Mr Cool Falling In Love.

Mr Cool Falling In Love.
Bab 60


__ADS_3

Singkat cerita, Vania sudah terbaring di ruang full AC, tempat dimana wanita itu mejalani make over dirinya, mulai dari perawatan wajah, tubuh, rambut, sampai dengan organ-organ intim miliknya. Ia yang sudah terlahir indah akan si poles kembali menjadi indah.


Meski sudah pernah melahirkan dan memiliki satu anak, Vania masih tampak layaknya anak kuliahan dengan usianya yang masih muda yaitu 23 tahun, sedangkan Niko Oscar sudah menginjak 35 tahun, keduanya memiliki jarak usia yang lumayan jauh yaitu 12 tahun.


Kali ini Niko Oscar memilih pucuk daun muda, padahal ia tidak pernah tertarik dengan wanita yang lebih muda darinya dan dulunya sebelum menikah ia lebih suka berkencan dengan wanita wanita sebaya usianya atau yang lebih tua darinya, hingga Niko menikahi Isabella yang usia mereka seumuran.


***


Pagi menjelang siang, Niko kembali menuju kantornya, menunggu perawatan kecantikan Vania yang cukup memakan waktu yang lama.


Sesampai di kantor, Bos Oscar99 itu kembali menjadi pusat perhatian para staf wanitanya yang selalu rajin memperhatikan perkembangan Bos dingin mereka.


"Sepertinya ada yang berbeda dari Bos kita!" gumam mereka saling berbisik.


"Iyah, lebih ceria setelah skandal hubungannya dengan istri seorang CEO one & one!"


"Juga terlihat bahagia?"


"Ada apa yah?"


"Jangan-jangan dia sudah menemukan yang baru lagi!"


Mereka mulai berpikir kepo dan bertanya-tanya.


*


"Siang Bos!" sambut Bagas sedikit menunduk memberi penghormatan kecil kepada atasannya, tepat di depan pintu ruangan Niko.


"Siang!" jawab senyum simpel Niko.


"Tidak biasanya dia tersenyum imut seperti itu kepadaku"


"Apakah hubungannya dengan wanita itu semakin membaik? Ternyata perempuan muda itu bisa merubah mood seorang Niko??"


"Jatuh Cinta mengubah hati yang jenuh!"


gumam Bagas yang cukup mengenal kedinginan Niko, pria yang hanya bisa tersenyum sinis kepada siapa saja.


Langkah Niko berhenti, sesaat ingin membuka pintu ruangannya.


"Ehem...Bagas!"


"Iyah Pak!"


"Apa ada perkembangan terbaru dari pihak kepolisian mengenai Erly Belin?"


"Wanita itu sudah positif terkena gangguan jiwa Pak, jadi kepolisian tidak bisa menahannya sebagimana proses hukum yang sedang berlaku, namun akan segera memindahkan wanita itu ke rumah sakit jiwa demi kesehatannya."

__ADS_1


"Okelah?"


"Kemungkinan ia bisa sembuh, namun butuh dana ataupun waktu yang cukup besar!"


"Ok terima kasih, jangan lupa kirim semua laporan kamu!"


"Baik Pak!"


Bagas mengikuti langkah Niko masuk ruangan kerja Niko yang cukup luas dan sangat bagus.


"Dua jam lagi kita ada meeting Pak dari pihak management properti saham pembangunan Apartemen yang baru berjalan satu minggu ini."


"Baiklah, saya ganti baju dulu?"


"Siap Pak, Bagas permisi keluar!"


"Ouh Iyah, tiga hari ke depan...saya akan mengambil cuti tahunan dan sama sekali tidak akan datang ke kantor, semua persetujuan berkas perusahan kamu bisa kirim via online saja, kapanpun saya akan terima!"


"Cuti tiga hari ke depan?? Me..mengapa ini mendadak sekali Pak! Bagiamana dengan jadwal kerja yang sudah tersusun dengan rapi, Pak?" bantah Bagas mulai menunjukkan raut kesalnya.


"Maafkan saya Bagas...eeemmm, ini cukup mendadak, di luar dari prediksi saya, tapi kali ini sayang minta tolong kepada kamu, agar mengatur ulang kembali jadwal kita. Mungkin ini sedikit membuat kamu lebih repot, tapi saya janji akan langsung membayarkan bonus extra kamu sesuai dengan tenaga dan pikiranmu."


"Baiklah Pak! Bagas kembali ke ruangan dulu!" jawab pasrah pria itu.


"Ok, terima kasih!"


