Mr Cool Falling In Love.

Mr Cool Falling In Love.
Bab 61


__ADS_3

Vania masih tampak malas menggerakkan tubuhnya yang sudah enak merasakan banyak opsi perawatan. Tidur itu terlalu nikmat baginya setelah tidak pernah merasakan ketenangan seperti itu, Vania mencoba bangkit saat mendengar ucapan dari perawat Dokter disana.


"Kekasih?" kata Vania mengulang kembali perkataan staf perawat dokter kecantikan itu.


"Benar!"


"Dia Paman saya!" jawab Vania yang tidak ingin rahasia hubungan mereka terlihat.


"Ouh, Maaf Mba!"


"Iyah, tidak apa-apa!"


"Halo Vania cantik! Bagaimana perasaan kamu sekarang?" Sang dokter menyapa Vania dengan ramah.


"Jauh lebih enakan Dok!"


"Syukurlah, wajahmu sudah tampil lebih cerah sekarang?" Dokter itu memberi cermin kepada Vania.


*


Vania langsung menatap wajah cerahnya dan penampilan rambutnya yang semakin lembut, harum, lurus dan terlihat rapi.


"Ternyata aku cantik juga!" puji Vania dalam hati dengan senyumannya yang merekah, senang melihat perubahan wajahnya yang lebih segar dan glowing, layaknya wanita pada umumnya, bahagia menatap wajah cantiknya di depan cermin. Vania juga merasakan kulitnya semakin halus dan sehat.


*


"Dasarnya, Vania itu sudah sangat cantik, jadi hanya tinggal di poles saja, rutin minum vitamin kulit sekaligus stamina tubuh, karena kamu masih muda cukup dua kali satu minggu, juga gunakan skincare halal dan aman (BPOM).


datanglah minimal sebulan dua kali untuk perawatan lebih lanjut. kamu masih muda jadi belum ada perawatan Anti aging hanya sekedar perawatan kulit agar tidak kusam dan kering, usia Vania masih sangat muda dimana kulit dan wajah kamu masih kencang dan terus beregenerasi."


"Makasih Dokter!" senyum Vania.


"Sama-sama!"


Selain Vitamin, skincare, Dokter kecantikan itu juga memberikan perawatan kesehatan organ intim untuk Vania. Agar tetap harum dan tidak berbau terutama setelah PMS.


*


Niko sudah tiba disana dan siap untuk menjemput wanitanya.


"Tunggu sebentar yah Mas, silahkan duduk, Nona Vania akan segera keluar!" ucap ramah staf resepsionis dengan ramah.


"Ok!" jawab cepat Niko lalu duduk menunggu santai di sofa.


"Silahkan diminum!" staf menawarkan air mineral.


"Terima kasih!"


"kira-kira wajah si bocah berubah tidak yah setelah perawatan?" gumam kocak Niko yang menyembunyikan senyum tipisnya, ia sudah tidak sabar menyaksikan penampilan baru Vania Keisya.


Tidak lama kemudian Vania keluar.


Kedua bola mata Niko langsung dengan cepat menatap ke arah Vania.


"Wow 😍😍😍"


Tidak bisa dipungkiri, Lelaki itu begitu takjub dan terpana melihat wajah cerah dan keseluruhan dari Vania sampai jantungnya berdendang ria dalam irama lagu;


🕺🕺Kala ku pandang kerlip bintang nun jauh di sana


Sayup kudengar melodi cinta yang menggema

__ADS_1


Terasa kembali gelora jiwa mudaku


Karena tersentuh alunan lagu semerdu kopi dangdut


Api asmara yang dahulu pernah membara


Semakin hangat bagai ciuman yang pertama


Detak jantungku seakan ikut irama


Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut🕺🕺


Ea...ea...hati dan jantung Niko sedang berdendang ria...cihuy serasa ingin jungkir balik🤸🤸 tapi tidak bisa.


Niko terserang salah tingkah...


Salah tingkah...


sedikit lebih gugup...


Salah tingkah sampai tiba-tiba hidungnya meler sedikit lalu berusaha menariknya masuk kembali, pura-pura liat sana-sini lalu balik lagi menatap Vania.


"Ehem... Berapa semua biayanya? Niko melangkah ke bagian kasir.


"Ini Mas!" mereka susah menyiapkan bill tagihan Vania.


Setelah membayar, Vania diberikan gift atau goodie bag cantik dari klinik itu.


"Terima kasih yah Mba, Mas!"


"Merasa salah tingkah, Niko terus membawa Vania keluar dari klinik itu.


Sesampai di parkiran mobil.


Vania mengangguk kecil, tersenyum malu-malu meong menunduk, mood perasaan wanita itu kini sudah berubah ketika dirinya merasa nyaman, membuat Niko gemes dengan janda muda itu.


"Asyik, sudah bisa di hajar nih nanti malam!" jiwa m*sum Niko mulai meronta-ronta tidak sabar.


