Mr Cool Falling In Love.

Mr Cool Falling In Love.
Bab 44


__ADS_3

"Gubrak!" Niko tersungkur, wajahnya mengenai lantai.


"Arh" ucap sial Niko.


"Haduh...haduh...!" Vania tampak panik.


Lelaki itu terlihat ingin marah besar.


"Sakit?" tanya perempuan itu sibuk mengelus dan menghembus wajah Niko.


"Waduh, ini wajah premium, jangan sampai lecet!" gumam kocak Vania.


Pria dingin itu sedikit menghindar dengan tiupan kecil Vania.


"Hais!" Niko mengusap wajahnya tanda menahan kesabaran amarah yang sebenarnya ingin meledak.


"Mana yang sakit?" Vania sibuk memperhatikan raut wajah NIko yang hanya diam saja.


Tidak memperdulikan Vania, Niko bangkit menahan amarahnya, berjalan masuk ke dalam rumah, lalu membanting pintu.


"Tok...tok...tok!"


"Mr, Om, tolong katakan bagaimana caranya aku harus membayar hutangku!" jerit Vania terus menggedor pintu dan berusaha menolaknya.


"Tidak terkunci!" batin Vania masuk ke dalam rumah Niko.


**


Niko terus berjalan dengan gagahnya menuju kamar utama, sesampai di dalam kamar, lelaki itu mulai membuka satu per satu pakaiannya, kemudian memasuki kamar mandi, menghidupkan shower, merasakan segarnya guyuran setiap air yang jatuh ke seluruh tubuhnya.


"Kepala ku terasa panas!"


"Mengapa kau datang lagi Vania, aku sangat kecewa dengan mu!"


Kata-kata Sang Bunda Masih terngiang di dalam pikiran Niko.


"Padahal Vania tidak salah, jika ia melepas kamu hanya ingin memberikan kehidupan terakhir untuk suaminya, sebagai bekal cerita manis untuk masa depan sang anak, itu ciri-ciri perempuan mulia."


"Aaaaaaarg!" jerit Niko masih tidak terima.


"Cinta ini begitu rumit!"


"Mengapa aku mencintai seseorang yang salah!"


"Seharusnya cinta ini bukan untuk dia!"


kata Niko meluapkan kekesalannya masih dalam jatuhan air yang terus membasahi sekujur tubuhnya.


*


Sehabis mandi, serta puas menikmati sentuhan air yang membuat pikiran Niko terasa lebih segar.

__ADS_1


Pria itu pun keluar dengan hanya menggunakan handuk.


Tidak disangka Vania sudah berdiri menatap Niko.


"Waaau!" jerit Niko terkejut, handuknya hampir melorot.


"keluar!" bentak kecil Niko merasa terkejut hebat.


"Tidak! Katakan bagaimana aku harus membayar hutangku!" tantang Vania.


"Dasar Wanita keras kepala!" Niko terus mendorong tubuh Vania hingga keluar dari kamarnya.


Dalam perasaan kecewa, meringis Vania akhirnya berjalan lesu menuju pintu keluar.


**


Wanita itu terduduk lesu di atas lantai keramik teras sambil menatap sedih langit malam.


Lama melamun, tidak terduga hujan pun turun mulai membasahi bumi. Pakaiannya terkena percikan air hujan itu.


"Wahai hujan, sampai berapa lama lagi penderitaan ini akan berakhir!"


Di dalam kamar, Niko memperhatikan Vania melalui kamera Cctv sedang duduk melamun. Pemandangan yang sudah tiga kali ia saksikan.


"Dia masih disana ternyata belum pulang juga!" kata Niko dalam perasaan campur aduk.


*


"Tlililit!" ponsel Vania berdering.


"Mr Cool?" gumam Vania.


"Ternyata ini nomor kamu?" ucap Niko.


"Tolong katakan, bagaimana caranya aku bisa membayar hutangku, aku mohon, jangan ambil usaha yang baru saja aku rintis, aku rela melakukan apa saja, bukankah om itu orang yang sangat baik!"


"Karena kebaikanku, aku sering tersakiti, itu sudah menjadi resiko kamu ketika tidak pernah berpikir sebelum bertindak!"


"Lihatlah rezeki om semakin berlimpah ruah kan? Jangan sedih ketika merasa tersakiti!"


"Mengapa dari tadi kau memanggilku dengan sebutan Om!"


"Maksudku Mas Niko!"


"Panggil Om sekali lagi, hutangmu bertambah menjadi dua setengah M!"


"I..Iyah!"


"Pergi dari rumahku atau aku akan memanggil petugas keamanan satu truk?" ucap jutek Niko.


"Trup!"

__ADS_1


*


"Satu Truk??"


"Kenapa dia keberatan dengan sebutan Om, dia kan memang sudah layak di panggil Om! Sebel!" gerutu Vania.


*


Dengan perasaan kesal, akhirnya Vania pulang dalam rintikan hujan yang lumayan deras.


Saat tiba di depan gerbang, pintu besar itu terbuka secara otomatis. Dalam kehujanan wanita itu nekat berjalan tanpa arah.


"Vania, ingatlah Jex, putramu, kau harus tetap semangat!" ucapan-ucapan itu terus terngiang di pikiran ibu satu anak itu, untuk menyemangati dirinya.


Setelah mengusir Vania dalam kondisi hujan yang semakin deras, Niko merasa bersalah dan khawatir. Ia pun bergegas menuju parkiran dan melaju dengan mobilnya.


"Tin!" Bunyi klakson mobil Niko mengejutkan Vania. Reflek Wanita itu menoleh ke belakang. Ia terlihat sudah basah.


kaca jendela mobil Niko turun secara otomatis, terlihat wajah masam lelaki itu menatap dinginnya Vania.


"Masuklah, aku akan kasih tau bagaimana kamu harus membayar hutangmu!"


***


***


***


***


***


Assalamualaikum wr. wb. Author ingin memberikan sedikit pengumuman


Novel Mr Cool Falling In Love terpaksa terhenti sampai disini dulu, karena Author memiliki kesibukan pribadi di dunia nyata, yang tidak bisa Author katakan disini, Insya Allah kisah Niko dan Vania akan disambung lagi.


*


Seperti janji Author kemarin, Author akan memilih dua akun terbaik dalam memberikan komentarnya tentang MCFIL dan berhak mendapatkan pulsa gratis @Rp 25000


Akun beruntung itu adalah.




Selamat Yah🎊🎊


Buat yang terpilih, kirimkan nomor ponsel kalian ke Instagram Author @sarahmai_07.


wassalam.

__ADS_1


__ADS_2