Mr Cool Falling In Love.

Mr Cool Falling In Love.
Bab 67


__ADS_3

Masih dalam suasana malam pertama pernikahan si Duda dan si Janda yang penuh dengan rahasia tersembunyi bahkan cicak pun di larang mengintai mereka😝


Akhirnya Niko berhasil membobol sempitnya gua milik Vania.


"Maaaamaaaah!" jerit kocak Vania meremas kuat rambut Niko menahan rasa sakit di malam pertama yang kedua.


"Tenanglah sayang, jangan rusuh begitu!" tegur Niko yang sedang berusaha keras.


"Tenang-tenang lemak mu lah Jhon!" Aku disini sudah mau mati!" gumam Vania meringis-ringis.


**


Akhirnya masa-masa sulit itu terlewati.


Niko berhasil membuat Vania mulai mengikuti alur permainannya sehingga rasa sakit itu berubah menjadi kenikmatan yang membuat Vania merasakan hal indah yang tidak terduga. Malam pertamanya bersama Romi tidak seindah bersama Niko.


"Uh!"


"Ah!"


"Ih!"


Nikmat-nikmat sakit dalam kiasan kata gurih-guruh enyoi terasa sampai ke ubun-ubun Vania yang berkali-kali mengigit bibir bawahnya. Puncak kenikmatan itu mereka rasakan berdua, kelelahan bersama dengan bermandikan keringat.


Dan...


Akhirnya selesai ronde pertama.


Niko bersandar sambil menghidupkan sebatang rokoknya setelah menikmati tubuh indah Vania.


"Gimana?" tanya Niko mengelus halus kepala Vania yang sedang memeluk manja dada Niko.


"Enak?" tanya Niko kembali.


Vania mengangguk malu-malu dengan wajah memerah.


"Mau lagi!" ucap manja Vania mengedipkan matanya.


"Hahahaha, Ok!" aku rehat sebentar yah!" ucap NIko.


Karena terlalu lama menunggu, Vania tertidur kelelahan namun Niko masih tampak bersemangat.


Ronde kedua dimulai pada pukul 01.00 Dini hari, Vania mulai memimpin permainan hubungan intim itu, gempa susulan lokal khusus di atas kasur pun terjadi lagi dini hari itu.


Deru nafas berpacu dalam satu irama gaya bercinta dari dua insan yang sudah sah menjadi suami istri itu, mulai dari gaya Koboy, terlentang, duduk, goyang patah-patah, 69, kucing garong, macan mengaum dan masih banyak gaya yang di praktekkan keduanya.


***


((🤣🤣🤣 ))


***


Vania tampak segar dan sanggup menuju ronde ke empat.


Sedangkan Niko langsung terkapar K.O 🥵


"Ayo lagi Mas!" rengek Vania mengguyur tubuh Niko.


"Haduh, aku enggak sanggup lagi sayang!" kata Niko angkat bendera tergeletak lemas.


("Yang benar saja besok ada berita Niko pimpinan Oscar99 koma akibat melayani nafsu janda muda!" gumam NIko dalam senyum tipisnya)


*


"Besok yah?" tanya Vania yang ingin buru-buru menuntaskan misinya.

__ADS_1


"Iyah sayang!" Angguk Niko sudah tidak berdaya lagi.


"Hemm, harusnya kita bisa lakukan 10 kali malam ini?" gumam Vania, ikut tidur di atas tubuh Niko.


**


Pagi yang cerah.


Vania sudah bangun dan sibuk membuat sarapan untuk suaminya. Niko masih terlihat kelelahan namun berusaha bangkit dari ranjangnya berjalan sedikit sengklak menuju kamar mandi, kejantanannya terasa keram terjepit di lubang yang sempit.


"Lumayan tangguh juga si bocah ku itu?" gumam senyum Niko merasa kelelahan.


Pria itu mulai mengguyur tubuhnya membersihkan seluruh tubuhnya, terlihat masih membekas pulau-pulau kecil memar berwarna merah bekas bibir Vania di sekujur tubuh dan leher NIko. Pria itu tersenyum bahkan tertawa senang mengingat keganasan sang istri di malam pertama yang membuat ia tidak kecewa.


Sehabis mandi bersih, Niko melangkah menuju ruang pakaian, setelah berganti pakaian, ia mengambil telpon dan mencoba menelpon Benny.


Beberapa kali Niko melakukan panggilan Benny mengabaikannya, namun akhirnya Benny menerima panggilan Niko.


**


"Apa kau sedang ngambek mengabaikan panggilannya ku!" tegur Niko.


"Aku pikir kau sudah tidak memerlukan aku lagi!"


"Ayolah, mana bisa aku hidup tanpa seorang Benny!" ucap Niko.


"Hem! Ada apa?"


"Ben, aku butuh obat kuat kejantanan pria yang aman dan stabil!" ucap Niko membuat Benny terkejut hebat.


