Mr Cool Falling In Love.

Mr Cool Falling In Love.
Bab 79


__ADS_3

Pangeran Kusuma Atmaja itu mengangguk-angguk tanda memahami setiap perkataan Putri Arumi, ia sudah tau apa yang harus ia lakukan.


"Apa Vania tau tentang keberadaan kamu?"


"Dia tidak mengetahui secara detail tapi bisa merasakannya, setelah pertemuan kita ini, aku yakin Vania akan tau dan semakin percaya kepada Niko. Aku hanya boleh menguasai setengah jiwa Vania saja, itupun disaat pikirannya sedang kosong dan terpuruk, aku juga diizinkan membinasakan orang-orang yang tega menyiksanya sebagai perisai (Khodam) di Raganya. Sebaliknya akan mendoakan rezeki mereka semakin luas bagi yang benar-benar tulus sayang kepada Vania!


Lalu bagaimana dengan Niko, apa dia tau tentang Pangeran?" tanya sang Putri lagi.


"Sebagai 2 jiwa dan satu Raga tentu Niko tau, sehingga ia bisa menemukan sosok putri di dalam jiwa Vania, Niko tidak boleh membuka indentitas ku kepada manusia biasa yang tidak mengerti tentang dunia Jin! Ia juga tidak boleh tinggal satu rumah dengan manusia kecuali aku mengizinkannya atau aku sudah tidak berada di dalam Raganya lagi, semua itu demi melindungi keberadaan jiwa kami masing-masing dari tipu daya para iblis yang bisa merubah wujud."


Keduanya kembali berdansa romantis saling memandang mesra.


"Apakah kamu terbiasa memakai pakaian terbuka seperti ini?" tanya pangeran itu.


"Tidak Pangeran, ini hanya karena aku ingin bertemu denganmu saja, kau adalah suamiku, aku ingin menggoda mu!"


Pangeran Kusuma Atmaja tersipu malu.


"Meskipun kemarin kita belum bertemu, aku bisa merasakan aura cemburu saat Niko menikahi Isabella!" rengek manja Arumi mengerutkan wajahnya sambil melingkarkan kedua tangannya di batang leher sang Pangeran.


Kusuma Atmaja menghentikan gerakan dansa mereka yang lambat.


"Ini adalah wujud asli Isabella bersemayam di dalam jiwanya!" Pangeran memperlihatkan sosok rupa buruk dari Jin wanita yang juga datang dari titisan iblis, terlihat jelas di telapak tangan ksatria kuat itu membuat Arumi terkejut hebat.


"A..apa? Jadi dia juga utusan Arnold?"


"Benar Sekali!"


"Niko mengetahui hal ini?" tanya Arumi masih tidak percaya.


"Setelah dia sembuh dari sindrom nya, Niko baru menyadari!"


"Aku tidak mengerti!" ucap sang Putri masih dalam raut wajah kebingungan.

__ADS_1


"Baiklah aku akan menjelaskannya dari awal agar kau semakin paham, sangking cintanya kepada Niko, Isabella bersekutu dengan Iblis, ia menjebak Niko dengan minum segelas ramuan, ramuan itu tertelan masuk ke dalam pembuluh darah Niko, membuat Niko tergila-gila kepada Isabella sampai harus menikahi wanita itu, saat itu aku benar-benar lalai karena hanya fokus mencari mu di setiap tubuh wanita yang datang mendekati Niko.


Ramuan itu sangat kuat untuk melenyapkan ku, tetapi aku berjuang keras agar bisa bertahan di tubuh Niko, dengan terpaksa, aku harus melepas Niko untuk menikah dengan Isabella. Perlahan setelah percikan ramuan itu menghilang dari tubuhku, aku langsung menyerang Isabella, setiap kali mereka ingin berhubungan badan dengan Niko, aku kembali berhasil menguasai jiwa Niko dan marah besar kepadanya jika ia masih tetap menyentuh tubuh Isabella, Akhirnya aku berhasil membuat Niko tidak bernafsu kepada Isabella dan tidak perduli dengan wanita itu lagi atau lebih fokus kepada pekerjaannya saja.


Isabella yang sudah dikuasai oleh iblis


tidak putus asa, ia mengendalikan Isabella agar berzina dengan pria lain hingga sengaja hamil, lalu berkata jika anaknya adalah hasil hubungannya dengan Niko, tipu dayanya sangatlah kuat. Kemudian aku membinasakan Isabella, tetapi iblis wanita itu masih tidak menyerah dan berniat menyeret Vania dalam kematian agar kau keluar dari jiwa Vania dan menyerahkannya untuk Arnold. Namun Ayah, Ibu dan kakak Vania rela mengorbankan dirinya agar Vania tetap hidup dan bisa bertemu dengan jodohnya, termasuk pertemuan kita malam ini.


Saat itu keberadaan mu cukup membantu, sehingga Vania tidak ingin ikut dalam satu mobil maut yang di tumpangi keluarganya. Sudah seperti itu lah takdir mereka.


Sebenarnya kita sudah bertemu setelah kecelakaan itu terjadi, Dimana Niko mulai memandang mu dalam pandangan cinta pertama, di sanalah awal mula petaka dimana Arnold mulai bekerja keras untuk terus mengagalkan pertemuan kita.


