Mr Cool Falling In Love.

Mr Cool Falling In Love.
Bab 59


__ADS_3

Setelah menikmati wajah cantik Vania dalam raut ketakutan, Niko melepas aksi nakalnya. Pria itu tidak tega dan mengerti bahwa Vania sangat takut dengan aksi-aksi yang pelecehan s*ksual yang pernah dilakukan oleh Romi.


"Tante Erly Gila, apa kau bercanda?" ucap Vania merasa tidak percaya dengan apa yang diucapkan Niko.


"Ouh Iyah, aku belum sempat mengatakannya padamu!" Niko mengambil ponselnya lalu menunjukkan kiriman surat pernyataan dari Dokter kejiwaannya tentang kesehatan jiwa Erly yang diutus langsung oleh pihak kepolisian.


Setelah membaca dan memperhatikan surat pernyataan dari Dokter.


Vania semakin terpaku kaku, diam seribu bahasa merasa kehidupannya semakin sulit.


"Memang kau tidak meminta semua fasilitas yang aku berikan kemarin, tapi kau jangan lupa, kau datang kepadaku memohon bantuan. Nilai Restoran yang kau miliki itu belum cukup untuk menebus uang yang sudah banyak aku habiskan untukmu dan kau pikir, biaya rumah sakit kalian itu murah, begitu juga dengan biaya penanganan Tantemu? Bagi ku itu tidak masalah, asalkan kau tetap bersikap manis di hadapanku!" kata Niko.


Vania masih terdiam, merasa semua jalan keluar hidupnya semakin tertutup rapat.


"Sekarang kau tetap memilih, mau menerima persyaratan ku atau tidak?" kata Niko kembali menantang Vania.


Vania terdiam tak mampu berkata-kata lagi.


"Okey, selain berkas kepemilikan Restoran D.M kembali kepadamu, aku kasih tawaran lagi, agar kamu tidak rugi, semua kebutuhan pribadimu aku penuhi mulai dari rumah, mobil, usaha yang kau mau, uang tabungan untuk masa depan Jex tapi bukan kiano, setidaknya dengan uang yang aku berikan kau masih bisa membantu keponakan mu! Bagaimana?" Niko menatap manis ke arah Vania.


"Kau benar-benar licik, Niko! Sangat pandai menjebak seseorang, kau juga bisa meruntuhkan perusahaan Romi tanpa tangan yang kotor juga tanpa orang lain tau!"


"Semua itu karena gara-gara kamu!" jawab Niko dengan senyum sinis nya.


"Apa yang kau cari dariku, aku sudah katakan jika aku ini tidak istimewa, kau juga mengakuinya di depan semua orang! Aku merasa tidak punya salah kepadamu, masalah banyaknya biaya yang sudah kau keluarkan untuk ku, aku berjanji akan membayarnya dan tidak akan pernah lari," ucap Vania sampai meneteskan airmata.


"Aku bukan pengusaha kredit yang menerima cicilan mu setiap bulan, Karena aku sudah terlalu banyak menghabiskan uang, aku tidak rela rugi juga tidak ingin menyia-nyiakan perjuanganku selama ini, bahwa aku ingin dirimu juga tubuhmu, Aku ini pria egois, pantang bagiku jika aku sudah melangkah lalu mundur lagi, apalagi sampai kalah, tentu itu akan menyiksa diriku!"


"Aku sudah tidak punya pilihan lagi!" gumam Vania menunduk dalam artian kalah dan Niko lah pemenangnya.


"Baiklah, aku akan memuaskan mu sampai 30 kali melakukan hubungan badan, bahkan lebih, tapi kau harus nikahi aku, karena aku tidak ingin menjadi pel*cur pribadi mu atau kumpul kebo, hanya sebuah pernikahan siri, kau juga harus siapkan surat perceraian, begitu aku menyelesaikan tugasku, aku akan mengambil semua hak ku dan kita berpisah begitu saja anggap kita tidak pernah bertemu, semua ini hanya ada dalam mimpi yang buruk!" Jawaban Vania membuat Niko sedikit terkejut.


"Menikah???" wajah pria itu sontak sumringah, jantungnya terasa bergetar.


"Yakin???"


Vania mengangguk "mungkin itu lebih baik!"


"Kalau sudah status istri, tentu aku tidak hanya mendapatkan pelayanan di atas ranjang saja dong!" ungkap Niko.


"Iyah, bukankah itu yang kau mau, agar kau tidak merasa rugi, untung selalu!" jawab tegas Vania


Niko Langsung salah tingkah dengan menggaruk-garus imut rambut hitamnya.


