
Spontan Erly langsung menelpon Ferdy agar segera datang ke Resto mereka.
"Mas, kacau! Ini kacau sekali!" ungkap Erly begitu panik.
"Apanya yang kacau?" sambut Ferdy ikut tegang mendengar seruan istrinya.
"Segerombolan pria telah datang ke Resto kita, mereka semua adalah suruhan si pria kaya yang sombong itu untuk menyita Restoran kita Mas!" rengek Erly serasa pemilik Restoran.
(Erly selalu menyebut jika Resto milik Vania adalah milik keluarganya, sementara Vania selalu menyebut Resto itu milik bersama)
"Apa?" Ferdy juga terlihat sangat terkejut.
"Makanya, kamu cepetan kesini?" hentak Erly.
"Baiklah!"
"Trup!"
*
Ferdy bergegas menuju Resto Doyan Mangan dan meninggalkan job sampingannya sebagai seorang agen jual beli sepeda motor kecil-kecilan.
Di lain tempat dalam waktu yang sama, Niko dalam perjalanan menuju Restoran Doyan Mangan juga rasa, untuk memastikan kerja para utusannya agar berjalan dengan lancar, sekaligus ingin tau seperti apa reaksi Vania.
*
"Apa saya tidak bisa bernego lagi kepada kalian untuk pembayaran hutang saya, jadi tidak perlu adanya penyitaan seperti ini, saya berjanji akan mencicil semua hutang saya, tolonglah Mas, saya mohon, hanya Resto inilah pendapatan terbesar keluarga saya!" ucap lembut Vania penuh permohonan.
(Catering Restoran D.M mulai di kenal oleh perusahaan - perusahaan besar terutama yang pernah bekerja sama dengan One & One, Mereka simpatik, sekaligus ingin menolong istri dan anak Romi itu serta kegigihan Vania mempromosikannya di media sosial)
"Maaf Nona! Di sini kami hanya menjalankan perintah, jika Nona ingin bernego sebaiknya langsung saja dengan Bapak Niko Oscar sendiri, yang sebentar lagi akan datang kesini!" ucap si pengacara yang berbicara sangat sopan juga dalam nada yang lembut sesuai perintah Niko sebelumya mereka menuju TKP.
("Pengacara Doni, saya tidak akan membayar uang sepeserpun kepada kamu, jika saya mendapati sebuah rekaman video atau cctv yang memperlihatkan adanya perlakuan kasar terhadap Vania, baik itu ucapan maupun tindakan, jika kepada yang lain kau boleh melakukannya bahkan diwajibkan untukmu," Niko memerintahkan seseorang khusus untuk membawa video mereka untuk mengawasi sistem kinerja mereka)
Mendengar jawaban Doni, justru membuat Vania terdiam dan terlihat murung.
__ADS_1
"Sia-sia bernego dengan Niko, aku yakin dia tidak akan setuju!" gumam Vania.
Sehabis menelpon suaminya, Erly dengan centil menghampiri mereka kembali.
"Tuan-tuan yang terhormat, Eem... sebaiknya mari kita bicarakan dengan kepala dingin sambil menyantap menu-menu spesial dari Restoran kami," senyum Erly merayu mereka.
"Oouh, ini tidak bisa di bicarakan dengan kepala dingin Bu, karena kepala kami juga sudah sangat dingin, jadi tidak perlu didinginkan lagi, takutnya akan membeku. keputusan ini sudah sah dan saya membawa berkas-berkas lengkap, disini juga sudah ada polisi sebagai saksi yang akan meresmikan adanya pengambilan paksa Restoran ini menjadi milik sah, Bapak Niko Oscar!" Nada penekanan Doni menantang Erly.
"Ouh jadi begitu, saya tidak takut dengan kalian semua, yang pasti saya sebagai Tante Vania juga pemilik Restoran ini, tidak ada satupun yang bisa merebutnya dari kami. dengar yah, kalian semua harus tau, bahwa kami yang matian-matian merintisnya dari awal, penuh perjuangan, peras keringat, mengapa sekarang ada orang yang seenaknya tinggal mengambil...Hehehe...kalian sudah gila yah?" ucap Erly yang mulai panik.
Doni dkk tampak santai, tidak menanggapi celotehan Erly.
