Mr Cool Falling In Love.

Mr Cool Falling In Love.
Bab 68


__ADS_3

Mendengar pernyataan Benny, Niko hanya terdiam.


"Ahahahaha, Jadi beli bunga dan boneka kemarin? Untuk dia? Tapi bilangnya buat wanita lain, di tanya masih cinta atau enggak jawabnya enggak cinta tapi nyatanya langsung main nikah aja! Wah parah lu Nik, sejak kapan ucapan lu kagak singkong begini!"


"Ini, nih yang membuat aku menjadi kepo tentang dirimu!" kata Benny geleng-geleng kepala.


Niko hanya senyum-senyum tanpa mampu membantah lagi, ia hanya garuk-garuk yang tiba-tiba terasa gatal di kepalanya.


"Terus apa kau membawa obat yang ku minta?" Niko mengalihkan.


"Tidak!"


"Jadi kau datang ke rumahku hanya untuk mencari tau tentang diriku!"


"Iyah, karena wanita yang kemarin kencan buta dengan mu minta dilamar sekarang juga!"


"Jangan bercanda lu Ben!"


"Ini serius!"


"Aku lagi malas berpikir!" bantah Niko.


"Nik, pernikahan kalian tidak bisa berkembang jika karir perusahaan lu tetap baik-baik saja!" kata Benny meski seorang Dokter, keluarganya banyak yang bergerak di bidang bisnis.


Tanpa sengaja Vania mendengar penjelasan Benny saat ingin mengantar kopi untuk pemuda itu, membuat langkahnya terhenti sejenak.


"Aku sudah katakan, aku lagi malas berpikir!" jawab Niko menyandarkan kepalanya.


"Kecuali lu punya kekasih publik yang bisa menutupi pernikahan siri ini," ucap Benny.


Vania keluar membawa kopi untuk Benny.


"Nanti kita bahas lagi Ben!" ucap cepat Niko.


"Ini Mas Ben, kopinya!" Vania menghidangkan manis dihadapan sang Dokter.


"Duh kamu jadi repot yah, makasih yah Vania!" ucap Benny.


"Iyah Mas!" senyum manis Vania.


(Aura Vania emang bagus, bahkan lebih bagus dari Isabella, pantas Niko sulit melupakannya, dan tidak pikir panjang untuk langsung menikahinya. gumam Benny menikmati kopi buatan Vania)


"Em, enak!" puji Benny.


"Van, ke rumah yuk!" ajak Benny.


"Mau ngapain lu, ajak-ajak istriku?" tegur Niko dengan wajah marah.


"Becanda, galak amat!" ucap Benny bangkit.


"Kalau begitu, aku pergi dulu!"


"Segitu doang?" kata Niko.


"Iyah, kopinya juga sudah habiskan?" bantah Benny.


"Bukan, yang tadi?" ucap Niko.


"Tenanglah Bro, akan aku bawakan spesial untukmu, kekuatan yang bisa membelah air dan api yang tidak tertandingi!" ucap kocak Benny.


"Haha, Emang avatar!" senyum Niko geleng-geleng kepala melihat kehebohan temannya itu datang di pagi hari.


Benny dengan langkah cepatnya, menghilang dari Pandangan Niko dan Vania.


Sementara Vania tampak sendu tanpa senyuman setelah mendengar percakapan Benny tentang nasib hubungan percintaannya bersama Niko. Sejak dari awal Vania sudah tidak yakin, meski terkadang terselip di hatinya masih berharap memiliki Niko tanpa hambatan.


"Kamu kenapa?" tanya Niko mengelus manja rambut Vania.


"Kangen Jex Mas!" alasan Vania.


"Yah sudah kita jemput dia sekarang yah?"


Vania mengangguk senang.


"Tapi kita sarapan dulu!"


"Iyah Mas!"

__ADS_1


Keduanya masih sarapan bersama dalam suasana hening.


Vania memberanikan diri membuka pembicaraan lagi;


"Mas Niko!"


"Iyah!"


"Jangan pernah mengorbankan kepentingan apapun itu demi Vania?"


"Apa Maksudnya?"


"Kejayaan dan kesuksesan Perusahaan Oscar99 adalah yang lebih utama daripada sekedar pernikahan kita ini!" ucap Vania.


"Kita baru dua hari menikah, Tolong jangan terlalu jauh berpikir !" ucap Niko tetap menyantap sarapannya.


Vania terdiam.


"Setelah ini, kamu bersiap-siap, kita akan menjemput Jex di rumah Mala, sekaligus bertemu dengan Mama ku!" kata Niko.


"Baiklah!"


*


"Tlililit... Tlililit... Tlililit!"


"Nomor siapa ini?" gumam Vania ragu menerima panggilan itu.


"Kakak?" suara kiano dengan nada bergetar menahan tangis.


"Kiano?"


"Kakak, dimana kamu, aku merindukan kalian!" ucap Kiano dengan suara beratnya.


"kamu apa kabar sayang?" tanya Vania penuh dengan rasa khawatir.


"Baik kak? Bagaimana dengan kakak?"


"Baik juga! Dimana kamu sekarang"


"Syukurlah!"