"Bukan begitu juga sebenarnya Vania?" gumam Niko yang masih gengsi mengakui langsung rasa cintanya kepada janda cantik nan manis itu.

__ADS_1


"Tapi kalau menikah aku masih...?" kata Niko ragu.


"Pernikahan siri ini hanya kita berdua yang tau, aku tidak akan menuntut lebih, kecuali apa yang sudah kau berikan, aku mengerti kau tidak akan pernah bisa membawa hubungan ini ke depan umum!" kata Vania.


"Bukan begitu, hanya saja butuh waktu dan persiapan strategis, kau harus tau aku punya banyak kompetitor di luar sana, yang setiap hari ingin menjatuhkan perusahaan Oscar99."


"Aku juga tidak ingin menikah resmi denganmu, Niko!" kata Vania dengan tegas, dalam raut wajah tanpa senyuman.


"Oke, kita menikah malam ini, jika hanya menikah siri yang kau mau, itu mudah dan cepat, aku akan segera mengurusnya," kata Niko dalam wajah sumringah, akhirnya apa yang ia inginkan bisa tercapai.


"Jangan lupa segera persiapkan surat perceraiannya, aku ingin melihatnya malam ini juga!"


"Oke Beib!" ucap manis Niko kegirangan.


"Sekarang kau ikut aku?" Niko menarik tangan Vania keluar dari kamar hingga menuju mobil pribadi Niko.


"Mau kemana?"


"Ikut saja!"


"Kembalikan Ponsel dan dompet ku dulu!" kata Vania.


"Oh iyah?" Niko masuk kembali lalu menyerahkannya kepada Vania. Kemudian keduanya masuk ke dalam mobil.


Vania sibuk memeriksa dompetnya.


"Ini!" Niko menyerahkan sebuah kartu debit kepada Vania.


"Ini kartu apa?" tanya Vania dalam raut wajah kalemnya.


"Kartu untuk memenuhi kebutuhan pribadi kamu, kau bisa belanja dimana pun kamu mau, ini baru permulaan, jika tugasmu sebagai istri cukup memuaskan, aku akan menambahnya lagi," ucap Niko.


"Tidak usah!" Vania menolak.


Niko sampai menghela nafas.


"Dasar perempuan aneh, di kasih uang cuma-cuma enggak mau, tapi di suruh berebut uang, mau!" kata Niko merampas dompet Vania dan langsung memasukkan kartu itu diantara kartu-kartu yang lain.


Vania merasa tidak bisa lagi menolaknya. ia hanya diam saja.


Niko melajukan mobilnya menuju suatu tempat.


"Aku ingin bertemu Jex!"


"Iyah nanti, kita menikah dulu!"

__ADS_1


"Janji?" ucap Vania.


"Iyah, aku janji!" jawab cepat Niko terus melaju.


"Kamu bisa bawa mobil?" tanya Niko.


Vania mengangguk kecil.


"Bisa enggak?" tanya Niko kembali dengan nada yang lebih kuat.


"Iyah bisa, tapi jangan sekarang, aku lagi galau!" jawab Vania.


"Siapa juga yang menyuruh kamu, menyetir sekarang,"


Niko hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum-senyum.


"Berapa banyak wanita yang ingin menikah denganku tetapi aku menolaknya, dia malah galau!" gumam Niko tidak habis pikir.


*


Mobil Niko berhenti di sebuah kompleks Ruko megah tepatnya di klinik perawatan kecantikan.


Vania tampak masih bengong. Niko turun dengan cepat lalu membuka pintu duduk Vania dan menarik tangan wanita itu.


"Ini ma...mau kemana?" ucap Vania gugup.


"Sebelum kita menikah, kau perlu perawatan!" kata Niko.


"Aku tidak mau...!" kata Vania berhasil melepas tangan Niko lalu ingin masuk kembali ke dalam mobil.


Seketika itu pula Niko menarik kuat tangan Vania hingga terhempas di dada kekar lelaki itu.


"Lepasin, aku tidak mau Niko!" hentak Vania.


"Atas dasar apa kau menolaknya, semua orang jika ingin menikah harus perawatan dulu?"


"Aku tidak ingin menambah hutang lagi," jawab polos Vania.


"Hutang, Ahahahaha!" Spontan Niko tertawa geli.


"Aku kan sudah katakan, jika kau tetap manis di hadapanku, semuanya bisa lunas!" jawab Niko masih dengan senyuman manisnya.


"Kau kan super gila!" gumam Vania dengan dahi mengerut.


"Ayo?" Niko kembali menarik tangan Vania dan mulai memasuki ruang lobi klinik terbaik khusus menangani perawatan kecantikan wanita.

__ADS_1


***


__ADS_2