Di dalam mobil, Niko masih menatap dan memperhatikan Vania yang sedang duduk memangku tentengannya.


"Di taruh di belakang saja!" ucap Niko mengambil bawaan Vania dan menaruhnya di bangku belakang. Pria itu masih menatap Vania.


"Ada apa, apa ada yang salah dengan wajahku?" tanya Vania.


"Ouh, enggak...enggak ada!" jawab gugup Niko dengan senyum tipisnya mulai melajukan mobilnya.


"Kita langsung ke TKP?"


"TKP???"


"Haha maksudnya ke lokasi pernikahan!"


"Apa sudah siap?" tanya heran Vania.


"Sudah Dooung?"


"Pakai pakaian begini?"


"Yah, enggaklah, semua sudah aku siapin, kamu tenang aja!" jawab santai Niko.


"Aku kangen Jex!" rengek Vania tiba-tiba.

__ADS_1


"Setelah itu, aku janji akan mempertemukan kamu dengan Jex!" jawab lembut Niko.


*


"Aku tidak menduga akan menikah dengan Niko, tapi enggak tau kenapa aku tidak bersemangat, semakin kesini aku semakin ragu tentang cinta setia pria yang ingin menikahi aku, benarkan Niko tidak sama dengan Romi, apalagi ini hanya pernikahan siri yang tertutup. Tapi aku berharap ini hanya sementara sampai aku bisa mengambil Restoran Doyan Mangan dan menata hidupku kembali bersama Paman dan Jex, entah mengapa saat ini, hanya merekalah lingkaran hidupku, sulit untuk mempercayai cinta para pengusaha kaya seperti Niko.


Sampai saat ini belum ada kabar dari rumah sakit mengenai kondisi Paman, Dokter mengatakan ia masih koma dan membutuhkan darah yang banyak. Ya Allah, aku masih menginginkan Paman ku tetap hidup!"


"Bagaimana dengan Kiano?" tanya Vania.


"Dia aman bersama keluarga ibunya? kamu jangan terlalu banyak pikiran, fokuslah kepada pernikahan kita? Okey?" ucap Niko mengelus manja kepala Vania.


Wanita itu hanya bisa mengangguk pasrah.


"Ayo turun, kita sudah sampai?"


"Sudah sampai?"


"Yup!"


Seketika jantung Vania berdetak sangat kencang, ia terlihat gregetan dalam perasaan campur aduk.


Niko menarik tangan Vania agar mempercepat langkahnya memasuki sebuah ruang yang Niko siapkan untuk pernikahan tersembunyi itu.


Saat memasuki lokasi itu, sudah ada tim kostum yang akan merias kostum pengantin wanita, sedangkan Niko sudah membawa jas terbaiknya.


Pernikahan yang dilakukan sangat-sangat sederhana, tidak ada riasan dekorasi apapun, saudara atau sahabat yang menyaksikan kecuali orang-orang tertentu saja.


Setelah semua tersedia dengan baik, tinggal menunggu penampilan dari si pengantin wanita. Niko dengan terlihat sedikit tengang mulai menghafal kecil akad pernikahannya bersama Vania.


Rasa greget dalam perasaan campur aduk menyelimuti pimpinan utama PT Oscar99 itu.


"Tliiit!" Ponsel Niko berdering.


"Benny?" gumam Niko sedikit gugup melihat panggilan dari Benny. Pria itu berlari ke tempat yang lebih aman untuk berbincang.


"Halo Ben?"


"Niko, kamu lupa kalau hari ini jadwal kesehatanmu!"


"Ehm...Iyah besok aku klinik kamu!" jawab cepat Niko terburu-buru.


"Udah yah?" kata Niko bersiap memutus panggilan itu.


"Ei...tunggu dulu, malam ini aku sudah janji dengan wanita yang akan aku jodohkan dengan kamu agar kita makan malam bersama!" kata Benny.


"Haduh Ben...aku lagi sibuk banget, benar an siiiibuk banget dan aku lagi Malas buat kencan buta dengan wanita!" kata Niko.


"Jadi gimana dong, aku keburu janji!"


"Sudah kamu saja yang gantikan! Okey!"


"Trup!" Niko langsung memutuskan percakapan itu dengan cepat.


*


"Wei...Aaargh, gimana sih!" ucap Benny meletakkan ponselnya dengan kesal.


"Memangnya kapan dia tidak sibuk? Dasar pria aneh, kemarin sibuk minta carikan wanita, giliran ketemu main cancel aja!"


Tiba-tiba Benny teringat dengan Niko yang sedang membeli bunga dan boneka.

__ADS_1


"Kemarin dia beli boneka dan bunga? Untuk siapa yah? Apa benar si duda itu sudah punya pacar? kok dia enggak ada cerita???" Benny yang masih bertanya-tanya dan merasakan ada yang ditutupi dari seorang Niko.


__ADS_2