Sontak Benny yang saat itu sedang sarapan reflek tersedak lalu terbatuk-batuk.


"Uhuuuk...uhuuuk...uhuk!"


"Jangan bilang lu sedang enak-enak dengan si janda itu?" tebak Benny.


"Janda mana?" tanya Niko pura-pura tidak tau.


"Diman lu Niko?"


"Di rumah?"


"Trup!" Benny langsung mematikan ponselnya, buru-buru menyudahi sarapannya lalu bergerak menuju rumah Niko.


Niko terpaku sejenak.


"Tuh anak, paling pintar jika menebak! Aduh nyesel kenapa harus menelponnya!" ungkap Niko turun menemui Vania.


"kamu sudah masak sayang!" tegur manja Niko.


"Sudah!"


"Sarapan Yuk!"


"Ayuk!" jawab manis Niko


Vania mencium genit pipi Niko lalu berbisik


"kamu hebat sayang!" puji Vania membuat Niko serasa melayang di udara.


Seperti biasa, Vania menghidangkan sarapan buat Niko dan keduanya sarapan pagi bersama.


*


Tidak lama terdengar bel berbunyi.

__ADS_1


"Biar Vania yang buka Mas!"


"Tidak usah, Biar aku saja, kamu sarapan yah!" ucap Niko bangkit berjalan menuju pintu, tiba-tiba ponselnya Niko berbunyi.


Benny kembali menelpon sahabatnya itu.


"Buka atau aku akan publish tentang dirimu sedang bersama Vania," ancam Benny.


"Hadeeeh!" keluh NIko yang tidak bisa berkutik lagi terpaksa membuka gerbang rumahnya. Mobil Benny langsung memasuki pekarangan dan mulai parkir.


Benny segera keluar dari mobilnya dengan masih menggunakan pakaian biasa, ia tampak penasaran dengan hubungan asmara sahabatnya itu, tergesa-gesa memasuki rumah Niko.


Saat Benny sampai di pintu rumah Niko, Niko sempat menghalau masuk Benny.


"Kita ngobrol di luar aja Ben!" pinta NIko.


"Aku ingin masuk!" kata Benny menolak tubuh Niko, dan mencoba menerobos. Namun Niko menarik Benny keluar.


"Ben, ini rumahku aku tidak izinkan kamu masuk!" kata Niko dengan nada tertahan.


"Tapi aku harus masuk, ini demi rasa penasaran ku!" teriak Benny sengaja agar terdengar oleh Vania, Benny yang tidak mau kalah terus berusaha masuk, sementara tangan Niko menarik kuat kaos si dokter itu. Terjadi tarik menarik namun Niko berhasil menarik keluar Benny.


"Kau tidak perlu ikut campur urusan pribadiku!" kata Niko


"Katakan apa kau sedang bercinta dengan perempuan itu?" introgasi Benny.


"Tidak!"


"Jadi untuk apa obat kuat?"


Niko masih enggan berkata jujur membuat Benny semakin gemas melihat Niko.


Tiba-tiba Vania muncul dari belakang mereka, karena mendengar suara-suara dari arah pintu, ia pun penasaran sehingga mendapatkan mereka.


Benny yang melihat kehadiran Vania langsung memeluk Niko dengan usil.


"Niko, jangan tinggalkan aku!" rengek manja Benny dengan aktingnya seolah-olah mereka adalah pasangan gay.


"Ouh!" Babak terkejut.


"Ben, jangan gila Luh!" hentak Niko membuang tubuh Benny, saat mengetahui ada Vania di belakangnya.


*


Niko, Vania dan Benny duduk di ruang tamu. Niko akhirnya mengakui hubungannya bersama Vania.


"Yah Aku dan dan Vania sudah menikah?"


"Me... menikah? Kapan Nik?"


"Ben, tolong jangan bilang ke siapa-siapa, kami baru menikah siri, keluargaku juga belum tau dengan kabar ini!" ucap Niko, Vania hanya menunduk malu.


Mendengar hal itu, Benny merasa puas telah mendapatkan jawabnya yang selama ini membuat ia penasaran.


"Mas Benny, mau minum apa?" tanya Vania bangkit, ia sangat canggung berada diantara mereka.


"Kopi aja deh!" jawab santai Benny.


Vania pun dengan cepat melangkah menuju dapur. Ia sangat malu dan tidak punya kepercayaan diri saat berhadapan dengan Benny karena sempat meninggalkan Niko.


"Ok, rahasia mu aman Bro!" kata Benny.


"Makasih Ben, lu tu emang teman paling the best!"


"Tapi apa tidak salah Nik, kamu nikahi Vania di saat nama baik mu baru saja mulai pulih dan berita kamu menyita rumah makan Doyan Mangan sudah terdengar di kalangan bisnismu!"

__ADS_1


__ADS_2