa tekad Luna lah yang bisa mengurungkan niat mu itu.


Aku tidak ingin mencari mu disana, berusaha melawan jiwaku agar tidak menemukan mu, karena aku melihat jika saat kau bersama Niko, kau begitu bahagia, kau tersenyum manis, sangat cantik, bahkan tertawa dan sudah merasakan jatuh cinta kepadanya, raut yang indah yang tidak pernah aku saksikan, aku cemburu, aku marah, aku tidak terima, harusnya aku yang mendapatkan itu semua, tapi aku bisa apa? Bersamaku kau hanya bisa menangis, menjerit dan ketakutan.


Vania, tau kah kau, setelah aku memukulmu, aku juga memukul balik diriku? karena perasaan cinta itu hadir dan aku ingin sekali kembali kepada jiwa ku yang sebenarnya."


"Tante memaksaku kembali kepadamu, bukan kah itu semua rencana mu?" entah mengapa Vania mulai terhanyut dalam kesedihan menatap Romi.


"Aku sudah katakan, semua sudah dikendalikan, Iblis yang ada ditubuhku tidak rela jika kehilangan apa yang sudah menjadi miliknya. Istriku harus terus hidup dalam penyiksaan tanganku sampai mati, itu lah sesembahan ku yang menjadi perjanjian kami!" pria itu menangis. Air matanya jatuh.


"Hari ini aku sengaja mengikat tangan dan kakiku, agar Iblis tidak mengambil kesempatan untuk menyiksamu lagi, cukup aku saja disiksa."


"Tapi kenapa kau melakukan semua ini?" Kedua bola mata Vania berkaca-kaca.


"Jangan menangis, Vania kau adalah gadis yang sangat baik, kau sudah lelah menangis! Aku tidak pantas untukmu.


Hidup tidak pernah memberikan aku keadilan, orang-orang yang aku butuhkan dan sayangi pergi begitu cepat meninggalkan ku, membiarkan aku berjalan di kegelapan yang pekat, sendiri, merasakan kesulitan yang terus menghampiri dan keberuntungan yang tidak pernah berpihak.


Aku tidak tahan, tapi langkah ini bukanlah pilihan terbaik, justru membawa ku tenggelam dalam jurang yang sangat dalam. Aku mulai merasakan ada tiupan angin surga yaitu cinta. mulai merasakan jatuh cinta denganmu, perasaan yang begitu indah mampu membuat aku terhentak ingin keluar dari lembah sesat itu dan ingin kembali dalam kehidupan normal tapi semua sudah terlambat, terjebak di dalamnya, bisa kembali hanyalah sebuah ilusi. Meski aku sudah mempertaruhkan segalanya, keadilan dan kebahagiaan tetap tidak bisa ku miliki walau hanya sesaat sekalipun termasuk cinta!"


Tidak disangka airmata Vania ikut jatuh, tapi ia masih begitu penasaran.


"Kenapa kau tetap bersenang-senang dengan wanita?"

__ADS_1


"Aku sudah katakan, separuh jiwaku sudah dikendalikan, aku tidak suka wanita, aku tidak menikmatinya! Aku sangat benci hal itu tapi aku tidak punya pilihan, karena semua resiko itu harus aku tanggung demi mendapatkan kekayaan yang cepat agar di hargai orang lain, takut jatuh miskin, takut di bully, banyak ketakutan di dalam jiwaku jika ku, jika tidak mendapatkan kekayaan.


Aku minta maaf, maafkanlah aku, itupun jika kau berkenan, waktuku tidak lama lagi, silahkan gugat cerai aku. Aku ikhlas, kau harus tetap hidup, menikahlah dengan pria yang kau cintai, bahagia lah bersamanya, tetap tersenyum, tertawa, menikmati hidup ini dengan cinta dan kebahagiaan, aku adalah orang yang gagal dan benar-benar merugi. Hanya satu permintaan ku, tolong kabulkan Vania!"


__ADS_2