Arnold kembali menguasai jiwa Niko lewat sisa ramuan yang masih menempel di pembuluh darahnya, membuat Niko terserang sindrom kesetiaan berlebihan kepada Isabella agar aku semakin sulit menemukanmu dan Arnold berhasil membuat Niko benar-benar mengacuhkan Vania pada hari itu.


Arnold juga menjadikan Paman dan Bibi Vania termasuk golongan pengikutnya, kemudian memaksa Vania menikah dengan Romi pengikut setianya, agar ia bisa menikahi dirimu juga.


Di luar dugaan, Romi ternyata jatuh cinta kepada Vania hingga wanita itu hamil, Lalu Romi berubah kembali ke jati dirinya, ia tidak ingin menyerahkan Vania menjadi sesembahan Arnold, termasuk kamu, putri yang gagal ia nikahi, putri kecantikan yang sebenarnya Arnold cari selama ini di setiap tubuh para istri Romi sebelumnya.


Demi menyelamatkan istri dan anaknya, Romi rela menggantikan Vania sebagai sesembahan terakhirnya, Romi berharap memiliki generasi penerus yang jauh lebih baik dari dirinya. Tetap, setiap manusia yang sudah terjebak di dalam dunia Iblis tidak akan mungkin bisa kembali pulang ke jalan Tuhannya.


Aku kembali memaksa jiwa Niko agar ia menarik cepat Vania, agar keluar dari lingkaran Paman dan Bibinya itu. Paman dan BIbinya belum sepenuhnya menjadi pengikut setia Arnold karena di dalam hati mereka masih ada cinta dan kasih sayang yang sebenarnya terselip dan itu tidak bisa di kuasai oleh para jin maupun iblis.


Tapi Arnold masih belum berani untuk melawan ku, ia masih mengumpulkan kekuatan dari manusia yang menjadi pengikutnya.


"Itulah kesimpulan yang aku dapatkan sampai hari ini!" ucap si pangeran membuat putri Arumi tertegun.


"Arumi, kisah ini belum usai, masih akan terus berlanjut dalam episode yang lebih menakutkan, korban akan semakin berjatuhan, kau harus tetap berada di belakang ku, sebagai Jin pembela kebenaran andil dalam cinta sejati!"


"Bawa aku pergi Pangeran, aku mohon!"


"Iyah sayang, kamu jangan takut, tetaplah menjadi perisai Vania, karena aku khawatir sebagai ibu Vania bisa tunduk dengan Jex yang saat ini bisa dikendalikan oleh Arnold!"


Putri Arumi (Vania) mengangguk manis.

__ADS_1


"Maafkan aku, jika awal pertemuan kita malam ini, aku sangat kasar! Meski aku sudah tau di dalam jiwa Vania ada kamu, tapi aku ingin membuktikannya dan tetap merasa khawatir, kamu itu Iblis yang sedang merubah wujud!" ucap si Pangeran.


"Tidak apa-apa, aku tetap senang!" jawab senyum sang Putri menatap sang Pangeran penuh cinta.


Keduanya melakukan adegan kemesraan sebagai pasangan suami istri dan saat pagi terbangun, Niko dan Vania sudah berada di atas ranjang mereka.


*


Pagi yang cerah.


Terlihat Luna Inara mendapatkan tugas untuk mengatasi wartawan bisnis yang datang silih berganti mengunjungi rumah Niko Oscar.


"Duh... paling males menghadapi banyak wartawan, kalau mereka tidak bisa di atur atau selalu memberikan pertanyaan yang menyudutkan bagaimana yah? Aku sama sekali belum berpengalaman soal ini!" gerutu Luna.


*


Di Rumah Sakit.


Kiano terlihat buru-buru berkemas, hari dimana Dokter sudah mengizinkan Ferdy Syah pulang.


"Kak Vania, kakak ada dimana? Kenapa kakak tidak bisa di hubungi? Kiano tidak mau jadi budak iblis!" gumam sedih Kiano dalam hati penuh kehancuran dan ketakutan.


"Kiano cepat sedikit, sebelum Frans datang kita sudah keluar dari ruangan ini!" pinta Ferdy.


"Apa Ayah ada membuat janji kepadanya?" tatapan marah Kiano.


"Tidak!"


"Jangan bohong! (Bentak keras Kiano) Selama ini aku tidak pernah tau tentang urusan kalian terutama tentang kak Vania?" Pemuda tanggung itu terlihat marah dan kecewa.


Dalam langkah tertatih, Ferdy mendekati anak lelakinya itu.


"Kiano, anakku, apapun yang terjadi, kau harus tetap bertahan dengan kekuatan hatimu. Jangan pernah dengarkan apa kata Frans, ataupun tergoda dengan bujukannya, pergi dan cari lelaki yang di sebut Ksatria Kuat, meskipun dia berada di tas gunung sekalipun kau harus mendapatinya!"

__ADS_1


"Ksatria Kuat?" Kiano mulai berpikir keras dengan lirikan mata yang panik.


Di jalan raya terlihat mobil Frans melaju kencang menuju Rumah Sakit untuk menjemput Fredy Dan Kiano.


__ADS_2