Mr Cool Falling In Love.

Mr Cool Falling In Love.
Bab 57


__ADS_3

"Haaaa😱😱😱!" Reaksi terkejut seseorang yang melihat adegan mesra dari dua pasangan.


Kedua Bola mata Vania melotot tajam saat Niko melakukan pelecehan kecil terhadap dirinya di atas ranjang itu, namun Vania membalas dengan meniup keras bibir Niko sehingga lelaki itu harus melepas bibirnya.


"Vania - Niko!"


Ratih yang penasaran dengan keduanya lalu iseng menyusul masuk ke dalam rumah Niko.


Reflek keduanya melihat Ratih dari atas ranjang.


Merasa tidak sopan, Ratih buru-buru turun dari tangga.


"Kak Ratih!" ucap Vania menendang kecil milik Niko hingga ia menjerit manja.


"Auuwh!🤸


Vania Langsung menolak tubuh Niko lalu bangkit mengejar Ratih.


"Kak Ratih tunggu!" mengejar pengacara itu.


"Kak!"


Ratih berbalik badan.


"Apa-apa an sih kamu Van, jadi kamu buru-buru minta ditemani datang kesini hanya untuk mau 'gituan' sama Niko!" (Tepok jidat.)


"Kak! Jangan salah paham dulu!"


"Udah deh! Sekarang aku mau balik dulu, masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan, aku enggak sempat nungguin kamu main 'kuda-kudaan' sama Niko di kamar, kalau saran kakak mending kamu nikah saja dengannya, lagian kamu cocok banget jadi pemilik rumah ini?" komentar Ratih yang tidak ingin ambil pusing.


"Kak Ratih, Vania enggak bohong beneran mau menghajar Niko bukan mau main kuda-kuda an!" jawab polos Vania.


"Iyah...Iyah...Iyah.." angguk Ratih sudah tidak percaya.


"Jangan berikan gosip yang bukan-bukan kak!"


"Iyah tidak akan, aku percaya kamu itu wanita itu baik-baik!" ucap Ratih tersenyum kecil.


"Tapi Kak!"


"Sudah yah, aku pulang dulu, lain kali saja kita ngopi bareng disini, Okey!" Ratih terburu-buru meninggalkan Vania di rumah Niko, setelah pengacara itu keluar dari lintasan pagar rumah Niko, gerbang tertutup otomatis oleh seseorang termasuk pintu rumah.


"Eh!" Vania terkejut saat pintu rumah tiba-tiba tertutup, ia berusaha membukanya namun tidak bisa.


"Dasar singa liaaaaaaaar," jerit Vania.


"Aku akan membunuhmu!" kata Vania balik lagi naik tangga menuju kamar Niko.


"Nikooooo!" kemarahan Vania memasuki kamar pria itu.


Dengan tetap santai Niko duduk di atas ranjangnya.


"Ada apa sih sayang, pagi-pagi kamu sudah buat aku bergairah!" goda si Mr cool.

__ADS_1


Kalau lagi 'pingin' bilang aja, kita bisa lampiaskan disini sama-sama!" jawab genit Niko memainkan matanya.


Wajah perempuan itu semakin berang.


"Diam kamu!" bentak Vania.


"Ou...Hahaha!" Niko malah spontan tertawa menghadapi wajah marah Vania yang justru begitu imut dimata Niko.


(Inilah akibatnya jika pria dingin sedang jatuh cinta, ia melihat sisi wajah marah Vania bukan hal yang menakutkan justru ibarat sebuah lukisan wajah sosok wanita yang justru menggemaskan baginya)


"Aku enggak nyangka kalau kamu bisa marah juga loh?" kata Niko sambil senyum-senyum.


"Jangan banyak bicara, aku tidak ingin banyak bicara dengan kamu?" jawab ketus Vania.


"Baiklah, aku akan diam saja?"


"Dimana Jex?"


Niko diam saja.


"Jawab!"


"Tadi kamu bilang jangan banyak bicara."


"Kecuali aku bertanyaaaa?" bentak marah Vania.


"Oouh? Jex aman, dia ada bersama keluargaku, aku akan mengembalikannya setelah kamu sudah benar-benar sehat," jawab lembut Niko.


Vania terdiam namun aura marahnya masih terasa memenuhi seisi rumah Niko.


"Ouh...kalau itu enggak bisa dong?" jawab santai Niko.


"Kalau tidak aku akan...Aku akan membunuhmu?" ucap Vania mengeluarkan pisau Lipat kecil.


"Ih 😱 Atut..." reaksi Niko yang justru tampak bercanda di hadapan Vania.


