Mr Cool Falling In Love.

Mr Cool Falling In Love.
Bab 26


__ADS_3

Kediaman Romi.


Romi yang sudah mengetahui kaburnya Vania membuat lelaki itu marah besar kepada semua pelayan dan pengawalnya.


Mata tajam Romi tertuju kepada Inayah usai marah kepada yah lain.


"Jadi selama ini kamu lah yang selalu membantu Vania kabur dari rumah ini," Romi mulai melangkahkan kakinya berjalan mendekati Inayah.


Tubuh Inayah bergetar ketakutan tapi ia berusaha untuk tegar dan tidak takut menghadapi Romi.


"Iyah, karena Vania layak bahagia dan kau tidak pantas menjadi suaminya!"


Kedua tangan Romi langsung mencekik cepat dan sangat kuat leher Inayah.


Wanita paruh baya itu kesulitan bernafas.


"Jangan Tuan!" teriak salah satu ajudan yang tidak sampai hati melihat ibu tua kesakitan.


"Apa kau ingin juga ingin mati!" tendang Romi.


"Lenyapkan mereka aku sudah muak melihatnya!" teriak Romi yang sudah kesetanan.


**


Vania menghentikan tangisannya lalu mengusap kedua air matanya.


"Aku juga tidak ingin menjadi beban orang lain!"


"Sudahlah, semua sudah terlanjur! Aku akan bantu kamu, tapi ini hanya sekedar membantu mencari jalan keluar saja!"


"Akan Vania ingat jasa baik Mas Niko! Terima kasih!" Vania tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih.


"Disini sudah ada pakaian dan makanan nikmatilah!" rupanya Niko sudah mempersiapkannya. Dalam gaya cuek, lelaki itu bangkit lalu keluar dari Apartemen.


Pukul 19.30 Wib.


Dalam keresahan jiwa, Vania berjalan lambat membuka jendela kaca balkon Apartemen milik Niko. Menikmati pemandangan terbuka.


"Indah sekali!" gumam wanita itu menatap bebas langit hitam bertabur bintang, diiringi sayup-sayup suara dari bawah menunjukkan padatnya lalu lintas kendaraan jalan raya. Suasana pemandangan itu semakin menakjubkan dengan taburan Lampu-lampu gemerlap kota sehingga membuat nilai harga sewa Apartemen Niko cukup fantastis.


Vania melepas ikatan rambutnya, angin malam pun reflek berhembus menggeraikan indah rambut perempuan berparas tinggi, putih bersih berwajah manis nan cantik. Karena kecantikan Vania lah yang membuat Romi langsung ingin menikahinya, namun sayang Vania hanya di jadikan sebagai tumbal kejayaan Romi dan pemuas birahi lelaki itu saja, bukan menjadi istri yang bahagia. Kecantikan Vania pula yang menyihir Niko si pria cool begitu cepat jatuh cinta kepadanya.


Vania lanjut melepas jaket milik Niko hingga terjatuh ke lantai, merasakan segarnya udara malam sambil menutup kedua bola matanya, benar-benar menikmati suasana malam di Apartemen milik Niko, Menari-nari kecil berdansa sendiri di area Balkon itu.


"Berada di ketinggian seperti ini, menikmati indahnya gemerlap lampu, adalah mimpi sederhana ku," gumam Vania yang masih menikmati malam.


"Sudah sejauh ini aku berjalan, selalu saja ada seseorang yang membantuku. Wahai takdir, Aku sangat lelah dan sudah banyak merepotkan orang lain, tolong pertemukan aku dengan tempat yang jauh dari manusia-manusia jahat, aku ingin menuju surga."

__ADS_1


Vania terus memandangi ke arah bawah.


Area balkon dibatasi sekeliling dengan tembok kaca yang masih bisa di jangkau oleh orang dewasa, Vania menyerat kursi besi lalu naik memijak pembatas kaca yang tebal.


Entah apa yang ada dipikiran kosong Vania, Hal itu sudah berulang kali ia lakukan, Vania sangat menginginkan kematian tetapi tidak ingin mati di tangan Romi.


Selangkah kaki Vania ingin terjun ke bawah sambil memejamkan matanya, ia sempat merasakan tubuhnya dalam tamparan angin malam yang sejuk.


Niko yang berubah pikiran kembali masuk dengan cepat ke dalam Apartemen, melihat hal konyol Vania, Dua tangan Niko menarik pinggul Vania dengan kuat membuat wanita itu jatuh di pelukan pria itu.


Sontak Vania terkejut hebat dan berkata keras.


"Lepaskan!" mendorong tubuh Niko lalu kembali ingin melompat.


"Hentikan Vania" bentak keras Niko menarik tangan tubuh Vania menghalangi aksinya.


Derai air mata Vania mengalir deras di hadapan Niko.


"Kau ingin mati dengan cara terjun bebas?" tanya Niko.