"Kak, Mama, Papa...Kiano tidak dapat menahan tangis kesedihannya mengingat kedua orang tuanya dalam kondisi yang cukup memperhatikan! Mama gila dan Papa belum sadar sampai sekarang!"


"Maafkan kakak Kiano, Kakak benar-benar minta maaf, tapi kakak sedang berusaha untuk mengambil kembali Restoran itu?" ucap sedih Vania.


"Iyah kak! Aku tau kakak tidak salah!"


("Anak seusia Kiano sudah paham tentang arti sebuah kebenaran!" gumam Vania lega mendengar ucapan Kiano)


Seseorang mengambil paksa ponsel itu dari tangan Kiano.


"Vania!" hentak Sarinah adik kandung Erly.


"Ini siapa?" tanya Vania.


"Aku Sarinah, adiknya Erly!"


"Siang Tante!" sapa Ramah Vania.


"Dengar yah Vania, jika kakak ku tidak bisa sembuh dari penyakit gilanya, kau yang akan aku buat gila!" ucap tegas Sarinah.


Vania langsung terdiam dalam jantung berdebar.


"Paham kamu?"


"I.. Iyah Tante!" jawabnya gugup.


"Trup!" percakapan itu terputus.


*


Tampak Niko sudah berpenampilan ganteng dan bersih, melihat Vania berdiri terpaku dari belakang langkah pria itu menyapa Sang istri.


"Ayo sayang!"


"Iyah Mas!"

__ADS_1


Vania tampak sedikit pusing setelah mendengar ancaman peringatan dari Sarinah dan tangisan kesedihan Kiano, ia hampir terjatuh. Niko dengan sigap menangkap istrinya.


"Kamu kenapa sayang?"


"Enggak apa-apa Mas!"


Keduanya berjalan bergandengan.


Di dalam mobil Vania hanya terlihat diam saja.


"Kamu ada masalah?" tanya lembut Niko.


"Mas, nanti malam kita main lagi yah?"


"Kamu candu banget sih sayang!" jawab senyum Niko yang sebenarnya suka dengan permintaan Vania.


"Kalau bisa 10 ronde!" kata Vania.


Spontan Niko tertawa geli.


"Apa kamu tahan sampai 10 ronde?" tanya balik Niko.


"Tahan!" jawab cepat polos Vania.


"Ntar lecet!"


"Enggak...enggak!" jawab Vania bersemangat.


Niko hanya geleng-geleng kepala tersenyum lucu.


"Semalam sudah 3+ 10 \=13" semakin cepat mendekati angka 30," ucap Vania menghitung ronde permainan di atas ranjang mereka.


"Terus kalau sudah sampai 30?" tanya Niko menggoda Vania.


"Yah sesuai kesepakatan kita kemarin!" ucap Vania.


"Memangnya apa kesepakatan kita?" tanya Niko semakin menggoda Vania.


"Mas kamu jangan bercanda terus!" Vania tampak marah.


Niko hanya senyum-senyum mendengar celotehan Vania tidak menjawab lagi, hanya fokus menatap jalan.


"Aku akan tetap menyerahkan segalanya buat kamu sampai situasi benar-benar aman, tanpa kamu tidak sadari ada banyak orang yang ingin menguasai hak kamu dan Jex dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikan kamu Vania!


Kau sudah masuk dalam perangkap cinta dan kehidupan ku, aku nyaman sekali bersamamu dan kau kekasihku yang paling ideal yang pernah ku miliki, setelah sudah banyak wanita yang ku singgahi hatinya," gumam Niko di dalam pikirannya.


***


Jantung Vania berdetak lebih cepat saat akan memasuki rumah kediaman keluarga Niko Oscar.


Saat keduanya turun dari mobil.


"Siapa yang datang, apa sedang ada tamu?" gumam Niko.


"Mas, Vania di luar saja yah!"


"Apaan sih kamu, katanya mau jujur soal hubungan kita!" tegur Niko.


"Tapi aku takut!"


"Tidak apa-apa!" ajak Niko menarik tangan Vania dengan lembut menyakinkan wanita itu untuk yang kedua kalinya.


"Iyah baiklah!" ucap Vania.


("Aku hanya ingin mengambil Jex, jadi tidak perlu takut!" gumam Vania berusaha menguasai kegugupannya)


Saat keduanya sudah berada di depan pintu terdengar suara pertemuan dua keluarga yang sedang membicarakan masalah serius.


"Mas Niko!" seorang wanita cantik berusia 29 tahun bernama Jeny Cortez berlari langsung memeluk Niko.


"Mas, Aku rindu kamu, aku sayang kamu!" rengek manja wanita itu. Niko terlihat kaku dan berusaha melepas pelukan Jeny yang cukup erat melilit pinggang Niko.


"Jen, lepasin aku, kamu gak boleh begini!" tegur Niko.


"Mas, keluarga kita bakalan menikahkan kita sebentar lagi, kenapa tidak boleh sayang?" ucap genit Jen.


Vania dengan cepat mundur bersembunyi ke belakang. Wanita itu semakin kehilangan kepercayaan diri.

__ADS_1


__ADS_2