
Tidak sabar menuju kamar, keduanya melakukan ciuman yang hot di atas sofa, Vania terlihat masih sedikit trauma soal berhubungan intim dengan pria, ia terlihat kaku melakukan adegan itu, perlakuan kasar Romi di atas ranjang masih menghantui di pikiran Vania. Bisa dikatakan wanita itu mendekati pobia soal bercinta.
Sangking semangat dan bringasnya Niko yang berada diposisi bawah sampai terjatuh dan kepalanya terjedut meja.
"Aduh!" jerit Niko reflek menggosok-gosok kepalanya.
"Sakit?" tanya polos Vania.
"Sakit dong!" jawab Niko dengan raut wajah meringis.
Vania juga membantu Niko menggosok kepala sang suami, pria itu tampak senang dan menunjukkan raut wajah manjanya dengan sang istri. Sosok kebucinan Niko yang sedang merasakan kasmaran berat.
Saat Vania hendak bangkit, Niko kembali menarik Vania dan melanjutkan aksinya mencium sang istri, keduanya lanjut melakukan c*mbuan panas di lantai, tepatnya di bawah meja agar menghindari terjatuh lagi.
"Besok aku ingin bertemu Jex!" rengek Vania.
"Iyah!" jawab santai Niko.
Tiba-tiba terdengar bel berbunyi, sontak keduanya terkejut dan merasa gugup.
"Mas, ada yang datang?" tegur Vania.
"Ssssst, abaikan saja!"
"Tapi aku takut!"
Spontan Niko tersenyum
"Takut kenapa sayang? kita kan sudah menikah!"
"Siapa malam-malam datang kesini?"
"Paling juga Benny?" sangking seringnya Benny datang ke rumah Niko, pria itu sampai hafal cara Benny memencet Bel rumahnya.
"Pacar kamu?" tuduh Vania.
"Apaan sih kamu, aku enggak punya pacar, hanya punya istri! Punya satu saja sudah repot!"
"Benny, Dokter muda itu?" tebak Vania.
"Hem! Dia Dokter pribadi ku, sekaligus sahabatku juga!"
"Kalau begitu buka saja pintunya?"
"Jangan-jangan!"
"Kenapa?"
"Dia belum tau hubungan kita kembali lagi, nanti jadi heboh, aku belum siap!" ucap Niko menarik tangan Vania bangkit.
"Ayo!" Niko mengajak Vania untuk segera naik ke atas dan masuk ke dalam kamarnya. jantung Vania berdegup kencang, ada rasa de Javu ketakutan di dalam dirinya saat Niko mengajaknya masuk ke dalam kamar untuk tidur bersama, perkawinan paksa terhadap Romi masih terus menghantui Vania.
Vania sempat menolak.
"kenapa?" tanya Niko penasaran.
"Aku takut?" wajah Vania terlihat sedikit pucat.
__ADS_1
"Takut apa sih sayang?" tanya lembut Niko merangkul Vania.
"A...aku beneran takut!"
Niko sedikit menarik kecil tangan Vania agar segara masuk ke dalam kamar.
Saat Niko hendak menutup pintu kamarnya. sontak Vania berkata;
"Jangan tutup pintunya" pinta Vania.
"Kalau tidak di tutup nti diintip Jin!" ucap senyum Niko menakuti istrinya.
"Memangnya ia?" tanya Vania dengan raut wajah polosnya.
"Iyah dong sayang, kamu enggak takut!" jawab Niko mencubit kecil hidung Vania.
("Duh, bocah ku, gemesin banget sih?" gumam Niko)
"Jadi harus di tutup yah!" kata Niko perlahan menutup pintu kamar.
(Begitulah cara Niko menenangkan ketegangan Vania di malam pertama mereka)
Setelah menutup pintu kamar, Niko menghela nafas lalu memegang lembut kedua pipi wanita itu.
"Vania aku ini bukan Romi, aku tidak akan menyiksamu?" ucap lembut Niko langsung memeluk Vania.
"Tapi aku benaran takut!"
"Jangan takut!" Niko mengelus manja rambut Vania berusaha terus menenangkan ketegangan wanita itu di malam pertama mereka.
"I Love u, aku janji akan melakukannya dengan kasih sayang!" kata Niko menghilangkan rasa trauma kecil yang membekas di dalam jiwa Vania, perempuan muda yang pernah mengalami kekerasan s*ksual.
*
Berkali-kali Benny menekan tombol bel itu, ternyata tidak ada respon dari si pemilik rumah.
