Mr Cool Falling In Love.

Mr Cool Falling In Love.
Bab 77


__ADS_3

Tatapan Niko yang hampa dan penuh kesedihan.


"Mas, Apa yang sedang kau rasakan!" Vania terus melangkah menuju Niko, karena tidak sanggup melihat kekasihnya terpuruk oleh sebuah keadaan. Meski keduanya sedang diambang pintu kesulitan. Tapi Vania hadir untuk menguatkan jiwa yang kuat namun rapuh karena cinta.


Tatapan rasa putus asa Niko terus menyoroti dua bola mata Vania yang jernih dan sangat indah, layaknya dua bola mata bidadari surga, bermata jeli yang diciptakan langsung oleh Tuhan.


Vania mengelus lembut pipi Niko, lelaki itu bisa merasakan sentuhan halus dari sang kekasih hingga meresap bahkan menembus pembuluh darahnya


Sebuah sentuhan lama dari jiwa yang menghilang.


Tanpa kata Niko langsung memeluk erat tubuh Vania, lalu mencium puncak kepalanya.


"Aku yakin kau adalah permaisuriku yang hilang, jiwamu bisa kurasakan kembali!" batin Niko dalam mata berkaca-kaca.


Lelaki itu menarik tangan istrinya agar keluar dari kamar, membiarkan Jex tertidur pulas tanpa ada gangguan suara apapun.


Lalu keduanya berjalan bergandengan menuju pintu keluar.


Niko menarik gagang pintu dan menutupnya kemudian mengunci pintu.


"Jangan di kunci?" protes Vania.


"Jex perlu ketenangan dalam tidurnya, kita terlalu berisik sehingga membangunkannya, kamu jangan khawatir, Apartemen ini cukup aman!"


Vania terdiam, lalu Niko terus menarik tangan Vania menuju dapur tepatnya di meja bar minimalis.


"Kau pasti lemas dan sangat lapar kan? Aku akan memasak untukmu dan bekerja keras melayani semua kebutuhan mu malam ini!" ucap lembut Niko mengangkat tubuh Vania lalu mendudukkan janda manis itu di kursi yang lebih tinggi dari pinggangnya.


Niko lanjut membalikkan badannya dan mulai melangkah menuju ke arah kompor. Tetapi ia kembali berbalik dan memperhatikan lagi penampilan Vania mulai dari puncak kepala sampai dengan kaki telanjangnya, seolah-olah baru menyadarinya.


Niko sampai terpaku dengan tatapan terheran-heran.


"Ada apa?" tanya Vania kurang merasa nyaman dengan tatapan itu.


"Kau pakai baju siapa?" tanya Niko melihat penampilan Vania yang sedang memakai kemeja kebesaran, mirip seperti gadis remaja dalam gaun gamis gantung dengan ukuran panjang tangan tergulung.


"Ouh!"😳


"I...Ini bajumu☺️?" jawab Vania tersipu malu.


"Kenapa kau pakai bajuku!"


Pertanyaan Niko membuat, Vania mulai menunjukkan wajah kesalnya.


"Karena kau merobek pakaianku?"


"Ouh Iyah?" Niko menahan tawa, semakin menambah ketampanan lelaki itu dengan senyum lepasnya, kemudian mendekati Vania, lalu berbisik manja di telinga Wanita itu;


"Terus pakaian dalam siapa yang kau pakai???"


Kedua bola mata Vania melotot menahan malu😳🤭

__ADS_1


"Milik kamu juga... hehehehe, ukurannya elastis jadi tidak masalah!" jawab cengegesan Vania.


"Maksudmu, ukurannya begitu elastis di bokong mu yang besar itu!" 😨 kata Niko menahan senyumannya.


"Hem....em!"


"Astaga!" Niko tertawa lebar sambil menepuk jidatnya.


"Pakaian dalam ku tidak terlihat, aku tidak tau kemana kau membuangnya!" rengek Vania.


Niko hanya tersenyum sampai gigi putihnya terlihat jelas, merasa tidak habis pikir.


"Mari ikut aku!" Niko mengajak Vania membuka menuju ruang pakaian.


Vania memperhatikan lemari itu lebih detail.


"Ini semua milik Isabella?" tanyanya.


"Tidak semua, ada juga milik ibuku, adikku, Aku tetap menyediakan pakaian wanita di setiap rumahku, karena ibu dan adikku berjenis kelamin wanita, siapa tau mereka singgah, pasti mereka membutuhkan peralatan pakaian sementara."


"Benar-benar penuh persiapan! (Puji Vania sejenak)


Atau jangan-jangan, Mas Niko ini sering membawa wanita ke setiap rumah dan Apartemen yah! Hayo ngaku?" tunjuk gemes Vania kearah hidung Niko membuat pipi lelaki itu memerah.


"Terserahlah!" jawab cepat Niko melangkah pergi, kembali ke area dapur.