*


"Aaarrgh...Jangan bilang ia mau cuti karena perempuan itu? kalau memang ia, berarti si Bos benar-benar sedang jatuh cinta sampai tega mengacak-acak semua jadwal yang sudah susah payah aku bentuk.


"Aaaarrrg...!"


Niko yang sedang jatuh cinta, Bagas yang harus terkapar dengan pekerjaan, ia sudah bagai ikan terdampar di pantai plus di hantam panas terik.


*


Niko terlihat tampan, setelah memakai kemeja rapi dan Jas terbaiknya, Niko yang bersiap-siap di ruangannya akan melakukan meeting kerja dengan beberapa klien pada saham properti.


Setelah semua sempurna, Sejenak Niko melihat dirinya di cermin.


"Benarkan aku dan Vania akan menikah? aku masih tidak percaya?" senyum Niko.


"Apakah kabar baik ini, harus aku beritahukan kepada Mama dan Mala juga Luna. Aduh bisa heboh satu negara?"


"Sebaiknya jangan dulu, karena jika hubungan ini sampai tercium ke permukaan publik, tentu aku akan malu sekali, lalu bagaimana dengan Oscar99, apa tanggapan orang lain? Aku sudah terlanjur berkata kami tidak memiliki hubungan apa-apa, lalu tiba-tiba menikah...Aaargh...pasti akan menjadi bahan empuk yang bisa diolah oleh para kompetitor! Bahwa aku seorang pimpinan yang tidak konsisten."


"Untuk sementara, pernikahan ini tetap menjadi rahasia aku dan Vania, lagian ia juga tidak menuntut apa-apa, aku hanya ingin support dia saja, agar ia bisa mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik, semoga rasa cinta dan keinginan kuat bercinta dengannya hanyalah bersifat sementara saja, lagian sudah biasa pernikahan -pernikahan rahasia seperti ini dilakukan oleh para pria seperti teman-teman ku yang lain, bahkan mereka tetap nekat melakukannya meskipun sudah memiliki istri di rumah!"

__ADS_1


Setelah memantapkan diri untuk melakukan pernikahan siri dan tersembunyi bersama Vania, Niko menelpon seseorang untuk melaksanakan rencana pernikahannya yang berlangsung di suatu tempat.


*


Niko, para staf lainnya terlihat menjalani meeting internal di sebuah ruangan ekslusif.


*


Sampai sore, Niko terus bekerja keras di meja kerjanya agar ia bisa mengambil cuti tiga hari ke depan bersama Vania.


*


Terlalu lama di dalam perawatan, Vania sampai tertidur di ruangan dingin yang nyaman itu.


"Nona ini tertidur Dok!"


"Baguslah, prosesnya akan lebih mudah jika ia tertidur!" sang Dokter membiarkan Vania yang memang terlihat cukup lelah.


*


Sementara di lain waktu, Luna tidak bisa bekerja karena ia harus full menjaga Jex putra Vania.


Jexsen si balita tampan sesekali menangis kecil mencari keluarganya, yaitu Vania, Erly dan Ferdy, orang-orang yang ia kenal selama ini.


"Sayang!" Mala langsung menggendong Jex, ibu muda itu sangat suka dengan anak kecil begitu juga dengan Luna, ada Raja dan Ratu yang sangat senang dengan kehadiran Jex, mereka beramai-ramai menghibur balita baik budi, kalem dan juga tampan itu.


Oma Priyana juga turut bahagia dengan kehadiran Jex.


*


"Mala, apa kakak mu itu masih berurusan dengan Vania!"


"Mama sepertinya tidak tau saja bagaimana anak lelaki Mama itu, dia akan sakit jiwa jika apa yang benar-benar ia inginkan tidak bisa ia miliki!"


"Iyah, tapi...entahlah jadi serumit ini!"


"Mah, Mala yakin mereka akan menikah dan bercinta dibelakang tanpa sepengetahuan kita?"


Priyana semakin fokus menatap Mala, ia mulai setuju dengan pemikiran Mala.


"Karena Mala yakin, Kak Niko tentu masih tetap akan berjuang untuknya. Buktinya ia rela menjaga Jex demi Vania."


"Iyah, baguslah, artinya kakak mu sudah sembuh, dia sudah tidak gila lagi, kasihan. Dia terlalu tampan untuk menjadi gila!"


"Hahaha!" spontan Mala tertawa mendengar jawaban pasrah dari ibunya.


**

__ADS_1


Vania terbangun dari tidurnya, tubuhnya terasa lebih segar.


"Mba! Apa kau sudah bangun, semua sudah selesai dan baru saja kekasihmu sudah menunggu di luar," ucap sang pelayan.


__ADS_2