
"Apa aku boleh memakai pakaian Isabella lagi? Ini miliknya bukan?" tanya Vania memecah suasana hati Niko.
Niko kembali menatap Vania dalam tatapan penuh kecemasan dengan kejadian tentang Jex, pria itu hanya berusaha terus menenangkan dirinya meski sebenarnya ia cukup panik.
"Aku menikah dengan Isabella hanya sebentar saja, bahkan aku tidak sempat membawanya ke Apartemen ini? Tapi aku sudah mempersiapkan semua keperluannya?" jawab Niko.
"Ouh Iyah? Bagaimana sekarang perasaan mu Mas? Saat melihat foto dan barang-barang peninggalan Isabella yang tersisa?"
"Sudah biasa saja, semua kembali normal ketika aku mulai masuk dalam kehidupanmu dan semakin sempurna setelah kita menikah, lalu berhubungan intim!" jawab Niko dalam pandangan yang sedang memikirkan sesuatu yang cukup berat.
"Sebenarnya? Mas Niko bahagia atau tidak dengan hilangnya sosok Isabella?" tanya Vania penasaran walau sebenarnya, ia seperti sudah tau.
"Kenapa?"
"Aku merasa tidak...!" ucap Vania terhenti bicara.
"Cemburu?" tebak Niko.
"Ouh, tidak?" Pipi Vania memerah.
"Lalu!"
"Meski aku berada diposisi pengganti, tapi aku tidak ingin menjadi pengganti cintamu!" jawab senyum Vania.
"Jika sekarang Isabella ada di hadapan kamu, lalu aku menciumnya? Bagaimana?" tanya manja Niko mendekatkan wajahnya ke wajah Vania, wanita itu berubah menjadi salah tingkah.
"I...itu tidak mungkin terjadi?" bantah Vania.
"Kenapa, kau begitu yakin?"
"Karena kau tidak mencintai Isabella dan akulah pemilik cintamu, ini kali pertama kau jatuh cinta kepada wanita!" jawab lembut Vania membuat Niko mematung.
"Ouh yah? Mana buktinya?" tepis Niko penasaran.
"Aku hanya merasakan seperti itu!" jawab Vania di malam yang sunyi.
"Isabella tidak sanggup melayaniku, kami hanya melakukan hubungan suami istri tiga kali, itupun aku tidak puas!" jujur Niko tertunduk malu membicarakan hal keintimannya.
"Apa?" Vania sempat terkejut.
"Dia selalu kesakitan bahkan pingsan jadi aku tidak tega!" ucap gugup Niko.
"Ta...tapi, ia sempat hamil kan?"
"Aku kan tidak bilang dia tidak bisa hamil!"
"Begitu yah!"
"Berbeda dengan kamu, sanggup melayaniku berkali-kali dan aku sangat puas!"
Niko menatap tajam ke arah Vania.
"Pasti kau bukan wanita biasa?" tebak Niko.
"A...apa maksudmu?"
"Isabella mungkin bukan permaisuri yang ditakdirkan untukku!" ucap Niko.
__ADS_1
"Tapi alasan yang tepat adalah kau tidak mencintainya, hanya merasa nyaman dan tidak enak jika tidak membalas cinta Isabella, lalu menikahinya!"
Niko tertegun.
"Sesibuk apapun seorang pria, dia tidak akan tega membiarkan istrinya yang tengah mengandung, pergi sendiri untuk memeriksakan kandungannya!
Sedangkan aku, kau rela melepas pekerjaan yang sangat sangat kau cintai, bahkan sampai mengambil cuti tiga hari, hanya untuk menikmati tubuhku. Sebenarnya mana yang lebih penting? Aku tidak ingin menuduh mu sebagai pria yang tidak bertanggung jawab!"
"Kau benar, mungkin begitu, karena cinta hanya milik satu orang!" jawab Niko bangkit dari kursinya.
"Kamu mau kemana Mas?" tanya Vania berdiri dari tempat duduknya.
Niko terus berjalan memasuki ruang rahasia senjata milik warisan keluarganya.
Dalam langkah yang lambat dan penasaran, wanita itu mencoba mengikuti Niko Oscar masuk ke dalam ruang rahasia.
"Mas Niko, kamu ada dimana?" tanya Vania dengan suara lembutnya, memecah ruangan yang sepi, ia sama sekali tidak menemukan keberadaan si pria meski Vania sudah celingak-celinguk di ruangan itu, sebuah ruangan kecil perawakannya seperti gudang senjata tua, semakin ke dalam ia semakin tidak menemukan sosok tubuh Niko.
"Kemana dia, kenapa tiba-tiba menghilang?" batin Vania mulai takut.
"Katakan siapa kau sebenarnya?" Tiba-tiba Niko muncul dari belakang Vania dengan penampilan tak lazim sangat gagah memakai pakaian Pangeran kerajaan mewah dengan senjata lengkapnya.
Ilustrasi Penampilan Niko Oscar dalam tampilan seorang Pangeran (Ksatria kuat) yang bersemayam di dalam jiwanya (Tidak kasat mata)
Vania terkejut hebat sampai melongok tak mampu berkata-kata lagi.
Niko mencabut pedang pusaka dari sangkarnya yang terikat di panggul kirinya, pedang tajam itu berlapis emas.
"Apa kau wanita iblis yang diutus untuk melumpuhkan aku!" tantang Ksatria itu, terus menggertak Vania dengan wajah bengisnya, ia mulai curiga dengan Vania sejak perubahan Jex.