Vania tersenyum manis. Ia sempat melirik suasana ruangan lemari pakaian yang tidak terlalu besar, ruangan khusus pakaian dan aksesoris untuk ganti dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama tinggal di Apartemen itu.


Merasa tidak punya pilihan lagi, Vania harus mencoba pakaian Isabella.


"Aku tidak ingin memakai pakaian Isabella, Niko akan teringat kembali dengan mantan istrinya, tapi??? Tidak ada lagi pakaian yang sesuai dengan ku!" gumam Vania akhirnya kembali memakai stelan rumahan pakaian Isabella yang ukurannya sama dengan dirinya.


Vania kembali menutup lemari dengan pelan lalu keluar menuju Niko yang terlihat sibuk membuatkan makanan cepat di tengah malam itu.


"Aku tidak menduga, seorang Niko bisa juga menyiapkan sajian sederhana seperti ini?" puji senyum Vania.


"Pria harus bisa melakukan apapun demi wanitanya?" jawab Niko masih sibuk meletakkan makanan di meja makan.


"Ada yang perlu aku bantu?" tanya Vania.


"Tidak, semuanya sudah selesai, kamu cukup duduk manis menunggu disini!" jawab Niko menarik kursi dan mempersilahkan Vania duduk.


Wanita itu cukup bahagia, ia benar-benar seperti Ratu bersama pria yang tepat.


Vania terus memandangi cara kerja Niko saat membersihkan peralatan masak yang sedikit membuat dapur Apartemennya kotor.


"Sungguh cara kerja seorang yang benar-benar bijaksana dan penuh kesabaran!"


"Kali ini singa liar ku berbuah menjadi Ksatria tangguh yang sedang memanjakan pasangannya!"


"Dari Awal bertemu, Niko sudah memperlakukan aku seperti seorang Ratu!" gumam Vania menatap kebucinan dari lelakinya.

__ADS_1


***


Setelah selesai di dapur, Niko kembali berjalan mendapati Vania.


"Mari makan!" Ajak Niko.


Menu yang di masak adalah berupa pancake manis dan dua gelas susu segar, ada kismis dan madu melengkapi.


"Kita butuh gula, karena sudah menghabiskan banyak kalori!" ucap Niko.


Vania hanya tersenyum mengangguk.


Keduanya makan bersama, Niko menyuapi Vania.


"Aku bisa sendiri!" kata Vania hendak merampas sendok miliknya.


Lelaki itu menangkis tangan Vania.


"Aku sudah bilang biarkan aku bekerja keras untuk melayani mu malam ini!"


"Kamu berlebihan sekali Mas, ini tidak boleh!" protes Vania.


"Terserah!" jawab dingin Niko lanjut memotong-motong pancake menjadi ukuran dadu, lalu menyuapinya ke mulut Vania.


Akhirnya rasa lapar dan lelah mereka terobati malam itu.


*


"Terima kasih yah Mas, atas perhatiannya!"


Niko mengangguk, ia masih bingung bagaimana caranya bercerita tentang apa yang telah terjadi antara dirinya dan Jex kepada Vania.


"Harta dan kemewahan itu tidak bisa dipungkiri adalah keinginan nafsu setiap wanita, namun perhatian dari kasih sayang dari suami walaupun itu sangat sederhana, tapi bisa membuat sumber kekuatan yang hebat dari seorang istri.


Namun sebaliknya jika seorang suami kasar kepada istri, maka di sanalah kehancuran mental seorang istri," ucap Vania.


Niko menyentuh tangan Vania dengan senyum galaunya.


"Aku minta maaf?" kata Niko.


"Minta maaf? untuk apa, Mas?" tanya Vania tidak memahaminya.


Niko terlihat menatap Vania dengan kebingungan, ia mulai bercerita dari kisah yang paling awal.


"Ayahku adalah orang sangat mencintaiku, besar cintanya kepada ku tidak bisa diimbangi oleh ibuku!"


Dia memberikan semua harta warisannya kepadaku, tapi aku tetap membaginya kepada ibu dan adikku.


Sebelum kematiannya Ayahku sempat bercerita kepadaku;


"Niko..Suatu hari nanti kau akan menguasai pasar dunia bisnis dengan mudah, usahamu akan terus meroket walaupun banyak sekali di luar sana, mereka yang ingin menjatuhkan mu tapi kau tidak akan tertandingi, karena ada jiwa ksatria yang kuat bersemayam di tubuhmu, andai katapun jiwa itu pergi tetap saja jejaknya tidak bisa menghapus kekuatannya.

__ADS_1


Di balik kesempurnaan, ada harga kesulitan yang harus kau bayar. Kau tidak akan mendapatkan pasangan hidup, Jika pun ada, dia akan mati, tidak akan sanggup mencintaimu!"


__ADS_2