"Hiks...hiks...Tidak, aku hanya ingin pergi ke surga bersama keluargaku, aku melihat ada surga di bawah dan itu sangat indah, aku ingin ikut bersama Mama, Papa dan Kakak, aku kangen mereka!" rengek serta tangis Vania dalam berlinang airmata.


Melihat raut Kesedihan Vania. Hati Niko terasa tercabik-cabik ia sangat kasihan. Niko teringat dengan apa yang dikatakan oleh Benny.


"Sepertinya Vania itu juga sungguh sangat tertekan, jika dibiarkan sendiri seiring waktu, kejiwaannya juga akan terganggu?"


"Dia mengatakan di bawah ada surga, apa dia sudah tidak waras???" gumam Niko.


"Aku juga pernah merasakan kehancuran putus asa seperti kamu! Aku janji akan membantu mu, percayalah!" bisik lembut Niko di telinga Vania.


Tubuh Vania melunglai lemas. Masih ada sisa-sisa suntikan obat tidur yang tertinggal.


"Tubuhnya dingin sekali," gumam Niko berusaha mengambil jaket yang terjatuh lalu memakaikannya untuk Vania kemudian menggendong perempuan itu ke kasur, perlahan pelan membaringkannya di atas kasur. Di saat Niko hendak bangkit, tangan cepat Vania menangkap lengan Niko dan kembali memeluk tangan pria itu.


"Ayah!" ucap ngelidur Vania. Vania serasa sangat merindukan pelukan hangat dan penuh perlindungan dari sosok Ayah untuk putrinya.


Tidak lama kemudian, kedua bola mata Vania terbuka lebar.


"Mas Niko?" tangan lembut Vania menyentuh lembut pipi si Mr Cool yang membuatnya semakin kaku, tapi Niko membiarkan tangan itu bekerja.


"Kau tidak hanya tampan dan kaya, tapi juga sangat baik, setia...Betapa beruntung dan bahagianya wanita yang kau cintai...sedangkan aku...aku hanya tawanan budak nafsu dari pria iblis.. jujur aku iri sekali..." ucap Vania dalam nada beratnya masih dalam tatapan penuh tekanan.


Keduanya terus saling menatap manis, mulut Niko seakan-akan terkunci tak mampu berkata-kata. Ia begitu tegang.


Vania nekat mencium kilat bibir Niko, membuat dua bola mata pria itu melotot 😳


"Terima kasih!" ucap Vania dalam pandangan sayu nya.

__ADS_1


"Haduh!...gimana Ni?" gumam Niko, merasa gugup berduaan dengan Vania.


Tidak bisa di pungkiri naluri kejantanan pria Niko yang sebenarnya masih aktif begitu tergiur dengan tubuh segar Vania.


"Jangan Nik, wanita ini masih milik orang lain, kau harus bertahan, jangan kamu jamah dulu!" Niko berusaha melawan nafsu liarnya.


Niko Akhirnya membalas ciuman hangat Vania, Namun tubuh Vania terasa lemas, tidak lama kemudian ia kembali tertidur.


Niko menarik selimut tebal dan menutup tubuh Vania. Perlahan wanita itu mulai tidur dengan hangat dan lembutnya kasur juga selimut yang membalut tubuhnya. Sambil menunggu Vania melepas tangan Niko, pria itu terus memperhatikan wajah vania dan tanpa sadar, Niko tersenyum tipis telah mengagumi kecantikan sahabat keponakannya itu. Tetapi pegangan Vania semakin erat, Rasa lelah dan banyak pikirkan membuat tubuh Niko lemas mengantuk dan akhirnya ikut tertidur bersama Vania dalam ranjang yang sama.


Pukul 03.00 dini Hari Niko terbangun.


"Astaga, aku tertidur!" pria itu terhentak.


Mengambil sebatang rokok, sambil menikmati pemandangan segar dini hari itu di area balkon. Tidak lama kemudian ponsel Niko berdering.


"Tlililit!"


"Romi!" gumam Niko sedikit cemas, dahinya terlihat basah karena ia menyadari perbuatannya yang salah.


"Halo, kau belum tidur!" ucap santai Niko.


"Ternyata kau ada maksud lain datang rumahku?"


Niko sempat terdiam namun akhirnya ia bicara.


"Vania bukan lah budak mu?"


"Cek...cek aku tidak menduga ternyata kau suka dengan barang bekas milik ku, harus jangan mencuri katakan saja,"


Niko tidak bisa berkata lagi.


"Tenang saja sobat, aku masih punya koleksi lainnya, yang jauh lebih bagus, baiklah aku kasih waktu agar kau bisa menikmati perempuan bodoh itu, tapi ingat, kau akan menyesal...Hahaha!


Niko terlihat tegang.


"Trup?"


***


Selamat buat pemenang giveaway.



Terima kasih🙏 atas partisipasinya.


Selamat menunaikan ibadah Puasa.

__ADS_1


Marhaban Ya Ramadhan.


Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam beribadah.


__ADS_2