"Aku yakin di dalam jiwanya mu, kau bukan wanita biasa, keluar dari raga Vania, aku ingin melihatmu?" langkah Niko terus maju sedangkan Vania terus mundur.
"Kenapa kau diam saja?"
"Jawab?" Bentak si pangeran itu.
"Atau pedang ini akan membelah-belah jantungmu?"
"A..aku ti...tidak tau... benar-benar tidak tau, Tolong jangan bunuh aku Pangeran, aku masih punya anak kecil!" rengek Vania langsung berlutut di hadapan Niko.
"Jika kau adalah permaisuri yang ku cari selama ini, maka tetesan darah ku akan menampilkan wujud yang bersembunyi di tubuh Vania, namun jika tidak, kau pasti langsung berubah menjadi iblis...Maka pedang ini, siap menghunus?" gumam sang Pangeran itu mengiris kecil tangannya dengan pedang emasnya.
Tetasan darah itu sontak menetes berjatuhan tepat di atas pusaran kepala Vania.
"Tes!"
"Tes!"
"Tes!"
Vania bangkit, tubuhnya reflek berputar di hadapan sang ksatria hebat itu.
Tidak lama kemudian, wujud perawakan Vania berubah menjadi putri yang sangat cantik yang hanya bisa terlihat oleh mata tertentu saja (Tak kasat mata)
Ilustrasi wujud Vania Keisya dalam jiwa putri kecantikan (tak kasat mata)
__ADS_1
Sorotan mata tajam Vania yang sudah berubah menjadi seorang Putri sesungguhnya, membuat jantung Pangeran itu bergetar hebat bagai genderang mau perang. Ia begitu takjub dengan tampilan sang putri kecantikan yang memang ditakdirkan untuk dirinya.
"Kecantikan mu benar-benar sempurna? sampai kaum jin dari titisan Iblis ingin sekali menikahi mu!"
"Ampuni aku Pangeran Kusuma Atmaja, aku malu bertemu denganmu!" ucap lembut sang putri tertunduk.
Sang Pangeran tersenyum puas, ia kembali memasukkan pedang emasnya dan memeluk hangat putri itu.
"Kau tau namaku?" tanya Kusuma Atmaja.
"Aku sudah lama mengagumimu?"
"Siapa nama kamu?"
"Arumi Sasmita!"
"Nama yang sangat indah seperti wajahmu!" puji Kusuma (Niko) langsung mengecup bibir manis Arumi (Vania)
"Hampir setiap hari aku terus mencari mu bahkan bertahun-tahun lamanya, terus menunggu kelahiran mu di tubuh wanita mana?" ucap Sang Pangeran.
"Kau sangat cool dan tampan!" puji Arumi (Vania)
"Apa kau menyukaiku?" tanya Kusuma (Niko)
Putri cantik itu mengangguk malu.
"Aku yakin Raga Niko bisa menemukanmu, kami memiliki banyak kesamaan aku sangat nyaman di dalam jiwanya!"
Keduanya sempat berdansa indah dan mesra, sang Pangeran begitu bahagia, akhirnya menemukan Permaisuri yang ia cari selama ini.
"Bagaimana aku bisa memilikimu dan membawamu ke dunia kerajaan ku!" ucap Kusuma Atmaja (Niko)
"Tolong bebaskan aku dari Jin titisan Iblis bernama Arnold yang dulunya adalah Tuhan Romi, ia ingin sekali menikahi ku, aku akan terus dalam pencariannya walau Arnold harus hidup di raga ratusan manusia yang menjadi pengikutnya, kemudian membinasakan mereka setelah tidak dibutuhkan lagi, hanya Pangeran yang bisa menghentikan langkahnya, aku bahagia Vania bersedia menikahi Niko?" ucap Arumi (Vania)
"Tapi kau sudah menikah dengannya Arnold bahkan menghasilkan anak?" jawab Kusuma dalam raut wajah cemburu.
"Pangeran ku, aku terlahir ditakdirkan hanya untukmu. Yang menikah itu adalah Vania dan Romi, karena Vania tidak menginginkan pernikahan itu, hatinya terpaksa, Arnold tidak bisa menyentuhku, ia marah besar karena tidak bisa menguasai jiwa Vania untuk menyentuh tubuhku, sehingga Romi yang di bawah kendali Arnold terus memukuli Vania dan menyiksa batinnya. Tapi aku tidak tinggal diam, aku menguatkan Vania dan aku percaya itu jalan untuk bertemu dengan Pangeran?"
"Lalu siapa Jex?"
"Jex adalah anak Vania dan Romi, karena Romi sudah tenggelam dalam kesesatannya, maka setelah dua tahun Arnold mengambil paksa Jex dan menguasai jiwanya, jika Jex nantinya besar, ia akan menjadi manusia setengah Iblis yang kejam dan terkutuk!
saat ini Jex berusia 1 tahun 11 bulan, namun Arnold sudah mulai datang untuk menguasai jiwanya, itu artinya aku semakin sulit untuk lari dari kejaran Arnold dan pernikahan kita ini akan binasa, Vania juga akan mati lalu Niko akan gila, otaknya tidak sanggup menerima kematian Vania karena cintanya yang terlalu dalam!"
****
****
****
****
Ada yang pusing baca Novelnya guys🤣🤣 (Maaf yah, sensasi berbeda lagi)
yang paham good👍
__ADS_1