Doni memerintahkan kepada polisi agar memberikan tanda garis segel bahwa Restoran itu sedang dalam penyitaan pihak kepolisian.
"Eeeh, kalian mau apa?" hentak Erly mencegah tindakan polisi.
Terdengar suara suara cepat mobil Ferdy berhenti diparkiran tepat di depan Restoran mereka, pria itu langsung berlari cepat menemui mereka.
"Hei apa-apaan ini!" hentak Ferdy.
"Mulai hari ini Resto ini akan di tutup dan disita!"
"Atas dasar apa kalian menyita Restoran kami!' tantang keras Ferdy.
Doni Selaku pengacara Niko, menjelaskan sekaligus menunjukkan berkas yang ada.
"Adanya hutang Vania Keisya kepada Niko Oscar sebesar 2 Milyar enam ratus juta yang tidak mampu dibayarkan sehingga kami harus menyita barang pemilik yang dianggap setara atau yang mampu untuk menutupinya?"
"Tidak, Keponakan saya tidak punya hutang kepada Niko?" bentak Ferdy membanting berkas itu di atas meja.
Tidak lama kemudian, Niko Oscar akhirnya datang ke Restoran itu melangkah dengan gagah mengenakan kaca mata blur mewahnya. Ia terlihat sangat tampan.
Pandangan mereka tertuju pada langkah pria itu. Terlihat wajah Ferdy yang penuh emosi, mengepal kuat tangannya bersiap-siap ingin menghajar Niko.
"Pagi Pak!" hormat kecil para suruhan Niko.
__ADS_1
"Apa sudah selesai?" tanya Niko melepas kacamatanya dan memberinya kepada Doni agar menyimpannya dengan rapi.
"Sedikit sulit Pak, mereka masih tidak Ingin memberikan tanda tangan karena tidak terima dengan adanya penyitaan Restoran ini!"
Tiba-tiba Ferdy ingin melayangkan pukulan keras kepada Niko.
"Kurang ajar kamu!" Namun aksi Niko gagal karena Niko reflek menghindar dan tindakan Ferdy langsung diamankan pihak kepolisian serta bodyguard.
Erly pun maju dengan garangnya.
Vania begitu khawatir dengan kegaduhan itu.
Ferdy dan Erly langsung dalam pegangan para polisi.
"Kalau kalian berani, silahkan tantang aku di pengadilan?" ucap Niko.
"Hei pria sombong, sejak kapan Vania punya hutang sebanyak itu kepadamu, itu hanya akal-akalan mu saja, apa kau tidak puas telah menghancurkan perusahaan Romi," bentak keras Ferdy.
"Kami tau Vania itu, tidak pernah membeli barang-barang mewah!" jawab Erly.
Niko hanya tersenyum geli, berjalan menghampiri Ferdy dan Erly lalu berbisik diantara keduanya dengan nada pelan namun jelas.
"Harusnya kalian baca dengan baik semua berkas yang telah disiapkan oleh pengacara ku. Ouh Paman dan Tante yang baik hati, berjiwa tulus meskipun sebenarnya kalian adalah tikus yang sangat mengganggu dan perlu di berantas, Bagaimana mungkin Vania bisa membeli barang mahal jika semua hartanya kalian ambil, jangankan untuk membeli barang mahal untuk melanjutkan pendidikan saja dia tidak bisa, dan sepertinya orang tua Vania salah menitipkan anaknya kepada kalian dan mengapa juga kalian yang tidak terima jika Restoran ini aku sita, bukankah ini milik Vania seutuhnya atau kalian merasa memiliki dan berniat akan memilikinya!" ucap geram Niko dengan giginya yang rapat.
Ferdy dan Erly merasa geram namun tidak bisa berbuat apa-apa karena kedok mereka terlalu mudah terbaca oleh Niko.
"Doni"
"Siap Pak!"
"Segera paksa mereka untuk tanda tangan, aku tidak punya waktu banyak disini!" ucap Niko.
Tiba-tiba Vania memegang tangan Niko dengan lembut.
"Tuan Niko yang terhormat, tolonglah saya kali ini saja, saya tidak akan pernah lari kemana-mana, saya akan membayar semua kerugian Tuan, hanya ini sumber terbesar pendapatan kami satu-satunya, saya mohon Tuan Niko!" Vania sempat meneteskan airmata permohonan.
__ADS_1
Niko menatap dingin Vania.