"Niko ini tidak main-main, aku serius!" Vania berusaha membuka lipatan pisau itu dengan tangan gemetaran.


(Sesaat sebelum keluar dari rumah sakit, Vania mengambil pisau lipat pihak rumah sakit yang biasa digunakan untuk mengupas buah)


Sangking gugup dan gemetaran, Vania tidak pandai membuka pisau lipat otomatis itu, Niko reflek tepok jidat, tertawa menjatuhkan dirinya ke kasur.


"Hahahaha!" (Ngakak guling-guling)🤣🤣


"Gimana kamu mau membunuh orang, jika membuka pisau lipat saja kamu tidak bisa, yang ada kamu yang keburu dibunuh!" komentar geli Niko.


"Diaaaaam, ini aku lagi berusaha membukanya!"


"Okey!"


Merasa Malu Vania berlari ke balik pintu sambil menggerutu ("Nih pisau rusak atau gimana sih, ih nyebelin") wanita itu tetap kekeh berusaha membuka pisau itu.


Niko sosok target yang ingin di bunuh, justru terlihat sabar menunggu duduk santai di bibir kasur sambil senyum-senyum geli memperhatikan tingkah lucu Vania yang menghibur dirinya.

__ADS_1


"Bisa?" tanya Niko kembali dengan suara lembutnya.


Vania tampak masih sibuk dengan pisau lipat itu berdiri di balik pintu.


"Sini aku bukain?" kata Niko bangkit mendatangi Vania, menawarkan jasa.


Merasa buntu dan menyerah, Vania memberikannya kepada Niko.


Sontak pria itu masih tersenyum lucu melihat tingkah kocak perempuan itu.


Vania terduduk lesu menunggu Niko membuka pisau lipat.


(Pisau lipat yang ternyata memang sulit dibuka akibat pisau yang jarang digunakan di ruangan VIP dan terlihat perangkat otomatis pembukanya sedikit karatan akibat terkena air sehingga sulit terbuka)


Drama Vania yang ingin membunuh Niko terpaksa tertunda, keduanya terlihat berdamai sejenak.


"Ini pisau darimana?" tanya Niko, sangking cintanya kepada Vania, ia masih terlihat kocak berusaha membuka pisau itu untuk sang wanita.


"Dari rumah sakit?" jawab lesu Vania.


"Jadi ini hasil nyolong?" tanya Niko berusaha menahan tawa.


Vania terlihat murung dan semakin cemberut, kecewa aksi ancamannya gagal.


"Sepertinya otomatis pembukanya terlihat macet!" Akhirnya tenaga kuat Niko mampu membuat pisau itu terbuka.


"Nih!" Niko menyerahkan pisau itu lagi kepada Vania.


"Lain kali kalau ingin membunuh orang, pakai pisau sendiri jangan nyolong punya orang!" nasihat lucu Niko.


Vania merampas pisau itu dari tangan Niko lalu membuangnya ke arah tong sampah dengan kesal.


"Loh, kok di buang? Enggak jadi aksi membunuhnya?" tanya Niko justru menggoda wanita jutek itu dengan senyum manisnya.


Vania tidak menjawab dalam raut wajah masam, ia diselimuti aura perasaan kesal, malu, ingin marah tapi tidak bisa, semuanya bercampur menjadi satu ibarat bumbu rendang yang menggiurkan lidah😋


Wanita bernama lengkap Vania Keisya itu bangkit dan ingin keluar dari kamar Niko.


Reflek cepat Niko menarik tangan Vania dan mengajaknya berjalan menuju sebuah lemari berangkas milik Niko.


"Mau apa kamu?" hentak Vania berusaha melepaskan tangan Niko.


Niko membuka berangkas rahasia lalu mengambil berkas kepemilikan Restoran Doyan Mangan.


"Kau mau ini?"


Vania reflek menyambar dan ingin mengambil berkas itu, dengan cepat pula Niko mengangkat berkas itu lebih tinggi sehingga Vania tidak bisa meraihnya, karena poster tubuh Niko yang lebih tinggi darinya.


"Berkas ini akan kembali menjadi milikmu, namun ada syaratnya?" ucap Niko terus menantang tatapan tajam Vania dengan raut wajah kebucinan seorang pria.


"Apa?" tanya Vania dengan tatapan balik menantang.


***

__ADS_1


Halo pembaca sayang🤗♥️, Jangan lupa Like, Vote, gift dan yang paling penting Share novel ini ke media sosial kamu yah, Agar Mr cool Falling In Love semakin banyak pembacanya.


Terima kasih🙏


__ADS_2