Benny juga menelpon Niko, namun kondisi ponsel pria itu tidak tersambung.
"Dimana dia??" ungkap Benny semakin kesal.
"Beginilah jika punya teman di saat ia tidak merasa butuh langsung tidak diperlukan lagi...Awas lu Nik kapan lu gak e'e malam, gak bakal gw temenin," ancaman kocak campur kesal Benny masuk ke dalam mobilnya kembali pulang.
**
Niko berhasil menenangkan ketegangan Vania dan akhirnya Niko dan Vania melanjutkan kembali aksi cumbuan panas mereka sebagai pelampiasan cinta yang tertahan, malam pertama Niko dan Vania belum bisa melakukan bercocok tanam karena Vania masih dalam kondisi menstruasi.
Vania tetap bisa memuaskan hasrat Niko yang selama ini tidak tersalurkan.
"Argh!" ******* pria itu saat organ intimnya dalam permainan Vania.
"Uuugh...Aaargh!" Niko terus m*ndesah menikmati aksi liar Vania.
"Aku mencintaimu sayang!" ucap Niko terus mengelus manja rambut halus Vania yang bekerja keras memuaskan Niko.
Di ranjang malam pertama itu, hanya Niko yang mendapatkan pucak kenikmatan bercinta.
Terlihat berkali-kali Vania ke kamar mandi, muntah kecil dan membersihkan mulutnya dengan tisu di depan cermin.
__ADS_1
"Duh, Milik si Mr cool besar banget, mirip seperti tunggul Ubi" keluh Vania.
*
Setelah selesai, Niko mengecup lembut dahi Vania.
"Terima kasih yah sayang, kau bekerja sangat bagus malam ini!" Niko tetap puas dengan pelayanan Vania meski keduanya belum bisa melakukan hubungan suami istri yang semestinya.
Keduanya tersenyum manis dalam tatapan kebucinan.
"Apa kamu masih takut sekarang?" tanya Niko.
"Lumayan sudah tidak lagi!" jawab Vania.
"Syukurlah!"
"Mas, janji kan akan mempertemukan Vania dengan Jex!"
"Iyah sayang, kamu sabar yah!" ucap Niko setengah mengantuk, lalu menarik Vania agar jatuh dan tidur dalam pelukannya.
("Awas kalau kamu bohong Mas! Aku akan cukur habis jenggot bawah mu!" gumam Vania yang sudah memberikan ancaman di hatinya)
***
Pagi yang indah, seindah cinta kedua pengantin yang lagi kasmaran dan masih hangat-hangatnya.
"Selamat pagi cinta?" ucap Niko yang sudah bangun lebih pagi bahkan sudah melakukan mandi wajib.
Wajahnya berseri-seri tampak cerah dan semangat, karena 'selang miliknya' yang tersumbat selama ini kembali lancar.
Vania masih tampak tidur bermalas-malasan diatas kasur tubuhnya sedikit lemas.
"Aku sudah buatin puding manis segar buat kamu!" ucap Niko manis berbisik manja di telinga Vania.
"Mas Niko sudah bangun, langsung mau ke kantor?"
"Hari ini aku off kerja untuk melayani kamu!" ucap manja Niko.
"Enggak kebalik!" kata Vania mencubit kecil perut Niko.
"Aduh kamu jangan bangkitkan 'dia' lagi donk, kita sarapan dulu, habis itu lanjut lagi?" kata Niko.
"Siapa juga yang mau bangkitkan!" jawab Vania membuka selimut tebal lalu bergegas turun dengan masih menggunakan pakaian dinas haramnya yang sangat menggoda.
Niko menangkap cepat pinggul Vania dan mendudukkan istrinya itu di pangkuannya sambil berbisik genit.
"Beneran kan sayang, hari ini kamu bersihnya."
Vania mengangguk kecil.
"Yes, jangan lupa diparfumi yah biar 'apemnya' harum" ucap kocak Niko.
"Iyaaaah!" jawab Vania mencubit gemes hidung Niko.
"Pokoknya aku akan buat kamu sampai mabok!" kata Vania.
"Ah yang benar!" wajah Niko memerah dan semakin tidak sabaran untuk aksi belah membelahnya.
__ADS_1
Keduanya saling menatap.
("Dan semakin kita sering melakukannya semakin cepat pula aku meninggalkan mu!" gumam Vania yang masih menutup hatinya kepada semua pria termasuk Niko meskipun ia pernah jatuh cinta dengan pria itu. Vania seakan-akan sudah memiliki firasat jika keduanya sulit bersatu karena skandal yang pernah terjadi)